Friday, May 10, 2013

CINTA DAN RESONANSI GETARAN FREQUENSI

“Cinta adalah unsur yang walaupun secara fisik tidak tampak, tetapi sama nyatanya dengan udara dan air. Cinta merupakan kekuatan yang bergerak. Cinta bergerak dalam bentuk gelombang dan arus seperti gelombang dan arus samudra.” [Prentice Mulford, Pengarang New Thought - 1834-1891]

Memahami kekuatan cinta dimulai dengan menyadari bahwa seluruh kehidupan pada mulanya dan pada intinya adalah ENERGI, termasuk diri kita sendiri. Kita secara fisik terbuat dari bahan-bahan yang sama dengan yang membentuk matahari, bulan, bintang-bintang, dan seluruh jagat raya ini. Kita adalah sekumpulan energi cerdas yang berwujud dalam tubuh manusia.

Kita terbuat dari sel-sel, yang terbuat dari atom-atom, yang terbuat dari partikel-partikel sub-atom: proton, elektron, dan neutron, yang terbuat dari paket-paket energi kecil dan elusive yang disebut kuanta, yang terbuat bukan dari apa-apa, melainkan ENERGI.

Ketika para ilmuwan Fisika Kuantum mempelajari sifat realitas pada skala yang semakin kecil, sesuatu yang aneh mulai terjadi: Semakin dalam kita memasuki realitas, semakin tampak lenyap dari pandangan. Terobosan Einstein dalam rumusnya yang termasyhur “E=MC2 berujung pada: Segala sesuatu terbuat dari ENERGI.”

Semua energi ini mewujud sebagai getaran, dan getaran itu dapat diukur frekuensinya: jumlah getaran per detik. Beberapa getaran tidak terasa seperti irama bumi (7,5 Hz, atau 7,5 kali per detik). Getaran-getaran lain lbisa dirasakan oleh indera kita, seperti nada-nada musik, yang bergetar pada 16-20.000 Hz.

Telinga manusia hanya mampu mendengar suara pada kisaran frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz (20 KHz). Banyak suara yang tidak mampu kita dengar dengan telinga telanjang (suara yang memiliki frekuensi di bawah 20 KHz atau di atas 20 KHz). Hewan dan serangga mempunyai kemampuan mendengar suara di luar rentang frekuensi suara yang mampu didengar oleh telinga manusia, seperti kelelawar yang berkomunikasi dengan menggunakan gelombang ultrasonik yang memiliki frekuensi sangat tinggi, jauh di atas kemampuan dengar telinga manusia.

Sebagai manusia, kita juga memiliki frekuensi getaran. Pemikiran yang melayang dalam benak kita dan suasana hati kita, memiliki frekuensi getaran. Segala sesuatu, baik yang berwujud padat, maupun yang tidak berwujud seperti pikiran dan perasaan, memiliki frekuensi getaran. Energi cinta juga dinyatakan melalui frekuensi getaran.

FREKUENSI GETARAN CINTA SANGATLAH KUAT

Dampak dari frekuensi getaran cinta sangatlah kuat. Getaran cinta kasih yang Anda pancarkan beresonansi melalui proses ‘pengikutan’. ‘Pengikutan’ adalah proses di mana satu frekuensi getaran bersekutu dengan frekuensi getaran lain.

Christian Huygens menemukan fenomena ‘pengikutan’ secara tidak sengaja pada abad ke-17. Huygens adalah seorang pencipta jam pendulum yang memiliki banyak sekali koleksi pendulum. Pada suatu hari ia mengamati bahwa semua pendulum berayun serempak. Yang membuatnya heran, ia tidak pernah mengaturnyaseperti itu. Ia kemudian membuat suatu percobaan dengan sengaja mengatur pendulum-pendulum itu berayun dengan irama yang berbeda. Pada akhirnya semua pendulum itu kembali berayun dengan keselarasan yang sempurna, dipimpin oleh pendulum yang memiliki irama paling kuat.

Banyak contoh efek dari “pengikutan/resonansi”. Sebagai contoh, bila frekuensi getaran suara seorang penyanyi menyamai frekuensi getaran sebuah gelas kristal, gelas itu akan pecah. Jika tali dua biola yang disetem pada pola titinada yang sama dan disandarkan saling berseberangan dalam sebuah ruangan, dan tali satu biola digesek, tali biola di seberang ruangan pun akan akan ikut bergetar. Ini adalah prinsip yang berlaku pada garpu tala. Jika kita memegang sebuah garpu tala yang telah ditala pada nada tertentu di dekat sebuah alat musik, kemudian kita memainkan nada yang sama, maka garpu tala itu akan bergetar. Dawai piano dan garpu tala itu, mempunyai bentuk gelombang yang sama. Jika kita memainkan nada yang lain, maka garpu tala itu tidak akan bergetar.

Proses ini dinamakan ‘pengikutan’ karena dalam fenomena ini, getaran yang paling kuat dan paling intens “menarik” getaran-getaran lain untuk bersekutu dengannya untuk datang menghampiri kita.

Makin jelas getaran kita, makin kuat menarik frekuensi lain untuk melengkapi gema nada paduan kita: yakni untuk memberikan hasil yang kita inginkan. Penarikan dan persekutuan ini terjadi pada tingkat frekuensi getaran-tingkat di mana semua benda, makhluk dan pengalaman dibangun dengan cara yang sama.

BUKAN MANIPULASI, MELAINKAN GETARAN CINTA

Menggunakan kekuatan Cinta untuk menimbulkan berbagai hal atau pengalaman yang Anda inginkan di dalam kehidupan tidak ada hubungannya dengan manipulasi atau pengendalian. Kita tidak bisa menggunakan kekuatan Cintauntuk memaksa seseorang atau sesuatu untuk melakukan perintah kita. Yang dapat kita lakukan, dan ini adalah RAHASIA-nya yaitu secara sengaja memancarkan getaran Cinta atas apa pun yang kita inginkan. Getaran Cinta kita yang kuat memungkinkan pengalaman yang sesuai dengan dengan getaran tersebut bersekutu/beresonansi dengan kita sehingga membentuk hasil yang sesuai.

Pikirkan Cinta sebagai suatu getaran yang dengan sengaja kita pancarkan dan proyeksikan ke Alam Semesta. Frekuensi-frekuensi lain bereaksi dengan gema tersebut dan bergabung untuk menghasilkan gema paduan nada tertentu yaitu: HASIL APA YANG KITA INGINKAN

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^