Monday, August 4, 2014

MENUJU ENAMPULUH EMPAT DENGAN HEMAT, SEHAT DAN SELAMAT

TANYA JELANG USIA 64 TAHUN
17 tahun!
Jika saja kata-kata ini terlontar saat usiaku masih sweet seventeen, pasti imaji yang terhidang adalah, 
"Masih adakah aku saat itu? Bagaimana teknologi yang tersedia? Adakah perang yang terjadi, atau bumi malah menjadi aman damai sentosa karena semua manusia hidup di planet Uranus?" 
Dalam sejarah riwayat hidup keluargaku, usia hidup eyang, mbah buyut, pakde, bude, uwak rata-rata adalah maksimal 60 hingga 70 tahun. Jikapun ada yang berusia di atas 70 tahun maka itu dianggap sebagai bonus. 

Jadi, tak salah jika giveaway pakde kali ini bertema :
usaha apa yang sudah, sedang dan akan sahabat lakukan  menuju umur lebih dari 60 tahun?
Sumber : komiknostalgia.com
Oya, dulu aku suka baca Arad & Maya dari Planet Mytica, sebuah comic strip buatan Jan Steemen yang dimuat majalah paling ngetop seantero Indonesia saat itu, Hai! 

Pada saat itu Arad & Maya sebenarnya telah memvisualisasikan kehidupan kita setelah abad ke 21. Dunia yang penuh dengan tombol (komputer, wi-fi, digital machine), kemudahan dan teknologi canggih seperti teleporter (mungkin ini hi-speed elevator), alat komunikasi di telinga yang tersembunyi (sepertinya ini bluetooth handset deh.. ^_^ ) dan berbagai hal yang saat itu hanya seperti mimpi, namun saat ini terjadi!

FAKTA JELANG USIA 64 TAHUN
Zzaap!
Oh well... sekarang duapuluh lima tahun sudah berlalu.  Time flies, kata Alexander Dumas, sang penyair. Apa yang sudah kulakukan selama ini?  
Membangun sebuah istana? Bendungan raksasa? Berjalan keliling dunia? Nabung sehingga menjadi seorang milyarder ternama?
Seandainya hal itu kulakukan sejak 25 tahun lalu, mungkin saja itu terjadi. Tapi tidak. Aku masih begini begini saja. Kenapa? Hingga giveaway blog milik pakde Guslik Galaxy ini diluncurkan, rasanya sih aku masih tercenung. Jangankan berprestasi mengharumkan nama bangsa. Untuk diri sendiri dan keluarga saja rasanya masih tak ada...

Hmm... jadi, apa yang harus kulakukan untuk menuju 64 tahun ini kelak? Setelah mereview rekam jejakku, maka aku putuskan untuk meneruskan beberapa kebiasaan positip, dan aku janji dalam hati (disaksikan rekan blogger atau pembaca blog imut ini) untuk meninjau ulang setiap tahun. Minimal kalau aku belum membangun istana atau menyelamatkan dunia, aku sudah melakukan hal-hal yang menjadi tanggungjawabku sebagai manusia. 

USAHA YANG -INSYA ALLAH- AKAN RUTIN KULAKUKAN JELANG USIA 64 TAHUN
  • KESADARAN EKOLOGIS
Satu hal yang telah sejak kecil ditanamkan oleh kedua orangtuaku, yang notabene seorang ranger hutan di Kalimantan dan Sumatera -ada dalam artikel ini- adalah : Bumi ini bukan milik kamu, dan bukan milik aku. Bukan juga milik pak SBY, pak Obama atau nenek moyangnya Ratu Elizabeth. (Eh maaf, yang terakhir bukan kalimat almarhum Bapakku tapi udah kumodifikasi ^_^ )

Bumi ini adalah pinjaman, yang selayaknya kita kembalikan dan take over ke anak cucu kita kelak. Jadi, perlakukan selayaknya sebuah pinjaman. Baca : dirawat!  Nah, maka aku selalu dibiasakan untuk hidup hemat dengan sumber daya alam. Air, gas, minyak bumi, serta bahan makanan pokok dan.. kertas!

Yup. Biasakan pakai bahan-bahan di atas seperlunya. Caranya? Aaah.. pembaca blog yang budiman dan pakdiman, kurasa kalian jauh lebih arif dan pintar daripada aku. Kalau masih tidak yakin... tanya saja pada google!
  • KESADARAN BUANG SAMPAH
Aku juga terbiasa mengumpulkan dedaunan jatuh dan ditimbun serta dibakar dengan api kecil untuk dijadikan humus atau pupuk. Yah, itu karena aku masih tinggal di kampung, jadi halaman rumahku luas. Nah, kalau kalian ditakdirkan tinggal di rumah mungil atau apartemen tanpa halaman dan pepohonan, kalian juga masih bisa berkontribusi, kok. Caranya dengan mengumpulkan sampah kering daur ulang lalu serahkan pada Bank Sampah! Nggak tau juga Bank Sampah terdekat? Yaa.. tanya sama Lurah setempat atau.. google, beres.

Ada satu hal penting yang juga harus kita sadari. Kita suka dengan kehadiran bayi (lihat saja, anakku banyak he he..). Tapi ada satu hal yang kita lupa. Kehadiran si buah hati ini sekarang diiringi dengan kehadiran popok sekali pakai!  

Untuk meminimalkan pemakaian popok praktis ini, anak-anak kubuatkan popok bekas lampin atau kaus tak terpakai serta dibiasakan buang air kecil dan besar di kamar mandi. Coba bayangkan kalau satu anak bisa menghabiskan sekitar satu kwintal sampah popok dalam setahun.. iish ... berapa ratus kwintal ya yang dihasilkan anak satu RT?
  • KESADARAN KOSMETIK
Found on blackgirllonghair.com
Lihat, hitam tak selamanya jelek dan kotor, bukan?
Tuh kan genit, katamu... eh, bukan! Justru hal ini penting terus kulakukan. seumur hidup. Yaitu untuk tidak menggunakan bahan kosmetik apapun yang mengandung bahan pemutih. Memangnya putih itu identik dengan bersih? Tidak juga. Kulit sawo matang yang bersih dan sehat pun menarik dan sedap dipandang mata!

Bahan pemutih ini merusak kulitmu sekaligus merusak lingkungan. Tak lain karena bahan kimianya sulit terurai oleh bakteri pengurai. Tanpa kau sadari, bau busuk air got yang meluap saat banjir adalah diakibatkan bahan-bahan kimiawi tersebut!

Posisi yang sama juga diduduki oleh pengharum pakaian, pemutih pakaian, tissue basah wangi, cat rumah dan.. shampoo anti ketombe! Jika kita lihat kandungannya, bisa dipastikan shampoo jenis ini menggunakan Zpt (zinc pirythion) yang katanya -katanya loh- jika dicelupkan ke akuarium, dijamin dalam tiga hari ikannya mati semua!
 
Hadeeh.. jika satu kampung bisa meminimalkan pemakaian bahan-bahan berbahaya seperti ini, rasanya kerak bumi (crush litosphere) bisa bernapas sedikit deh! Itu kalo satu kampung, coba kalo satu kabupaten, satu propinsi, satu negara.. eeh.. cuman berdoa loh, kali aja didengar Sang Pemilik Bumi.
  • KESADARAN MEMAKAI BARANG BUATAN LOKAL
Penting ya? Kan, enakan kopi St*rb*cks daripada kopi Bali atau Toraja, misalnya.. huh! Kata siapa? Justru negara luar itu yang mengambil hasil bumi terbaik Ibu Pertiwi, untuk diolah dan dijual kembali ke Indonesia!


To the point aja, ya.. jika kita membeli barang-barang yang diproduksi oleh penduduk lokal, bisa dipastikan penduduk Indonesia lah yang makmur, bukan negara asing. Jika penduduk negeri tercinta ini subur makmur gemah ripah loh jinawi, maka kita bisa mengenyahkan musuh nomor satu di dunia : kemiskinan!

Kenapa ini menjadi prioritas? Ya, karena orang-orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan, sering tidak bisa membuat pilihan sadar untuk turut melestarikan dan berbuat demi kebaikan Bumi. Tak jarang, mereka inilah yang menggunakan berbagai produk murah meriah berbahaya!
  • KESADARAN MENJADI KHALIFATULLAH
Psst.. I tell you the truth.. Mengemban tugas sebagai manusia yang diturunkan sehat jasmani dan rohani (amiien..) tak terlepas dari Campur Tangan Sang Maha Pemilik Jagad Raya. 

Dari hadits yang kubaca, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tentang umur yang dianugrahkan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda, 
"Tak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya, dihabiskan untuk apa; tentang masa mudanya, dipergunakan untuk apa; tentang hartanya, darimana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan tentang ilmunya, apakah sudah diamalkan". (HR At-Tarmidzi).
Jadi tak berlebihan kurasa kalau selayaknya kita hamparkan tempat sujud untuk selalu bersyukur dengan segala KaruniaNya ini.


Aku sadar bahwa tindakanku tidak akan mengubah Israel dan Palestina berdamai dan gencatan senjata di Gaza. Aku sadar bahwa Presidenku tetap yang itu dan bukannya Farhat Abbas atau H. Rhoma Irama. Aku bahkan sadar, tindakanku tidak serta merta membuat Malaysia tidak mengaku-ngaku Batik, Reog dan Tari Pendet adalah asli dari negaranya... 

Aku juga tidak akan berubah jabatan seketika menjadi Menteri Negara Urusan Blogger... namun jika tulisanku ini berhasil membuat satu orang saja berhenti membuang sampah sembarangan, atau tidak lagi menggunakan zat kimia berbahaya untuk memutihkan kulitnya, aku akan merasa bahagia dan berhasil. 

Karena dengan demikian, aku bisa punya visi meneruskan kampanye ini hingga usiaku mencapai 64 tahun kelak dengan hemat, sehat dan selamat. Serta minimal menorehkan satu prestasi untuk hidup damai dengan Bumi. 

Selamatkan Bumi, maka kau juga menyelamatkan hidupmu dan anak cucumu!


Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64.

15 comments:

  1. Suwun banyak mbak Mechta Deera,
    perasaan blom diposting kok tau tau mbake udah mampir hihihiii...
    sama-sama ya mbak semoga sukses juga ^_^

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Road to 64 di BlogCamp
    Segera didaftar sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  3. waduh..maaf ngga sempat baca sampe tuntas tas tas.
    wislah pokoke menjelang usia 64 tentu kita harus sangat sangat lebih sabar dan semakin berpijak pada kebenaran...begitu seperti yang disampaikan oleh bayu krisna di mahabharat antv itu loch.

    salam sehat dan ceria selalu yah....mohon maaf lahir dan batin.
    betewe alumni ITI ya? jurusan apa tuh kak?...mana tau kita ini sodaraan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... kepanjangan ya... ok thx udah mampir ya

      Aku jurusan Bioteknologi angkatan Saur Sepuh :p

      Delete
  4. Menuju 64 tahun...? Heemmm sebentar aku hitung-hitung dulu, tinggal berapa tahun ya itu. :)
    Selamat berlomba ya Mbak... semoga menang :)

    Selamat Idul Fitri 1435H, mohon maaf lahir dan batin

    ReplyDelete
  5. Jempolllll mak... keyen abizzz..tulisannya.. Semoga Menang...!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aciiikkkk didoakan oleh sahabat tersayang

      Delete
  6. > Duuh, makasih banyak my lovely friend blogger mbak Reni Judhanto, aku juga mohon maaf kalo ada sale sale kate yaaaa

    > Berhubung jaringan lemot banget terpaksa reply langsung dua nih... maaciiiiiih my great friend, Nana ^_^

    ReplyDelete
  7. Keren!!! Saya sudah termasuk yang tidak buang sampah sembarangan Mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah... baiklah, selanjutnya kita tingkatkan dengan tidak buang SDA sembarangan, okeee??? *Toossss!!!!

      Delete
  8. Kesadaran menyelamatkan bumi penting ya Mak, dimulai dari diri sendiri. Sip, keren. Moga menang ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mak Mugniar.. sama-sama yaa, sukses juga denga analisis SWOTnya :D

      Delete
  9. Ini tulisan yg keren mbak. Semoga jadi pengikat tekadnya buat menjadikan bumi kita tempat yg lebuh baik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuh, makasiiih teh Winny ku sayang..
      dikau yang pertama memberiku semangat untuk bisa menulis sampai sekaraaaang!!! *peluk teh Winny

      Delete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^