Wednesday, April 13, 2016

DALUANG ADALAH ...

Daluang (barkpaper/ barkcloth) adalah kertas tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan lembaran kulit kayu pohon paper mulberry (Broussonetia papyryfera Vent) atau dalam Basa Sunda disebut pohon saeh. Pohon Paper Mulberry adalah sejenis tumbuhan tingkat rendah yang diduga berasal dari Cina. Pohon Paper Mulberry termasuk ke dalam keluarga Moraceae. Tumbuhan ini juga dikenal dengan nama lain seperti Paper Moerbeiboom, Murier a Papier, Japanischer Papierbaum, dan Paper Mulberry. Beberapa daerah di Indonesia mengenal pula jenis daun ini dengan berbagai nama seperti Sepukau di Pasemah, Saeh di Jawa Barat, Glugu atau Galugu di Jawa Timur, Dhalubang atau Dhulubang di Madura, Kembala di Sumba Timur, Rowa di Sumba Barat, Ambo di Baree, Linggowas di Banggai, Iwo di Tembuku, dan Malak di Kepulauan Seram.

Karya olah kertas dari kulit kayu ini disebut Daluang / Kertas Saeh (Sunda, Jawa,dan Madura), Ulantaga (Bali), dan Kain Kulit Kayu / Ranta / Fuya / Tapa (Sulawesi). Meski di Sulawesi ditemukan juga belasan jenis kulit kayu lainnya yang diproses seperti itu.

Dalam pembuatan daluang, proses pertama yang dilakukan ialah membagi batang pohon yang telah ditebang menjadi beberapa bagian. Kemudian, 1/3 bagian panjang dari kertas akan diambil dari potongan kayu tersebut. Setelah itu kulit kayu diambil, diratakan menjadi lembaran selebar kira-kira 5 hingga 6cm. Dari lembaran kulit kayu tersebut, diambil bagian luar yang tidak berserat, kemudian diletakkan di atas balok kayu untuk dipukul satu persatu menggunakan pameupeuh (Basa Sunda: alat pemukul, sejenis palu). Proses ini menghasilkan kulit kayu yang panjangnya dua kali dari ukuran semula.

Setelah itu, lembaran kulit kayu direndam dalam air selama setengah jam. Berikutnya lembaran kulit kayu tersebut kembali dipukul hingga mencapai panjang 50cm lalu dijemur dibawah terik matahari hingga kering. Setelah kering kemudian lembaran kertas direndam, diperas, kemudian diipat dalam daun pisang yang segar selama 5 – 6 hari untuk proses pengeluaran lendir. Setelah proses pemeraman selesai, kemudian lembaran kertas diratakan di atas papan sambil ditekan – tekan menggunakan kulit kerang (kewuk) atau tempurung kelapa hingga permukaannya halus. Terakhir, lembaran kertas dibentangkan pada sebuah batang pohon pisang hingga kering.

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com