Monday, August 29, 2016

TIK DAN PENDAYAGUNAAN DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN





Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini mengalami akselerasi yang sangat cepat. Sayangnya, belum semua warga negara Indonesia dapat memanfaatkan TIK dengan optismal. Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, kini tengah meningkatkan pembangunan infrastruktur metropolitan menuju smart city unggulan. Jakarta dengan daya saing ekonomi yang sangat tinggi juga harus siap dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Oleh karena itu, pendayagunaan TIK menjadi kebutuhan bagi pemberdayaan masyarakat Jakarta menuju masyarakat mandiri dan maju. khususnya perempuan.

“Laki-laki ataupun perempuan memiliki kesamaan untuk memperoleh kesempatan dalam menggunakan TIK. Kesempatan bagi keduanya mampu mendorong peran dan partisipasi untuk kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan nasional serta pembangunan," katanya Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PP dan PA Agustina Erni dalam Roadshow “Seputar Perempuan dan Anak "SEREMPAK.ID”, di Jakarta, Senin (01/08/2016) lalu.

Menurutnya, setiap orang memiliki peluang atau kesempatan sehingga memperoleh manfaat yang sama dari TIK untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumberdaya tersebut.

Jakarta sebagai ibukota negara dipilih sebagai tempat roadshow atau sosialisasi ketiga setelah Kota Makassar dan Surabaya dengan tema “Pendayagunaan Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pemberdayaan Perempuan”. Roadshow Serempak 2016 ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan gender di bidang TIK atau wujud kesetaraan gender melalui TIK berbasis masyarakat, yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menuju perubahan yang positif dan arah yang lebih baik.

“Mengingat daya saing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang begitu tinggi, maka perempuan perlu meningkatkan kapasitas dan daya saingnya. Untuk meningkatkan peran perempuan, maka kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan seharusnya dapat mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pada seluruh kebijakan dan program pembangunan nasional,” tambah Erni.

Saat ini TIK menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk tahun ini, pengguna internet aktif sudah mencapai 88,1 juta orang. Dengan komposisi pengguna internet perempuan dan laki-laki yang hampir sama besar (perempuan 51 persen dan laki-laki 49 persen), serta pengguna sosial media terbesar adalah perempuan.

"Hal ini menunjukkan perempuan Indonesia sudah melek teknologi. Oleh karena itu, Serempak hadir sebagai website seputar perempuan dan anak yang berupaya meningkatkan akses perempuan di pemerintah, jasa, pendididkan, pengetahuan dan juga mengakomodir kebutuhan perempuan". Katanya

Serempak juga mendorong pemberdayaan perempuan pada semua lini kehidupan. Sasaran website Serempak yaitu perempuan dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan internet untuk produktivitas pribadi, pembelajaran, peningkatan ekonomi keluarga, dan meminimalisasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap kelompok perempuan. Roadshow Website Serempak diharapkan dapat menjadi referensi media informasi, edukasi dan komunikasi perempuan berbasis masyarakat.



1 Agustus 2016 saya hadir di acara Roadshow serempak di Hotel Sari Pan Pacific, ada banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya dapat, sedikit cerita bisa saya ingat saat acara berlangsung. Lagu Indonesia Raya sebagai pembuka acara. Dilanjutkan tari Kipas Ganjen persembahan dari SMA 45 Jakarta.

Menurut Ibu Ir. Agustiani Erni M.Sc. dari Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Teknologi Informasi dan Komunikasi (T IK) sangat bermanfaat bagi perempuan, untuk mendapatkan informasi secara cepat seperti mencari info kesehatan, pendidikan, resep dan lain-lain”.

Acara diselingi kuis oleh Ani Berta dan yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah menarik. Hadir juga Windy Ghemary membawakan lagu cinta yang dulu dipopulerkan oleh Vina Panduwinata. Tidak bisa dipungkiri perempuan sangat aktif dalam perkembangan IT. Dampak dari internet seperti dua sisi mata pisau yang tajam, ada sisi positif-negatifnya. Seperti konten pornografi yang aksesnya walaupun sudah ditutup selalu ada lagi dan ada lagi.

Dalam penggunaan IT perempuan harus berhati-hati agar tidak terjerat hukum seperti kasus Prita beberapa tahun lalu. Selain itu perempuan sebagai manager teknologi di rumah bisa membatasi penggunaan internet. Saat anak-anak bermain game harus diperhatikan apakah game tersebut sesuai usianya. Bisa juga dengan memasang roadmap children online protection agar anak terlindung dari pengaruh buruk internet. Perempuan diharapkan membuka pintu pengetahuan, kesempatan dan kualitas kehidupan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu perempuan diharuskan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam pendayagunaan TIK di manapun berada. Semua peserta yang hadir diberikan buku “Pedoman Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Bagi Perempuan“.

Nuniek Tirta Ardianto (blogger, community builder, digital networker) membahas tentang “Aku dan Internet”. Nuniek dulunya pengguna MIRC sejak tahun 1997 dan ngeblog sejak tahun 2001. Nuniek juga bercerita bertemu pasangannya melalui blog, bahkan Nuniek berkesempatan ke Irlandia karena ngeblog.

Nova Eliza menceritakan tentang Yayasan Suara Hati, bermula dari banyaknya korban kekerasan di Aceh yang merupakan kerabatnya, Nova menggagas Yayasan Suara Hati. Nova mengajak semua perempuan bergabung di Yayasan Suara Hati untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan. Yayasan Suara Hati melakukan penggalangan dana untuk rumah singgah. Nova melalui Yayasan Suara Hati juga menjual kaos seharga Rp 150.000 yang hasilnya digunakan untuk kegiatan dan membantu perempuan korban kekerasan.


Tentang Serempak

Ibu Martha Simanjuntak sebagi ketua Pokja (Kelompok Kerja) Roadshow Serempak dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesetaraan gender di bidang TIK atau wujud kesetaraan gender melalui TIK berbasis masyarakat yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menuju perubahan yang positif dan arah yang lebih baik. Serempak adalah media yang melibatkan masyarakat dalam memberikan informasi , ide dan pemikiran melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Serempak memperkenalkan Serempak.id.

Keunggulan Serempak :

- Prakarsa Pemerintah

- Gerakan komunitas

- Berbasis teknologi

- Konten mudah diakses dan digunakan

- Mendukung berbagai macam format media (live chat dan jurnalisme warga)

- Memiliki struktur organisasi

Pada saat sesi tanya jawab Ibu Wally Hartati, penyandang disabilitas yang duduk satu meja bersama saya, perwakilan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), memberikan usulan untuk mengadakan pelatihan bagi teman-teman mereka di daerah. Perempuan disabilitas banyak yang menjadi korban kekerasan tetapi sulit melaporkan. Karena kesulitan berkomunikasi, seperti saat memasukan data ke website. Ada 97 kekerasan yang terjadi terhadap penyandang disabilitas yang ada di 32 daerah, selama ini mereka hanya berkomunikasi melalui pesan singkat (WA). Diharapkan mereka yang kurang beruntung menjadi prioritas utama yang akan dibantu oleh Serempak.id. Alamat Komunitas HWDI : Menteng Square Matraman Raya no 30 A. Telepon / fax (021) 29614294.

3 comments:

  1. Tetap harus bijak ya Mbak, dalam menggunakan internet. Kalok aku sik sekarang uda gak mau curhat yg terlalu frontal. Soalnya banyak mata mata yg mencurigakan. Hihihi. :p

    ReplyDelete
  2. pernah juga nih diadakan di Makassar
    sayangnya sy ga ikutan

    ReplyDelete
  3. beberapa kali ikut acara SEREMPAK, konsisten dengan kegiatan perempuan dan anak. :)

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^