Wednesday, April 18, 2018

CEGAH SALAH POLA ASUH GIZI PADA ANAK DENGAN APLIKASI HALODOC

"SUDAH minum susu? Jangan sampai lupa lo, ini demi janinmu,"
Pasti ibu-ibu yang lagi hamil, sering banget dapat nasihat seperti ini. Seolah minum susu itu kewajiban, demi si jabang bayi.


"Memang, ibu hamil perlu makanan tambahan. Si ibu kan bukan cuma memberi makan dirinya, tapi juga janinnya," begitu kata dokter gizi, dr Victor Tambunan dari bagian Gizi FKUI-RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. 

Kenapa sih, sejak semula udah harus mikirin gizi?
Yekan.. itu yang ada di pemikiran ibu-ibu jaman now? Lah kalo ngga doyan susu ama sayur gimana, dong?

Hmm.. gimana ya? Mungkin bisa disiasati dengan minum jus sayur, kali yah. Karena kalau tidak, dampaknya seperti yang kubaca di helosehat.com adalah sebagai berikut;

Kurang nutrisi pada ibu hamil dikaitkan dengan berbagai dampak buruk pada janin yang sedang berkembang, termasuk lambatnya pertumbuhan janin dan berat lahir rendah. Kekurangan gizi selama kehamilan akan meningkatkan risiko:
  • Stillbirth (bayi lahir mati)
  • Lahir prematur
  • Kematian perinatal (kematian bayi tujuh hari setelah lahir)
  • Gangguan sistem saraf, pencernaan, pernapasan, dan peredaran darah.
  • Cacat lahir
  • Kurang berkembangnya beberapa organ
  • Kerusakan otak
Nah, itu baru ibunya yang tidak memperhatikan gizi. Gimana kalau berlanjut dengan kurangnya gizi anak akibat salah pola asuh gizi?

Jadi panjang nih bahasannya.. Iya, soalnya siang ini, halodoc mengundang ibu-ibu blogger Tangerang dan sekitarnya untuk memberi pemahaman dengan aplikasi di gadget masing-masing. Apa sih, halodoc ini?

halodoc adalah adalah start up Indonesia berupa aplikasi kesehatan layaknya P3K berjalan di genggaman. Sebagai pengguna smartphone, kita dapat mengkomunikasikan berbagai permasalahan kesehatan pada ribuan dokter ahli dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia melalui chat dan video atau voice call.
Founder halodoc, Jonathan Sudharta sejak awal menyadari pentingnya memudahkan pengguna melalui aplikasi di platform Android dan iOS.

halodoc adalah  salah satu layanan yang diluncurkan oleh PT Media Dokter Investama. Sebelum HaloDoc, perusahaan yang fokus di bidang farmasi dan kesehatan ini telah meluncurkan layanan LabConx untuk pengecekan hasil laboratorium secara online dan ApotikAntar yang memudahkan pengguna mendapatkan obat.



halodoc ini telah bekerja sama dengan lebih dari 1000 apotek yang tersebar di lebih dari 20 kota Indonesia, dan bekerja sama dgn Prodia. halodoc memberikan layanan Lab Home Service ( Pengecekan di rumah ) untuk memudahkan masyarakat akan akses laboratorium yang dapat dipanggil ke rumah.

Ada lebih dari 16.000 dokter dengan berbagai kategori spesialisasi penyakit di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Jambi, Surabaya, dan kota lainnya di Sumatera. Laman utama aplikasi halodoc juga menampilkan deretan nama dokter yang online dan langsung berkonsultasi.

Untuk berkonsultasi dengan dokter, pengguna akan dikenakan biaya, . Jonathan menyebut bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk berkonsultasi mulai dari Rp60.000 hingga Rp125.000. 

Screenshoot aplikasi halodoc - techinasia

halodoc membantu para ibu muda juga di Indonesia dengan berfungsi sebagai support system pada saat menemui kesulitan dan perlu berkonsultasi langsung dengan dokter.

Lebih jauhhalodoc membantu pengguna agar membeli obat tanpa repot ke apotek, dengan free ongkos kirim.



Bincang-bincang santai dengan #katadokterhalodoc dan dr. Herlina Sp.A siang ini di Dailycious Cafe Gading Serpong - Sabtu 13 April 2018 memberikan insight baru tentang pentingnya Pola Asuh Gizi yang tepat untuk si buah hati.

Sumber gambar : Yenni Makan Mulu
Pada kesempatan kali ini, dr. Herlina, Sp.A -yang terlambat datang akibat menolong persalinan dulu- memberi tahukan pada para ibu blogger Tangerang di ruangan, 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak 

  • Sering Memaksa Anak Makan
Wah, sedih kalau inget ini. Dulu, waktu pertama kali punya anak, terus terang aja aku sering memaksakan anak buat makan :( takut anaknya kelaparan!

Padahal, namanya anak, di awal MPASI, pasti anak masih beradaptasi dan saraf  rasanya meraba-raba, selain itu, bisa jadi apa yang aku buatkan tidak enak.. hiks.. :(

Tahukah Ibu? 
Memaksa anak untuk makan, mengakibatkan anak trauma karena buat mereka, pengalaman makan ini tidak menyenangkan loh!

Apa ada cara yang benar supaya anak mau makan, dok?
Tentu saja. Ibunya harus pintar berkreasi, harus membuat suasana makan sebagai aktivitas yang menyenangkan, membujuk dengan manis, dan lain sebagainya.

Nah, untuk pengalaman yang satu ini, diberikan simulasi games juga loh oleh halodoc sebelum bu dokter Herlina datang. Tiga orang terpilih, diminta untuk membujuk masnya biar mau makan. Ha ha..


  • Memberikan Makanan Pendamping ASI Dini
Ada banyaaak.. ibu yang memberikan tambahan asupan madu atau pisang sebelum anak usia 6 bulan, loh. Bahkan ada yang sejak anak bayi mak ceprot hadir di dunia, udah dimasukkan madu ke mulutnya, katanya biar kuat!

Padahal, menurut WHO, waktu ideal memberikan anak makanan pendamping ASI adalah jika anak sudah di atas 6 bulan,  karena sistem pencernaanya telah siap serta kebutuhan gizinya pun bertambah. 
  • Memberi Makanan yang tidak Sesuai Usia Anak
Nah, ini ada anggapan yang keliru. 

Orangtua menganggap bahwa semua makanan boleh dimakan oleh bayi persis ketika bayi sudah berusia 6 bulan, dan bahkan 4 bulan! Tidak, ibu-ibu sayang, meskipun telah masuk tahap MPASI, anak tidak boleh makan orang dewasa, karena mungkin masih kasar (misalnya nasi, buah jeruk yang masam) sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anak.
  • Pemakaian Dot Lebih Lama
Aku salah satu ibu yang nyerah untuk urusan yang satu ini, dan itu jelaaassss  big no no yaaa... jangan ditiru!

Kedua anak terkecil (ke 3 dan ke 4) menggunakan dot saat pemberian ASIP. Penggunaan dot pada bayi memang tidak dilarang, hanya tidak dianjurkan karena dapat terjadi bingung puting serta perubahan struktur rahang gigi pada bayi yang menggunakan dot lebih lama. 

Sayang, saat itu karena tiga anak terkecil lahir berturut-turut, akhirnya aku memberikan mereka dot. Akibatnya, gigi pada anak-anakku agak berantakan. 

Untung saja, masih ngga geripis -istilahnya-  karena minum susu menggunakan dot, menyebabkan susu terkena langsung ke gigi ketika menggunakan dot dengan posisi berbaring.
  • Banyak Memberi Makanan Manis
Menurut WHO, kebutuhan harian gula pada anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Itu artinya, untuk anak usia 1-3 tahun tidak boleh mengkonsumsi makanan manis dengan kadar gula melebihi 4-5 teh sendok gula setiap harinya. 

Sadar akan hal ini sejak dini, aku rajin memberikan buah pada anak-anak, karena mereka rajin makan manis awalnya. Syukurlah, karena jika anak kecanduan makanan manis, manisan, permen, cokelat, sudah pasti terkena ancaman obesitas, atau bahkan tidak nafsu makan dan merusak kesehatan gigi. 

Nah, demikian lima kesalahan pola asuh gizi anak yang cukup sering terjadi di masyarakat, dan itu lazim terjadi karena kurangnya edukasi serta keterbatasan akses untuk bertanya langsung ke tenaga kesehatan. 

Jadiii, selain banyak baca, dengerin ilmu parenting di beberapa talkshow. ikutan komunitas yang membahas tentang parenting, kita bisa gunakan support system yang mendukung peran kita sebagai seorang ibu. Antara lain... tentu saja halodoc!

Karena dengan penanganan yang tepat, akan meminimalisir risiko gejala yang makin parah karena faktor keterlambatan penanganan. Unduh yaaa!



7 comments:

  1. Kalau aku memang nggak ngasih dot le anak-anak mak. Si abang Gie langsung minum susu di gelas sejak lulus ASI. Sekarang adiknya pakai dot, tapi itupun kalau aku tinggal pergi lama. Selebihnya nenen langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah ya abang Gie pinteeerrrrrr

      Delete
  2. Siap mak... Terus belajar dan bertanya penting ya agar tidak salah dalam mengasuh anak kita, bermanfaat bangt ni halodoc

    ReplyDelete
  3. Makin keren aja ya, dan makin mudah juga di zaman yang serba digital ini untuk belajar. Begitu satu orang dapet ilmu baru, bisa disahre, dan yang baca juga bisa sama-sama ikut belajar ya, Teh..

    ReplyDelete
  4. Aku juga pakai aplikasi ini, sangat membantu memang.

    ReplyDelete
  5. Sekarang aku udah download dan coba aplikasinya, ternyata Aplikasi Halo Doc gampang bgt dipakai

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan email amelia_tanti@yahoo.com