Royal Tulip Gunung Geulis, Plot Twist Hidupku



Kalau ada yang bilang staycation itu cuma pindah tidur, fix, mereka belum pernah menyesap heningnya dua malam di Royal Tulip Gunung Geulis Resort and Golf.

Bagi aku, ini bukan sekadar pelarian singkat. Ini tuh perpaduan antara healing, plot twist tak terduga, dan recharge hidup level premium yang bikin kita sadar: "Oh, begini ya rasanya napas yang bener?"

Prolog: Ekspektasi vs Realita yang "Se-kena Itu"

Perjalanan menuju Bogor selalu punya vibe yang sama: udara yang mulai mendingin, dan pepohonan yang merapat.  Beda banget sama cuaca Tangerang yang puanaaass..

Biasanya, di titik ini otak sudah auto-logout dari stres kerjaan. Tapi jujur, aku nggak berekspektasi bakal se- "terpukul"  ini oleh suasananya. Dalam arti positif yaaa gaes...

Begitu masuk area resort, suasananya tuh... tenang tapi elegan. Tahu kan, tipe mewah yang nggak flexing? Classy tanpa harus teriak.



Proses check in-nya pun smooth. Stafnya ramah, tapi nggak terasa fake. Mereka detail banget, jadi berasa seolah tiap tamu itu punya cerita yang perlu mereka jaga...( hihi jadi keinget ...ngggg...ga jadi deh...)

Lalu aku masuk kamar. Dan.... boom!

View-nya nggak cuma bagus, tapi kayak lagi "ngobrol". 
((mendadak puitis))


Hamparan hijau Gunung Geulis berpadu dengan kabut tipis yang berfungsi jadi filter alami. Aku sempat rada bengong, karena mendadak sadar: kapan terakhir kali aku melihat pemandangan seindah ini tanpa interupsi notifikasi HP? 

....

terus ngeluarin hape buat merekam (ish pengen dijitak)

Malam Dingin, Teh Hangat dan Suara Hening

Rencana awal sebenarnya standar: makan malam, santai, lalu tidur. Tapi rundown keluarga memanggil manggil.


Barbeque night!

Aku dan keluarga sama keluarga adik ipar di kamar sebelah jalan pelan -pelan ke arah resto di lantai atas, ini adanya semi outdoor gitu.

dan .. kami disambut aroma smokey dari berbagai daging! Uuuulalaaaa ada paha kambing menggantung cantik di besi khusus panggangan, ada aneka sosis (eeeh halal ya gaes) dan tersedia juga salad dan 2 jenis nasi, nasi goreng dan nasi putih. Aku sih milih mashed potato, lawong di rumah nasi-nasian banyak qiqiqiiqi...




Ambience, suasana sampai ke makanan dan desertnya? Niat. Dari plating sampai rasa, semuanya terasa premium tapi nggak bikin kaku! love it!

Namun, momen yang paling membekas justru yang paling sederhana. 

Malam itu, aku duduk di area ruang makan terbuka ditemani keluarga, rasanya hangat banget... barakallah yaa om Opik, Tante Rani untuk intimate party -nya 🥰♥️

Habis makan, aku ke luar ditemani secangkir teh hangat. Angin dingin dan suara serangga jadi backsound alami. Kami masing-masing duduk di meja-meja yang terkesan akrab. 

Ada yang berbentuk bonggol kayu raksasa, ada meja mungil dengan 4 kursi, ada juga yang rada "ramean" yaitu sofa berisi10 kursi melingkar. Lucu deh, estetik.

Anehnya, aku nggak merasa butuh buka HP atau scroll apa pun. Ternyata benar ya, bahagia itu nggak harus selalu heboh. Kadang, "cukup" itu sudah lebih dari mewah.



Oya perlu aku sampaikan juga, 
rupanya ini adalah pertemuan terakhir kami dengan salah satu kakak ipar yang terkenal paling akademis, mbak Dr. Ir. Rita Laksmitasari, MSc. Beliau salah satu kakak seniorku juga di ITI, sempat mengajar di Jurusan Arsitek lalu pindah ke Unindra karena (kalo ndak salah) ditawarin jadi Dekan di sana.

Tak berselang lama, mungkin hanya berjarak beberapa minggu, beliau berpulang di usia 55 tahun. Diagnosanya maag dan luka sehingga ada pendarahan di usus 😭

Al Fatihah mbak Itaaa .. love you from the bottom of my heart. 

Hari Kedua: Antara Ambisi Fitness dan Godaan Slow Living



Pagi di sini adalah definisi fresh level overpowered. 

Kami sarapan di ruang makan yang semi outdoor juga. Aku mencoba jalan pagi keliling area resort. Lapangan golf yang luas membentang hijau sejauh mata memandang, dengan latar Gunung Geulis yang tampak seperti lukisan hidup.

Ini mah ngga usah jauh-jauh traveling ke Bali yaaa (walau satu saat pasti sampai sana ma anak anak aamiiin)

Aku dan anak-anak sempatkan berfoto di beberapa spot yang cakep banget viewnya. Bapake seperti biasa bercengkrama dengan saudara-saudaranya.



Ya iyalah, mereka itu 10 bersaudara, so pasti sulit banget punya waktu ketemu dan duduk ngobrol santai kayak gini!

Di sini juga ada kolam renang yang airnya segar banget, bikin kita merasa hidup kembali.  Dan meskipun fitness center-nya lengkap, godaan untuk sekadar slow living di sini jauh lebih besar daripada ngejar target kalori... jiaaah bilang aja mager 😬😬😬

Plot Twist: Kenapa Kita Harus Seribet Itu?





Biasanya, staycation cuma buat istirahat fisik. 

Tapi di sini, aku malah diajak mikir ulang. Kenapa ya kita sering banget ngejar hal-hal yang ribet dan bising, padahal duduk tenang dengan view alam saja sudah bisa bikin "penuh" kembali?

Di malam kedua, rasa nyamannya makin dalam. Aku nggak lagi beradaptasi, tapi benar-benar menikmati. Tanpa suara bising kota, tanpa tekanan harus jadi apa-apa. 

Sekarang aku paham yang dimaksud sahabat dumayku, seorang Blogger Surabaya mbak Maria Tanjung namanya (cantik ya namanya 
.kayak orangnya tauuu) bahwa ketenangan dan pindah lokasi saat traveling itu sesuatu banget!

Mbak Maria ini orangnya rajin menginformasikan manfaat arisan backlink, yaitu suatu cara untuk membantu meningkatkan peringkat blog di halaman pertama Google, mempercepat indeks konten baru, mendatangkan referral traffic (pengunjung rujukan), serta membangun domain authority dan reputasi blog.
Bersyukur aku bisa satu grup bersamanya.


back to me.

Cuma aku, udara dingin, dan rasa syukur yang tumpah-tumpah. Agak klise memang, tapi rasanya nyata banget.

Epilog: Pulang Tanpa Rasa Kosong

Hari ketiga datang, dan jujur, kaki ini berat untuk melangkah pulang. Tapi anehnya, aku nggak merasa "kosong". Aku pulang dengan perspektif baru. Bahwa ternyata, healing terbaik itu nggak selalu soal seberapa jauh kita pergi, tapi seberapa mampu kita reconnect dengan diri sendiri dalam keheningan.

Kenapa tempat ini worth it?
  • View Alam: Bukan sekadar gimmick, tapi beneran menyembuhkan mata.
  • Udara: Beneran segar, bukan sekadar "adem" AC.
  • Fasilitas: Bintang 5 yang tetap bikin kita merasa homey.
  • Vibe: Bikin kita mikir, bukan cuma sibuk konten.
Kalau kamu lagi butuh escape tanpa harus ribet, Royal Tulip Gunung Geulis bisa jadi jawaban yang paling jujur.

Dua malam di sini bukan cuma jadi memori, tapi sedikit mengubah cara aku memandang hidup. Dan buatku, itu priceless.

Komentar

  1. Seru banget ya mbak staycation nya. Kadang untuk bisa menyatukan seluruh keluarga (jiwa dan raga) itu perlu cari suasana baru. Aku sekeluarga kalau stacation lebih memilih penginapan yang asri, alami semcam resort gitu. Tapi baca review Mbak Tanti tentang Royal Tulip ini jadi pingin merasakan kehangatan keluarga dalam suasana yang nyaman dan asri seperti yang Mbak Tanti rasakan... Jadi gak sabar pingin check in di Royal Tulip....

    BalasHapus
  2. Mbak Tanti kesini mbak, rumahku di lereng gunung, tiap hari lihat pemandangan ini hehehe
    mau barbequan juga bisa di lantai atas
    walaauuuuu.......pastinya gak seluas Royal Tulip Gunung Geulis
    Maklum rumah yang saya tempati ini tipe RSS :D

    BalasHapus
  3. Aku kalau nginap di sini pasti dah menjelajah motret deh. Setiap sudutnya terlihat estetik, damai, dan tenang banget. No wonder ya kalau kita berkontemplasi sembari menikmati apa yang tersaji di depan mata. Gak perlu keluar-keluar. Cukup stay, makan enak, dan merasakan semua ketenangan yang dihadirkan. Rasa-rasanya kalau membaca lalu nulis juga asyik dan produktif kali ya. Retreat sembari menghadiahi diri sendiri.

    BalasHapus
  4. Aku juga awalnya mikir kalau staycation tuh cuma pindah tidur ke tempat yang lebih nyaman.

    Ternyata kalau pilihan hotelnya tepat, kita juga bisa merasakan pengalaman yang lebih menakjubkan daripada sekedar pindah tidur tadi

    BalasHapus
  5. Pas lihat foto-fotonya emang langsung bergumam "Geulis pisan" gitu..
    Soalnya semua wajah cerah bahagia habis recharge energi sambil menikmati hamparan alam yang semangat alamiahnya kerasa banget.

    BalasHapus
  6. Ah iya, asik banget kalau bisa staycation di tempat secantik ini dengan keluarga ya mbak
    Beneran bisa rehat sejenak
    Pulang jadi hepi deh

    BalasHapus
  7. Bagus viewsnya mba,, boleh banget ada jadwal untuk me time seperti disini, bukan untuk pindah tidur lebih merefresh mata,pikiran dan suasana ..akan banyak ide nantinya pasti setelah melakukan hibernasi dari kebisingan kota

    BalasHapus

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)

Postingan Populer