Saturday, November 8, 2014

BEHIND THE SCENE : "T" -Tea fantasy



Suka baca atau nonton film fantasi? 
Aku suka banget. Pasti langsung terbayang segambreng buku seperti Harry Potter the series, Bliss the series, bukan? Untuk film, inget sama Star Trek, Lord of The Ring, Games of Thrones de el el. It's all the massive pop culture phenomenon.
Peri adalah fantasi - courtesy of disney
Jangan lupa juga dengan para superhero yang berbaju minim : Superman, Batman, Spiderman, Gatotkaca, Khrisna ... ya pokoke yang dalam kehidupan sehari-hari itu sebenernya gak ada. 

Aku ditolak beberapa penerbit ketika ingin menawarkan naskah buku fantasi. Katanya sih, subgenre ini kurang peminat. Really? Ga salah juga sih, novel dan film fantasi yang kita ciptakan, sejauh ini masih kalah jauh ama novel dan film fantasi dari luar negeri.


Tapi dengan tekad bulat, aku tetap memberanikan diri untuk ikutan kelas menulis khusus fantasi. Why?  Karena buatku, tokoh yang meloncat-loncat liar di kepala, butuh satu media untuk mewujudkan mereka!

Beside, untuk tokoh real sudah banyak kok, penulis yang hebat dan keren. Ini salah satu posting tentang caraku menulis, bukan tips khusus sih *wink* tapi hasil dari aku menyerap ilmu dari mentor menulisku. Buatku, ia adalah mentor yang hebat. Selain cara mengajarnya lugas, ia juga detail dan memberi banyak contoh langsung.

TIGA ELEMEN PENTING SAAT MENULIS KISAH FANTASI
Saat baru mulai mau menulis, kita diperkenalkan dahulu dengan unsur dari genre fiksi fantasi. Ada banyak banget unsurnya. 

Unsur-unsur khas dalam fantasi:
  • kekuatan supranatural
  • sihir
  • makhluk-makhluk rekaan atau gaib,
  • setting waktu yang bisa masa lalu atau masa depan.
  • Buat plot konspirasi secanggih mungkin. Baru kemudian dipecah menjadi beberapa sub plot.

    Misalnya :
    Premis : Perebutan ginseng emas Kerajaan Teh dan Kerajaan Dark Tea.

  • Outline :
    Bab 1         Suasana Kerajaan Dark Tea – ulangtahun ke 777 dan dendam Raja Bailin  Gongfu.
    Flashback : Ibunda Ratu Dianhong meninggal terkena virus mematikan saat akan melahirkan, adik bayi juga tak bertahan hidup lama. Ayahanda raja meninggalkan kerajaan, bertapa di Gua Tipucino di Pegunungan Teh Tha-Reeq.
                            
    Suasana Kerajaan Oolong Tea – Siapa Ai Li Shan, si Pendekar    cantik?

    Bab 2       
    Professor Lan menemukan formula baru Ginseng Tea Emas. Kali ini, formula  itu  memiliki khasiat energi untuk lima desa dengan kapasitas penduduk @ 1000 orang
  • Buatlah karakter dinamis - lengkap dengan detail dan ciri-cirinya

    Misalnya :
    Ai Li Shan (itu tokoh utamaku) - perempuan berusia 117 tahun lunar. Berperawakan tinggi dan langsing, lincah serta hobby memainkan har gui no (modifikasi harpa gitar). Kalau bicara cepat dan serius. Ia cocok menjadi ksatria penjaga Kura-kura Marin Emas.
  • Membuat karakter - courtesy of writing class
     Oya, seringnya kita tertukar dengan dongeng atau legenda, ya. Ingat saja, dongeng cenderung cerita yang sifatnya konservatif. Sederhana, membawa pesan moral dan alurnya cepat. Karakter juga tidak diceritakan detail.  
Contoh dongeng adalah mite, sage, fabel, legenda, cerita jenaka, cerita pelipur lara dan cerita perumpamaan.
Cinderella adalah dongeng - Courtesy Disney
Sebagai penulis fiksi fantasi, imajinasi adalah the best sparepart that we have. Tapi jangan lupa, kalo ga pengen get lost di tengah-tengah, sediakan plot dan sub plot yang tertata apik ya #selftalk.

Eksekusi ide
Selain mengadaptasi beberapa film sci-fi, aku juga banyak belajar dari istilah-istilah yang kuciptakan sendiri. Aku juga banyak googling dan searching tentang setting tempat dan waktu (karena latar belakang yang kubuat adalah kerajaan teh).

Jadilah, sebagian besar yang kucari adalah : nama-nama teh, cara pembuatan teh herbal (aku menyelipkan beberapa resep dan kegunaannya di sini) dan karena sci-fi, aku juga mencari tahu saat mereka perang, mengendap-endap dan lain sebagainya.

So, itu sekelumit behind the scene  naskah "T" ku. Nti kalo dah naik cetak (Insya Allah bulan ini), aku mau berbagi dengan cara give away yaaa....

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^