Perjalanan ke Banten

Ketika Senyum Pak Omin Terkembang Lebar

picture from https://otomotif.tempo.co

    Setiap pagi, ada satu rutinitas yang melintas di jalan depan rumahku. Rumahku terletak persis di batas wilayah kampung Kelapa Dua dan sebuah perumahan mewah, dengan jalan raya arteri primer sebagai konektivitas antar daerah.

    Rutinitas itu bernama Pak Omin, seorang petani gurem  yang sekarang bergeser menjadi petani musiman saja. Pak Omin, pria berusia 65 tahunan -perkiraan aja ya gaes, soalnya cucunya sudah banyak- itu, setiap hari mengendarai motor untuk mengantar sayuran segar atau buah-buahan ke Pasar Bonang. Kulihat, motornya yang sudah tua, adalah teman setianya selama bertahun-tahun.

Menyusuri Pasar Cihapit, Mengintip Kehidupan dan Kekayaan Kuliner Kota Parahyangan


    Di sudut kota Bandung yang sibuk, tersembunyi sebuah pasar tradisional yang selalu menguar aroma khasnya sejak fajar menyingsing. Aroma tanah basah bercampur dengan bau kecut ikan asin, dan aneka ikan segar yang baru datang dari pelabuhan, menghadirkan nostalgia bagi siapa saja yang pernah menginjakkan kaki di sana. 

    Ketika langkah pertama menyentuh lantai pasar, samar tercium wangi rempah-rempah yang berpadu dengan harumnya lemon dan buah-buahan segar.

Pentingnya Menguasai Bahasa Inggris


    Namanya Maya, seorang wanita yang tinggal di sebuah kota kecil di Indonesia. Maya bekerja sebagai pegawai administrasi di sebuah perusahaan lokal. Meskipun pekerjaannya cukup stabil, Maya memiliki impian besar untuk bekerja di perusahaan multinasional dan menjelajahi dunia.

The Art of Listening: Sebuah Perspektif dari Wanita Usia 50 Tahun


    Ketika saya mencapai usia 50 tahun, banyak hal yang mulai berubah dalam cara saya memandang dunia. Salah satu pelajaran paling berharga yang saya pelajari adalah seni mendengarkan. 

Kenapa Kamu Harus Melakukan Afirmasi Setiap Hari


"Sisihkan waktu 3 hari setiap pagi atau menjelang tidur untuk afirmasi dan kontemplasi diri terhadap hari yang telah dijalani tuangkan dalam buku diary atau jurnal pribadi. 

Apa yang dirasakan setelah menjalankannya? Apakah ada hasilnya?"

S P A S I


    "Aku mau cerita," kataku pelan

    "Mau cerita tentang apa?" alismu bertaut.

    "Mau cerita tentang spasi," kataku lagi.

    "Oh, okay.. " katamu. Pelayan tiba membawa pesanan. Satu latte untukku, dan satu lemon tea hangat untuknya.

Deg-degan di Bandara Internasional Kuala Lumpur!


    Pernahkah kalian merasa tertarik dengan suasana di bandara? Nah, sebagai seorang ibu sosialita yang sering bepergian (melambai ala Menthik Wangi), aku ingin berbagi dengan kalian beberapa kesan yang aku dapatkan ketika berada di bandara. 

Yuk, simak artikelnya!

Nurturing the Alpha Generation: Preparing the Future Leaders of Tomorrow

As we progress further into the 21st century, a new generation is coming into the spotlight: Generation Alpha. 

Born from 2010 onwards, these young individuals are growing up in a world of rapid technological advancements, unprecedented access to information, and significant global challenges. 

GUNCANG 6.6 TOKOPEDIA TAK BIKIN KANTONG TERGUNCANG

Di era digital saat ini, belanja online telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi “Mahmud” sebutan familiar untuk para ibu muda.

Fenomena ini semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan akses internet yang semakin mudah. Ibu-ibu muda menemukan berbagai keuntungan dan kepraktisan dalam belanja online yang membuat aktivitas ini menjadi pilihan utama mereka.

My Lucid Dreams Saved Me


Pernah dengar tentang jurnal mimpi?
Hah? Mimpinya tiap hari gitu, sampe bisa dibuat jurnal? Ahahah.. wait, gak gitu bestie. Sini, aku bantu jabarin dulu ya, step by step hingga aku akhirnya memiliki kepercayaan diri kembali. Yup, berkat  mimpiku!

Impian yang Terlambat



Refleksi Mengajarkan Bahwa Mengejar Impian Adalah Bagian Perjalanan 

    Di usianya yang ke-50, Dena sering kali merenung tentang hidupnya yang penuh liku. Meski banyak impian yang belum tercapai, dia tidak menyesalinya. Justru, dia menemukan makna dalam perjalanan hidup yang telah ditempuh.

    Buatnya, refleksi mengajarkan bahwa mengejar sesuatu yang terlambat bukanlah sebuah kesia-siaan, melainkan bagian dari sebuah perjalanan hidup yang berharga.

Impian yang Terlambat

    Dena tumbuh dengan banyak mimpi dan harapan. Salah satu impiannya adalah menjadi seorang home decorator terkenal. Sejak muda, dia gemar mendesain ruangan, memilih palet warna, memantaskan furnitur,  merancang pencahayaan, hingga lukisan dan pernak-pernik ruangan yang akan digunakan.

    Dena membayangkan satu saat ia akan bekerja sebagai desainer interior dan membuka usaha sendiri, dan memiliki showroom yang memajang furnitur unik dan estetik. Namun, perjalanan hidup membawanya ke arah yang berbeda.



    Dena menikah muda, karena calon suaminya Aby mendapat beasiswa ke Australia. Dena dan Aby kemudian memiliki tiga anak laki-laki yang lucu dan cerdas, maka ia pun berfokus pada keluarga serta kegiatan sosial di komunitasnya.

    Selama bertahun-tahun, impian Dena terkubur oleh tanggung jawab dan prioritas yang lebih mendesak. Namun, di usia 50 tahun, ketika anak-anaknya telah dewasa dan lebih mandiri, Dena menemukan kembali semangatnya untuk mendesain. Meski merasa terlambat, dia memutuskan untuk mengejar impian ini dengan penuh semangat.

Perjalanan Hidup yang Bermakna

    Dena sih tak pernah menyesali waktu yang telah berlalu. Baginya, perjalanan hidup yang telah ditempuh membawa banyak pelajaran dan makna yang tak kalah penting. Menjadi ibu dan istri, serta berkontribusi pada komunitas, adalah bagian dari panggilan hidupnya yang memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri!

    Dalam perannya sebagai ibu, Dena belajar tentang kasih sayang, kesabaran, dan pengorbanan. Setiap momen bersama anak-anaknya, dari mengasuh hingga mendidik, adalah pengalaman berharga yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana. 

    Untunglah, aktivitas sosialnya di komunitas urban sketcher juga memberinya kesempatan untuk selalu melatih tangan dan sketsa, sehingga hidupnya selalu sibuk dan penuh makna.

Menemukan Kembali Impian

    Ketika Dena memutuskan untuk kembali mengambil Interior Design School di Melbourne, ia menyadari bahwa perjalanan hidupnya yang penuh dengan pengalaman berharga memberikan warna dan kedalaman pada desainnya!

    Desain Dena terkenal unik, mengedepankan tema keluarga, sehingga banyak mengutamakan kenyamanan dan keselamatan anak-anak. Desainnya pun terkesan seperti refleksi dari kehidupan keluarga yang penuh warna. 


    Jerih payah Dena untuk mengejar impiannya dan bersekolah kembali tak sia-sia. Hasil desain interior Dena ternyata disukai!

    Saat ini ia mulai membuka kantor di rumah, dan menyadari satu hal; bahwa meski terlambat, mengejar impian menjadi desainer interior ini sangat berharga!

Refleksi dan Kesimpulan



    Kisah Dena di atas mengajarkan bahwa mengejar sesuatu yang terlambat bukanlah sebuah penyesalan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang penuh makna. Setiap fase dalam hidupnya, dari menjadi ibu, istri, hingga pekerja sosial, telah memberikan kontribusi penting bagi dirinya. 

    Dalam refleksinya, Dena merasa bersyukur atas perjalanan hidupnya. Dia menyadari bahwa setiap langkah yang diambil, setiap pengorbanan yang dilakukan, semuanya memiliki arti dan tujuan. Apalagi anak-anaknya merasa bangga, karena Ibu mereka mengorbankan impiannya yang berharga demi membesarkan mereka!

    Kisah Dena memberiku inspirasi, bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar impian.  Sebenarnya, itu pun terjadi padaku juga. Membesarkan anak-anak, menurutku sangat penting, sehingga aku sempat tak memegang pensil - dan alat-alat lukis kesayanganku!

    Well.... setiap perjalanan hidup, meski tampak jauh dari impian awal, memiliki makna dan kontribusi yang penting. Dengan semangat dan tekad, kita bisa mengejar impian kapan pun, karena setiap momen dalam hidup adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya.

    Semangat yaaa!