Monday, November 30, 2015

SAYA BUKAN SAHABAT JERO WACIK!

Ya. Saya bukan sahabat Jero Wacik.

Saya tahu nama beliau, but obviously, beliau bahkan tidak mengenal saya! Jadi, bagaimana mungkin, saya bisa menyebut diri saya sebagai Sahabat Jero Wacik?

Pemberitaan yang sedang hip saat ini adalah ketika ada sepucuk email yang dilayangkan salah seorang sahabat blogger. Nah, kalau ini saya bisa mengatakan "sahabat", karena saya kenal pribadi dengannya.

Sunday, November 29, 2015

KADERISASI GEMA CERMAT

"Goooong! Goooong!"

Gaung gong di ruang Swabessy, pertanda sudah dimulainya kaderisasi, diikuti pemasangan rompi secara simbolis pada perwakilan masyarakat sebagai Kader GeMa CerMat oleh Menteri Kesehatan. 

Gerakan ini memang mulai digaungkan di seluruh Indonesia secara berkesinambungan oleh berbagai stake holder dalam rangka meningkatkan penggunaan obat rasional pada masyarakat.

Saturday, November 28, 2015

GAUNG GEMA CERMAT, MENYUARAKAN KEKHAWATIRAN MEDIS?

"Ada yang menyimpan obat-obatan analgesic seperti panadol, aspirin, atau obat-obat batuk pilek?
Atau ada yang malah masih menyimpan aneka jenis obat yang pernah diresepkan oleh dokter?
Gak usah malu, saya salah satunya!"
Grrr! Serempak tawa mengisi ruangan dr. Swabessy, lantai dua Gedung Suyudi, Kementerian Kesehatan Kuningan, siang itu. Gimana engga, la wong yang ngomong bu Menteri!

Friday, November 20, 2015

DREAM IT, JUST DO IT AND YOU WILL SUCCESS!

Mata pemuda berperawakan tinggi besar itu membasah. Rasa haru menyeruak ketika ibunda memeluknya, erat. Tepuk tangan hadirin pun membahana.

Tuesday, November 17, 2015

KOPERNIK DAN INDONESIAN WOMEN FOR ENERGY

Prihatin dengan banyaknya masyarakat daerah tertinggal, dua orang berkebangsaan Jepang, Toshi Nakamuran dan Ewa Wojkoska yang sebelumnya berkecimpung di United Nations Development Programme (UNDP) mendirikan Kopernik. Mereka sadar dampak positif dari teknologi dalam memajukan masyarakat dan memutuskan untuk fokus di ranah ini.
“Kami melihat potensi teknologi yang terus berkembang, seperti lampu tenaga surya atau bahkan teknologi di sektor kesehatan. Kami ingin menghubungkan produsen perangkat teknologi dengan orang yang membutuhkannya. Fokus Kopernik adalah menyiapkan pendanaan untuk membuat hal tersebut terlaksana,” ucap Ewa.

Monday, November 16, 2015

CARA MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BENAR, GEMA CERMAT (Bag.2)

"Bu, adek kok batuk pilek terus, ya sudah berapa hari. Coba nanti kalo ke dokter minta antibiotik," seru pengasuh anakku. 

Percakapan di atas, lazim terdengar di masyarakat di Indonesia. Sakit sedikit, beli obat warung. Sakit ga sembuh-sembuh, minta resep antibiotik. 

Nah, antibiotik itu apa sih? Obat ajaib penghilang segala jenis penyakit, gitu?

Antibiotika, si pestisida bakteri
Antibiotik berasal dari dua kata Yunani, yaitu ‘anti’ yang berarti ‘melawan’ dan ‘bios’ yang berarti ‘hidup’.
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri.

Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. (wikipedia)


Dari berbagai sumber makalah kedokteran, antibiotika ini cara bekerjanya seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri. 


Fakta di balik antibiotika 

Menurut narasumber Ibu dr. Purnawati Sujud, SpA(K) antibiotika dijuluki "peluru ajaib": obat yang membidik penyakit tanpa melukai tuannya. 
Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya. Namun, saat ini masyarakat menganggap, antibiotika adalah obat dewa. Ga pandang bulu, mau penyakit infeksi akibat bakteri atau virus, obatnya satu : tambahin antibiotik, beres!



Antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. 

Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Yang jelas, 
kalau tubuh manusia sebesar benua Eropa, bakteri itu hanya sebesar bis dan virus hanya sebesar bola sepak doang. Ish, keciiilllll... banget! Tapi, yang namanya virus itu, bisa menjebolkan pertahanan tubuh!


Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian – Kemenkes RI saat ini melakukan sosialisasi program yang bernama GeMa CerMat 

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat ini berharap akan mengedukasi masyarakat luas terhadap penggunaan obat. Terutama antibiotika.

Jadi, diharap dengan adanya promosi gencar, kita akan aware dalam penggunaan obat dan antibiotik. Nah, saat ini Direktorat Bina Pelayanan Farmasi juga udah bikin akun twitternya, yaitu @gemacermat, biar masyarakat luas bisa tahu dari kultwit mereka.


Penyakit apa saja yang efektif ditangani dengan antibiotik?
Infeksi akibat bakteri antara lain:
Radang tenggorokan, infeksi sinus yang parah (lebih dari dua minggu), infeksi saluran kemih, luka dan infeksi kulit akibat bakteri staphylococcus dan infeksi telinga.
Yang tidak mempan, antara lain: Flu, batuk, flu perut (viral gastroentritis) atau diare akut.

agar tidak terjadi resisten bakteri di dalam tubuh :

1. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep. Jangan percaya pada rekomendasi teman, kerabat, atau petugas apotik yang menyarankan minum antibiotik tertentu tanpa rekomendasi seorang dokter.

2. Jangan sekali-kali membeli atau menggunakan antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Jika pernah tersisa antibiotik dari resep sebelumnya, sebaiknya jangan digunakan tanpa instruksi dokter.

3. Saat berobat, tanyakan pada dokter, obat mana dari resep yang mengandung antibiotik. Tanyakan pula dosis dan cara minumnya. Salah penggunaan antibiotik menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif lagi, bisa terjadi kekebalan kuman, bahkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Tuntaskan resep dokter sesuai anjuran. Jangan pernah berhenti makan antibiotik meski sudah tidak merasakan gejala penyakit atau sudah merasa sehat. Pemberhentian antibiotik yang tidak sesuai waktu, atau terlalu cepat, bisa membuat bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang.

5. Pilek, batuk dan diare pada umumnya tidak memerlukan antibiotik. Konsumsi air yang cukup, istirahat cukup, serta konsumsi multivitamin atau suplemen yang tepat dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus yang menyerang dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Yang terakhir dan penting diingat, untuk mengendalikan penyebaran kuman resisten bisa dilakukan dengan cara membiasakan untuk selalu cuci tangan menggunakan sabun atau antiseptik

So, kawan... bantu masyarakat paham tentang penggunaan obat dengan benar, yaa... 

(Sumber :  Kemenkes dan Badan Pengawasan Farmasi)

Sunday, November 15, 2015

GEMA CERMAT, SATU PARADIGMA SEHAT (Bag. 1)

Jadi gini, Gema Cermat itu bukan satu usaha menguji kecerdasan, karena kalau itu, namanya Cerdas Cermat. Walaupun menggunakan nama CERMAT, yang pertama berarti teliti, sedang yang kumaksud di sini berarti Cerdas Menggunakan Obat. 

Friday, November 13, 2015

SELAMANYA CINTA


"Sulit berbicara tentang cinta," bisiknya sedih. Dipegangnya ujung jemariku. Mengelusnya hati-hati.

Wednesday, November 11, 2015

JAM KARET KURANG BULU

Sebuah status dari sahabat bloggerku, mengundang sensasi banyak orang untuk menaruh komentar di sana. 

Bunyinya begini :
Sedang belajar bagaimana menghargai si pengundang event dengan berusaha untuk tidak datang terlambat. Dan berharap pengundang juga menghargai peserta acara yang hadir terlebih dulu.
Iya sih saya cinta dengan Indonesia,tapi kebiasaan telat hadir yang katanya sudah menjadi budaya itu perlu dikikis pelan-pelan. Dan mengubah kebiasaan itu perlu perjuangan, niat dan tekad. (Sally Fauzi)

Sunday, November 8, 2015

JOURNEY INTO SUMPTUOUS TIMEPIECES AT GRAND ZURI BSD

Ketika memutuskan untuk berkeluarga, 
satu keputusan penting dalam hidupku tentu saja berusaha agar Allah bersedia memberikan titipan buah hati pada kami. Dan setelah menunggu relatif lama, buah hati itu hadir. 

Kata Box, Lebih Dari sekedar Kata-kata

Pernah dengar KATA BOX?

Clue : 

1. Kata Box bukan sejenis permainan kata-kata di dalam kotak

2. Kata Box juga bukan pelesetan dari kegampar, 

karena kalo itu adalah "ketabok"

Friday, November 6, 2015

TENGGELAM DI LAUTAN PERTANYAAN

"Tujuan hidup manusia adalah bahagia, dan melalui buku, 
manusia meninggalkan warisannya dan meninggal dengan bahagia."
Yandramin Halim

Wednesday, November 4, 2015

MUJIGAE RESTO, KOREAN FOOD FUSION


I do love Korean Food!
That's why, when I meet an old friend, Rina from ITI's alumni, we looking for Korean restaurant. 

TIPS AGAR GAK PEGAL LINU

Sebagai penikmat kopi, setiap hari aku sanggup menghabiskan beberapa cangkir kopi. Tak pandang bulu, eh..kopi. Jenis apa pun pasti kuteguk dengan rasa dahaga bahagia.

Sampai satu ketika, setelah marathon menulis beberapa artikel, aku merasa badan kaku. Kepala terasa berat, tengkuk kaku dan pelipisku seperti berdenyut. Sudah minum obat penghilang sakit kepala, tak mempan. Sakitnya hilang sebentar, sesudah itu kambuh lagi. Plus, susah tidur malam hari.

Tuesday, November 3, 2015

LAKSA TANGERANG, UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA

Sumpah, kalo aku gak sedang iseng ma Bang Dho jalan-jalan cari tempat cuci mobil yang tempatnya bersih dan nyaman, pasti aku gak akan pernah tahu bahwa di Tangerang ada yang namanya Laksa Tangerang

Gimana ceritanya?