Sunday, March 22, 2015

ADA SURGAKAH, DI RUMAHMU?

ADA SURGA DI RUMAHMU

Mizan Film Production
Pemeran
Ramadhan - Husen Alatas
 Ustadz Ahmad Al Habsyi - Buya Athar
Nina Septiani - Nayla
Zeezee Shahab - Kirana
Elma Theana - Ummi Ramadhan
Khairul Budi, Raihan Khan, Qya Gus Ditra, Ditra Rafengga
Rilis : 2 April 2015



Ini adalah kisah tentang orang tua kita. Ini adalah kisah tentang surga.

Surga mencintai kita setiap hari.

Surga bernama Ibu, Bunda, atau Ummi.

Surga menjunjung kita tinggi di bahunya.

Surga yang kita panggil Bapak, Ayah, atau Abuyya.

Kau cari surga sampai jauh. Melampaui dirimu.

Padahal surga ada di tapak Ibu. Ia ada di senyum Ayah.

SURGA kelak adalah bagaimana surgamu kini.

SURGA itu dekat. Dekat sekali.

Tapi kau mencarinya sampai jauh.

Film yang diadaptasi dari novel Ada Surga di Rumahmu, adalah ilustrasi dari jalan hidup Ustad Ahmad Al Habsyi.

Ustadz yang keren dan akrab dipanggil Al Habsyi ini, adalah seorang ustadz yang rajin mengingatkan pendengarnya tentang Ilmu Surga.

 ILMU SURGA?
yes, bro and sis,  surga itu dekat. Sedekat urat nadi di lehermu. Sedekat hembusan napas di hidungmu. Surga itu tak pernah jauh. Tapi kita terlalu semangat mencarinya hingga ke ujung bumi.

"Kau tahu kenapa aku ingin sekali kau jadi orang? Aku berutang nyawa pada ayahmu, Ramadhan. Dia telah berjihad membuatku tetap bisa mengajar! Dan hanya dengan meneruskan perjuangan dakwahku, kau bisa melunaskan utangku itu. Kau mengerti?”

Sepenggal kalimat  Buya Athar itu, adalah pemicu Ramadhan, seorang anak muda (abaikan gantengnya Husen, sumpah!) yang besar di tepian Sungai Musi, untuk menjadi orang yang berhasil.

Ramadhan lahir dan dibesarkan oleh sepasang suami istri yang welas asih dan sabar, namun miskin harta. Syukurlah, harta terbesar -yang sesungguhnya kita miliki sebenarnya- dan ada di diri kita semua, disadari oleh Ramadhan.

Walaupun miskin harta, tak membuat Ramadhan rendah diri. Ia sering diundang mengisi tausiyah, atau mengajar ngaji bersama kedua sahabatnya yang kocak di pesantren. Ia juga tak gentar diundang tausiyah di pelosok desa, karena jago silat.
Duh, sudah ganteng, jago silat pula! #gagal fokus ma Husen

The point is...
film ini bikin aku mbrebes mili. Terharu, cekikikan juga.. sambil belajar bahasa Palembang. Keren, kan?   Oya, satu hal yang bikin aku kagum. Waktu Ramadhan tausiyah, tentang orangtua. Deg! Brasa ditampol kingkong!

 Apa gerangan jihad yang dilakukan ayah Ramadhan sampai Buya Athar sangat ingin Ramadhan meneruskan dakwahnya?

Cewek mana ya, yang jadi pilihan hati Ramadhan?
Si cantik Kirana  dari kampung Arab yang tajir dan rajin mengundang Ramadhan tausiyah?

Atau si manis Nayla yang penyayang, lembut hati dan mengalah saat "posisinya" direbut Kirana?

 Akankah Ramadhan mampu terus menyalakan cahaya di surga kecilnya?

Saksikan filmnya tayang di XXI terdekat per tanggal 2 April yaa..
(ya kalo belum punya duit dan waktu buat nonton di megablitz tungguin aja tayang di teve satu saat kelak #ditoyor #kabooorrr...)

11 comments:

  1. penasaraaan..masih seminggu lagi ya maak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoiii...mengharu biru deeeh .... harus nonton ya jeng Dedew

      Delete
  2. Replies
    1. Hihiii penting gitu ya, foto ma Husen....itu dia turun dari bangku atas, langsung kucegat di pintu keluar, thanks God

      setelah itu Husen diserbuuuuu sama emak emak narsistik sepertiku #piiiss

      Delete
    2. Hihiii penting gitu ya, foto ma Husen....itu dia turun dari bangku atas, langsung kucegat di pintu keluar, thanks God

      setelah itu Husen diserbuuuuu sama emak emak narsistik sepertiku #piiiss

      Delete
  3. Filmnya mengharu biru ya Mak.... harus siap-siap tisu hehe. Baru hari kemarin di Bandung alhamdulillah bisa ikut juga. Eh Relung itu si Nayla ya Mak... baru tahu kalau namanya Relung ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eheheheeee dah ganti jadi Nayla mbakeeee kikikiiiik.... mahap

      Delete
  4. Assalamu'alaikum.
    Mbak Tanti... Ini aku Katerina. Yang kemarin ketemu saat nonton preview ASDR di Grand Indonesia bareng Astari
    Astaga ternyata kemarin tuh mbak Tanti ya. Sudah sering dengar namanya, bahkan sudah temenan juga di Facebook... di dunia nyata aku malah ga ngenalin :))

    Salam kenal kembali ya mbak.

    Oh ya bagus filmnya ya. Mengharu biru, sarat pesan, dan mencerahkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah.... maaf ya aku juga ga ngenalin mbak Katerina...

      yang aku tau sih, pas ketemu kagum aja..Udah cantik, pinter pula...

      maklum kita orang dumay penuh pencitraan.. kalo dikau ketemu aku pasti bingung, ini Tanti versi jumbo hahahaaa....

      bahagia nonton film ini ya, lebih bahagia lagi ketemu ma Husen dan ust. Al Habsyi!#modus

      Delete
  5. Another great Indonesian movie! Sarat pesan pastinya ya..dan dari judulnya saja sudah terbayang seperti apa...kapan masuk NYC ya maaaak..

    ReplyDelete
  6. filmnya bikin mewekkkkk.... hrs ajak smya yg dikenal nih u nonton... bagus ya makkk..

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^