Sunday, October 2, 2016

LISTRIK DAN EMANSIPASI

Duluuu.. sesudah Kartini melahirkan sebuah kata bernama EMANSIPASI, mungkin tak pernah terbayang di benaknya, bahwa satu saat aku yang harus menanggung beban atas nama emansipasi itu.


Wah, separah apa sih Neng, situasinya?  Parah banget. Ganti bohlam lampu.... °_____° 

Yup. 

Sebagai ibu rumah tangga bahagia sejahtera, tadinya tak terpikir bahwa satu saat aku akan berhadapan dengan perangkat yang memiliki aneka "belalai" warna warni menjulur, berpotensi tinggi menyengat, bernama listrik. Ganti bohlam lampu, salah satu kegiatan yang menurutku menyebalzzzkan. 






Tapi toh, akhirnya situasi itu kuhadapi juga. Persis sejam setelah bang Dho, suamiku pergi ke luar kota, hujan cukup deras mengguyur Tangerang. Dan hujan itu seperti cintaku padamu yang dibubuhi formalin. Awet banget.

 Akibatnya? 
Tepat. Listrik byar pet beberapa kali. Rumahku yang mewah (mepet sawah) memang terletak di perbatasan perumahan elite Gading Serpong, Lippo Karawaci dan kampung Kelapa Dua. So pasti, ga usah ada badai, gerimis aja jadi alasan tepat buat mas mas PLN matiin gardu induk. Alasannya, karena perkampungan di tengah sawah dengan banyak lahan terbuka, potensial kesamber geledek. Hiiyy... pokoke hari itu, akhirnya ada dua titik lampu yang putus. Dan ngga mungkin ngga diganti, karena yang satu lampu kamar tidur, dan satunya lampu dapur! 

Tambah kesal, waktu kutelpon, Bang Dho malah ngajarin aku untuk mengganti lampu tersebut. Emang sih, letak titik lampunya tidak terlalu susah dijangkau. Tapi kaaannn! 

 Oke faiiiin, dapur kucuekin. Cukuplah, malam ini ngga usah goreng goreng masak masak tunis tumis. Tapi yang di kamar, gimana? Kalo kesetrum, gimana? 

Besoknya, Bang Dho malah ketawa senang, ngasih jempol untuk keberhasilanku mengganti lampu. "Nah, itu yang namanya emansipasi," katanya. Alamaaak!

 Berbekal pengalaman tersebut,  siang ini, aku dapat pencerahan dari bincang santai acara bersama Schneider. Orang Jerman? Bukan. Dia perusahaan listrik yang saat ini cukup heits di Indonesia karena upayanya membuat inovasi berbasis listrik. 

Schneider Electric ini perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi pertama di Indonesia yang mengenalkan sistem baru bernama Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection (RCBO).

RCBO adalah sebuah perangkat listrik yang menggabungkan fungsi Mini Circuit Breaker (MCB) dan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) sehingga saat digunakan, seluruh penghuni rumah, gedung dan bangunan lainnya dapat terlindung dari bahaya hubungan arus pendek dan beban lebih (overload), sekaligus dari ancaman sengatan listrik akibat arus bocor dan kebakaran akibat arus listrik.

Nah, sebagai makhluk Tuhan yang  kepoan, tentu saja aku jadi pingin tau lebih banyak, karena banyak tuh, kasus  terjadinya kebakaran rumah saat ditinggal oleh penghuninya yang tanpa kita sadari dipicu akibat korsleting dan arus listrik yang tidak stabil.

Faktanya, menurut data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, tahun lalu sebanyak 52 kasus kebakaran terjadi di DKI Jakarta saat musim mudik Lebaran (9-17 Juli 2015), dan penyebabnya didominasi oleh hubungan pendek arus listrik.

Menyadari bahwa hal itu sangat membahayakan kehidupan, Schneider  mengenalkan RCBO ke berbagi kalangan masyarakat, "Bagaimana sih, cara mengantisipasi agar tidak terjadi musibah kebakaran? Gimana seandainya ada sengatan listrik atau yang sering disebut kesetrum tanpa disadari? Benarkah listrik di rumah kita termasuk kategori aman?"

Franco Nasarino, seorang blogger yang juga Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia  bilang, "Tahu tidak, gajah yang di Way Kambas itu, dipagari oleh aliran listrik sebesar 220 volt. Dan jika si gajah lewat, ia bisa mati tersengat aliran listrik tersebut," 
Ia menambahkan, "Padahal, di rumah kita juga menggunakan aliran listrik bertegangan sama, bukan? Terbayang tidak, bahwa itu juga dapat mengakibatkan kematian?" 

Wedeeew....
Pak Rino menambahkan, "Saat tersengat listrik, arus listrik akan mengalir melalui tubuh kita menuju ke tanah. Dengan tahanan rata-rata tubuh manusia (1000 Ohm), ketika kita tersengat listrik dengan tegangan 220V maka tubuh kita akan dialiri arus sekitar 220 mA. Arus sebesar itu, jika mengaliri tubuh kita bahkan selama 0,2 detik saja sudah membahayakan nyawa kita!" pungkasnya.

Ada kah solusinya? 

 Schneider Electric ternyata punya solusi lengkap untuk membantu masyarakat melindungi diri dari berbagai bahaya listrik. Misalnya, agar terlindung dari bahaya arus pendek yang berujung pada potensi kebakaran, dapat  menggunakan MCB yang akan bekerja atau trip ketika terjadi arus pendek atau saat daya listrik yang kita gunakan melebihi arus nominal yang tertera pada MCB. 

Namun perlu diingat, MCB tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri dan keluarga kita dari bahaya sengatan listrik karena ia tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi arus yang bocor. 

Nah, inovasi terbaru dari Schneider Electric adalah menghadirkan solusi terbaru yang menggabungkan kedua fungsi MCB dan ELCB di aliran listrik rumah kita. 

RCBO yang dirancang slim itu berfungsi untuk memutus arus listrik secara otomatis jika terjadi hubungan arus pendek karena beban arus berlebih.

 RCBO juga berfungsi untuk memutus arus listrik saat terdeteksi adanya kebocoran arus listrik ke tanah.

 MCB ukuran terkecil yang umum dipakai di rumah rumah maupun gedung adalah 2 A, dan ukurannya akan semakin besar mengikuti daya listrik di rumah kita. Sehingga jika terjadi kebocoran arus yang melewati tubuh kita sebesar 220 mA secara teori tidak akan membuat MCB bekerja atau trip karena arus tersebut dianggap sebagai beban (load), dan bukan sebagai gangguan. 

Selain praktis,  RCBO lebih murah dibandingkan dengan harga MCB ditambah ELCB. Bentuknya juga lebih tipis daripada ELCB sehingga dapat menghemat ruang di dalam boks MCB yang terpasang.

Oya,  mengingat area lembab cenderung lebih rentan terhadap ancaman arus bocor yang menyebabkan kebakaran, idealnya RCBO yang dipasang berdampingan dengan MCB di dalam box ini, selalu tersedia di ruang yang potensial basah or lembab seperti kamar mandi, dapur, taman, atau kolam renang. 

Selain itu, RCBO juga wajib dipasang di sirkuit listrik yang berada dalam jangkauan anak-anak. Kadang anak-anak tanpa disadari oleh orang tua suka memegang barang yang teraliri listrik dan itu sangat membahayakan. 

Schneider juga memberikan jaminan kualitas dan keselamatan untuk seluruh produk MCB, ELCB dan RCBO  memiliki label SNI. Schneider Electric Indonesia selalu menjalankan SNI secara konsisten, baik itu dalam hal proses produksi maupun di dalam kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Untuk make sure bahwa ibu ibu mbak mbak ketjeh ngerti, pak Rino meminta kita memainkan sejenis games memasang MCB. Nah lo, sekarang emak emak, embak embak, ibu ibu ngga dituntut bisa masak doang kan!

Di akhir acara, sambil ngopi ngeteh cantik, KEB mengumumkan pemenang pemenang yang ikut lomba, games, Twitter dan Instagram. Acara hari ini tuh seru, banyak ilmu dan tips. Semoga aja bermanfaat buat banyaaak...sekali orang ya! 




Pssst... satu lagi, ga ada salahnya kok ama emansipasi! Selain aman, juga nyaman! 

15 comments:

  1. Info penting nih, secara aku nyolokin listrik ada percikan api aja taku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah ngga usah takut lagi ya, gunakan prosedur keselamatan di.rumah aja

      Delete
  2. wah asyiknya bisa ngumpul dapat ilmu, aku mah suka takut dg alat2 listrik apa lagi kalau sdh mercikin api

    ReplyDelete
  3. Inovatif banget produk terbarunya Scheneider mak... dan penting...jadi was2 juga urusan perlistrikkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kita bisa meminimalisir percikan api atau korsleting

      Delete
  4. aku paling takut kesetrum, nyabut colokan magic com aja pake kain XD

    seru pake banget ilmu perlistrikannya ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sering kesetrum :(

      That's why aku paling ogah ganti lampu

      Delete
  5. Inovasi baru,alat baru yg mak mak sekarang harus paham xixi.Semangat emansipasi

    ReplyDelete
  6. Inovasi baru,alat baru yg mak mak sekarang harus paham xixi.Semangat emansipasi

    ReplyDelete
  7. sekarang udah jago pasang lampu, dong? :D

    ReplyDelete
  8. aku juga takut sama belalai yang menjulur dengan bermacam warna itu ((KABEL)) pernah nyetrum dikit soalnya langsung akpok deh

    ReplyDelete
  9. foto-fotonya seru banget ya.
    dan ternyata ada kaitannya antara emansipasi dan listrik.

    apakah sudah ada Mbak, teknisi listrik wanita profesional bukan dadakan :) ?
    thank

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^