BANGGA JADI BLOGGER? TENTU SAJA!


    Dunia blogging melesat secepat kilat.

    Sejak pertama kali bergabung ke dalam komunitas blogger pada akhir tahun 2012 lalu, aku mendapat banyak sekali pengalaman, teman hingga pekerjaan. Lalu, bagaimana "Blogger Versi Diriku"? Baca sampe habis bareng aku, yuk!

*curhat mode on


    Kehadiran blogger mengubah mindset kita tentang jurnalistik dan dunia kepenulisan.
Dalam sebuah event di tahun 2015, DR. Hera Laxmi Devi, seorang Head Marketing di sebuah perusahaan OTT digital,  menyatakan, blogger sudah dianggap influencer paling berpengaruh di dunia digital.
    Kalimat yang beliau sampaikan, seketika mengubah pandanganku tentang dunia blogging! Blog yang aku pikir hanya sebuah media tempat aku mencurahkan uneg-uneg, berubah menjadi prioritas hidupku. Kehidupanku berubah, dan cita-citaku terkabul, aku memiliki kantor di rumah!

    Lalu, benarkah pendapatan blogger tak bisa diandalkan? Benarkah tak ada kesempatan berkarier di dunia blogging? Benarkah ... ini dan itu?

    Buat ngejawab itu semua, kita tengok yuk blogger itu apa dan bagaimana versi diriku!

1. Blogger Itu Bisa Mengubah Opini Publik


Pada saat awal menulis, aku tak menyangka, kemampuan pena bisa mengubah sebuah dunia. Bayangkan, seorang blogger dapat mengubah opini publik dengan kemampuan menulisnya. Mereka  mengangkat sebuah peristiwa atau fenomena menjadi konten. 

    Hal ini kusadari ketika diminta meliput sebuat PAUD di sudut daerah Sentul.  PAUD ini tadinya dianggap "tak berguna", dan nyaris ditutup. Opini penduduk sekitar, menganggap PAUD ini akan menjadi "tempat nongkrong" ibu-ibu, sehingga mereka hanya menghabiskan waktu saja. Sedangkan anak-anak kecilnya, dirasa belum perlu berpikir!

    Beberapa blogger dan ibu-ibu penggerak, berusaha mengadakan acara yang menarik seperti Dongeng Bersama Kak Aio, membaca buku dongeng dan bermain bersama secara rutin, ditutup dengan berbagi susu kotak dan makanan ringan. Kami mengangkat tulisan bahwa PAUD juga bisa menjadi investasi pendidikan. Tak lupa mengunggah foto-foto dan videonya ke media sosial. 

    Tak disangka, seketika banyak sekali pejabat dan CSR perusahaan yang tertarik membantu. PAUD ini kemudian berkembang menjadi tempat menuntut ilmu anak-anak di sekitarnya. Karena anak-anak yang ceria, dan bersosialisasi dengan baik dan benar, akan tumbuh menjadi anak-anak yang lebih percaya diri dan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya! 


Fakta :
  • 80% dari populasi online percaya pada informasi yang ditulis oleh blogger
  • 61% dari populasi online juga melakukan pembelian sebuah barang atau jasa karena tulisan para blogger! 
  • 81% populasi online percaya pada informasi yang di dapat dari blog
*data diambil dari mediaindonesia.com dan tirto.id

Jadi, Masyarakat Lebih Percaya Kepada Tulisan di Blog? 

Ya, tak bisa dipungkiri, satu media biasanya mengulas yang bagus-bagus tentang suatu produk, dengan brief yang telah ditentukan. 
Tapi tidak dengan blogger -as an end user- mereka menuliskannya di blog sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Kadang kritik yang diberikan begitu "apa adanya" sehingga dengan begitu, kredibilitas seorang blogger lebih tinggi dibandingkan iklan atau pemasang iklan.


2. "Blogger itu kepo!" 

"Syarat kerja kita sebagai blogger atau reporter, adalah tahu hal-hal yang menarik, serta selalu kepo..!" 
~Gaper Fadli~

Kalimat itu kudapat dari seorang jurnalis kawakan, saat ngopi di satu sore. Tanpa sengaja, ia berbaik hati berbagi ilmu.

Apa saja diskusi kami sore itu?
  • Seorang blogger selalu tahu hal yang menarik dan update
    Blogger yang baik tahu, bahwa berita yang akan ditulis sedang hip or happening. Caranya mudah, pantengin trending topics twitter atau ikutin breaking news di media.

  • Seorang blogger selalu mendeskripsikan pengetahuannya dengan:
                              "5 W 1 H + So What?"

    Jadi, tak hanya mengandalkan panca indera saja, namun juga setia pada
    keinginan agar pembaca mendapat informasi berarti saat berbagi. Ini berarti jangan hanya mendeskripsikan dengan detail, tapi juga (jika memungkinkan) setiap tulisan di blog - memiliki solusi. Minimal memberi pencerahan, atau sekedar perenungan.
  • Blogger itu wajib mengembangkan keingin-tahuan dengan cara observasi. Caranya gimana?

    Observasi ada 3, yaitu partisipatif, dimana kita terlibat di dalamnya, misal sering diundang ke event offline. Observasi pasif bisa dengan cara "menyamar" untuk tahu lebih banyak, demi berita berbau investigasi. Sedangkan observasi diam-diam, tentu saja cukup dengan hanya mengamati di lapangan (baca : googling!)

Wah..  insightful sekali!
Jadi buatku, blogger yang baik itu memang selalu up grade  personal and skill  sehingga selalu bisa menulis dengan tujuan berbagi (sharing) karena kepedulian (caring) terhadap sekitar, syukur-syukur bisa menjadi inspirasi dan motivasi pembacanya (inspiring people)

3. Blogger Itu Hidupnya Gemah Ripah Loh Jinawi 


   
    A ha haaa... 
Ya buatku, jadi blogger itu selain jadi ajang silaturahmi, juga jadi ajang cari ilmu, sekaligus bonus cuan!

    Yaaah, ngapain aja di situ belasan tahun kalo gak menghasilkan! Ketika saudara-saudara (ipar terutama) mempertanyakan pekerjaan ini, aku hanya tersenyum maklum. 

    Dengan mengikuti banyak sekali kelas baik offline dan online, aku bukan lagi Neng Tanti  yang dulu *ehem.. Selain bisa menyalurkan hobi - mengungkap isi hati - dengan ngeblog aku juga bisa isi dompet sendiri!

        Anyway, ngomongin isi kepala - hati dan dompet ini tak terlepas dari dukungan banyak pihak. Salah satunya, aku mendapat big support dari sebuah komunitas blogger hebat. Kamu benar, Bloggercrony Community!

    Dan sebagai member, aku pun bangga menjadi one of their BCC Squad. Sini, aku cerita sedikit tentang Bloggercrony Community.

Selayang Pandang Bersama Bloggercrony Community

    Bloggercrony Community itu adalah sebuah komunitas yang berkomitmen tinggi untuk memfasilitasi blogger Indonesia mengembangkan kualitas dirinya, membangun jejaring positif, meningkatkan produktivitas dengan menciptakan tulisan dan konten yang informatif, bermanfaat dan inspiratif, serta berdaya mandiri dan profesional.

    Komunitas besar ini, awalnya didirikan oleh sepasang suami istri Wardah Fajri atau yang akrab disapa Kak Wawa (Founder BCC) dan Santo Rachmawan atau akrab disapa Kak Satto Raji (Co-Founder BCC).

    BCC berkembang menjadi besar karena sejak mula didirikan, memiliki komitmen dan tujuan mulia, ingin menjadikan komunitas ini sebagai tempat berkarya, berbagi dan saling belajar untuk meningkatkan kapabilitas menjadi blogger yang profesional!

    Aku ulas sedikit, ya, biar kalian ngga kepo. Awas! Kepo itu berujung nanti kamu jadi blogger juga!

    So .. yeah.. 

    Pengalaman bertemu, berkenalan dan akhirnya jatuh hati pada komunitas ini membutuhkan waktu tak sebentar. Ibarat sebuah oasis, nah Bloggercrony ini penuh dengan ilmu, plus manusia-manusia keren bernama Kak Min yang skillful. 

Tak kenal maka tak sayang 
Ini wajah founder - co founder dan BCN Squad


    Dengan kekuatan ini, kak Wawa dan kak Satto serta kak Nesa serius mendaftarkan komunitas ini ke badan hukum, sehingga komunitas ini berbeda dengan komunitas blogger lainnya. BCC juga telah memiliki kantor resmi di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.

    Walau keterbatasan bertemu muka secara offline, tapi aku merasakan besarnya manfaat yang kudapat ketika berada di dalam sebuah wadah komunitas Bloggercrony. Banyak sekali pencapaianku selama berkomunitas, tak terlepas dari pantauan mata jeli para Kak Min Bloggercrony. Berikut urun peran mereka terhadap perkembangan blogging aku selama ini. 

  • Bisa Sharing Hobi Ilustrasi

    Loh kok bahas ilustrasi?  Yes, aku suka sekali menggambar. Agak susah ya Bun, menyamakan persepsi jika jiwamu dibebaskan untuk orat-oret tapi di saat bersamaan kamu juga harus (serius) menulis!

    Tapi begitulah, kak Wawa -founder Bloggercrony- ini tak hanya memberi beberapa job menulis tapi ia juga malah memesan doodle ketika tahu aku memiliki potensi dan skill untuk itu! Gak cuman sekali! Berkali-kali, hingga akhirnya aku membatasi diri untuk gak celamitan orat-oret terus jika ada event bersama Bloggercrony.

Di saat yang sama, aku terharu loh ini! 

*ambil tisu...

Oh, kamu bisa ceki-ceki tulisanku di sini, kali aja kamu mo nambahin PV blog aku. Monggo..



Terus manfaat PV-mu nambah itu apa Mak Neng? Banyak!
Aku bisa naik DA - PAnya, terus aku jadi banyak dapat tawaran job menulis, terus aku bisa sharing lagi deh, kek gini...

  • Menjadi Peka Terhadap Beberapa Keresahan Lingkungan

    Bloggercrony Community ini berdiri dengan niat mulia, loh. Beberapa program yang mereka miliki itu, tak hanya untuk mendapatkan keuntungan semata, namun lebih banyak untuk berbagi. Ketika ada musibah, Kak Min akan mengetuk pintu hati BCC Squad dengan bendera Blogger Care+ untuk mengulurkan tangan, berbagi tali kasih. Kami dilatih untuk peka di sini.

    Program unggulan yang menurutku sangaaat membantu, apalagi di kala pandemi adalah Arisan BCC Bloggerpreneur. Kebayang kan, saat semua penjualan melonjak turun, pertolongan pertama dari Bloggercrony ini, membuat para entreprenur bahagia!

    Kamu boleh tengok di website mereka -atau akun media sosial instagram BCC. Kamu juga boleh kok jadi Blogger Squad - kalo lolos uji tembak, uji nyali

Klik kata yang ditebelin itu ya bestie..

Oya balik ke laptop.

Blogger yang baik, konon harus punya angle yang tepat. 

Dan itu semua tak bisa didapat dengan kilat. Butuh proses untuk mencerna, sekaligus mau memantau apa yang sedang terjadi. Bagaimana caranya?
  • Memantau fenomena yang terjadi melalui media sosial
  • Cek data dan fakta, agar mencegah berita hoax
  • Dekat dengan komunitas, sehingga bisa tek-tokan data dan info terkini. Ini penting, karena di media sosial, konten seringkali berbanding        terbalik dengan kenyataan!
  • Eksplorasi - tak hanya foto namun juga konten yang ingin diunggah, dari segi pengambilan gambar untuk pemotretan atau nge-vlog.

  • Belajar Untuk Tak Terburu-buru

    Sebagai blogger, tentu saja kecepatan dan ketepatan mengolah data itu perlu. Laiknya sebuah berita, tak mungkin aku mengangkat sebuah tema yang sudah berlalu. Tapi, aku terbiasa membuat
draft dulu, sebelum mengunggahnya. 

    Buatku, draft ini penting, setelah selesai ditulis, endapkan sejenak, baca lagi, periksa titik koma dan tanda baca. Ini membuat aku bisa melihat kelemahan tulisan sebelum sampai ke mata pembaca.

    Kronologis. Ya, aku juga saat ini terbiasa berpikir sistematis - runut dan detail. Karena tanggung jawab kita tuh terbentuk, saat menyajikannya pada pembaca. 

    Segera ditulis! Jangan ditunda-tunda! 

    Walaupun ternyata ada beberapa alasan masuk akal, mengapa para blogger hobi menjadi deadliners garis keras.  Sudah menjadi rahasia umum jika di dunia maya, tulisan yang terpublikasi bisa di "kanibal" aka di-copy paste dengan semena-mena.  Alasan lain,  The Power of Kepepet kadang membuat seseorang memiliki pola pikir out of the box

  • Blogger Dengan Niche Apa, kak?

    Bisa dipastikan, setiap kali bertemu seseorang, aku akan ditanya begitu. Hampir sebagian blogger, ingin memiliki ciri khas blognya pribadi. Tak terkecuali aku. Apa ciri khas blogmu? Mengapa blog ini memiliki segmen pembaca sendiri?

    Tentang dunia kuliner? Parenting? Traveling? Politik? Kesehatan? Seni? Teknologi? 

    Pertanyaan itu tentu tak mudah untuk dijawab. Apalagi karena aku adalah seorang blogger yang berangkat dari menulis apa saja yang kumau.

Bloggers, whatever it is, make sure it’s you.


    Menurut aku, mempertahankan isi blog yang "gue banget" itu adalah satu pekerjaan yang memerlukan kedisiplinan dan kontinuitas. Isinya harus spesifik, tidak melulu cuman majang tulisan sponsor. 

    Tidak semua pengunjung ingin membaca pesan bersponsor. Kecuali mengandung tips informatif atau tutorial ya. Sesekali, intiplah google analytic blogmu. Coba cek ombak, kira-kira segmen pembacanya dari arah mana?

    Sejalan dengan keinginanku untuk terus dan terus menambah ilmu blogging, bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, Bloggercrony Community mengadakan Acara Blogger Hangout ke 59 bertajuk Jenjang Karier Blogger.


    Menampilkan dua orang Blogger Sweetheart; Imawan Anshari dan Aprijanti dengan MC kondang Putri Zhea. 


Di sesi awal Imawan atau biar akrab kita sapa Awan aja, mengatakan;

    "Bagaimana cara menjadi blogger? Cukup mudah. Kita tinggal membuat blog dan menulis konten."

    Tapi kan, cara menjadi full time blogger sukses seperti Awan  tidak sesederhana itu. Kiat Awan adalah :

  • Terus tingkatkan skill. Blogger itu dikenal multi talenta. Sambil ngetwit - mereka akan buat konten di media sosial sekaligus, bahkan bisa sambil live! 

    Jaman now, skill yang dibutuhkan tak hanya menulis (menyampaikan informasi dengan menarik) tapi juga fotografi dan membuat video pendek. Jadi, jika ada waktu luang perbaiki cara membuat video dan narasi yang baik, pelajari SEO content dan optimasi blog.

  • Punya attitude yang baik. Sudah bukan rahasia umum lagi, beberapa blogger memiliki hubungan baik dengan agency, brand atau sponsor dan rekan blogger lain. Jika low attitude bisa ditebak : hubungan berakhir sampai di sini saja. 

  • Fleksibel dalam menerima pekerjaan, artinya jika ada tawaran yang masih bisa ditulis, sepanjang masih dalam rel niche blog bisa dilakukan, atau memberi lebih dari brief  yang diminta, menjadi poin plus.

  • Atur keuangan dengan baik. Awan mengingatkan, walau penghasilan blogger itu lumayan besar, namun penghasilannya tak tentu. Jadi, sisihkan sedikit setiap ada job - menjaga jika satu saat kosong atau sakit.

    Aku mengenal Imawan Anshari yang akrab disapa Awan, dan sejak mula aku tahu ia bukan "blogger rata-rata". Di awal karierku, ni anak tiga yang manis, imut dan sopan : Awan - Uwan (si Pangeran Ganteng dari Situbondo,) serta si centil Wichan ke mana-mana bergandengan tangan. Itu sebabnya aku akrab sekali dengan ketiganya.

*kecup sayang Trio Kwek Kwek

    Dan tepat sekali, saat ini Awan sudah berhasil menjadi full time blogger dan tulisan-tulisannya memenangkan banyak sekali lomba dengan hadiah yang tak main-main!

    Terimakasih Awan telah berbagi tips dan trik serta kiat-kiat suksesnya menjadi seorang blogger, dan terimakasih karena telah menguatkan kami, para  BCC Squad untuk terus meraih impian, sekaligus menjadi cerdas dan cergas saat bekerja. Makasih ya Awan, how inspiring it is!

Ikigai, Bahagia itu Bisa Diraih Dari Hal-hal Sederhana 



Aprijanti, biasa disapa Aprie,
bertutur tentang banyak hal-hal mengagumkan tentang dirinya. Dengan pengalamannya yang segudang, ia tak ragu terjun menjadi seorang blogger, karena blogger is a passion

Dari segitu banyaknya ide - tips yang Aprie bicarakan, aku menitik beratkan pada dua hal. Yup. Once again, personal branding is a must! 

Seperti yang ia ceritakan, menjadi seorang blogger saja tak cukup. Kamu juga harus dikenal sebagai seseorang yang spesial. dan itu bisa diraih dengan menyematkan personal branding di media sosialmu sebagai tools.

Ada jutaan blog di tata surya pada topik yang sama. Jadi, usai acara, aku  meluangkan waktu untuk memikirkan cara, gimana agar blog aku bisa berbeda dari yang lain!

Yang menarik, Aprie membahas tentang Ikigai.

    Pernah mendengar istilah Ikigai? Ikigai (生き甲斐) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Secara harfiah, kata Ikigai berasal dari kata “iki” yang berarti kehidupan dan “gai” yang berarti nilai, sehingga Ikigai dapat diartikan sebagai alasan kita hidup, menjalani hidup mulai bangun pagi.

    Ikigai bisa menjadi salah satu jawaban agar hidup menjadi bermakna dengan memahami konsepnya.

Konsep Ikigai

    Konsep Ikigai telah dijalani oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang percaya dengan menumbuhkan Ikigai dalam hidup, mereka semakin menemukan makna dalam kehidupan dan hal ini membuat sebagian besar orang Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. 

    Terbukti bahwa Jepang adalah negara kedua dengan tingkat harapan hidup yang tinggi setelah Monaco (data diambil dari djkn.kemenkeu.go.id dan beautynesia.id).

    Ikigai merupakan sebuah irisan dari empat pertanyaan utama yang perlu dirimu sendiri jawab di mana irisan inilah yang akan menempatkanmu pada sebuah titik keseimbangan. Apa saja empat pertanyaan tersebut?

1. Apa yang aku cintai? (passion)

2. Apa kemampuanmu? (vocation)

3. Apa yang dunia butuhkan? (mission)

4. Apa yang membuatmu dapat memperoleh penghasilan? (profession)
    

   
    Aprie memberikan beberapa notes dan latihan on the spot, agar kami "merasakan Ikigai milik kami sendiri"!

Ini dia ikigai hasil dari catatan yang kubuat:
  • Aku suka sekali menyeruput kopi di pagi hari, menghadap ke arah danau (karena rumahku di tepi danau)

  • Aku suka menulis di blog tentang seni, hasil dari trial and error - karena aku menganggap ini sebagai diary atau catatan yang satu saat bermanfaat untuk kubaca ulang.
  • Aku suka menulis segala macam yang berhubungan dengan.. diet. 

  • Aku juga suka baca tentang fiksi fantasi, kuliner, sama tips menulis. 

  • Aku suka jalan kaki pagi juga
Hasil Ikigai ini yang akhirnya merangkum apa yang kita inginkan - apa yang menjadi minat dan hobi, sekaligus menjadi pundi-pundi penghasil duit kelak.

Secara sederhana, ini ada gambar tentang Ikigai yang kukutip dari google.


Setelah menelaah kebiasaan dan kebisaan ini, maka aku menyimpulkan bahwa aku ke depannya akan lebih menikmati kegiatan berikut : 

1. Aku akan menikmati matahari terbit setiap pagi, sambil minum secangkir kopi 

2. Menulis tentang dunia yang aku suka dan kuasai, sekaligus memantapkan niche dalam blog dan media sosial

3. Menjalankan olahraga jalan kaki lebih banyak! 

4. (Membaca) lebih banyak tulisan- tulisan tentang diet ... karena kalau     disuruh diet, aku akan ke Kelurahan bikin Surat Keterangan Tidak Mampu

Setelah berjalan 2 mingguan, tanpa kusadari, hati ini terasa lebih bersemangat dan bahagia saat melakukannya! Waaa makasih ya Aprie dan #Bloggerhangout!

"Kira-kira bisa gak ya kita kehabisan ide?"

        Nah, dari topik bahasan di atas ini juga, akhirnya menjawab pertanyaan yang seringkali aku dan teman-teman blogger diskusikan. 

    Apa aku pernah kehabisan bahan untuk menulis, atau gagasan untuk dibagikan di blog? Biasanya, aku bilang,  "Hampir tidak pernah".  Kenapa?
  • Satu, karena ada brief.. LOL
  • Dua, ngeblog buatku sama dengan bicara. Ngeblog juga sama dengan berbagi.
  • Tiga, ngeblog itu curhat colongan. So, mana mungkin blogger bisa kehabisan ide?
Dan ini akhirnya terjawab karena aku memang melakukan yang aku sukai saja!

    Oya, aku pernah ditanya. Siapa blogger idolamu?

    Jawabanku sederhana "TIDAK ADA!"Jawaban yang seolah pengen minta dijambak ini, jujur dan spontan kukatakan.

    Kenapa? Karena ada banyak sekali blog yang inspiratif, dan menurutku, semua blogger itu unik. Semua memiliki sharing pengalaman luaaar biasa, semua adalah temanku.

    Ada sih yang berubah jadi gak temenan - biasanya karena masalah klasik dunia ketiga : UANG dan POLITIK.

(abaikan, ini contoh curhat colongan)

Etapi, blog kamu sendiri sekarang isinya apaan Neng?

    Seperti kubilang di atas, sejak beberapa tahun ini blogku berubah. Kebanyakan membahas tutorial menggambar - doodle - ilustrasi sederhana. Ini tuh semacam pengingat buat diri sendiri sebenernya. Kalo gak ditulis pasti dalam tempo sekejap aku lupa.

    Tidak, aku bukan sejenis prosopagnosia, seorang pelupa parah. Ya, aku ngaku aja aku emang tidak pernah hapal jalan. Aku agak blind map dan photographic memory-ku rendah.

    Aku juga sering lupa sama NAMA orang, hiks... Untung sama Allah aku ini diberi wajah melesak lebar dan mudah tersenyum.

    So, back to the topic
Untuk jadi seorang yang inovatif, kamu tuh harus punya ciri khas. Satu label atau signature yang membuat orang seketika ingat dirimu atau tahu, bahwa itu adalah karyamu.

Nah, walau aku masih level "kebanyakan" dan masih nggeladrah, suka ini dan itu aku berusaha memperbanyak tulisan yang aku banget. Kusuka doodle dan segala sesuatu yang berbau seni. So, I did it.

Sebisa mungkin kuperbanyak tulisan-tulisan seperti itu yaaa..

Janji?

Janji.

Cross finger.


Sejatinya, menulis memang memindahkan buah pikiran, dan menciptakan keabadian. Menulis berbeda dengan berbicara yang hanya bisa dilakukan kepada orang tertentu, untuk lalu dilupakan orang.

Menulis adalah mencipta karya yang didokumentasikan sepanjang masa dan bisa dibaca oleh lebih banyak orang, dan mendatangkan manfaat bagi sesama. Blog adalah salah satu sarana di dunia menulis yang bisa mengakomodasi itu semua. Menjadi blogger, adalah pilihan, dan buatku itu pilihan yang tepat.


So....  aku tanya lagi;

Jawabku' "Ya tentu saja!" Salaaam!

78 komentar

  1. Di tengah perkembangan zaman digital, artikel juga ikut berkembang luas di ranah internet. Bahkan, hampir setiap harinya orang-orang memilih membaca artikel di google. Bangga sih jadi blogger apalagi di masa sekarang artikel banyak dibutuhkan dan kurikulum merdeka pun enggak jauh dari artikel. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. saya kerja di bidang digital marketing, dan blogger jadi salah satu channel andalan dan sangat efektif buat meningkatkan awareness di dunia maya. Ngga cuman dongkrak pencarian di google, para blogger juga aktif di social media dan seru kalau diajak kopi darat. Itu juga yang bikin saya aktif jadi blogger, sekalian tambah2 network dan isi dompet (: sukses terus buat blogger di Indonesia!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaah senangnyaaaa dapat testimoni kece ini
      makasih kak Arief, makin semangat nih!

      Hapus
  3. MakNeeeenggg ya ampuun ajibb benerr ini postingannyaaaa
    Megandung curcooll, sekaligus padat bergizi

    Daebaakk. Alhamdulillah daku juga BANGGA BANGET jadi blogger 😆👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nuruuulllll kamu ngapa sik bikin aku ge eran giniiiii

      Hapus
  4. Senangnya bisa baca sudut pandang Mak Tanti seputar blogger, aku juga bangga jadi blogger jadi pengen curahkan isi hatiku nih melalui tulisan seperti Mak Tanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudut pandang tiap blogger itu fun fearless familiar

      Hapus
  5. Daripada ngaku jadi wartawan saya lebih bangga ngaku jadi blogger memang. Haha. Yang penting segera tulis, betul itu. Saya sangat setuju dengan komitmen itu. Karena jangankan banyak, ide satu kalimat saja, kalau tidak segera ditulis, bisa lupa dan hilang deh sebuah kesempatan emas

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahzeeek.. teh Okti mah tulisan tulisannya tuh padat bergizi juga!

      Hapus
  6. Wah suka baca tulisannya kak Tanti. Sepakat dengan tulisan di atas, ada banyak hal seru yang didapatkan dari seorang blogger. Salam hangat kak. @depus

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Puspa - aku juga seneng baca tulisanmu yang Marvel itu! Keren kata anakku!

      Hapus
  7. Baca point nomor dua langsung jleb. Pengalamanku jadi blogger emang mengasyikkan sih. Apalagi kalau habis menang lomba ngeblog...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh menang lomba blog itu menyenangkan ya, bisa kebawa mimpi indah ...

      Suwuun mbake

      Hapus
  8. Menariknya jadi blogger itu harus mengerahkan seluruh panca indra ya Mak saat me-review produk. Harus dilihat, didengar, dirasa, hingga kita bisa menyampaikannya kepada pembaca. Aku pertama kali kenal Mak Tanti waktu kita barengan menang lomba, ya, beberapa tahun lalu. Di situ aku kepo sekali, siapa gerangan Tanti Amelia yang tulisannya bagus banget, soal passionnya menggambar. Semoga bisa ngeblog terus kita, ya, Maaak. Luuuuuv.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaa Allah dua kalimat terakhir bikin hatiku meleleh... masya Allah makasiiih Eva love love

      Hapus
  9. Nggak tau mau komen apa, artikel ini, juara!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wadaaaawww.... ada suhu senior (^_^) dankeeee

      Hapus
  10. Sungkem ke kelapa duaaaaa. Mba Tantiii, tulisannya bikin melek, cakep. Aku memposisikan sbg orang yg ceritanya nggak tau apa itu blogger. Apakah blogger sejenis umbi2an? Oh tentu tidaaak, enak ajaa yakaan. Banggaaaa, jadi kekuatan tulisan dari blogger yg jujur seperti mba, bisa mengubah dunia.. kayak crita PAUD itu
    Aku pun sebagai blogger
    menuangkan tulisan, berharap bermanfaat dan menambah amalanku kelak. Alhandulillah kalau dpt cuan 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuuuk kita ketemuan Suciiiii

      alhamdulillaah senang banget bisa dipuji seperti ini! Makasih ya, kalian ini bikin aku semangat (^_^) loove

      Hapus
  11. aaah aku juga mencintai profesiku sebagai blogger mbaaaa walaupun masih amatiran hehehe. satu hal yang pasti, it brings a lot of joy for us..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduuh "amatiraaaan"! Aku apa dong, recehan hhihihiii

      yes, the beauty of blogging ya mbak Insav!

      Hapus
  12. Banggaaa dan cintaa banget sama profesi blogger dong mbaaak,
    Buat aku blog udah membuka begitu banyak pintu kesempatan, jadi bisa meraih banyak hal berkat blog.
    Dan setuju banget jadi blogger tuh harus belajar terus, karena zaman dulu waktu baru mulai ngeblog tuh cuma modal nulis aja, tapi sekarang udah gak bisa gitu yaaah hahaha Jadi blogger harus lebih peka dan menguasai berbagai hal teknis juga ehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku tu kebuka pintu pintu silaturahmi - pintu pintu rejeki yang TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN BLOG ----> justru setelah ngeblog, jeng Erry.

      hahahaha iya dulu modalnya "cuman bisa nulis"
      lha sekarang....?

      Hapus
  13. Seruuu baca tulisan mba Tanti inii, jadi ikut hepi, terharu, dan mengingat kembali perjalanan dakuw jadi blogger. Oh iyaa aku bangga jadi blogger, apalagi kalo dikenali oleh teman yang lama gak bertemu. Mereka langsung manggil profesiku saat ini, eh Wati sekarang sibuk jadi blogger, hahahaha

    Di saat perempuan seusiaku banyak yang memilih kegiatan momong cucu, aku masih nulis dan bisa bertemu banyak orang baru dari berbagai profesi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhaa iya bener tuh mbak Wati, sekaarang temen temenku ga berani ngelecehin lagi

      Hapus
  14. Bangga dong jadi blogger! Apalagi banyak banget manfaat yang kudapatkan setelah menyelami profesi ini. Bisa memperluas networking dan silaturahim, nambah banyak banget ilmu baru, dan tentu saja bisa kesempatan dapet cuan. Seru yah apalagi ada komunitas yang support kek BCC ini.

    BalasHapus
  15. Aku bangga jadi blogger? tentunya dong mom Tanti. Jauh sebelum jadi blogger aku tuh (mungkin udah bakat ya) super kepoh rasa ingin tahunya. Dan tanpa diatur ketika bertemu dengan orang baru ilmu jurnalist dipakai juga deh 5W + 1H. Semoga ke depannya peluang blogger menjadikan sebagai pekerjaan terbuka ya mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah bisa ketemu sama Dennis yang manis

      Hapus
  16. Jadiii bangga dan seneng memiliki blog, makin rajin menulis kisah traveling. Nyesel kenapa ga dari dulu dulu, dengan menjadi blogger dan ikut komunitas membuat banyak insign apalagi berkunjung ke blog teman sesama blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ituuu aku pun menyesal kenapa ngga dari dulu, padahal temen temen udah bikin

      Hapus
  17. Bangga bangett jadi blogger, mungkin yang awalnya kita curhat curhat nggak jelas tapi makin kesini curhat kita bisa jadi cuan ya mak ahahaha. Kalau nggak ada ide, biasanya baca tulisan teman auto cling dapet...

    BalasHapus
  18. Banyak klien yg lebih memilih blogger dibanding wartawan Mak. Karena story' telling yang dipakai bisa mengubah opini pembaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. oalah .. baru tau Al. Padahal kita minder loh liat dirimu (^_^) hahaha

      Hapus
  19. Ah iya, aku juga bangga jadi blogger
    Dengan segala proses dan Lika likunya
    Dan terus berproses menjadi blogger yang lebih baik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahsiaaap mbak Dee mah konsisten! Jempooool deh buatmu!

      Hapus
  20. Kita harus bangga sih jadi blogger, manteb banget mbak tulisannya. Menginspirasi para blogger lainnya

    BalasHapus
  21. Syukurlah blogger makin banyak dikenal & berpengaruh ya mbak sekarang & gak dianggap sebelah mata lagi. Senang banget baca infonya mbak Tanti soal PAUD yang nyaris mau tutup hingga akhirnya bisa bertahan karena tulisan positif.
    Sebagai blogger harus bisa menulis dengan jujur ya mbak supaya pembaca juga percaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin jujur masih merinding sih bayangin efek nulis itu

      Hapus
  22. Akutu semakin ada brief kok semakin buntu yaa, kak Tanti..?
    Dan sepertinya, aku tergolong kurang flexible gitu.. Sepertinya kudu semakin banyak membaca tulisan sahabat-sahabat blogger, terutama blog soft selling seperti kak Tanti.
    Soalnya aku kadang suka gak mau maksa nyambung-nyambungin sama nicheku, biar orang gak mengerutkan kening saat membaca.
    Hehhee..

    Agak ribet juga sudut pandangku.
    Kudu banyakin kumpul dan ngobrol sama kak Tantiii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih aku kok jadi terpana bacanya, emang berasa ya kalo aku soft selling? Tapiii aku pernah ditegur gara-gara terlalu hard selling katanya!

      AKu sih mikirnya gini loh,
      kalo misal membicarakan drakor - lalu ngobrol, si Han So Hee kok kulitnya glowing, ya? Oh ternyata dia rutin pake ini, minum itu, istirahat cukup bla bla blaaa

      Atau

      Jeon Yeo-bin itu resep dia awet muda karena menerapkan bla bla bla
      nah di drakor terakhir yang berjudul .....

      de es te gituuuu

      Hapus
    2. Hehhe...Kak Tantiii...
      Always bikin aku terinspirasi. Seneng banget kalo ketemu blogger. Memang jadi blogger tuh gak boleh berenti hanya menulis apa yang dilihat yaa.. Kudu menguliti sampai dalam-dalamnya agar pembaca mendapat banyak manfaat dan fakta yang tepat.

      Hapus
  23. Aku baca ini berasa berapi-api...serius, semangat di tulisan ini memotivasiku, Mbak Tanti
    Tentu saja bangga benar jadi blogger, bisa menyebar banyak manfaat lewat karya untuk sesama, Insya Allah.
    Sukses buatmu, Mbak, yang enggak hanya keren nulisnya tapi juga gambarnya...Salut akutuu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh My ..... seorang blogger pemenang aneka lomba yang humble dan cantik bilang kek giniiii! Tersanjung jadinya

      makasiiiih mbak Dian, kita saling mengagumi ternyata yaaaa

      Hapus
  24. Terima kasih Mba atas ulasannya. Kalo ditanya bangga jadi Blogger. Yah, alhamdulillah ya pastinya. Namun, ke depan saya secara pribadi berharap. Meski blog ini kesannya Media personal, isinya curhatan. , saya berharap rekan2 Blogger juga mulai memperhatikan tata bahasa mungkin EYD yang benar saat menulis. Termasuk penggunaan tanda baca dan kosakata. Meski mungkin ingin terlihat gaul, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Milda, blog memang menjadi media yang punya penggemar pembaca sendiri - makanya kudu rajin diupdate biar pembacanya ngga bosan

      Hapus
  25. Iya, sekarang banyak blogger pensiun dan alih profesi, tapi banyak juga blogger baru yang ingin memulai karir jadi blogger, aku tetap ngeblog walaupun tidak sebanyak dulu karena disambi pekerjaan lain tapi aku bahagia dan bangga jadi blogger karena tulisanku sesederhana apapun bisa bermanfaat untuk pembaca aamiin..sehat selalu Makneng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagai penulis kondang, tulisan tulisan Dedew itu menginspirasi banyak orang loh!

      Hapus
  26. Setuju nih blogger itu harus banyak banyaj kepo wkwkw tapi kepo dalam arti selalu check dan richeck ketika akan mengulas sesuatu dalam tulisan di blognya supaya jadi informasi yang bernas buat pembaca hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi Blogger = banyak temen! Aku senang banget bisa ketemu Bayu di acara kemaren!

      Hapus
  27. Ya ampun, Mak. aku mah jadi salfok sama meja kerjamu. Cakep dan beneran jadi semacam image bahwa pemiliknya kreatif. Setuju juga bangga jadi blogger, me too

    BalasHapus
    Balasan
    1. HEEEIIII jangan tertipu dengan dunia mayaaa wkwkwkwwkk

      Hapus
  28. Selalu senang baca tulisan mbak Tanti. Sejak jadi blogger, aku jadi tertantang untuk mencoba hal baru, belajar hal baru, dan mengasah skill yang ada. Belum lagi networking-nya. Entah sudah berapa banyak aku dapat kesempatan berharga dan tidak disangka dari kenalan blogger. Semangat terus ngeblog untuk semuanya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. AAH! Senangnyaaa dapat apresiasi, makasih Tya

      iya aku kenal dirimu kan dari acara di perpustakaan yaaaa, thanks to mas Jun Joe Winanto

      Hapus
  29. Aku juga bangga jadi bloger, Mbak Tanti. Seneng ngeblog karena buat cari teman dan cuan hehe. Kemarin aku ikut juga zoom BCC bareng kak imawan dan Apri, hiburan pas nginep di rumah ibu di kampung. Sueneng karena makin semangat ngeblog. Tulisannnya lengkap, Daebak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aiiih makasih mas Belalang, aku kenal mas Rudi ini di awal ngeblog terbantu karena Pak Dhe Cholik selalu buat antologi, al fatehah untuk almarhum

      Hapus
  30. Ngeblog emang enak apalagi kalo udah suka nulis ya. Cuannya sebagai motivasi tapi jangan jadi tujuan utama supaya blognya enggak jadi etalase berjalan. Keren Mak Tanti, kuingat betapa aktifnya dulu Mak Tanti ikut kegiatan blogger di mana-mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang blogger newbie itu mengharap cuan saja yaaa

      Hapus
  31. Kalo pas dulu aku kuliah, posisi blogger tuh watching the watch dog. Kita diibaratkan kayak ngawasin wartawan atau pers jika mereka udah kebablasan dengan tulisan kita. Karena blogger punya platform yang lebih luas dan independen ketimbang media yang biasanya masih suka berpihak pada pihak tertentu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ogitu ya watching the watch dog ..thanks for the explanation Dewi

      Hapus
  32. Iya banget, jadi blogger itu bikin bangga. Aku kalo gak jadi blogger kayaknya pasti masih jadi ibu kudet di rumah yang gak produktif. Jadi blogger rasanya sangat menyenangkan

    BalasHapus
  33. Panjang sekali ceritanya
    Saya jadi makin semangat ngeblog nih
    Baca kisah panjang ini jadi bercermin daku tidak ada apa apanya

    BalasHapus
  34. Sebagai anggota komunitas BCC, saya bangga jadi blogger karena bisa tetap produktif dan bahkan bisa jadi cuan untuk nabung juga. Baca tulisannya jadi bikin saya termotivasi untuk lebih rajin menulis.

    BalasHapus
  35. Waa.. Tulisannya lengkap banget makk. Uh, aku baru mau mulai rajin nulis lagi euy, hahaha. Walaupun prinsipnya langsung ditulis, ternyata kenyataannya memang gak semudah itu yaa. Banyaakk foto2 & cerita jalan-jalan yang akhirnya belum ditulis karena satu dan lain hal. Terus keburu basi yak kalo lama ngendon di galeri hp doank 😅🙈

    BalasHapus
  36. Pengalamannya lengkap sekali, ada berbagai hal seru selama menjadi blogger. Belajar banyak hal baru dan bermanfaat bagi banyak orang.

    BalasHapus
  37. Mak Tanti baguuus banget tulisannya. Aku sempat pas awal-awal pandemi itu mikir, ini blog bakal lanjut apa gak ya. Apa yang kira-kira bisa aku tulis. Aku sebenernya masih mau jadi blogger atau gak.. Huhu gamang ya.. Tapi alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan, domain masih terbayarkan :D Memulai lagi untuk nulis hal-hal yang aku suka di blog. Syukur-syulkur ada yang bisa dapat manfaatnya juga.. Suka banget sama konsep Ikigai, semoga dalam proses hidupku bisa sampai ke situ juga.. Semangat selalu ya Mak Tanti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditaaaa ... aku tersanjung!
      Iya konsep : hanya menulis yang aku suka itu, membantu banget untuk membuat tulisanku sedikit bernyawa dibanding copas plek ketiplek sama brief!

      Hapus
  38. Wahh Mbak Tanti, haru aku bacanya. Bangga, bangga banget jadi blogger, banyak hal yang bisa didapatkan. Dan yang bikin aku tiba tiba ngakak pecah, bisa-bisanya gak kehabisan ide buat menulis karena ada brief wkwkw.. semoga akan selalu banyak brief ya mbak buat kita *ngarep*. Quotenya di akhir suka sekaliii huhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaaah Husnul... iya sih aku tu dulu nulis ngembangin konsep brief, ke sininya banyak sekali belajar sama para suhu blog!

      Hapus
  39. Neeeeng! so powerful!
    aku sukaaak dan bangga jadi blogger. Karena ngeblog pun menepis rasa insecure aku sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah bisa berdaya dari rumah walau nulis hal yang ku anggap receh macem saat anakku telat merangkak eh ternyata banyak yang baca. Jadi makin semangat menulis blog!

    BalasHapus
  40. Alhamdulillah..dunia blogging memberi warna baru ddi real life aku
    Pengalaman dan networking
    Aku juga ga pernah nyangka akan sangat menikmati menjadi blogger sampai saat ini

    BalasHapus
  41. Yesss harus bangga dong Kak... Karena melalui blogger kita mendapatkan banyak informasi, relasi dan networking yang dibangun bersama-sama.

    BalasHapus
  42. Saya jadi inget, kayaknya ada buku yang temanya tentang Ikigai. Mau beli, tapi lupa terus hehehe. Jadi blogger memang asik. Makanya meskipun terkadang ada jenuh. Tapi, tetap aja sulit berhenti

    BalasHapus
  43. Yaaaa ampun itu ruang & meja kerjanya lucu bangeeeeeet. Vibe-nya bikin semangat duduk, nulis dan cari inspirasi heheheh

    Anyway, tulisannya cakep banget dah. Rapi, komprehensif, enak dibaca. Pokonya slaaaay abis 😉😉😉

    #metoobanggajadiblogger

    BalasHapus
  44. Yang kuingat dari Mba Tanti itu doodlenya, kepengen bisa digital doodling seperti Mba Tanti 🤩
    Dari tulisan ini jadi ngerti konsep IKIGAI itu apa. Bisa membantu tiap orang menemukan pekerjaan sesuai passionnya. Bisa ditanyakan ke anakku nantinya nih!
    Semakin bangga lagi, karena selama pandemi blogger masih dibutuhkan klien, malah naik drastis gara-gara WFH dan PJJ. Bisa update skill dari rumah. Bersyukur banget nyempung jadi blogger di saat yang tepat.

    BalasHapus
  45. Jadi blogger itu? Mengasyikkan, udah hobi eh dibayar, temennya banyak dan banyak juga dapat ilmunya. Paket komplit... Apalagi gabung sama BCC, wah dapat ilmu dapat temen, dapat duit juga... Hehehhe

    Btw aku juga bangga banget jadi blogger...

    BalasHapus

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)