ARTI KALIMAT AMBIGU,. MAKNA GANDA ?



    Setelah setua ini, dan berpuluh tahun belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar, aku baru sadar kalau kalimat ambigu itu - ternyta bukan sekedar kalimat yang bermakna ganda, tapi juga kalimat yang ngebingungin abis

Jadi ini ngga sekedar teori kalimat ambigu - tapi juga di hidup nyata, ambigu menjadi penyebab banyak orang mis-komunikasi dan mis-interpretasi!

Beberapa ciri-ciri kalimat ambigu:


1. Kalimat ambigu dapat memiliki lebih dari satu arti, sehingga dapat membingungkan pendengar atau pembaca dalam memahaminya.

2. Kalimat ambigu dapat disebabkan oleh penggunaan kata-kata atau frasa yang memiliki lebih dari satu arti atau pengertian.

3. Kalimat ambigu dapat disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan tata bahasa atau struktur kalimat.

4. Kalimat ambigu dapat disebabkan oleh penggunaan kata ganti atau frasa referensi yang tidak jelas atau dapat mengacu pada hal yang berbeda dalam konteks yang sama.

5. Kalimat ambigu dapat disebabkan oleh faktor situasional atau kontekstual, seperti tidak adanya konteks yang jelas atau ketidakjelasan dalam situasi yang sedang terjadi.

    Oya sebelum bahas contohnya, aku belajar banyak dari seorang Blogger Surabaya yang terkenal sangat produktif dalam berkarya, namanya kak Maria Tanjungsari atau akrab disapa Maria Tanjung. 

Kenapa related dengan artikel kali ini? Karena mbak Maria pernah menuliskan tentang Cara Meningkatkan Skill Komunikasi. 

Yup, ternyata meningkatkan skill komunikasi itu gak cuman "paham bahasa Indonesia" aja gaes, tapi juga mengerti - sehingga tak terjadi kesalahpahaman, karena bahasa dan budaya kita yang sangaaat kaya!

Nah sekarang kita ambil beberapa contoh kalimat ambigu yaa...

1. Setiap yang berpenyakit jantung pasti akan mati.

Kenapa itu salah, soalnya kalau kalimatnya gitu, berarti orang yang penyakitnya bukan penyakit jantung tuh enggak bakalan mati dong. Kalau gitu caranya, berarti yang punya penyakit kanker pasti enggak bakal mati.

2. Generalisasi yang terlalu umum.

Iya, generalisasi kan artinya umum, berarti generalisasi yang terlalu umum tuh kalimat umum yang umum banget. Bingung kan? sama. Langsung aja deh contohnya gini kalo bingung:

- Cowok Jakarta tuh ganteng-ganteng.

Di kalimat tersebut, berarti kita memukul rata secara menyeluruh kalau cowok Jakarta ganteng-ganteng. Padahal kan enggak semuanya, masih ada yang kutu kupret semua, kayak.... 

3. Penalaran dilandasi oleh alternatif yang tidak tepat dalam pemilihan kata -ini dan -itu.

Contoh: 

Kalau kamu tidak menuruti nasihat ayah, kamu tinggalkan rumah ini!

Ada yang ganjil dari kata rumah ini. Iya, disana tuh rumahnya siapa! Rumah nenek lo, rumah tetangga lo, rumah hantu, atau rumah Pak RT, kan enggak jelas.

4. Penyebab yang salah nalar yang disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga terjadi pergeseran makna.

Contoh: 

Setelah dia membersihkan makam leluhur, besoknya dia hamil!

Ini kalimat ekstrim banget, ini musrik! 

Haha... Iya, dalam fikiran kita, habis tuh orang bersihin makam tuh orang jadi hamil, jadi itu berarti lo dihamilin sama makam! Padahal sebenernya belum tentu maksudnya gitu, bisa aja emang udah waktunya hamil (perbuatan suaminya) setelah kemarin dia bersihin makam. Tapi karena kesalahan pengucapan, kalimat itu jadi ambigu.

5. Analogi yang salah.

Contoh: 

Raditya Dika adalah seorang penulis yang jago Stand up comedy. Berarti, Radit juga harus jadi penulis agar bisa jago Stand Up comedy ?

Nah, pemikiran seperti itu adalah sebuah analogi yang salah. Belum tentu dengan jadi seorang penulis, kita bisa langsung jago Stand up comedy!

6. Argumentasi bidik orang.

Kata dosenku dulu sih, argumentasi bidik orang tuh artinya "sikap yang salah menghubungkan seseorang dengan tujuan yang salah".

Contoh: 

Gimana dia mau nyanyi lagu rock, lah nyanyi lagu dangdut saja tidak bisa...

Nah dalam kalimat tersebut disebutkan seolah-olah karena orang itu enggak bisa nyanyi dangdut, berarti orang itu enggak bakal bisa nyanyi rock. Padahal kan itu belum tentu! 

Justru sebaliknya, para penyanyi dangdut santai saja nyanyi lagu rock, karena terbiasa dengan suara tinggi, sementara penyanyi rock kalau ditantang nyanyi lagu dangdut dengan aneka cengkoknya, bisa dipastikan langsung nyerah, kecuali Judika!

BEDA MAKNA

Selain dari kalimat diatas, ada juga kata-kata sama yang bermakna beda kayak: 
  • bisa (bisa ular atau dapat), 
  • tahu (mengerti atau makanan tahu), dll. 
Nah ada kalimat ambigu lain ngga buat kalian inget-inget?

Tidak ada komentar

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)