Thursday, January 19, 2017

RUMAH SINGGAH KANKER ANAK INDONESIA


Masuk ke #RumahSinggahDonasiku di Percetakan Negara IX hari ini,  aku disambut sebuah rumah yang sejuk dengan banyak mainan anak anak di depannya. Rumah bercat putih itu didesain dengan banyak bukaan jendela dan langit-langit yang tinggi, dengan banyak sekali lubang udara, sehingga pertukaran udara lancar.





Begitu masuk pagar, aku dicegat dan dipersilakan membuka sepatu dan menggantinya dengan sandal yang sudah disediakan serta mencuci tangan terlebih dahulu. Tentu saja, karena di rumah ini, anak-anak penderita kanker sangat rentan terhadap kuman penyakit, sementara kan sepatu kita sudah dipakai berjalan-jalan. Begitu juga dengan kebersihan tangan, kita memegang uang kertas kotor, mungkin, atau tak sadar memegang pegangan pagar. 






Ada rasa haru menyeruak ketika akhirnya aku bisa masuk dan sekilas melihat anak anak yang terpaksa untuk sementara tinggal di sini.

Ya,  jika kalian pernah menderita demam tinggi atau sakit perut mules,  hingga mual,  maka itulah yang hampir setiap saat dirasakan anak anak ini.  Itu jika terdeteksi masih stadium rendah. Bagaimana dengan yang stadium lanjut?

Kalau kita,  mungkin akan meminum obat, makan yang enak bergizi dan beristirahat total untuk memulihkan diri. Bagaimana jika mereka berasal dari keluarga tak mampu?

Maka,  mendengar ada seorang ibu berhati mulia yang mendirikan #RumahSinggahDonasiku rasanya tak patut jika kesempatan emas bertemu beliau ini dilewatkan.

Donasi dengan uang recehan,  bisa? 

Oya kunjungan yang kali ini bersama blogger ini sebenarnya adalah agenda rutin Alfamart atau biasa disebut Corporate Site Visit ke YKAKI. Alfamart bekerja sama mengumpulkan donasi konsumen untuk YKAKI sejak tahun 2014. 

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), mengajak konsumen berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang dijalankan bersama YKAKI. Mengapa? 

Karena melalui donasi konsumen Alfamart,  Rumah Singgah YKAKI  sudah berhasil  dibangun sebanyak 4 buah di Makassar, Pekanbaru, Semarang, dan Malang. Woow! 

"Ke empat rumah singgah tersebut telah disediakan dari hasil donasi konsumen, sehingga tahun 2017 ini, kami kembali bekerja sama dengan YKAKI, menggalang dana untuk kebutuhan operasional rumah singgah yang ada, serta membangun rumah singgah di wilayah lainnya, " papar Nur Rachman, Corporate Communication GM SAT. 

Sejujurnya,  saya tidak tahu sebelumnya tentang YKAKI ini,  juga terbersit rasa ingin tahu kemana selama ini donasi konsumen Alfamart diberikan. 

Selama ini,  donasi diperoleh dari sebagian uang kembaliannya pada saat berbelanja di Alfamart. Donasi yang terhimpun akan disalurkan sepenuhnya pada YKAKI untuk kemudian membangun rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker dan biaya operasionalnya.

"Rumah singgah dibangun untuk membantu meringankan beban biaya anak-anak penderita kanker serta keluarga pendamping, yang tengah menjalani pengobatan rawat jalan maupun rawat inap di luar kota asalnya. Masing-masing rumah singgah biasanya berkapasitas 24-32 orang, yang terdiri dari pasien dan keluarga pendamping," Nur Rachman menjelaskan.

"Tidak semua rumah sakit di daerah menyediakan fasilitas pengobatan kanker pada anak, sehingga banyak diantara mereka harus menempuh jarak yang jauh untuk menjalani proses pengobatan. Biaya transportasi dan akomodasi yang harus dikeluarkan tentunya sangat memberatkan bagi keluarga yang tidak mampu. Ini coba kami bantu dan fasilitasi."

Seandainya saja aku tahu sejak dulu,  bahwa uang kecil recehan dengan nominal 100 . 200 rupiah akan sebesar ini manfaatnya,  aku pasti akan mendonasikan uang kembalian dalam jumlah lebih dari yang selama ini kuberikan!

"Rumah singgah ini menjadi bukti, bahwa sekecil apapun yang kita berikan bisa bermanfaat besar bagi yang membutuhkan. Jika dikumpulkan bisa membantu dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak penderita kanker di tanah air,"ungkap Ibu Ira, pendiri YKAKI.

Ungkapan ini semoga bisa mengetuk hati masyarakat kita untuk mendukung DonasiKu Alfamart. Menyetujui recehan kembalian dari hasil belanja mereka untuk disumbangkan bagi anak-anak penderita kanker.

Kenalan dengan Ira Soelistyo
Ibu Ira Soelistyo, adalah Pendiri Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) terdorong untuk membuat rumah singgah khusus untuk anak-anak yang menderita kanker.  Selain itu, Ira juga punya pengalaman merawat anaknya sendiri, Aditya Wijaksono (4) yang terkena kanker darah atau leukemia.

“Saya punya pengalaman pribadi merawat anak saya yang sakit leukemia tahun 1984. Beruntung saya bisa bawa dia berobat sampai ke Belanda selama delapan bulan dan tinggal di rumah singgah McDonald persis di samping rumah sakit. Dari sana saya terinspirasi, karena sangat menolong dengan biaya yang juga sangat minim,” ungkapnya di YKAKI di Jl. Percetakan Negara IX No.10A, Jakarta Pusat

Pada November 2006 Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dibentuk oleh Ira Soelistyo bersama rekannya Icha Ardi Santosa. Berbekal pengalaman merawat anak kanker, Ira tahu betul bahwa selain butuh pengobatan anak-anak juga butuh tempat tinggal.

“Tahun 2006 rumah singgah kami hanya merupakan kontrakan kecil yang mampu menampung lima pasien kanker, tiap pasien punya seorang pendamping. Setelah kita ‘jemput bola’ di RSCM, banyak orang tua dari pasien yang curiga karena ada sebuah yayasan yang mau bantu gratis, menyediakan rumah sampai sembako dan sekolah. Pasien pertama kami berasal dari Ternate dan Lombok. Setelah mereka merasakan, menyebarlah informasi ini dari mulut-ke-mulut,” cerita Ira.

Oya beberapa kendala yang dihadapi Ibu Ira antara lain adalah


  • 1. Saat mau mengontrak rumah tidak ada yang mau mengontrakkan alasannya tidak mau dikontrak rumahnya karena takut ada yang meninggal lalu keranda lewat sehingga tetangga pada takut.
  • 2. Pasien pertama Akbar dari NTT dan Wahyu dari Lombok terpaksa datang ke rumah singgah karena RSCM tahun 2006 belum menerima pasien yang tak mampu. Saat itu mereka tergeletak di got kering RSCM. Miris....


Kini, YKAKI sudah mempunyai bangunan dua lantai sendiri yang cukup luas, dengan kapasitas pasien kanker sebanyak 28 anak, dimana tiap anak punya satu orang tua yang mendampingi.

Didampingi ibu Aniza,  Koordinator YKAKI, aku diajak melihat keadaan rumah dengan empat kamar. Kamar pertama di lantai satu dengan dua tempat tidur khusus untuk anak yang sedang kambuh penyakitnya.

Di kamar tersebut ada yang berisi 9 tempat tidur  dan 12 tempat tidur anak,  dan ada juga yang berisi pendamping.

Lalu, ada empat kamar mandi yang terpisah, rooftop untuk jemur pakaian, ruang rapat, gudang, dapur, dan ruangan lainnya yang terasa nyaman dan bersih.

YKAKI mempunyai visi setiap anak Indonesia yang menderita kanker berhak mendapat pengobatan dan perawatan kanker yang sebaik-baiknya, termasuk hak belajar dan hak bermain. Misi-nya yaitu akomodasi, sekolah, memberikan sosialisasi edukasi masyarakat awam agar tahu tanda-tanda dan gejala awal penyakit kanker.


“Kami coba untuk fasilitasi semua. Di sini juga ada ‘Sekolahku’ dengan sebelas guru bagi anak-anak yang meninggalkan sekolahnya, di sini mulai belajar lagi, ada ujian dan raport juga, sama halnya dengan sekolah umum,” tutur Ira.

YKAKI terbuka untuk siapa pun pasien kanker anak dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia. Siapapun yang mendapat rujukan perawatan ke RSCM bisa datang ke rumah singgah YKAKI.

“Mengikuti saran WHO bahwa batas usia anak sampai 18 tahun. Pasien bisa daftar, kasih riwayat hidupnya, riwayat penyakitnya dan sudah didiagnosa menderita kanker. Untuk yang bersekolah, bisa foto copy rapor, memberikan nomor guru sekolah asal agar kita di sini bisa komunikasi,” ucapnya.

YKAKI sendiri telah berafiliasi di lima kota (Bandung, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Manado dan segera di Makassar). Ira menambahkan, kalau ada permintaan dari kota lain akan dibuat juga. “Tergantung permintaan dan rumah sakit yang menangani sakit kanker, kalau butuh rumah singgah akan kita buka,” lanjutnya.

Harapan Ira, pasien kanker yang sedang di rumah singgah agar tetap berada di rumah singgah sampai benar-benar sembuh total. Karena biasanya kalau ada yang sudah pulang, untuk balik lagi ke Jakarta membutuhkan biaya yang tidak murah.

Untuk para orang tua disarankan agar tidak putus asa, dan langsung membawa anaknya berobat secara medis atau jangan berlama-lama di pengobatan alternatif karena tidak ada jaminan sembuh.

“Kami terus memberikan sosialisasi edukasi. Program ke depan akan ada public awareness kanker anak di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Bandung dan Bogor. Mulai dari dokter-dokter puskesmas sebagai ujung tombak, kasih mereka ilmu tanda-tanda kanker,” tambahnya.

20 comments:

  1. Semoga makin banyak orang peduli membantu anak2 penderita kanker ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin .. Sedih ya ngeliat kondisi anak anak... Hiks

      Delete
  2. Iya mak aku peenah kesana mendongeng.nyessss banget gk terasa kita gk ada apa apanya dibanding mereka.survivor banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tadi mengajukan diri sebagai volunteer trus. Nyaliku ciut....

      Delete
  3. Bersyukur sekali masih banyak orang baik di Indonesia yang mau menjadi donatur untuk YKAKI,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaaaaah semoga tulisan kita bisa mengetuk hati banyaaaaak orang amiin

      Delete
  4. Aku tadi ga sanggup waktu ambil foto anak-anak itu.. kasian.. semoga banyak pihak yang ikut ambil peduli ya mak ke mereka2 ini

    ReplyDelete
  5. semakin banyak peduli semakin banyak yang bahagia :)

    ReplyDelete
  6. semoga banyak yang bantu dan peduli

    ReplyDelete
  7. aaaah...aku terenyuh bacanya..Salut untuk Ibu Ira dan semua yang turut peduli..semoga makin banyak rumah singgah seperti ini ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Indah, ingat para survivor cancer sepertimu .. aku yang pinign nangis

      Delete
  8. Berharap semoga makin banyak yang ikut menyumbang agar lebih banyak lagi rumah singgah YKAKI di berbagai kota

    ReplyDelete
  9. Ternyata dengan hanya menyumbang uang kembalian yang biasanya receh, bisa membangun rumah singgah sampe 4 ya! :)

    ReplyDelete
  10. makasih mak, diajak kesini bawa rasasyukur pulangnya

    ReplyDelete
  11. Pulang dari sana, dua hari aku saat tidur mikirin.aku sudah di rumah,nyaman..mereka pasti byk yg kesakitan... T.T

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com