Monday, January 16, 2017

HOBI BARU NIH... PAPERCUT

Sumber : www.crafthubs.com 
Nah loh, apa lagi ini...

Jadi gini, ya mas bro mbak sis. Ini udah ada sejak jaman nenek moyang kita... 

Dahulu, Paper Cut (剪纸 Jiǎnzhǐ) adalah salah satu seni kerajinan tangan Tiongkok yang paling populer. Paper Cut disukai karena biayanya yang rendah dan nilai seninya yang tinggi. Cuma butuh modal kertas, gunting ama pisau atau cutter, beres. Eh .. satu lagi, modal tekuun!

Seni Paper Cutting di tengah masyarakat Tiongkok ini juga berfungsi untuk menyampaikan isi dan sifat budaya tradisional dengan bahasa tersendiri.


Sejarah
Sejarah seni Paper Cut dapat ditelusuri kembali hingga ke abad ke 6. Dari abad ke 7 hingga abad ke 13, Paper Cut menjadi semakin populer terutama menjelang festival–festival Tiongkok. Seni kerajinan tangan ini mulai tersebar ke seluruh dunia pada abad ke 14.

Paper Cut umumnya dikerjakan wanita. Pada jaman dahulu, setiap gadis harus menguasai kesenian ini, dan para calon pengantin wanita sering dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam seni Paper Cut. Ya mungkin, mertuanya menilai dari kerapihan dan kehalusan karya si calon mantu yaa... 

Sumber : imgrum @diy.id 

tapi ternyata sebagian besar seniman pembuat kerajinan tangan Paper Cut ini justru adalah para laki–laki, yang memiliki penghasilan tetap dengan bekerja di toko kesenian.

Kegunaan Paper Cut 
Kerajinan ini biasanya untuk ritual–ritual daerah, sebagai pajangan dan untuk mendekorasi. 

Karena jaman dahulu susah cari dekor murah, jadi kertas–kertas dipotong menjadi bentuk manusia, atau benda–benda seperti uang dan pakaian, dan kemudian dikubur bersama orang meninggal, atau dibakar dalam sebuah upacara pemakaman. 

Sumber : google
Masyarakat Tiongkok percaya bahwa benda – benda yang dibakar atau dikubur ini akan menemani orang yang meninggal di kehidupan yang lain. Paper Cut juga digunakan untuk menghiasi kurban persembahan.

Dewasa ini, Paper Cutting juga digunakan sebagai dekorasi, biasanya dibuat dengan kertas merah yang merupakan warna paling populer dan dianggap membawa keberuntungan dalam budaya Tiongkok. Kerajinan tangan ini banyak menghiasi dinding, jendela, pintu, pilar, cermin, lampu, dan lentera, selain itu Paper Cut juga dapat diberikan sebagai hadiah. Hasil kerajinan tangan Paper Cut juga digunakan sebagai pola cetakan untuk membuat sulaman atau lukisan dengan cat semprot.

Paper Cut populer karena mengekspresikan harapan – harapan dan doa. Pada jaman kuno, lingkungan tempat tinggal yang serba terbatas ditambah dengan budaya yang ketat serta hadirnya bencana – bencana alam membuat orang mendambakan kehidupan yang lebih bahagia. 

Harapan – harapan untuk kemakmuran, kesehatan, dan panjang umur, semua disampaikan melalui Paper Cut. Contohnya, pada saat perayaan tahun baru Imlek, karakter Mandarin 福 (Fu = berkat, berkah) banyak ditempelkan di pintu dengan posisi terbalik, ini menggambarkan harapan masyarakat akan datangnya berkat ke rumah mereka. 

Contoh lain dapat terlihat pada upacara dan pesta pernikahan, sebuah Paper Cut dari kertas berwarna merah berbentuk dua buah karakter Mandarin 喜 (Xi = kebahagiaan; 囍 shuangxi = kebahagiaan ganda / double happiness) menjadi sebuah dekorasi tradisional yang sangat penting. Sedangkan pola Paper Cut lain seperti boneka, labu manis, dan bunga teratai melambangkan harapan untuk mendapatkan anak. Selain itu, dekorasi Paper Cut berbentuk karakter 寿 (Shou = panjang umur) banyak terlihat pada pesta ulang tahun untuk orang tua.

Pembuatan Paper Cut
1. Sediakan pisau atau gunting. 

2. Kertas, lebih tepatnya karton setebal 210-330 gsm. Bisa menggunakan karton dari buku gambar, karton manila, atau karton buffalo yang mudah didapatkan. Fancy Carton adalah bahan yang biasa saya pakai karena banyaknya variasi warna dan tekstur karton yang bisa saya pilih.

3. Printer, untuk mencetak pola yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Cukup print dengan tinta hitam putih/abu-abu sebagai panduan memotong.

4. Cutter, gunakan cutter yang biasa dijual di toko buku atau alat tulis manapun beserta isi ulangnya, tidak harus menggunakan cutter pen, pen knife.

Tips : saat menggunakan cutter, gunakan seperti memegang pulpen

Dan ... tadaaa... Yuuk cobain!



Sumber : paperpanda 


11 comments:

  1. Wah makin "nyeni" nih mak tanti, bagus banget hasil papercut detail gitu... dan cara di print dulu jadi mudah kayaknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih lama lama aku jadi seniman aja yah

      Delete
  2. duh, ini detail banget ya.. salah-salah kepotong motifnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hati hati is the best policy gituuuu kira kira

      Delete
  3. Hasil nya keren yaaaa, tapi butuh ketelatenan. Kalo gw yangbikin mah di jamin ancur berantakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas Cum, cukup elo poto poto di pantai pake sempak ... gue tenang ngerjain karya bahahahhahaaa

      Delete
  4. maaakkkkk, kemren2 doodle, skrg ini, keceeeee, aku masih tertatih tatih ngikutin tutorial doodle mu mak, tapi semangaaaatt, hahayy

    ReplyDelete
  5. Kadang proses mang ga bisa boong hehe, ngeliat'a aja bawaan'a mau ngacak2.. tapi hasilnya bagus bangettttt, kerenn

    ReplyDelete
  6. sukaaaaa...di sini banyak banget resourcesnyaaa..tapi aku belum punya waktuuuu :(

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com