Sunday, October 6, 2013

Aku, Perempuan Ke 2



Cinta tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi lemah..namun cinta menjadikan kita lebih kuat

(Kahlil Gibran)



Kalimat itu menjadi motor untukku bergerak. Aku menjadi seperti aku yang sekarang karena CINTA. Cinta dari Allah, cinta dari orangtuaku, dan..suami serta anak-anakku ^_^

Ketika aku terpilih menjadi yang kedua, aku tak pernah berpikir -apalagi berharap- satu ketika aku menjadi perempuan di posisi nomor 2. Itulah sebabnya, ketika malam ini ada bedah buku dari Yulitha Rohman yang mengemukakan tentang posisi perempuan ke 2, aku menjadi gerah dan juga..marah!

Dalam benakku, seorang wanita harus bisa memilih. Posisi seorang wanita juga harus kuat, bagaimana tidak? Ratu rumahtangga adalah wanita. Ia harus bisa bertindak sebagai apa saja. Karena itu, tak dibutuhkan cinta dari seorang wanita saat menikah, itu pendapatku.

Aku memang terlambat menikah. Menginjak usia 30 aku baru menikah. Tapi bukan karena tak ada pilihan, justru karena aku banyak memilih, disamping kesibukanku sebagai manajer di dua perusahaan multinasional, McDonald's dan Astra. Aku berada di posisi yang menguntungkan karena situasi dan kondisi di rumahku yang tak banyak menuntut. Orangtuaku membebaskan anak-anaknya dalam memilih, juga dalam menentukan karier.

Pilihanku jatuh pada suamiku sekarang -yang notabene bukan salah seorang pacarku-  Ia kakak dari sahabatku. Aku lebih mengenal keluarganya daripada dia. Namun aku melihat ia sangat dewasa, dan aku juga menghargai jalan hidup dan keterbukaannya. Jadi, aku menikah sebulan setelah keluarganya melamarku. 

Apakah setelah menikah aku jatuh cinta padanya? Ooo..tentu tidak! 
Cinta terjadi setelah aku mengalami pasang surut, nyaris putus asa karena merasa sudah memilih jalan yang salah (!!)  Alhamdulillah.. setelah anak ketiga lahir tahun 2008, aku mulai mengenal dan jatuh cinta padanya :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------sensor---^^
Kembali pada buku yang sedang dibedah..jiaah..curcolnya panjang amat ^^

Di bawah ini adalah petikan dialog seputar Bedah Buku Perempuan ke 2  yang sudah aku ringkas :


  • Darimana ide penulisan buku
  • Berapa lama proses pembuatan bukunya
  • Kendala dalam penulisan buku
  • Apa yang membuat ide itu menarik? Apakah ingin menampilkan sisi lain dari perempuan ke-2 atau seperti apa?
  • Apa kira-kira yang ada di dalam benak seorang wanita yang diduakan?
  • Seorang teman 'bisa' menerima menjadi isteri pertama - padahal dia cantik, soleha, anaknya tiga orang perempuan pintar dan cantik juga.
    Tahun pertama, si madu hidup serumah dengan dia dan anak2nya. Saya sebagai wanita kok tidak bisa menerima yah.. apa saya yang picik tapi saya jadi bertanya-tanya bagaimana cara dia menghadapi perempuan madu-nya?
  • Saya tahu ada beribu alasan, tapi saya lebih bisa menerima jika wanita-wanita ini KELUAR dari situasi itu.
  • Mungkin kalau saya pulang ke rumah ortu buat saya lebih terhormat, hehe.. tapi ada juga teman (yang lain) memilih untuk mandiri, keluar tanpa membawa apa-apa hanya sehelai baju dan ANAK. Saat ini dia kehidupannya jauh lebih baik! Bagaimana pendapat Anda?
  • Saya bisa membayangkan... posisi mereka tentu berat karena berkaitan dengan pandangan sosial dan lain lain... kalau baca judulnya khan pasti yang ada dibenak kita khan "wah pasti tentang pelakor nih" ... tidak takut dipandang pro "pelakor" ?
  • Pelakor = perebut lelaki orang *bahasa entertainment  ^_^
  • Saya baca dari bukunya...yang kalau menurut saya penuturaannya mengalir... disini diceritakan bahwa, Reynata memendam cemburu, sedih dan sakit hati kepada Mayang istri Bagas(suaminya) apakah point ini yg ingin diangkat? Dan yang paling menarik adalah saya suka quote di setiap bab nya
  • Aku belum baca bukunya Tapi membaca komen tentang perempuan kedua ini mengingatkan saya pada "Istana Kedua" yang ditulis Asma Nadia. Ada sesuatu yang membedakan dengan novel itu ga lv @yulitha?
  • Aku mau nanya tentang cover bukunya, Yulia. Ada makna khusus nggak dalam pemilihan cover? Trus kenapa memilih orang bukan ilustrasi?
  • Dari novel ini kita jadi tahu perasaan perempuan ke-dua , kira kira ada yang mau menulis dari sisi laki laki nya tidak yach?
  • Saya pengen banget nulis dari sisi laki-lakinya....*banyak dicurhatin sahabat*........
  • Kalau baca kalimat teasernya penasaran sih pengen tau ceritanya. Apalagi itu kisah nyata ya? 
Jawaban dari Yulitha Rohman

  1. Ide dari sekian banyak perempuan di sekitar kita, saya baca, saya lihat dan saya dengar beribu cerita kisah mereka. ada yang menyentuh hati saya hingga ide ini timbul.
  2. Penulisannya 1 bulan....ditambah revisi sebelum mengikuti event Antarnusa berburu naskah 
  3. Kendala terbesar adalah bagaimana saya bisa memunculkan konfliknya tanpa membuat kesan terlalu dibuat2
  4. Caranya??? Kembali lagi ke konflik nyata yg mereka hadapi, termasuk bisa saya masukkan konflik hidup saya, bisa datang dari mana aja....
  5.  Satu bulan, karena saat itu sedang mengikuti pelatihan online
  6. Lv...ada beribu alasan kenapa mereka bersedia menjadi perempuan kedua. Salah satunya di saat laki-laki yang diharapkannya ternyata memperlakukan dia tak lebih baik dari laki-laki lain yang "telah beristri".
  7. Kita sebagai wanita antara iya dan tidak soal poligami. Tak ada wanita yang rela berbagi...namun sekali lagi di novel ini saya mencoba mengupas hal itu dan ingin merubah sebuah mindset yg ada di masyarakat selama ini tentang perempuan kedua
  8. Kalo saya lebih memilih keluar tanpa membawa harta sekecil apapun juga he he
  9. Terkadang kita memang harus melihat kenyataan di sekililing kita bahwa tidak semua wanita bisa kuat dan tegas.....itulah yang saya angkat . saya ingin wanita mengangkat harkat martabatnya hingga dia dimuliakan oleh laki-laki
  10. Saya hanya ingin mengungkapkan perempuan kedua itu tidak sepenuhnya salah meskipun saya tidak membenarkannya. semua kembali ke realita apa masalahnya.....konflik yg takkan pernah bisa selesai hanya dalam sekali pembahasan
  11. Terkadang saya berpikir lama tentang para perempuan itu....hingga hati saya tergerak untuk menulis buku ini, apa sebenarnya yang ada di pikiran dan hatinya? itulah yg saya cari
  12. Intinya saya berusaha mengungkapkan betapa sakit menjadi seorang perempuan kedua, beda dengan mindset keliru yang selama ini beredar di kalangan masyarakat
  13. Hmmm bisa jadi, tapi saya belum pernah baca novel itu jadi bingung mau jawab apa lv. he he he. Tapi bagi saya ide bisa saja sama tapi pasti ada sesuatu yang berbeda entah konflk, gaya penulisan atau yang lain
  14. Awalnya cover itu kebetulan aja lv. Saya gaptek multimedia, jadi saya minta tolong @dhany dtantowy, teman saya untuk mendesain covernya. Ide itu datang ketika secara gak sengaja melihat foto Krima seorang teman beliau, dan saya tertarik. Jadi saya mohon secara khusus Krima mau menjadi model cover saya dan desain itu disempurnakan oleh Oscar dari penerbit Antarnusa
  15. Karena dengan membaca buku ini mindset yang selama ini keliru tentang seorang perempuan kedua bisa berubah. Dengan membaca buku ini ada sesuatu tentang hati seorang perempuan yang selama ini (mungkin) tak pernah kita pikirkan atau alami sebegitu dalamnya
  16. Meski tak semua, di masyarakat selama ini perempuan kedua selalu menjadi "momok" negatif .....setelah saya melakukan pendekatan, melihat dan membaca ternyata ada banyak hal yang luput dari pikirandan mata kita. Itulah yg saya angkat di buku ini
  17. Memang ide ceritanya saya gabungkan, fiksi dan kisah nyata....
  18. Cinta itu unik.......kadang senang kadang sakit
  19. Ya, seperti apapun keadaan seseorang kita harus bisa menilai bukan hanya dari satu sisi dan jangan pernah menjudge seseorang negatif sebelum kita tahu mengapa dia melakukan itu, dan pikirkan seandainya kita berada di posisi dia.




No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^