Friday, April 17, 2015

PESONA PULAU BIDADARI

Courtesy http://pulauseribu-resorts.com/ 

"Vrooom... "

derum halus mesin motor boat bertulisan Pulau Bidadari itu membelah keheningan pagi. Sejak pukul 06.00 bbwi,  sejumlah blogger yang tergabung di Acara Vlogger Gathering -diadakan oleh Vivalog bersama Seabreeze & Pulau Bidadari- telah duduk minum kopi di lounge Marina Dermaga 15.



Aku sendiri, sejak pukul 05.00 sudah berangkat dari Karawaci Tangerang dan disambung  dengan bis Trans Jakarta di halte Mal Taman Anggrek. Aku tiba di halte Ancol tepat pukul 07.00. Tanpa melalui prosedur yang rumit, cukup menunjukkan print out invitation aku bisa melalui pintu masuk.

Kami menunggu sekitar satu jam sebelum akhirnya dari Dermaga 17 naik boat menempuh perjalanan laut sekitar 20 menit. Dengan ramah, seorang petugas menawarkan permen dan tak sampai dua puluh menit, motor boat tiba di bibir pantai. Pulau Bidadari! 



Pulau Bidadari berada di antara gugusan Pulau Onrust, Pulau Khayangan, Pulau Kelor, dan Pulau Ayer. 
Secara administratif pulau ini masuk Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu.  -www.indonesia.travel-

Decak kagum terdengar dari beberapa teman blogger. Bisa dibayangkan, selama ini yang kami lihat kan, gedung-gedung pencakar langit *eciye.. padahal aku tinggal di kampung, -_-'. Dan sekarang, sepuas-puasnya aku bisa melihat cakrawala. Garis batas langit yang biru, berbaur dengan coklatnya garis pantai terlihat sangat cantik. Pasir pantai yang bersih putih dengan koral kering, membuat mata jadi nyaman. 


Pulau Bidadari adalah satu dari sekian banyak pulau di Kepulauan Seribu. Saat ini -sejak tahun 1970, tepatnya- pengelolaannya diserahkan sepenuhnya pada PT. Sea Breeze Indonesia, dengan tujuan memajukan pariwisata Bidadari Eco Resort. Seperti kita ketahui, beberapa pulau ini dijadikan sebagai destinasi wisata. Ada Pulau Onrust, Pulau Kotok, Pulau Puteri, Pulau Matahari dan Pulau Sepa.


Sampai di lounge Pulau Bidadari, kami disambut oleh welcome drink dingin yang rasanya unik. Belakangan kutahu, bahwa minuman itu terbuat dari campuran teh, madu dan lemon serta ingredient rahasia. Segar sekali rasanya!





Kami juga disambit disambut dengan tarian selamat datang, dibawakan oleh lima orang pegawai resor berpakaian seperti tentara kolonial!

Kenapa Harus ke Pulau Bidadari?

Sebagai salah satu cagar budaya, dengan fasilitas yang lumayan komplit,  Pulau Bidadari yang luasnya sekitar 6,5 hektar memiliki destinasi wisata unik. Di pulau ini terdapat prasasti dan benteng Martello, berupa reruntuhan yang menimbul- kan atmosfir romantis dan kuno. 

Pulau Bidadari juga memiliki sekitar 15 patung yang  menggambarkan suasana di jaman kolonial Belanda. Betapa tidak, dahulu pulau ini memang diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan. Ada beberapa cerita yang agak simpang siur memang, tapi aku tuliskan saja yang berdasarkan versi yang kudengar, yaa... 


Keistimewaan pulau yang indah ini, juga tak terlepas dari kekayaan alam yang bertaburan di seluruh area. 60 persen wilayah pulau ditumbuhi oleh tanaman tanaman langka. Sebut saja, ada pohon Sawo, pohon Kepuh (sterculia foetida), kayu hitam (diospyros maritama), aneka pohon buah dan hutan mangrove atau yang biasa kita sebut dengan hutan bakau.


Acara dibuka oleh MC yang kocak bernama Yos, dengan lafal 'r' yang samar, mengingatkan aku pada penyiar kondang Rico Ceper. Sesudah itu kami island tour, dipandu Yos dan Mang Udon mengunjungi beberapa obyek wisata yang dituju.


Sebagai turis lokal, terus terang aku kepo banget dengan reruntuhan benteng Martello -oh, it name comes from it's architect, by the way. Tapi, sebelum sampai ke sana, kita melewati cottage-cottage yang tersebar di seluruh pulau. Ada sekitar 60 buah cottage, dengan 10 buah Suite room



Suite Room Guranggo 
Bungalow 
Nama suite roomnya Guranggo 1,2,3 dan Bango 2a, 2b dan Napoleon. Lucunya, yang suite room adalah yang berada di rumah panggung. Sementara, kalo yang ingin honey moon menikmati ombak berdebur di bawah lantainya, silahkan memesan kamar yang terletak di tengah laut (floating room). Sensasional!

Oya, pernah ga terlintas kenapa pulau ini diberi nama Pulau Bidadari? Konon, jaman dahulu anak-anak meneer van Holland yang mampir berlibur ke sini berkulit  putih dengan hidung mancung, jadi saking cantiknya dijuluki bidadari. Ada yang menulis bahwa Pulau Bidadari ini dahulu tempat persinggahan Pangeran Jayakarta, namun dari sejarah, para kumpeni itu tidak membolehkan satu pun inlander tamasya keliling kota, apalagi ke pulau! Uugh..! 


Oya, yang unik, ada dua buah pohon besar yang dijuluki pohon jodoh dan pohon rejeki. Bagaimana bisa dijuluki demikian? Pohon rejeki adalah satu-satunya pohon yang bertahan hidup saat gelombang Tidar menghantam dan menghancurkan pulau pada saat Gunung Krakatau meletus tahun 1883.



The maze
Bagaimana dengan pohon jodoh? Konon, di sinilah salah satu bidadari van Holland itu sering berduaan, sehingga akhirnya para inlander asisten rumah tangga memberikan julukan ketemu jodohnya. Euh.. well, di bawah pohon jodoh ini juga katanya putri meneer itu dimakamkan. Wallahu alam....

Lewat dari pohon jodoh yang asri, kita akan melewati labirin atau maze. Sayang, maze ini lebih tepat disebut lorong, karena hanya berjarak sekitar sepuluh meter. Sumpah, aku tadinya pingin masuk ke labirin berliku seperti di film Harry Potter itu..


Pulau yang juga diperuntukkan taman wisata alam ini, Pulau Bidadari dilengkapi dengan pengetahuan tentang beberapa nama latin tanaman, namun tak semua pohon langka ada di sini, tentu saja. Sebagai anak yang lahir dan besar di Kalimantan, aku pernah masuk ke sebuah persemaian bibit. Kubayangkan satu saat Pulau Bidadari bisa memberikan penjelasan lebih rinci tentang pohon, tanaman dan riwayatnya!


Meet the great eagle!

Ada satu lagi pengetahuan yang -konon kabarnya- takkan kita temui di tempat lain. What is it? Di pulau ini, ada sarang burung Elang Bondol (Haliastur indus), salah satu satwa langka yang dilindungi. Burung ini menjadi maskot kota Jakarta, loh guys.. kalo gak percaya, gih pergi ke kawasan Cempaka Putih. Di sana, elang dan salak condet dijadikan patung selamat datang!
Sarang burung elang bondol 

Burung legendaris ini memang memiliki habitat hidup di tepi laut, dengan iklim yang lembab seperti rawa atau tepian hutan mangrove. Kutahu, elang bondol ada di Kalimantan juga, namun khusus spesies yang ini hanya ada di Kepulauan Bidadari. 

Kenapa burung ini hampir punah? Kebiasaan hewan pemakan bangkai ini adalah 'rajin' menyingkirkan anaknya secepat mereka bisa terbang! Iiish.. kejam sekali. Patutlah dia punah!


Menembus Waktu di Benteng Martello



Yes. Waktu seolah berhenti sejenak ketika kita memasuki kawasan puing Benteng Martello. Sesekali, seekor biawak berukuran besar melintas. Ia melenggang malu-malu ketika segerombolan crew ANTV berusaha mengambil gambarnya.

Benteng Martello adalah sebuah rangkaian tempat persembunyian senjata Belanda. Awalnya, benteng itu dibangun oleh pasukan Portugis sebagai tempat bertahan. Namun, ketika para meneer datang, mereka mengambil alih kepulauan Seribu ini. Benteng ini katanya terhubung ke dua buah pulau lainnya, dengan jembatan mau pun jalan bawah air. Kereeen...

Rusa totol (Axis axis)
Kalo kalian pernah pergi ke Monas dan Istana Bogor, pasti pernah melihat rusa imut yang satu ini. Sepintas, mirip kancil ya, soalnya yang ada di kandang ini gak bertanduk. Rusa ini diklaim berasal dari India atau Srilangka.


Ya sudahlah, gapapa juga.. yang penting dia betah ya hidup di Indonesia. Buktinya, dulu pertama kali di Pulau Bidadari cuma ada sepasang, sekarang sudah ada enam ekor. Hewan herbivora ini tadinya direncanakan untuk menjadi masterpiece dalam program anak Ayo Ke Laut, selain lumba-lumba. Tapi, apa yang terjadi? Kandang yang setinggi dua meter itu dilompati, dan .. mereka berlarian ke laut! Jadilah, sekarang rusa-rusa ini diberi kandang yang cukup tinggi.

Puas berkeliling, kami tiba di area bernama Saung Kreatif. Di sini ada beberapa percobaan yang dilakukan. Antara lain, pembuatan kompos dan mengolah kerang-kerang laut. 

Di area ini juga ada tempat refleksi kaki yang bikin mata melek dan ber "Ooh!" atau "Aah!" .. kalau tahan, jalan-jalan minimal duapuluh menit ya ..
Pulau di belakangku itu adalah Pulau Onroest dan Pulau Tidung 


Usai island tour, sudah tiba waktunya... makan siaang! Pihak viva.co.id telah menyiapkan menu makanan sederhana yang cukup nikmat, karena disantap setelah capek berjalan keliling.. hi hi hi... 

Kami juga melakukan ibadah sholat di mushola yang dekat area makan. Rindangnya pepohonan bikin ngantuk!

Usai ishoma, acara dilanjutkan di ruang serbaguna. Talkshow bersama pak Presdir, PT Sea breeze dan terakhir oleh Viva.co.id. 



16 comments:

  1. seumurhidup belum pernah aku ke Pulau bidadari mbak..enak sekali ya bisa senang2 bersama teman2 disana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak lah Dwi... secara.. mahal gituuu

      Delete
    2. Enak lah Dwi... secara.. mahal gituuu

      Delete
  2. huaaa... kapan ya aku bisa ke sana? hiks... bikin iri ini postingannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan aja lombanya,
      biar kalo.menang dapet voucher menginap di suite room ^^

      Delete
  3. Pulau Bidadari bagus ya...Aku pgn bgt menjelajahi semua pulau di kepulauan seribu....Semoga kesampaian ya. Doain dong, mba Tantiiii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku doaiiiiinnnnn.....

      kalo jumlah pulau di Kepulauan Seribu ada 108 biji, kali transportasi @250.000/ pax untuk sekali jalan, aaawwww.......

      Delete
  4. nanti nexttime tari ajakin ke Pulau Pramuka yah, disitu bagus lagi spotnya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya destinasi wisata laut emang menakjubkan ya Tari.. aku pingin sering sering kalo ga semahal itu...

      Delete
  5. keren artikelnya sangat menarik dan juga bermanfaat,
    thanks ya gan.

    ReplyDelete
  6. T O P dech, salam #anTusias ...

    ReplyDelete
  7. Coba kalo bneran ada bidadarinya :D

    ReplyDelete
  8. sangat bermanfaat gan,, ane tunggu ya artikel" selanjutnya.

    ReplyDelete
  9. Waktu ke pulau bidadari saya banyak ektemu bidadari cantik di sana Mba, bahkan kita foto bersama di bawah pohon jodoh. he,, he, he,,,

    ReplyDelete
  10. Ya ampuun, aku banting2 monito ini. Pingin ke situu. Ya ampuun, ada benteng, pohon jodoh di pulau. Semoga bisa ke situ. . .

    ReplyDelete
  11. seru jga kaya'a lburan ke pulau bidadari

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^