Thursday, May 25, 2017

DEPRESSION : LET’S TALK

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari.
Depresi disebut sebagai gangguan medis yang tidak bisa disepelekan. Jika tidak ditangani secara tepat, depresi bisa berakibat fatal hingga kematian. Maka, penanganan yang diberikan pun harus aman dan terjamin. Salah satu penanganan yang ditawarkan bagi penderita depresi adalah obat antidepresan. 

ASAL USUL KATA DEPRESI

Melankoli, kata Yunani untuk depresi, terbentuk dari dua kata ‘melas’ dan ‘chole’, yang berarti ‘hitam’ dan ’empedu’. 

Konon, "cairan empedu hitam" dianggap bertanggung jawab sebagai penyebab depresi. 

Menurut catatan dari berbagai sumber, sebagian besar informasi yang tersedia mengenai manik depresi sampai hari ini, berasal dari karya Aretaeus, Dokter Yunani, yang hidup antara tahun 30 dan 150 Masehi, di kota Alexandria. 

Sedangkan menurut Ibnu Sina (Avicenna) dari Persia, ada perbedaan antara gangguan bipolar (gila) dari gangguan mental lainnya seperti skizofrenia dan mania.

Konsep modern yang berkaitan dengan manik depresi dikembangkan pada 1850-an. Emil Kraepelin (1856-1926), seorang psikiater dari Jerman mempelajari perilaku orang dengan gangguan bipolar. Dalam studinya, Kraepelin menemukan bahwa pasien gangguan bipolar menunjukkan gejala seperti mania dan depresi, namun tahapan gejala-gejala ini diikuti oleh fase bebas dari stres atau normal.

Pengobatan kasus depresi sendiri baru dikembangkan sesudah Perang Dunia ke 2. 

Ada fakta unik sehubungan dengan gangguan bipolar ini. Banyak tokoh terkenal seperti Goethe, Leo Tolstoy, Theodore Roosevelt, Abraham Lincoln dan Winston Churchill menderita gangguan bipolar. Bahkan, maestro dunia seni seperti Affandi, disebut sebut juga menderita gangguan bipolar!


SIAPA SAJA YANG BISA TERKENA DEPRESI?
Semua bisa.

Satu kata ini, depresi, adalah sebuah kata yang sering kita dengar dari berbagai kalangan. Mulai dari lingkup profesional, pengajar, hingga ibu rumah tangga. Bahkan, kabarnya sekarang usia muda pun bisa terkena depresi!

Menurut World Health Organization (WHO) depresi itu adalah salah satu gangguan mental yang sering terjadi di seluruh dunia dengan lebih dari 300 juta orang dari segala usia menderita depresi, dan meningkat 18% antara 2005 hingga 2015. 

Depresi bermula dari stres, tentu saja.

So, bertempat di Penang Bistro Oakwood, Kuningan Jakarta, RSJ Dharmawangsa, PDSKJI dan PT Mersifarma TM mengajak masyarakat rayakan Hari Kesehatan Dunia.

Temanya adalah meningkatkan kepedulian terhadap kondisi depresi sekaligus peluncuran ELXION® sebagai pilihan dokter dalam memberikan "terapi depresi"

DEPRESSION : LET’S TALK
Bayangin, WHO sudah menyatakan bahwa gangguan depresif berada pada urutan keempat penyakit di dunia. Dan sedihnya, gangguan ini menyerang di usia produktif antara 20 - 50 tahun!

So, apa sih, penyebab utamanya?
KURANG KOMUNIKASI! 

Yes, kurangnya dukungan terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental, ditambah dengan ketakutan akan adanya stigma, mencegah banyak orang untuk mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan untuk hidup sehat secara mental.

Sehubungan dengan fakta tersebut, maka pada Hari Kesehatan Dunia 7 April 2017, WHO mengangkat tema “Depression: Let’s Talk” dengan tujuan utamanya untuk mengajak seluruh warga dunia agar mau membantu dan menyikapi dengan baik orang yang mengalami gangguan mental khususnya depresi. 
LANGKAH PENCEGAHAN DEPRESI

  • Bicara.
    Bagi seseorang yang hidup dalam depresi, berbicara dengan orang yang mereka percayai adalah langkah pertama dari tahap penyembuhan dan pemulihan.
  • Berkonsultasi pada ahlinya.
    terutama untuk mereka yang hidup di kota besar, dimana faktor "berteman" dan "bertetangga" adalah sama dengan hidup sendiri sendiri, konsultasi dengan ahli adalah salah satu solusi
  • Meminum obat-obatan anti depresan
Untuk itu, di Indonesia juga cukup banyak yang berperan aktif dalam tangani depresi ini. Kolaborasi ini antara lain melibatkan :
  • Kemenkes, 
  • Arsawakoi (Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia) 
  • Organisasi Profesi PDSKJI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia 
  • Rumah Sakit Jiwa Dharmawangsa
Rumah Sakit Jiwa Dharmawangsa yang bertempat di Jl. Dharmawangsa Raya 13 Kebayoran Baru, adalah RS swasta tertua di Indonesia,  ikut serta mensukseskan Hari Kesehatan Dunia, dengan mengadakan seminar nasional bertajuk “Neuropsychiatric Symposium on Depression and Anxiety” yang ditujukan kepada para psikiatri pada tanggal 20 Mei 2017.

Rumah Sakit Jiwa Dharmawangsa didirikan di Jakarta pada tahun 1959 oleh Prof. Dr. dr. R. Kusumanto Setyonegoro, Sp.KJ. Dimulai dengan hanya terdapat fasilitas rawat untuk 20 orang, dan menjadi 55 tempat tidur sanatorium lengkap. 

Fasilitas yang disediakan RSJ Dharmawangsa adalah layanan kesehatan mental, yang meliputi perawatan kejiwaan rawat jalan, rawat inap pelayanan, perawatan psikologis klinis, pelayanan sosial, serta berbagai konseling dan konsultasi, pengobatan psikiatri. 

Fasilitas penunjang lain yang disediakan di Rumah Sakit Dharmawangsa seperti Elderly Day Care Center, Alzheimer Treatment Center, Laboratory, Drugstore, Psychological and Social Service Division, Library, Public Mental Health Education, Indonesian Psychiatric Quarterly Publication. Rumah Sakit Jiwa Dharmawangsa selalu mengupdate secara berkesinambungan mengenai terapi bagi pasien nya.



RESIKO KESEHATAN 

YANG BERKAITAN DENGAN DEPRESI
PT. Mersifarma TM, sebagai salah satu perusahaan farmasi di Indonesia yang sejak awal berdirinya selalu konsisten dalam mendukung masalah kesehatan jiwa di Indonesia melengkapi range terapi untuk mengatasi Depresi dan Ansietas dengan menghadirkan ELXION® (Escitalopram) di Indonesia. 

Presiden Direktur PT Mersifarma, F. Tirto Kusnadi

Dr. Eka Viora SpKJ
Ketua PP PDSKJI
Dr. Richard Budiman SpKJ(K)Direktur Utama RSJ Dharmawangsa

ELXION® menambah pilihan dokter dalam memberikan terapi pada pasien khususnya pada kasus Depresi Ansieti (cemas). ELXION® (Escitalopram)

Selain berbicara dengan orang yang dipercayai, pada kasus depresi untuk menunjang keberhasilan terapi perlu diberikan obat-obatan antidepresan. 


Saat ini yang banyak digunakan untuk terapi depresi adalah obat-obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor). 

Obat-obatan yang termasuk di dalam golongan SSRI ada beberapa, termasuk didalamnya ada Escitalopram. Dibandingkan golongan antidepresan SSRI lainnya Escitalopram berkerja lebih cepat, memiliki tingkat aseptabilitas yang tinggi dan memiliki efikasi sebagai anticemas.

Mengapa Escitalopram lebih unggul dibandingkan antidepresan lainnya?

Escitalopram mempunyai “Dual Action” yaitu:

  • Bekerja pada Primary Site di jalur penghambatan proses reuptake serotonin
  • Berikatan pada Allosteric Site
Escitalopram juga memiliki efikasi sebagai anticemas, hal ini sangat membantu terapi cemas yang selama ini menggunakan obat-obatan golongan benzodiazepine yang dapat menyebabkan ketergantungan pada pemakainya. 

Dengan menggunakan kombinasi dengan Escitalopram dengan menurunkan dosis golongan benzodiazepine secara bertahap dapat menurunkan resiko ketergantungan obat.

Diharapkan setelah acara seminar nasional kesadaran mengenai depresi dan juga peningkatan layanan kesehatan mental yang berkelanjutan dapat diakses oleh semua orang, bahkan di tempat terpencil di dunia. 


Selain itu Dokter-Dokter Psikiatri yang hadir semakin mengenal ELXION® & memilih ELXION® sebagai terapi pilihan bagi pasien-pasien mereka

SEKILAS TENTANG PT MERSIFARMA

PT Mersifarma Trimaku Mercusana adalah salah satu perusahaan farmasi dalam negeri yang fokus pada produk Kesehatan Mental,Central Nerves System , internal medicine dan juga antibiotik yang memiliki standard kualitas terbaik di pasarnya. 


Berdiri sejak tahun 1997 dan memiliki komitmen untuk selalu memproduksi produk kesehatan dengan kualitas terbaik di pasarnya. Kita bisa melihat produk sejenis di website www.mersifarma.com

6 comments:

  1. Kebanyakan yang dipikirin kali yaak

    ReplyDelete
  2. Klo stress dipendam sendiri pasti akan berlanjut depresi ya mba. Agak susah untuk org intovert membagi perasaannya. Nah aku termasuk introvert. Cara menyiasatinya adalah, melampiaskan rasa stress dengan lenulis atau ngomel ke suami. Hehe untung suaminya udah bisa paham klo aku marah2 berarti lagi stress.

    ReplyDelete
  3. Ada orang terdekat yang mengerti akan sangat menolong bagi yang trekena depresi, ya :)

    ReplyDelete
  4. Inget Marshanda yg kena Bipolar juga kan yaa, stress kalau berlarut-larut juga bahaya.
    Btw Pernah ngerasain pas lagi stress terus curhat sama temen aja berasa lega, walaupun terkadang belum nemu solusinya tapi dengan jadi pendengar yang biak udah bisa meringankan beban hehehe

    ReplyDelete
  5. Saya lebih baik bicara dari pada dipendam sendiri, salah satunya untuk menghindari depresi itu

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com