Thursday, February 22, 2018

JELAJAH DIENG YANG MISTERIUS



Traveling leaves you speechless, then turns you into a storyteller. Traveling offers you a hundred roads to adventure, and gives your heart wings! Traveling gives you home in a thousand strange places, then leaves you a stranger in your own land.
Kisah perjalanan Ibnu Batutah, seorang pengembara sejati berasal dari Maroko itu, telah lama memikat hatiku.

Quotenya menantang, sekaligus memberi semangat, bahwa melihat sisi lain dunia, tak hanya memperkaya pengalaman namun juga memperluas cakrawala. Benarkah? 

Sekilat info, aku memang lama bermukim di perbatasan Sabah, sehingga dalam tahun-tahun masa kecilku, bolak-balik keluarga kami melintas sekedar untuk jalan-jalan ke Tawau, Sandakan, Kuching dan Lahad Datu. Itu berjalan hingga aku usia 16 tahun, yaitu ketika almarhum Bapak masih bertugas di Tarakan - Samarinda - Balikpapan.
Masa remajaku di Jakarta. Dan, lazimnya remaja "normal", masa remaja biasanya adalah masa bokek. Udah mulai kenal uang saku dong, sehingga kalau ada apa-apa, Ibu pasti tanya, "Lah, kan udah dikasih uang saku? Dihemat dong, kalau mau pergi atau mau beli sesuatu!"
Nah, modal minim, kantong tipis mahasiswa membuat aku yang punya semangat bertualang ala Lima Sekawan, lebih senang menghabiskan waktu dengan ... hiking dan naik gunung, tentu saja.

Ada di tulisan ini nih.. Sabtu Merindu



Saat mahasiswa, aku sempat hendak ikut dalam program pertukaran pelajar ke Jepang, sayang tak jadi, karena alasan yang tidak pernah kupahami sesudahnya. Menyesal? Tentu saja, tapi ya sudahlah.. aku bertekad hendak mengelilingi dunia, tapi tidak dengan biaya orangtua, namun sebisanya dari kantong sendiri.


Tahun 1994 hingga 1999 akhir, kubuktikan dengan bepergian keliling Indonesia dan berangkat bersama Ibu ke Beijing, Guangzhou dan Hongkong. Pake biaya sendiri alias dari kantor.






Rencana bepergian ini, "tertunda sejenak" sesudah berkeluarga dan punya empat anak yang lucu-lucu. Terbayang rempongnya juga, yaa.. plus biayanya itu loh! 
Baru terpikir untuk kembali jalan-jalan, sesudah anak-anak mulai besar. 
Kemana?
Without a doubt, keinginan pertama adalah jelajah Indonesia dulu dong... Indonesia is one of favorite travel destination in the world!
Sesudah kemarin jelajah Jawa Timur - Jawa Barat dan Jawa Tengah, kali ini keinginan aku sekeluarga adalah ke Dieng, Wonosobo
Sumber : javahiddenplace.blogspot.id
Keindahan Dieng yang misterius ini, sebenarnya sudah pernah kudatangi duluuu sekali, waktu itu aku masih kelas 1 SMP kalau tidak salah. Dan, sesudah googling, aku kembali terpesona. Banyak sekali obyek foto indah yang bisa kutangkap jika aku kembali ke destinasi ini. Apalagi, kali ini aku akan bersama anak-anak.. uuuh.. pasti seru!
Dieng Plateu, adalah dataran tinggi berawa yang membentuk lantai kompleks kaldera di kompleks gunung berapi aktif Dieng dekat Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Disebut sebagai "Dieng" oleh orang Indonesia, berada di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut yang jauh dari pusat populasi utama. Nama "Dieng" berasal dari Di Hyang yang berarti "Rumah Dewa"
Nah, aku bikin corat-coret to do list sebelum Liburan Akhir Tahun ajaran baru ini.
  • Harus sehat. Yes, untuk bisa bepergian, kondisi tubuh kudu prima. Untuk itu, anak-anak harus jaga kesehatan. 
  • Tentukan skala prioritas. Untuk urusan ini, google banyak membantu dalam urusan mau ke mana dulu - makan di mana - nginep di mana. Untuk jalan-jalan, aku tidak terlalu suka ikut tour, karena kemauan anak-anak yang suka berbeda he he.. 
  • Transportasi dan penginapan. Aaah, thank God, untuk urusan ini, hadooh.. jaman now yaa.. ada traveloka, tentu saja! Untuk ini, nanti kujelaskan yaa..
  • Sedia yang tak terduga. Nah, untuk preparing all of these, aku harus menyiapkan dana cadangan, dan waktu lebih seminggu sesudah kembali ke rumah, jaga-jaga kali aja ada yang sakit atau mampir ke mana dulu gitu..
Hunting tiket pesawat dan hotel sebagai akomodasi
Beda dengan jaman old, jaman now kita bisa hunting dulu. Terbukti ternyata cara ini sangat mudah sekaligus saving time. Pertama, aku cek harga tiket - lalu tentukan destinasi wisata sekaligus hotel yang ingin aku kunjungi.

Kalo selama ini pesan tiket dan booking hotel terpisah, maka di traveloka bisa sekaligus jadi paket wisata. Kita juga bisa lihat ulasan tentang hotel itu dulu.


Aku coba pesan tiket pesawat dan hotel terpisah.








Ini harga di traveloka sesudah paket klik di sini 


Nah, terlihat di atas, Traveloka sudah selangkah lebih maju dengan pemesanan tiket dan hotel sebagai satu paket. Jadi, kita tinggal memasukkan jadwal tanggal, dan .. klik! “pesan paket pesawat dan hotel” Traveloka secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Hoplaaa.. bisa terlihat pilihannya.

Kebayang kan, 20 persen yang dihemat untuk 5 orang, which is sekitar 2 jutaan (IDR 2.527.000), waah... bisa untuk nambahin jajan dan beli oleh-oleh!

Anyway, destinasi wisata yang bisa kita kunjungi apa saja? Dari situs Paket Wisata Dieng, ada beberapa, yaitu:

Obyek Wisata Dieng

  • Sunrise Sikunir
  • Telaga Cebong
  • Bukit Sidengkeng
  • Batu Pandang
  • Telaga Warna dan Telaga Pengilon
  • Spot Candi Arjuna Dieng dari Museum Kailasa
  • Gardu Pandang Tieng
  • Bukit di Kawah Sikidang
  • Telaga Dringo
  • Kawah Candradimuka
  • Telaga Merdada
  • Komplek Candi Arjuna
    Sumber : Oystein Lund Andersen
Telaga Warna
Sumber : Oysteinlundandersen.com

Oya, pilihan kuliner selama di Dieng apa aja?

Dikenal sebagai daerah dingin, tentu saja yang paling enak, selain makan tempe kemul (tempe yang digoreng menggunakan tepung) adalah Mie Ongklok khas Dieng.

Pulangnya, bawa Carica, sejenis pepaya yang sudah dibuat manisan. Segaaar!

mytrip123

mytrip123
Yuk, bayar!
Nah, sesudah terpesona liat pemandangan yang bakalan kami datangi, plus ngiler liat kuliner khas Dieng, paling tepat adalah... bayar!

Enaknya di traveloka ini, ada fasilitas refund, sehingga jika tidak jadi, minimal bisa kembali deh 50% dari uang yang kita bayarkan.

Cara membayar gimana?
Jangan lupa, cara bayar ini kadang bisa bikin jengkel, ya.. karena di beberapa tour and travel mengharuskan tunai. Untung di traveloka tidak.  Cukup transfer saja, dan sesudah itu kita langsung bisa dapat konfirmasi melalui email untuk nomor tiket dan ketersediaan penerbangan dan hotel yang sudah kita pesan.

Semua kulakukan hanya dengan duduk manis depan komputer tersayang, klik link yang kuinginkan, pesan paket, tentukan penerbangan dan hotel.

Sesudah itu, tinggal bayar dengan credit card atau bank transfer payment - aku kebetulan gak pake online, jadi pergi ke ATM terdekat.

Print out tiket dan hotel sesudah itu, kulakukan agar mudah mengingat, plus ... menjadikan impian hanya 5 cm dari pikiran. Mudah, kan?

Kamu juga mau pesan? Bisa kok!

4 comments:

  1. Tjantiknya itu mak Tanti sewaktu ke Beijing..btw aku pun pengin ke Dieng sama sekali blom pernah. Siap-siap hunting paketnya di traveloka ah siapa tau pas dapat murah ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaaiii haiii jeng, kangen banget ih aku sama dirimu

      Iya nih, hunting tiket sekarang di traveloka ajalah ^^

      Delete
  2. Wowww Bunda dulu kuyus :D cantiknya..
    Haha waktu aku ke Dieng, nyobain minuman purwaceng, Bun, dan gak tau itu untuk apa hahahaha.
    Yuhuww ku mau siap-siap pesen tiket ahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaahah Ichaaaa

      makasih, kapan ya bisa balik kuyus lagi kek gitu *malu

      Iya kudu ke sana minum purwaceng hahahhahaa

      Delete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan email amelia_tanti@yahoo.com