Tuesday, February 6, 2018

REUNI, YAY OR NAY?


Sejak dunia hanya selebar layar gadget 7 inch,

reuni menjadi trend baru. Yang tadinya kesulitan mencari teman-teman lama, yang dulu pernah dekat di hati, hingga menengok sejenak ke belakang, memaknai dan kilas balik perjalanan sekarang tak susah payah lagi mencarinya. 

Biasanya, reuni berlangsung di mantan alumni SMA atau SMU atau lulusan suatu perguruan tinggi. Biar pun sekarang kulihat, ada juga reuni teman-teman SMP dan SD.

Arti Sebuah Reuni
Ada banyak makna di balik reuni, tidak cuma stalking mantan pacar... gimana keadaan dia, sama siapa dia sekarang menikah, apakah hidupnya bahagia, atau masih ingat-ingat manja dulu dengan kita *curcol *oke skip
  • Reuni adalah upaya mempertemukan kembali yang dulu pernah bersama, memutar memori lama di otak, mencegah alzheimer dan sebagai sarana kilas balik kehidupan seseorang
Indeed
fungsi penting reuni, ternyata memperbaiki fungsi bagian otak yang mengurus kesenangan, memutar kembali memori adalah suatu upaya mencegah penyakit Alzheimer yang memang suatu saat kelak akan menghampiri manusia, hanya dapat terjadi dalam waktu cepat atau lambat.

Momentum 
Menurut KBBI, momentum ini dimiliki oleh benda yang bergerak. Momentum adalah kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan gerakannya pada kelajuan yang konstan. Momentum merupakan besaran vektor yang searah dengan kecepatan benda.

Jadi kalau kamu masih hidup dan bergerak, kamu punya momentum. 


Nah momentum ini yang buat sebagian orang jadi manfaat reuni, sebagai kenangan yang merupakan sarana melihat kembali pada diri kita beberapa tahun ke belakang. Dengan melihat masa lalu, seseorang akan mengerti bahwa kehidupan yang dia jalani selama ini merupakan suatu hal yang sangat penting. 

Setiap orang yang berjalan dan memiliki kenangan pasti akan membuat momentum, atau kenangan dirinya agar dapat selalu mengingat bahwa dia berkembang. Melalui sebuah reuni, seseorang juga bisa mendapatkan self esteem. 

Saat reuni, pasti bertemu dengan teman-teman lama yang tentunya mengetahui sifat kita yang dulu. Kita juga dapat mengetahui jalan hidup teman-teman lama. Reuni adalah salah satu jalan menyambung dan memelihara tali persaudaraan, persahabatan, silaturahmi yang sangat dianjurkan.

Perubahan Fisik dan Mental
Setelah berpisah bertahun-tahun, semua orang pasti berubah. 

Selain menua, kepribadian kita juga pasti mengalami banyak perubahan baik secara fisik, sosial dan spiritual.

Perubahan fisik seperti bentuk tubuh, dulu gemuk sekarang langsing, dulu langsing sekarang subur, dulu cantik sekarang lebih cantik, dulu ganteng sekarang tambah ganteng, dulu kurang sehat sekarang fit dan lain sebagainya.

Perubahan status sosial, karena kariernya yang cemerlang, karena jabatan yang terus menjulang, karena bisnisnya yang berkembang pesat, seseorang bisa menjadi kaya dan terpandang atau sebaliknya masih prihatin karena bisnisnya kena krisis ekonomi, prihatin kena PHK dan aneka perubahan status sosial lainnya.

Perubahan spiritual, dulu nakal sekarang alim, dulu suka mencontek sekarang menjadi guru, dulu sopan sekarang lebih santun, dulu jarang sholat sekarang taat, dulu melihat gereja saja malas sekarang setiap hari melakukan pelayanan rohani.
Lewat reuni, kita akan mengetahui, bahwa hidayah itu mahal harganya. Tak semua orang bisa menikmatinya. Maka, genggamlah ia lebih erat lagi, laksana harta berharga, yang tak ingin kita lepaskan.
Manfaat Reuni dan Berlalunya Waktu Dengan Cepat
Reuni itu bisa menghilangkan stres dan depresi berat.

Yes, bertemu dengan teman yang bukan dari bagian kehidupan sehari-hari jelas menyenangkan.

Mereka kan nggak tahu, sehari-hari kita gimana. Kita datang dengan niat ingin bercerita ringan, santai, membicarakan masa lalu, dan sedikit curcol tentang hidup jaman now. 

Dukungan emosi yang didapatkan dari teman dan keluarga mampu meringankan beban dan masalah seseorang. 

Pulang reuni, biasanya seseorang merasa lebih bahagia. Beban dan masalah yang awalnya ia tanggung sendiri hingga membuat ia stres dan depresipun akhirnya berkurang bahkan hilang dan berubah menjadi sebuah keceriaan. 

Seorang professor medis Teresa Ellen juga menjelaskan, dukungan dan hubungan sosial seseorang mampu membuat tekanan darah, gula darah, metabolisme, dan stress hormonnya lebih stabil.
Pelajaran lainnya, lewat reuni, kesadaran kita seperti disentakkan, bahwa waktu ternyata berkelebat begitu cepat. 
Waktu saya menghadiri reuni SMA sekitar tahun 2006, saya baru punya anak ke 3, dan ketika reuni kecil tahun 2016 lalu, saya dikejutkan dengan fakta bahwa hampir tiga puluh tahun sudah saya meninggalkan sekolah menengah!
Pemikiran ini hanyalah untuk menghela diri agar senantiasa waspada, bahwa waktu tak pernah berhenti berjalan. Setiap jenak yang lewat takkan pernah dapat ditarik kembali. Kewaspadaan ini pada gilirannya akan menghilangkan kebiasaan kita menunda-nunda perbuatan baik.

Waktu kita tak lama. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Atau, meski Allah mengaruniakan kita umur panjang, kebiasaan menunda akan menjebak kita, dan membuat kita terkejut ketika menyadari batas akhir perjalananan kita sudah dekat.

Sensasi Di Balik Reuni, Menolak Lupa
Di balik sejuta alasan, sebenernya secara umum ada satu alasan tersembunyi. Bertemu teman-teman masa dulu, bisa mengingatkan kita masa-masa remaja yang -katanya- paling indah. 

Reuni memberikan sensasi kembali muda, meski mungkin kita sebenarnya sudah separuh baya. Tempatnya bisa berbeda, tapi biasanya di kafe atau tempat-tempat sejenisnya. 

Usai reuni, bahkan pada saat reuni, siaran langsung diadakan, dan foto-foto beterbangan. Sosial media marak. Teman-teman yang tidak hadir ramai mengomentari. Keceriaan pun merebak, menular, tak kenal batas demografis. 

Etapi... Perlu Tidak Ya, Masuk Grup WA Alumni?Saya sih, no.

Sebetulnya saat ini ditulis, saya share di WAG Blogger dan salahs atu blogger senior, Elisa Koraag yang akrab kami panggil Bun Cha atau mami Cha - bebas.j
Nah, beliau bilang, "Gue jawabnya Yay, dong. Tapi belum tentu mau gabung di grup WAnya,"


Waaa. ini dia!

Aku juga bukan penggemar grup WA Alumni. Selain disitu ada mantan -yang konon tambah ehem ehem- ada beberapa alasan yang kudiskusikan dan sepakat untuk kutulis di sini poin-poinnya.


  • AwkwardKita emang pernah kenal,  walo pun sejujurnya yang aku kenal dekat malah sekarang menjauh, dan yang jauh malah jadi dekat di grup WA, karena secara kebetulan pernah ketemuan. Nah jadi awkward gak, pas kita berdua rame ngobrol dan si dia yang dulu sohib merasa.. "Ih, kamu lupa ya ama aku, sahabatmu?"
  • Obrolan sering tidak nyambung.
    Perlu ditulis gede-gede. Berlalunya waktu emang mengubah segalanya. Si A yang dulu item dekil ingusan tapi pinteran dikit karena udah Master degree bertemu dengan si C -dulu anak orang kaya gonta ganti mobil dan perlente- tapi malah pernah jadi napi. Dan, kebayang dong, WAG situesyennyaaa
  • Dakwah terselubung
    Satunya inget mati melulu trus posting pembicaraan dakwah ukhuwah islamiyah sehari 3 kali padahal isi grup ada yang Budha - Kristen - Katolik dan ada yang terang-terangan bilang kalo dia atheis.. alamakjreng
  • Parenting ga pada tempatnya
    Satu lagi -sebut aja Mawar- baru nikah, telat kawin ngejar karier, baru punya anak ABG dan ngomongin anaknya terus... Satunya bernama Bunga,  udah janda dengan anak dua,  satunya jomblo sejati belum nikah karena study di Jerman gak pulang-pulang,  sementara satunya udah oma-oma dan opa-opa udah nyekolahin anak sampe selesai jadi pendeta terkenal dan cucunya juara kelas. Sok, mangga ningali apa yang terjadiiii? Yup.  Gak bakalan nyambung lagi... Kenapa? Simak terus yaaa
  • Si Kompor Gas
    Alasan tidak enak ada di satu grup yang anggotanya beragam tuh antara lain karena adanya seseorang yang terus terusan jadi gong (baca: kompor) . Misal saat si Mawar cerita ABG nya juara basket, dia yang "Yeaay, selamat! Keren! Di mana tuh?  Bakat apa latihan?" lalu grup heboh bicarain bakat atau enggaknya anak masing-masing. 
Tapi pas si Oma nyinyirin mantunya yang gak pernah ke gereja bareng, doi juga sotoy, "Oooh, masaaak? Terus gak lo suruh panggil aja tu pendeta ke rumah usir setan? Trus laki lo belain elo apa dia? " lalu grup kembali rame bahas setan,  geng setan, sampe ruqyah...  
  • Nah menurut kalian,  enak ngga buat si Jomblo atau simbak yang udah janda pembicaraan absurd gini?  Kalo kata BunCha... Ngabisin energi positif!
  • Membuka yang nutupin aib
    Ingat gak, dulu di kelas ada aja yang aibnya segambreng? Ada yang tukang ngupil jorok, ada yang tukang nyomotin jajanan, ada yang ngegebet pacar temennya, ada yang cengeng, ada yang .. nyolong kalkulator? Nah, kebayang kan.. pas dia di grup berusaha nyampur tanpa inget aibnya lalu ada yang nyeletuk, "Eh, elo kemanain tuh kalkulator si mpok dulu?" .... weng weeeeeng....

Segitu buanyaaak alasan yang WAG situesyen-nya buat Mami Cha dan gue eh aku urung jadi anggota grup WA alumni. Hahahahhahaa.. kamu?

Ada Yang Menolak Reuni
Tapiii... 
sama halnya Cinta menolak kembali cinta Rangga, ada sebagian orang yang menolak hadir di reuni, karena orang ini enggan berurusan dengan masa lalu. Cinta yang ditolak, kondisi ekonomi menurun drastis, atau enggan bertemu dengan "musuh lama" yang pernah merebut bapaknya.. yes, bapaknya! 

*mmm... eeeh, apa katamu? 
"Sst.. jadi, itu ibu tiri dong?"

Lantas kepo.

BTW. Reuni juga bisa menyakitkan, jika niatnya hanya hendak membandingkan atau menyombongkan harta. Si A yang istri pejabat, merasa perlu bercerita tentang perjalanan ke luar negerinya baru-baru ini, atau si B yang emang pejabat, merasa malu kalau tidak berkomentar tentang olahraga golf yang sekarang ia gemari.

Secara tak langsung, sebagian wanita membeli berbagai peralatan aksesoris dan tas serta baju baru, melangsingkan badan dan mengamplas wajah agar saat foto bersama, dan diunggah ke medsos akan ada komentar, 
"Aiiih... kamu masih awet muda yaaa!" 
Lalu yang diberi komentar tersenyum (pura-pura) tersipu malu, sambil bilang, 💮💮💮💮💮"Rasain elo semua barisan para mantan, biar mampus nolak gue dulu!" 💮💮💮💮💮💮
Ini memang cara salah dalam memandang reuni. Mudah-mudahan tak ada yang demikian. Kamu engga, kaaaan! Iya, kamu!

aku sih gitu.... *eeh... 😎😎😎😎😎😎

Reuni Syariah
Dari sisi agama Islam, 
(aku muslim soalnya) ada beberapa pandangan yang mengulas reuni dari sudut pandang syari'at. 

Siap-siap, ini agak berat.

Saat kita diundang acara reuni, kita boleh hadir. Bahkan, hukumnya wajib hadir saat diundang silaturahmi, kecuali berhalangan. Anak sakit, dilarang suami, atau nggak punya duit buat ongkos, misalnya.

Nah, sayangnya, dalam acara reuni tersebut beberapa saudara kita menambahkan acara-acara maksiat seperti musik atau ikhtilath (campur baur). 

Ini sumbernya dari majalah Ummi juga, ya.
Islam mengajarkan bahwa bersilaturahmi merupakan perkara wajib, yang bila dilanggar maka akan mendapat dosa di sisi Allah. Tapi kita harus tahu, bahwa konteks silaturahmi dalam Islam adalah menjaga hubungan baik dengan kerabat yang berstatus rahim-mahram. 
Bagaimana dengan menjaga hubungan yang satu rahim tapi non-mahram? Islam menghukumi tidak wajib. Dari konteks di atas dapat dipahami bahwa reuni hukumnya haram, jika kita melakukan aktivitas ini dengan orang yang bukan mahram, haram hukumnya berkhalwat (berdua-duaan), haram melihat selain wajah dan kedua telapak tangannya, dan juga haram melakukan ikhtilath (bercampur-baur antara pria dan wanita).

Gaes...
Ini bertentangan dengan fakta reuni kekinian, dimana kita ditempatkan di tempat yang sama antara pria dan wanita (ikhtilath), membicarakan keadaan dan melepaskan kerinduan. 

Islam sangat istimewa dengan keluasan hukum syar'inya. Konteks reuni bisa diartikan sunnah tatkala kita tidak melanggar aturan khalwat dan ikhtilath. Artinya reuni hanya terjadi antara laki-laki dan teman laki-laki serta perempuan dengan teman perempuan. 
"Tidak boleh bagi seorangpun menghadiri majelis yang di dalamnya terdapat kemungkaran atas pilihannya sendiri kecuali alasan darurat sebagaimana disebutkan dalam hadits, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan ahri akhir, maka jangan ia duduk di hidangan yang dituangkan khomr." (Majmu' Al Fatawa, 28:221). - Ibnu Taimiyah
Sifat 'ibadurrahman, yaitu hamba Allah yang beriman juga tidak menghadiri acara yang didalamnya mengandung maksiat. 
Allah Ta'ala berfirman, "Dan orang-orang yang tidak menghadiri az zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya." (QS. Al-Furqon:72). Yang dimaksud menghadiri acara az zuur adalah acara yang mengandung maksiat.

Lebih jauh, maka reuni itu boleh, asal
 selama tidak melanggar syari'at dan jadikan niat bertemu tujuannya karena Allah SWT semata. Bukan hura-hura yang menghabiskan waktu apalagi mengulang kenangan lama seperti mau melihat bekas pacar apalagi yang sudah berkeluarga.

So .. 
bicara masalah reuni, semua tergantung sikap dan sudut pandang masing-masing. Tergantung kalian mau menyikapi bagaimana.. 

see you .. ^^



** Referensi
1. https://snowyautumn.wordpress.com
2. https://fenorevanisya.blogspot.com
3. https://rumaysho.com
4. https://sinaragama.org
5. https://alfawzan.af.org.sa/node/10231

10 comments:

  1. Tertarik sama poin mencegah penyakit Alzheimer nya mba, bener juga ya secara gak langsung "memaksa" ingat masa lalu. Hahaa

    ReplyDelete
  2. Ternyata ada banyak macam reuni ya mak, yang bagian perubahan fisik..hahahha berubah jadi melebaarrrr

    ReplyDelete
  3. Ngakak. Apapun alasan mau/gal mau reuni. Kembali pada masing2. Ingat loh. Tujuan reuni (yg better) menyambung silaturahmi. Ketika tujuan betgeser, silakan tentukan sikap. Saya mAh gitu.

    ReplyDelete
  4. Saya demen reunian malah ehehhehe

    Makasih mbak jd tau jenis2 reuni

    ReplyDelete
  5. iyaaa beneeer paling males di grup wa, jadi aku yg ceriwis ini silent reader aja, kadang2 malah clear chat langsung saking kebanyakan chatnya *ngaku 😂

    ReplyDelete
  6. Ideem, aku juga suka nggak nyaman ada di grup WA alumni. Biasanya kalau dimasukin ke WAG gitu, aku bertahan paling lama seminggu. Trus pamit deh. Hehe

    ReplyDelete
  7. Aku sih suka2 aja reuni. Tp aku paling males sih itu yg dakwah terselubung d grup wa apapun 😂

    ReplyDelete
  8. Saya dong masuk ke group Alumni, tapi jarang ikut reuni. Bener ada yang suka ngebuka aib masa lalu, padahal itu kan sudah berlalu. Apalagi saat ini sudah ketahuan yang dibuka aibnya sudah memiliki keluarga, kan takutnya malah jadi nginget yg dulu yaaa. Ah sudahlah, saya toh sekedar srolling yang penting aja di group alumni, hehee

    ReplyDelete
  9. Ya, ampiyuuun, Tanti...pinter banget banget sih lo, hehehe...salut bngt sama Tanti nih, jadi mikir si bunda koq gw gak punya temen reunian dari SD, SMP or SMA, ya. Maklumlah sekolahnya mulai thn 1953 hihua...jd madih tain jebot gak kepikir soal nyatet nomor2 telepon temen...Eeetapi sejak pensiun punya donk EA Grup yg so sweet sesama member grup. Asyyik kl udah ketemuan...kita cukup seru ngomongin sesuatu yg umum ajah.

    ReplyDelete
  10. Hahhaaa mak neeng, aku anti banget di grup alumni, beberapa kali keluar lalu dimasukin lagi, malesin, lagian yg diobrolin suka ga banget deh, aku ndak suka ngobrol2 kalo ga ada perlunya hhahahha ..Udah izin sih,kalo adaa apa2 monggo japri ajah wkwkkw

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan email amelia_tanti@yahoo.com