Monday, June 9, 2014

BERCANDA DAN SOPAN SANTUN

Banyak orang yang -nggak mau- tau, bahwa bercanda dan sopan santun itu erat kaitannya. Lebih parahnya lagi, ada orang-orang yang terbiasa bercanda dengan mendiskreditkan orang lain. Bercanda secara fisik dan strata sosial, sepertinya tidak lucu buat sebagian orang...

Pinjam gambarnya Stephanie Payne
Hey guys & gals..
jika Anda merasa Anda adalah orang yang hebat, super, dan diberi kemudahan lebih dibanding orang lain, dan fisik Anda sempurna... plis plis.. gunakan aura positip Anda itu untuk menolong orang lain, untuk membangkitkan semangat orang lain. Basicly, walopun orang itu memiliki susunan gigi maloklusi Ada yang ‘tonggos' (protrusif) alias gigi rahang atasnya maju, ada pula yang giginya berjejalan (crowded teeth), menderita Obesitas atau kerempeng terparah pun, ia tak berhak ditertawakan!

So ... tanpa berpanjang-panjang.. #lah, perasaan dari tadi udah panjang *plaakk! Jadi, pada suatu hari aku dan temen-teman alumni institusi ketemuan. Kalo dibilang reuni sih, nggak. Yang datang cuman 5 orang soalnya. Sambil bercengkerama.. jiah bahasanyaa..nah .. kalo udah kelamaan kan mulai deeh.. ngatain temen atau orang! Menyinggung masalah fisik pun dimulai..

 
Disela cekakak cekikik, temenku Hetty berbisik-bisik (tapi yang dengar semeja) bergurau tentang fisik salah satu teman yang karena salah minum obat diet malah jadi overweight dan kulitnya berubah menjadi kehitaman. Masih manis, sih..  Spontan, yang mendengar ngakak ga berenti... sementara yang diomongin terdiam seribu bahasa sambil tersenyum kecut.


Well... tak lama kemudian, sang teman pamitan dan meninggalkan kami yang masih ketawa ketiwi. Namun hapeku berbunyi, nada  SMS masuk.
"Neng, bilangin ya ama si Hetty, plis kalo becanda ga usah nyinggung fisik. Gini-gini gue sukses kan, jadi Kepala Cabang Bank Mandiri? Suami gue sayang ma gue dan anak-anak. Sementara dia mungkin aja masih langsing dan cantik jelita, tapi suaminya kan dah kabur ninggalin anak tiga biji. Gue denger dia sekarang simpenan pegawai Pemda!"
Yap. Tipikal temanku ini adalah seorang teman yang ceria, banyak tertawa dan banyak bergurau, namun seringkali mendapatkan gurauan dari teman lain yang terkadang tanpa sadar telah menyinggung perasaan. 

Kadang ngomongnya bikin nylekit ke hati (karena dianggap gurauan) dan kadang emang rasanya seperti mengkonfrontir.. karena dianggap lucu! Malam itu aku pulang dengan renungan baru. Mungkin saja itu terlihat lucu, but it's so silly, too.. and if u don't know much than u also become a silly person. Dan, orang-orang yang bodoh tidak pernah menyadari ketika ia berbuat bodoh!

Tulisan ini lebih pada introspeksi diriku sendiri, sih.. No hard feeling, at all.. Bercandalah yang cerdas. Jangan sekali – kali menyinggung fisik privasi seseorang sebagai bahan candaan.

6 comments:

  1. kadang suka keceplosan gitu.. tapi biasanya habis itu langsung minta maaf..

    ReplyDelete
    Replies
    1. xi xi xiiii ternyata Riski pernaaaah >_<

      Delete
  2. Hehehe, Kaka Hetty jahaat. :D
    Emang sakit koq kalau main fisik. Tapi, kalau lagi suasana bercanda, ya tinggal dibathin saja. Gak boleh snewen2 ya, Ka. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga sering kok diejek secara fisik, walopun bercanda, tapi ga enak blas rasanya.... even becanda, kekurangan fisik sebaiknya sih ga usah diangkat ke permukaan ^^

      Delete
  3. abis rame di dunia maya ya ci?


    btw.. kalau sempat...lanjutin tag2 ini ya ci..:)

    http://oenidian.blogspot.com/2014/06/liebster-award-mengenal-sahabat-lewat.html

    ReplyDelete
  4. hihi.. justru bukan di dumay .. oke nanti segera diposting

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^