Tuesday, June 17, 2014

TERNYATA ANIMATOR INDONESIA DIAKUI DUNIA!

SUKA NONTON? PASTI. NONTON ANIMASI? YOIII...

Pasti kita berasumsi yang jago bikin film animasi kartun tu cuman Hollywood, Korea ama Jepang, trus akhir akhir ini India ama Malaysia. Ya iyalah, soalnya kita kan dibombardir film animasinya Pixar Animation, Walt Disney Animation.  


Trus tiap Minggu pagi, anak-anak Indonesia disuguhin animasi Jepang -yang agak kurang familiar ama produsennya- kayak Naruto, Doraemon, Detective Conan. Oya, negeri jiran juga ga mau kalah bersinar, dengan Upin Ipinnya Les Copaque. Oops, maksudnya apaan Neng?

Gini loh, ternyataaa.... dari berpuluh judul ngetop yang kita tonton itu, animatornya BUKAN cuman dari negara penghasil film itu, tapi ada beberapa animator Indonesia juga!  Sesudah tau, rasanya terselip haru.. di satu sisi, karena karya dan prestasi mereka diakui dunia, dan di sisi lain, terselip tanya, kapan yaa... Indonesia bikin film animasi sebagus itu, wong terbukti anak negeri ini jago-jago animasi!


Nah, ini dia para animator keren tersebut :

1. Rini Sugianto

Cewek cakep yang akrab dipanggil Rini ini, adalah lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California. Rini terlibat di perusahaan WETA digital di Selandia Baru.  

Di film animasi The Adventures of Tintin, ia adalah animator dengan andil paling besar (70 shot!) lalu ia juga terlibat dalam pembuatan film The Avengers, gabungan superhero seperti “Thor” dan “Captain America”. Rini juga berperan penting dalam pembuatan film The Hobbit: the Desolation of Smaug, yang merupakan bagian kedua dari film trilogi, the Hobbit, garapan sutradara Peter Jackson


2. Griselda Sastrawinata

Griselda
Tahu film Shrek dan Kung Fu Panda, kan? Psst... di balik film ini, juga ada seorang animator kece badai bernama Griselda Sastrawinata! Ia bekerja di Dreamwork dan tinggal di California, USA. 
Perusahaan film animasi ini juga sudah memproduksi berbagai film terkenal seperti Kungfu Panda, Madagascar, Monster Aliens, serta banyak yang terkenal lainnya.


3. Andre Surya

Siapa sangka, di balik kesuksesan film-film box office seperti Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates ada seorang putra Indonesia jenius? Karyanya, City of Enhasa, juga meraih juara satu di Future World Contest.
Karya Andre yang fenomenal - courtesy of Andre Surya
Lahir di Jakarta, 1 Oktober 1984, studi di Jurusan Desain Komunikasi Visual Univeritas Tarumanagara, Jakarta. Andre adalah satu-satunya digital artist asal Indonesia. Ia bernaung di divisi Industrial Light and Magic (ILM) Lucasfilm Singapore. Lucas film merupakan salah satu production company tersukses di dunia, didirikan tahun 1971 oleh George Lucas, sutradara Star Wars.

Apa sih yang dimaksud digital artist?
Digital artist mengerjakan banyak hal, seperti modelling, layout, lighting, dan compositing. Modelling adalah proses pembuatan model, seperti mobil, robot, dan sebagainya. 

Layout adalah proses matching camera CG (computer graphics) dengan background aslinya. Lighting adalah proses kreatif agar 3D yang di-produce agar terlihat menarik dan menyatu dengan background aslinya dalam scope posisi cahaya. Sedangkan composting adalah proses penyatuan semua elemen yang ada.


4.Christiawan Lie

Lulusan Institut Teknologi Bandung ini adalah peraih beasiswa Fullbright untuk kuliah di jurusan sequential art (komik) di Savannah College of Art and Design, Amerika Serikat. Chris diterima magang pada November–Desember 2004 di Devil’s Due Publishing (DDP), Chicago. Dan dari situlah dia memulai karirnya sebagai ilustrator yang karyanya disukai seluruh dunia.

Prestasinya ga tanggung -tanggung, Chris adalah salah satu pekerja dibalik layar beberapa film terkenal. Sebut saja Transformers 3, GI Joe, hingga yang terbaru Spiderman 4, Starwars dan Lord of the Rings.


5. Wirawinata

Owner Shaded Box animation ini adalah lulusan Nanyang Polytechnic (Singapore) dan Art Centre Collage of Design (Passadena/ CA-US). Mulanya terjun ke dunia animasi setelah 'iseng' menyelesaikan film animasi “The Little Red Plane” sebagai final project kelulusan di Art Centre, dan iseng-iseng inilah yang mengirimkan film mereka ke festival film animasi Internasional.


Di luar dugaan, The Litte Red Plane meraih banyak penghargaan seperti medali emas Student Emmy Award dan Dance With Film, Piala Kristal di Festival Film Heartland, serta ditayangkan khusus di Festival Film Cannes. Kini Wira dengan perusahaan yang didirikannya Shadedbox mulai beralih ke dunia animasi komersial, dengan bekerja sama dengan Cartoon Network, The Gotham Group, Buena Vista Games, Sony Computer Entertainment of America, Microsoft, Midway Games dan Landor. Karya lainnya seperti pembuatan animasi iklan: Burger King, Toyota Yaris, Air Transport Authority dan FIlm Animasi Desperate Housewives.


6.Marsha Chikita

Putri indonesia yang menjadi Animator Film Upin-Ipin namanya Marsha Chikita, Putri Ikang Fauzi , Kiki panggilan akrab anak Ikang Fauzi ini saat memulai Karirnya saat ikut program magang di perusahaan di Las’ Copaque Production(rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin). Sejak awal 2010, dia diterima di sana .


Bahkan, dia satu-satunya orang Indonesia yang bekerja dan terjun langsung ikut membuat animasi film anak-anak yang banyak digemari di Indonesia itu. Meski magang, Kiki sudah dibayar RM 500 (ringgit Malaysia) atau Rp 1.400.000 (kurs 1 RM = Rp 2.800) per bulan. Lantaran pekerjaannya dinilai istimewa, Kiki akhirnya diterima sebagai karyawan dengan gaji lebih besar. Awalnya, Marsha bekerja serabutan di studio itu.


Maklum, untuk bisa menjadi profesional, pekerja di sana harus bisa mengerjakan semua bagian. Tapi kini Marsha sudah mendapat posisi yang pasti, yaitu di bagian komposter. Bagian tersebut khusus menangani efek visual, termasuk pewarnaan pada animasi agar terlihat sempurna dan enak dilihat.


7. Pamela Halomoan

Di usianya yang baru 19 tahun, karya Pamela telah dinikmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris dan Turki. Tida hanya itu, karakter yang Ia buat telah berhasil menarik perhatian banyak pengunjung saat dipamerkan di Singapore Game Toy Comic Convention.


Ribuan karakter telah dibuat oleh Pamela, namun salah satu karakter bernama “Wolly” yang membuat Pamela mendapat cukup perhatian. Wolly adalah salah satu karakter ciptaan Pamela yang digambarkan dengan muka seekor babi dengan mata setengah terbuka yang diikuti bentuk badan penggabungan dari beberapa hewan. Pameran pertama Pamela pun dilakukan di Papertoys Exhibition di Turki dan langsung mendapat perhatian dari pihak galeri.

Foto : dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^