Festival Ibu Penggerak 2023, Networking & Learning


    Rasanya, Masih tak bisa move on dari keseruan acara yang baru saja kuhadiri. 

    Ya, hadir di kegiatan Festival Ibu Penggerak 2023 yang mengangkat tema “Berproses Menjadi Wanita Sehat, Cerdas dan Berdaya” mengingatkan kepada diriku sendiri dan setiap wanita.
Bahwa kita bisa berdaya, namun dalam kondisi tubuh sehat (jasmani dan rohani) serta diberi kesempatan untuk cerdas, karena di Sidina Community, setiap Ibu dibekali dengan banyak sekali ilmu. Baik ilmu parenting, ekonomi , crafting, hingga public speaking.


Festival Ibu Penggerak bertujuan untuk akan menjalin silaturahmi, networking, berbagi pengalaman dan pengetahuan. Event tahunan yang diharapkan mampu menciptakan ibu pembelajar yang siap menghadapi segala tantangan dengan belajar dari para ahlinya.

Kali ini, tak tanggung-tanggung ada 20 narasumber yang kompeten, menginspirasi dan memberikan kontribusi untuk memajukan wanita lainnya. 

Agenda tahunan Sidina Community ini adalah untuk para Ibu Penggerak  yang tergabung di dalam sebuah komunitas perempuan yang lahir pada bulan Agustus 2020. Walau baru seumur jagung, namun anggotanya mencapai 5 ribu lebih, dan tersebar di seluruh Indonesia.

Oya, apa sih yang dimaksud Ibu Penggerak?
Kita tanyakan langsung pada foundernya ya, Ibu Susi Sukaesih.

Menurut dia, Ibu Penggerak merupakan sebuah gerakan pembelajaran sepanjang hayat yang selalu berupaya untuk memastikan tumbuh kembang anak secara holistik, sehingga seorang ibu dapat menjadi sosok yang berdaya dan mampu menjadi kekuatan bagi anak- anaknya.

"Ibu Penggerak menjadi wadah untuk berbagi praktik baik, saling menginspirasi dan memberikan semangat kepada sesama ibu dalam mendidik dan membentuk karakter anak," ujarnya.



    Saat ini, Ibu Penggerak menjadi mitra dari Kemendikbudristek yang memiliki peranan aktif dalam mendukung isu-isu aktual di dunia pendidikan, salah satunya adalah implementasi program Merdeka Belajar.

"Sidina Community, melalui Gerakan Ibu Penggerak berkomitmen untuk terus memberdayakan para perempuan Indonesia," ungkap Susi.

    Susi yang akrab disapa mbak Icus ini, dibesarkan dengan privilege mempunyai orang tua dengan mindset pentingnya pendidikan. Susi mengatakan bahwa semua punya privilege masing-masing yang bisa kita optimalkan.

Sambutan dari Mas Menteri dan Ibu Cinta

    Dalam Festival Ibu Penggerak - ada banyak sekali kata sambutan, dan ini beberapa cuplikan dari momen langka tersebut. 

Sambutan dari Mendikburistek, Nadiem Anwar Makarim



Kali ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. memberi kata sambutan, dan berterimakasih pada kolaborasi dengan Ibu Penggerak dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Penggerak yang tanpa lelah berkontribusi menyuarakan kebijakan demi kebijakan Kemdikbudristek.

Setelah Mendikburistek Nadiem, sambutan berikut oleh Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU  dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Bintang Puspayoga ( I Gusti Ayu Bintang Darmawati , SE, M,Si) turut hadir memberikan apresiasi dan sapaan kepada para peserta Festival Ibu Penggerak 2023. 

Menkes Budi Sadikin mengatakan bahwa Ibu Penggerak memainkan peranan penting dalam kesehatan keluarga. Komunitas bisa menjadi tempat untuk membudayaan hidup sehat dan mampu mengubah kebiasaan atau perilaku hidup tidak sehat.

"Kami juga berharap para volunteer Fasilitator Sidina Community bisa mensosialisasikan gerakan perilaku hidup sehat di masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan," tutur Menkes.


Acara demi acara berlangsung dengan sangat lancar, tidak bertele-tele. Walau ada beberapa kekurangan, terutama dari segi kekurang komunikatifnya antara panitia FIP dengan narasumber dan kurang kompaknya outfit -justru dari narasumber Sidina- tapi tak mengurangi keseruan acara yang berlangsung.

Tak lupa "Bapaknya Ibu Penggerak' yaitu pak Anang Ristanto, yang tentu saja akrab dengan para Ibu Penggerak dan Drs. Zulfikri Anas, M.Ed (Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemdikbudristek)

Anang Ristanto, SE, MA -  
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - mengapresiasi atas kolaborasi yang telah dijalin bersama Komunitas Sidina. 

“Ini adalah kesempatan untuk memajukan pendidikan Indonesia, karena Kemendikbudristek tidak bisa berjalan sendiri dalam menyebarluaskan kebijakan,” ujar Anang dalam sambutannya.

Acara dipandu dengan apik oleh mbak Yayuk dan beberapa Pengurus Sidina Community seperti Virginia Velin, Bhekti Setyaningrum, Yuliantini Juwono, Leny Vinisah dan Agung Handayani dan teman-teman lainnya.

Peluncuran Buku Berproses Menjadi Ibu Cerdas



Dalam kesempatan langka ini, juga diluncurkan Buku Berproses Menjadi Wanita Cerdas - yang berisi rangkuman tentang percakapan Ibu-ibu Penggerak dan Fasilitator Ibu Penggerak bersama Isti Budhi Setiawati, SE, MSE.

Usai acara pukul 16.00,
aku dan beberapa teman sepakat untuk melanjutkan acara di sebuah community center yang terletak tak jauh dari Gedung D ini, yaitu di FX Sudirman - yang dulunya terkenal sebagai pusat perbelanjaan, sesuai dengan taglinenya yaitu food, fun, fashion and family.

Pulang dengan Aman dan Nyaman Bersama Blue Bird


Setelah ibadah sholat magrib, aku pun bergegas pulang. Eiits.. karena sudah lelah dan gelap, serta dengan pertibangan bahwa ini
weekend yaitu hari Sabtu, bisa dipastikan seluruh armada TJ penuh sesak, jadi aku memutuskan untuk pulang bersama Blue Bird saja.

Kenapa Bluebird? 
Karena saat ini, Partner Transportasi Resmi Festival Ibu Penggerak 2023 adalah Bluebird!

Untunglah, aku juga memiliki aplikasi My BlueBird yang sangat berguna, apalagi jika posisi kita terletak di tengah kota. Dengan aplikasi, maka pencarian armada serta memberitahu di mana kita dijemput akan jauh lebih mudah.



    Driver Blue Bird yang ramah, menyambut dengan sapa selamat malam dan mempersilakan aku duduk dengan nyaman. Dengan kecepatan penuh namun tetap berhati-hati dan menaati rambu-rambu, Taxi Blue Bird kami membelah jalanan ibu kota. 



    Karena setiap armada dilengkapi dengan GPS, maka dengan mudah pak sopir mencari jalan yang bebas macet. Bluebird juga telah bekerjasama dengan Gojek, maka kita bisa melakukan pembayaran dengan Gopay.

    Karena jalanan ramai lancar, aku sempat berbincang dengan si bapak yang menjadi Pengemudi Taksi, pak Hendar. Kami berbincang tentang desain 3D iklan billboard di ibukota!

    Wow, pak Hendar ini - selain baik, ramah dan pintar mengemudi, ternyata juga luas pengetahuannya! Ia menuturkan bahwa ia memiliki banyak teman sesama pengemudi, sering mengantar para artis terkenal, hapal jalanan ibukota baik jalan utama sampai jalan tikus, kadang juga diajak makan oleh tamu dan bisa belajar tentang berbagai karakter manusia. 

    Dukanya? 

Banyak, tapi beliau hanya tersenyum manis ketika kutanya. "Biarlah mbak, cukup saya sama Tuhan yang tahu!" Wooow.. bravo! 

Karena pembicaraan yang asyik dan menyenangkan, tidak terasa aku sudah sampai di tempat tujuan, yaitu perhentian bus di daerah Kebon Jeruk. Ya, aku memutuskan lanjut dengan bus saja karena selain jalan tol Tangerang lumayan macet, juga harganya bisa "bengkak" hahaha...

    Terima kasih banyaaak untuk driver Blue Bird yang telah mengantarku ke tujuan dengan selamat dan tepat waktu.  Dan tentu saja, terima kasih atas support Bluebird pada FIP 2023.

Semoga di tahun berikutnya bisa kolaborasi lagi di acara Festival Ibu Penggerak 2023. Salam!

Tidak ada komentar

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)