Friday, May 10, 2013

TIDAK ADA ANAK YANG BODOH





Sabtu, 6 April 2013...

Karena merasa "hari libur sekolah", usai subuh tidur lagi aah..... kebetulan anak-anak juga masih pulas bobonya. Bangun lagi jam 07.00 dengan perasaan aneh, ada apa ya.. Ooopss!!!! Hari ini ada SEMINAR di Sekolah Fajar Islami... oo lalaaa.... secepat kilat badai cetar membahana bangun, bikin susu, mandiin anak-anak... salim si papah dan... kabooorrrr.......

Alhamdulillah, sampai di sekolah masih belum pada berdatangan.. smile..inhale, exhale...  ke warung si teteh dulu deh, makan bakwan dan minum kopasus .. Nah, sudah agak rame, baru deh masuk ke ruang Seminar (kali ini di ruang Grade 1).  Oow, the headmaster Mrs Husna, chief of foundation: Bunda Elvie; almost all of the teachers baik dari Elementary dan PG/Kindergarten dan tentu saja  trainernya udah ada. Mrs Tessie Setiabudi dan Mr Joshua Maruta. - supaya akrab dan emang bawaan orok : SKSD, aku memanggil mereka Bu Tessie dan Pak Josh - orangnya sangat membumi atau bahasa Jawanya down to earth.

Oya sebelum masuk, kita wajib membeli buku Cerdas Mengajar seharga Rp 40.000,- karena ini program charity, yaitu amal untuk anak tidak mampu dan hasil royalty buku akan disumbangkan sepenuhnya untuk anak-anak tidak mampu... is it great, isn't it..

Okay, sekarang yang agak serius dikit. Tepat pukul 08.30, kita semua duduk macan --manis dan cantik --ya iyaalaah kan kita ibu-ibu-- ^_^ . cuman ada beberapa ayah yang "peduli" loh... (ada ayahnya Lutfi, ayah Razhan keduanya dari  grade I-2 lalu 2-3 orang ayah dan Mr Barjo ayah Azka serta  Mr Papidin .. udah..)

Ice breaker dari Bu Tes yang very funny dan excited adalah ilustrasi waktu ayah dan ibu menghadapi "kenyataan" anak mereka menghadapi ulangan. Ada yang seperti bu Yenni yang tergopoh-gopoh pulang kantor agar bisa menemani putranya belajar English, atau seperti Bapak Sam yang baru saja bertemu dengan kliennya, langsung menelpon anaknya dirumah. “Iya, ini papi baru selesai rapat, kamu belajar bahasa Inggris sama mami dulu, nanti yang matematika dan sains sama papi, oke…”

Apakah Anda memiliki kejadian atau cerita unik dan lucu mendampingi anak-anak Anda dalam proses belajar mereka di sekolah? Apakah sangking pusingnya Anda pun sering mengeluh, “Kayanya zaman mami dulu, ujiannya nggak sesulit ini deh…” atau yang lebih ekstrim lagi... apakah saat mendampingi anak belajar, Anda marah-marah ga karuan... ( hayooo ngaku..) Terlepas dari berbagai pengalaman yang Anda alami bersama anak Anda, concern penulis dan para orangtua ternyata sama: membantu anak-anak agar dapat berprestasi di sekolah.

Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita sebagai orangtua menjadi pendamping yang efektif bagi anak-anak kita dalam belajar, dan apakah kita juga telah menjadi pengajar yang cerdas bagi anak-anak kita? Dan bila kita mempunyai kerinduan untuk mendampingi anak-anak kita dengan seefektif mungkin dalam kegiatan belajar mengajar, adakah panduan bagi kita untuk melakukannya?

Di session 2, dengan diselingi humor, pijit-pijitan (sumpelooo.. pake pijit pijit juga supaya seger) Bu Tes dan Pak Jos mengemukakan penjelasan mengenai cara kerja otak agar kita dapat memaksimalkankemampuan otak dan mengajar sesuai cara kerja otak.

Mengenali cara belajar anak dibahas dalam session 3. Dengan mengenali cara belajar anak, kita dapat memahami dan mengajar anak sesuai dengan gaya atau cara belajarnya. Ini akan sangat membantu mempermudah anak dalam belajar. Jika anak anda lebih dapat menyerap pelajaran dengan cara membaca buku pelajarannya itu dengan bersuara, tentu ia akan sangat mengalami kesulitan bila ia diharuskan untuk membacanya dalam hati. Referensi bu Tessie tentu saja film AKEELAH AND THE BEE, tentang cara anak kinestetik menghafal... *seneng deeh.. kalo disuruh nonton.... ^_^*

Saat Session 4, dengan pembicara pak Josh, Teknik membaca secara cepat dan menghafal secara mudah juga penting bagi anak dalam belajar. Ini akan membantu anak agar dapat membaca lebih banyak materi pelajaran dan tidak mudah melupakan kosakata baru, daftar, urutan, rumus-rumus, tanggal, dan sebagainya. Tentunya ini turut mendukung keberhasilannya dalam belajar. Oya, referensi bukunya Tony Buzan : Mind Mapping for Children juga boleh dimiliki.. it is worth!

Dengan metode mengajar dan belajar yang tepat, apa pun mata pelajarannya, semua bisa dipelajari dengan mudah. Apa pun soalnya, anak Anda pasti mampu menyelesaikannya! Dan, metode belajar yang ditunjukkan penulis dalam buku dan workshop2 yang mereka adakan ini tidak hanya demi nilai sesaat di sekolah, melainkan demi hidup itu sendiri.

Anda tentu ingat kata-kata Seneca: “Non scholae, sed vitae discimus”…

Ya, kita belajar bukan demi sekolah, tetapi demi hidup! Fatal jadinya kalau kita mengajari anak-anak kita untuk belajar hanya demi nilai ujian di sekolah, dan melupakan hidup itu sendiri !!!! Ingaaa.. ingaaa.. ting !!!

Dengan gaya bahasa yang ringan, penulisan yang ringkas, dalam poin-poin yang mudah dipahami dan diingat, dan gambar-gambar yang menarik-- ya eeaaalaaah secara itu buku Best Seller--- buku dan Seminar (syukur2 kalo bisa ikutan seminar, jeung...) akan membantu Anda menjadi orangtua yang cerdas!

Secara garis besar buku ini menunjukkan pada Anda:
1. Membangun Fondasi Belajar
2. Cara Kerja Otak
3. Mengenali dan Kiat Belajar (Visual, Auditori, Kinestetik)
4. Asyiknya Belajar

Selain itu, juga disertai dengan kiat-kiat:
1. Membaca dengan Cepat dan Tepat.
2. Menghafal dengan Mudah.
3. Menghadapi Ujian.
4. Serta,permainan untuk membantu anak Anda memahami pelajaran-pelajaran di sekolah.

Bu Tes dan Pak Josh  ini sungguh ingin membantu Anda menjadi orangtua yang cerdas dalam mengajar. RECOMMENDED!  Inilah buku panduan yang wajib dibaca oleh setiap orangtua, guru,dan pendamping untuk membimbing anak menjadi seorang juara.

The Last Emperror.. ehh... session....
cerita bu Tes......, “Bayangkan belasan tahun dari sekarang, Anda memasuki sebuah gedung megah yang penuh dengan anak muda dan orangtua murid. Satu diantara wajah anak muda yang berprestasi tersebut adalah putra atau putri Anda.Ya, inilah acara wisuda anak Anda. Acara wisuda ini sungguh luar biasa karena anak terpilih menjadi siswa berprestasi, dan karena itu ia diminta untuk berbicara di podium sebagai lulusan terbaik.

Di depan ribuan lulusan dan para orangtuanya, anak Anda berbicara lantang, “Terima kasih pada Mami dan Papi yang telah membuat saya begitu mencintai belajar. Sejak saya kecil, mereka selalu memiliki cara yang unik untuk memotivasi saya. Dari merekalah saya membuktikan bahwa belajar itu sungguh menyenangkan, dan saya tidak akan pernah berhenti belajar. Terima kasih ‘Mi… terima kasih ‘Pi… You’re the best. Semua hadirin bertepuk tangan…

Di depan sana, Anda menatap ‘anak kecil’ yang dulu Anda ajari berhitung dan membaca… Di depan sana, Anda menatap ‘anak kecil’ yang dulu selalu menangis ketika tidak dibelikan mainan… Kini, bocah kecil itu berdiri menatap Anda dengan penuh kebanggaan. Hasil kerja keras Anda terbayar tuntas. Waktu,uang, dan tenaga yang Anda investasikan membuahkan decak kagum. Apa yang Anda tanam belasan tahun lalu kini berbuah manis. Di hati Anda ada kepuasan batin yang luar biasa terutama karena Anda telah menunaikan tugas mulia sebagai pendamping anak Anda belajar sejak dini..... hiiksssss ... bhwaaaaaa (terharu-merinding lalu nangis..)


INGATLAH, KITA BELAJAR
10% dari apa yang kita baca
20% dari apa yang kita dengar
30% dari apa yang kita lihat
50% dari apa yang kita lihat dan dengar
70% dari apa yang kita katakan
90% dari apa yang kita katakan dan lakukan

Happy Reading!
_______________________________________________________________________________
SEKILAS TENTANGPENULIS

Tessie Setiabudi
Tessie dibesarkan dalam keluarga yang mencintai pendidikan. Sejak kecil, orangtua dan saudara-saudaranya aktif menjadi ketua pengurus sekolah swasta sehingga dia begitu percaya betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan seseorang.
Wanita yang memilih karier menjadi psikolog dan konsultan ini lahir di Indonesia, tetapi kemudian meninggalkan Indonesia sejak tamat SMA. Dia menyelesaikan B.A. danM.A. dalam bidang psikologi di Amerika, dan M.B.A dalam bidang Training and Development di Inggris. Setelah tinggal di Amerika, Inggris, dan Australia,Tessie menetap di Singapura sejak tahun 1992.
Tessie menekuni kariernya di bidang pelatihan dan konsultasi sejak 1990. Keahliannya adalah dibidang motivasi, pengembangan individu, komunikasi, hubungan interpersonal, team building, mengelola keuangan, dan investasi.
Dengan penuh semangat Tessie memberi pelatihan dan memperlihatkan bagaimana caranya mengembangkan potensi diri sepenuhnya. Selama lebih dari 20 tahun, dia menerapkan metode BIG MC—Belajar Itu Gampang, Menyenangkan, dan Mudah dikelas-kelas yang difasilitasi, sehingga peserta program pun menikmati proses belajarnya. Metode ini juga dibagikan ke guru-guru dari sekolah negeri dan swasta di berbagai tempat di Indonesia melalui program “Mengajar Secara Pintar”.

Joshua Maruta
Joshua menyelesaikan pendidikan insinyur dalam bidang Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan M.Sc. dalam bidang Electrical Engineering dari Union College, USA. Sejak tahun 1973-2001, Joshua bekerja di PT Caltex Pacific Indonesia. Tugas terakhir yang diembannya di perusahaan tersebut adalah sebagai Vice President Support Operations dan kemudian Vice President Minas Operations.
Sebagai VP Support Operations, ia memimpin sekitar 1.000 karyawan, sedangkan sebagai VP Minas Operations sekitar 800 karyawan, dengan tanggung jawab untuk senantiasa menemukan pendekatan kreatif demi mempertahankan kelancaran produksi minyak,membina kerja sama antar departemen dan divisi yang baik dan solid. Melalui pengalaman-pengalaman ini, ia banyak mendalami praktik Kepemimpinan, Memotivasi Dan Meningkatkan Kinerja SDM, Mengembangkan SDM, Team Building, Perencanaan,Peningkatan Mutu, dan Mengelola Perubahan.
Setelah pensiun pada tahun 2001, Joshua menjadi Managing Director di Training For Excellence, Pte, Ltd Singapura, dan dengan demikian memasuki “karier baru” di bidang pelatihan. Dia menuangkan pengalaman dan pengetahuan yang dipelajarinya untuk menyusun makalah pelatihan, memantau pelaksanaan pelatihan, dan menjadi fasilitator dan konsultan dalam pelatihan.


Referensi :  Buku Cerdas Mengajar
                  Kompasiana
                  Adrrienne Sooai

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^