Tuesday, September 17, 2013

WHAT IS 'MAIK ILBE ARHUM ERBAS'


MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANGING)

Kegiatan menciptakan bahasa buatan (constructed language / conlang) atau disebut conlanging sudah dikenal sejak lama dan kebanyakan bermula dari suatu hobi. Pencipta bahasa buatan disebut conlanger.
Bahasa Buatan, yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai constructed language (conlang) atau artificial language (artlang) adalah sebuah bahasa dengan fonologi, tata bahasa (grammar) dan kosakata (vocabulary)-nya sengaja diciptakan oleh individu atau kelompok, dan bukan merupakan hasil perubahan alamiah sebagai bagian dari kebudayaan.
Ada beberapa alasan mencptakan sebuah bahasa buatan, antara lain :
1. Mempermudah komunikasi manusia, sebagai bahasa bantu (auxiliary language)
2. Menghidupkan sebuah dunia fiksi atau buatan.
3. Eksperimen bahasa
4. Kegemaran (hobi) seseorang dalam berbahasa.
5. Permainan bahasa
Beberapa conlang terkenal beserta conlangernya :

1. Klingon, diciptakan oleh Marc Okrand. Digunakan dalam film fiksi Star Trek. Dipergunakan oleh ras fiktif Klingon.

2. Aramaic Jesus, diciptakan oleh Rev. William Fulco, seorang pendeta yang merekonstruksi bahasa Aramaic yang digunakan pada masa Yesus Kristus (yang sudah tidak digunakan lagi) untuk film The Passion of the Christ

3. Gargish diciptakan oleh Herman Miller, seorang programmer computer. Digunakan dalam serial game computer Ultima.

4. Elvish, Mannish, Orkish, Dwarvish diciptakan oleh JRR untuk novel fantasinya The Lord of The Rings. Dua di antaranya diciptakan dengan tata bahasa lengkap yatu Quenya dan Sindarin (Keduanya digolongkan sebagai Elvish languages). Dalam penciptaannya, Tolkien banyak merujuk kosakata dan dasar-dasar tata bahasa Finlandia, Inggris Kuno (Anglo Saxon) dan Welsh.

5. Esperanto diciptakan oleh Ludovic Lazarus Zamenhof Kosakata bersumber dari bahasa-bahasa Romance dan Germanic, dengan fonologi dari bahasa-bahasa Slavic. Kata ‘Esperanto” bermakna ‘seseorang yang berharap’. Digunakan oleh komunitas-konuntas tertentu di Eropa dengan 100.000 – 2 juta penutur.

6. Ido, diciptakan oleh Louis de Beaufort yang dikembangkan dari Esperanto digunakan oleh beberapa komunitas dengan jumlah penutur 2000 – 5000 orang.

7. Lingua Ignota diciptakan oleh Hildegrad of Bingen, seorang biarawati dari Rupertsberg. Conlang pertama yang diciptakan pada abad ke-12 untuk tujuan mistik dengan aksara khusus. Kosakata dikembangkan dari bahasa Latin dan Jerman dengan tata bahasa mirip bahasa Latin.

8. Volapük diciptakan oleh Johann Martin Schleyer, seorang pendeta Katolik dengan tata bahasa dikembangkan dari bahasa-bahasa Indo-Eropa. Kata ‘Volapük’ sendiri berarti ‘World-speak’. Masih digunakan oleh sekitar 20 – 30 penutur.

9. Interlingua diciptakan oleh sebuah organisasi International Auxiliary Language Association. Pernah digunakan sebagai bahasa ilmiah. Dikembangkan dari bahasa Inggris, Prancis, Italia, Portugis, Spanyol, Jerman, Rusia dan Latin. A. Fonologi

Sebelum menciptakan sebuah bahasa, seorang conlanger harus menentukan fonem-fonem yang digunakan dalam bahasa ciptaannya. Fonem adalah kesatuan bunyi terkecil yang dapat membedakan arti suatu kata. Sebuah fonem bisa dilambangkan dalam sebagai satu huruf (monograph) seperti d, p, χ, ŗ, æ, ð, ø, dan ñ atau dua huruf (digraph) seperti sh, ch, th dalam bahasa fonem Inggris atau ng, ny dalam bahasa Indonesia. Sebaiknya menggunakan standarisasi fonem International Phonetic Alphabet atau Pinyin yang menggunakan lambang-lambang / huruf-huruf yang disepakati oleh seluruh dunia.


B. Kosakata (Vocabulary)

Ada dua metode pembuatan kosakata bahasa buatan :

1. Nonsistematik

Kosakata dibuat secara suka-suka sesuai kreasi penciptanya. Disebut Metode Kreasi dan bahasa buatan yang dihasilkan disebut bahasa a prori. Disarankan juga membuat bahasa buatan lainnya dan dibuat hubungan etimologis dengan kosakata bahasa buatan lain tersebut, secara vertikal dan horisontal
- vertikal : dengan kata lain yang mencakup pengertian dasar / entri-nya yang bisa diturunkan dari bentuk yang lebih kuno.
- horisontal : dengan kata lain dari bahasa buatan lain yang memiliki hubungan kekerabatan dengan bahasa buatan tersebut.

Contoh : Bahasa A berkerabat dengan bahasa B
Bahasa A :
rumah = SAHALAK < saha =" tinggal" lak =" pembentuk" rumah =" tempat" kematian =" MAGALAK" maga =" mati" kehidupan =" FANALAK" fana =" hidup" rumah =" PENEL" pen =" hidup" el =" pembentuk" rumah =" tempat" kematian =" MEZEL" mez =" mati" kehidupan =" IMEZEL" i =" tidak" mez =" mati">2. Sistematik

Kosakata dibuat menurut aturan tertentu yang dibuat penciptanya. Kosakata dapat dibentuk dari bahasa lain yang sudah ada (baik dari bahasa buatan maupun bahasa nonbuatan yang dikreasikan sedemikian rupa sehingga tidak menyerupai kosakata bahasa sumbernya. Disebut Metode Re-kreasi dan bahasa buatan yang dihasilkan disebut bahasa a posteriori.
Terdapat empat cara : anagram, pembalikan (reversing), sandi (coding) dan rekonstruksi.

a. Anagram.

Model anagram diperoleh dengan menukar-nukarkan setiap fonem atau mengacaukan fonem bahasa sumber.
Contoh :
Kosakata ‘kami’
Kata-kata yang mungkin adalah : KIMA, KAIM, KIAM, AMIK, AKIM, AMIK, AKMI, MIKA, MAKI, MIAK, MAIK, IMAK, IMKA, IKAM, IKMA, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘kami’ = MAIK.

Kosakata ‘beli’
Kata-kata yang mungkin adalah : BILE, BIEL, BLIE, BLEI, BEIL, ELIB, EBIL, EBLI, ELBI, LIBE, LEBI, LIEB, LEIB, IBEL, ILEB, IBLE, ILBE, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘beli’ = ILBE.

Kosakata ‘rumah’
Kata-kata yang mungkin adalah : RAMUH, MURAH, MARUH, HURAM, HARUM, HAMUR, HUMAR, UMRAH, RAHUM, RUHAM, ARHUM, AMHUR, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘rumah’ = ARHUM.

Kosakata ‘besar’
Kata-kata yang mungkin adalah : BARES, BASER, BARSE, BASRE, BERAS, BEARS, ERABS, ERBAS, SEBAR, SERAB, SABER, SAREB, SARBE, SERBA, RESAB, RESBA, RASBE, RASEB, REBAS, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘rumah’ = ERBAS.

Maka dapat dibuat beberapa variasi kalimat yang mungkin untuk ‘kami membeli rumah besar’:
MAIK ILBE ARHUM ERBAS atau
ILBE-MAIK ERBAS-ARHUM, dsb


b. Pembalikan (reversing)

Diperoleh dari membalik urutan fonem kosakata bahasa sumber.
Ada dua cara :
(i) Pembalikan kata (word reversing)
Contoh :
rumah = HAMUR
kematian = NAITAMEK
(ii)Pembalikan suku kata (syllable reversing).
Contoh :
rumah = MAHRU / MARUH
kematian = KETIMAAN (bisa disederhanakan menjadi KETIMAN) / KEANTIMA (KANTIMA / KENTIMA) / ANTIMAKE / TIMAKEAN (TIMAKAN / TIMAKEN)

c. Sandi (coding)
Pembuatan kosakata dilakukan dengan menukarkan setiap fonem dengan aturan-aturan tertentu yang konstan.

Urutan alfabet maupun kebalikannya>
Terlebih dahulu, alfabet dibagi menjadi konsonan dan vokal.
Konsonan : B = C, C = D, D = F, F = G, G = H, …, Y = Z, Z = B.
atau kebalikannya :
Z = Y, Y = X, X = W, W = V, V = T, …, C = B, B = Z.
Vokal : A = E, E = I , I = O, O = U, U = A.
atau kebalikannya :
U = O, O = I, I = E, E = A, A = U.
Contoh : rumah = SANEJ (R = S, U = A, M = N, A = E, H = J)
lima = MONE (L = M, I = O, M = N, A = E)
rumah = QOLUG (R = Q, U = O, M = L, A = U, H = G)
lima = KELU (L = K, I = E, M = L, A = U)

Catatan :
- urutan boleh dimodifikasi menjadi lompat dua (B = D), atau lompat tiga (B = F)
- selain alphabet Latin, dapat pula digunakan uruta alphabet lan seperti Yunani, Cirilic, abjad Ibrani, Arab, aksara Jawa, dsb.

Beberapa sandi alphabet yang terkenal:
a. Sandi DAGADU = MATAMU.
Menggunakan urutan aksara Jawa dengan metode sandi lompat lima.
Konsonan : H = P, N = Dh, C = J, R = Y, K = Ny ( dan sebaliknya: P = H, Dh = N, J = C, Y = R, Ny = K )
D = M, T = G, S = B, W = Th, L = Ng ( dan sebaliknya: M = D, G = T, B = S, Th = W, Ng= L )
Vokal : (tetap)
Maka : rumah = YUDAP (R = Y, M = D, H = P)
Jika urutan biasa :
Konsonan : H = N, N = C, C = R, R = K, K = D, D = T, T = S, S = W, W = L, L = P, P = Dh, Dh, J, J = Y, Y = Ny, Ny = M, M = G, G = B, B = Th, Th = Ng, Ng = H
Vokal :(tetap)
Maka : rumah = KUGAN (R = K, M = G, H = N)

b. Sandi ATBASh.
Manggunakan urutan abjad Ibrani dengan metode sandi lipat dua (lompat – balik)
(aleph) = T, B = Sh, G = R, D = Q, … , Q = D, R = G, S = B, T = (aleph)
Contoh : rumah = GUYAC (R = G, M = Y, H = Ts / disederhanakan menjadi C, T atau S)
putih = WUIC ( P = W, T = aleph – tidak ditulis, sebaiknya dihilangkan saja, H = C)

Kemiripan Bunyi
B = P, P = B F = V, V = F K = G, G = K D = T, T = D S = Z, Z = S C = J, J = C
L = R, R = L M = N, N = M Y = W, W = Y
H = (tidak ada)
Contoh : rumah = LUNA
pagi = BAKI
hitam = IDAN

Contoh Sandi Kemiripan Bunyi :
Hukum Korespondensi Fonemis (Pertukaran Bunyi)
Misalnya : Hukum Grimm pada bahasa-bahasa Indo-Eropa.
Lihat : http://www-personal.umich.edu/~clunis/wow/grimm/ dan http://en.wikipedia.org/wiki/Grimm's_law

Dengan memakai hukum Grimm, dapat diciptakan kosakata baru, misalnya yang mungkin untuk kata ‘pagi’ : PAGI, AGI (menurut Celtic) dan FAKI (menurut Germanic); ‘kota’ : KOTA, COTA, COThA (menurut Celtic), HOThA (menurut Germanic).


d. Rekonstruksi

Biasanya digunakan untuk menciptakan kembali kosakata bahasa kuno yang sudah punah, yang tidak memiliki peninggalan tertulis atau tidak diketahui secara lisan penuturannya. Tetapi bisa juga untuk menciptakan bahasa baru yang mengakomodasi bahasa-bahasa serumpun. Penciptaan kosakata dilakukan dengan membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang diduga merupakan turunan dari sebuah bahasa atau memiliki hubungan kekerabatan dan mencari persamaan bentuk dasar (stem) yang mungkin. Contoh bahasa hasil rekonstruksi adalah Proto Indo-European, Proto Germanic, Pan Celtic (Kelteag Nueadh), Aramaic Jesus (untuk film The Passion of Christ), Europaio (berdasarkan Proto Indo-European), Lingua Franca Nova (berdasarkan bahasa-bahasa Romance : Italia, Spanyol, Portugis, Prancis dan Catalan).


No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^