Saturday, February 8, 2014

RUBELLA, Si Merah Berbahaya

Rumah Ramah Rubella
Dear Ubii & Ges,

Pertama-tama kuucapkan : Selamat! Selamat telah mengadakan giveaway yang bertujuan mulia ini, serta selamat karena telah menjalani hidup dan berdamai dengan virus rubella. 

Buatku yang juga seorang ibu dengan empat anak, menyaksikan perjuangan kalian yang luar biasa membuatku bersyukur dan berdoa. Tuhan selalu memiliki rencana indah. Selalu ada pelangi di balik hujan. Iya, kan Ubii? *puk puk Ubii.
"I got it, auntie!" said Ubii.

Aku salut dengan Ges & Ubii
Well, ya.. from the bottom of my heart, Ges!


Aku sudah jalan-jalan ke facebook Rumah Ramah Rubella, patut kuacungkan jempol empat deh, buat Ges! Aku juga sudah menelusuri via internet dan interview dengan teman-teman yang mengalami hal ini. Seorang teman yang isterinya juga pernah mengalami hal itu, janinnya tak selamat. Namun yang seorang lagi alhamdulilah putrinya sehat tak kurang satu apapun.

Tapi, believe it or not.. apakah mereka tahu penularan asal virus ini dari mana? Tidak! Sahabat saya yang pria mengira itu disebabkan hobby-nya memelihara burung! Sementara sahabat saya satu lagi, mbak Ita terselamatkan setelah tahu gejala dini dari dokter kandungan dan meminum obat-obatan khusus *saya tidak tahu detailnya.


See, Ges?
Saat ini, pemahaman tentang virus Rubella masih kurang. Masyarakat awam mengira rubella ditularkan melalui hewan peliharaan saja. Padahal, virus ini berkembang biak dan dapat menular dari segala kalangan usia! Sama seperti influenza, masa inkubasi rubella adalah 2 - 3 minggu.

Saran dariku, ya Ges...
karena pada anak-anak dampak penyakit ini tak seberat jika yang terserang orang dewasa, terutama ibu hamil, sepertinya...

1. RRR harus bekerja sama dengan dokter di Puskesmas
    Kurasa, ada penelitian khusus tentang ini. Sama halnya dengan Rumah 
    Epilepsi -aku pernah bekerjasama dengan mereka - maka ada dokter khusus 
    yang bertugas langsung dengan para orangtua

2. RRR harus memprakarsai dan bekerja sama di Kelurahan
    Seperti halnya teman-temanku tadi, ada yang mengerti dan ada juga yang 
    tidak, bukan? Yup, gampang ditebak. Minimnya dana dan kurangnya 
    pendidikan menjadi penyebab utama. Di Kelurahan ada penyuluhan di 
    posyandu, dan ada dana cukup besar, sehingga jika kita intens dan tepat
    berkomunikasi, pasti support akan diberikan.

3. RRR harus membuat sebuah iklan. Mintalah bantuan dari seseorang yang  
    punya generator traffic seperti Bung Andy F Noya, misalnya. Gunanya tentu
    saja agar bisa masuk ke sponsor. Jangan sponsor sabun mandi, lho Ges..
    selain tidak tepat sasaran juga tidak sopan..*jiwit mbak Neng
    Sepertinya susu kehamilan adalah satu-satunya tempat beriklan yang tepat, 
    deh.. disamping produsen obat-obatan yang support pengobatan rubella.

4. RRR harus bekerja sama dengan tabloid dan majalah ibu anak atau 
    parenting. Aah, kamu pasti tahu Ges.. rajin menulis saja di situ ya..*nanti
    aku bantuin deeh..

5. Kebanyakan ga, Ges? Satu lagi deh..
    Ibu-ibu yang tergabung di dalam komunitas, menerbitkan pamflet untuk 
    disebar melalui tukang koran jika satu saat ada event yang berhubungan 
    dengan sponsor. 

6. Kurasa ini sudah menjadi incaran RRR, tapi tak apalah kusebut juga.   
    Mengadakan perwakilan Rumah Ramah Rubella melalui ibu-ibu yang berada 

    di daerah tersebut. Udah, kaan? Tuuh.. aku bilang juga apa, dikau kan anak 
    pintar!

7. Why must seven, mbak Neng? Nah, kalau ini aku ga saran, tapi setulus hati 
    aku ingin mencantumkan RRR dan link-nya dalam majalah anak-anak yang 
    kuasuh, yaitu http://www.halonandaonline.com. Semoga bantuan kecilku ini
    bisa berarti buat RRR.

Udah ya, Ges.. 
Last words, ada satu kalimat indah dari John Tarrant, and this is special for you and Ubii..hugs & much kisses from me, good luck!

"Attention is the most basic form of love; through it we bless and are blessed." 




No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^