Monday, August 3, 2015

NONTON SAM PEK ENG TAY DI ICE BSD

Pernah nonton teater?


Kalo sudah, berbahagialah! Aku sebagai penikmat seni, hanya pernah satu kali menonton semi teater berbalut akrobat di Guang Zhou, China. Itu juga sudah lima belas tahun lalu. Rasanya senang sekali melihat para pemain dengan aksi panggung yang tanpa henti beraksi. Live in front of the audience.


Kali ini, dengan berbekal info dari jeng Echa yang imutenan, aku janjian dengan mas Chandra Iman di area hall 1 ICE BSD. Tepat pukul 19.00 aku mendarat di gedung megah dengan kubah berlekuk itu. Besar sekali areanya, kalau ga yakin mau ke hall mana, mending siap-siap cape!

Mas Iman udah menunggu ganteng di pintu masuk, dan aku sempat berfoto ketika menerima tiketnya. Yeaay!

Ga lama, aku sekeluarga pun masuk ke pintu masuk untuk Green Audience. Sebenernya sih, di dalam berbaur, namun tempat duduknya aja yang beda. Catatan khusus, di dalam hall ini dingiiin.. sekali, untunglah karena hujan, anak-anak malam itu kupakaikan jaket, sehingga ga kedinginan. Oya, siapkan juga air minum yaa, Karena bukan menonton cinema XXI, jadi ga boleh makan minum di dalam ruangan.


Kisah dibuka oleh dalang, yang diperankan dengan apik oleh Emmanuel Handoyo. Kisah yang akan diperankan bertajuk SAMPEK ENGTAY, BUKAN CINTA BIASA. Dipentaskan oleh Teater Koma yang digawangi pemilik, sutradara sekaligus aktor Nobertus Riantiarno bersama istrinya Ratna.

Kisah Sampek Engtay adalah sebuah kisah cinta romantis berakhir tragis, namun di tangan Riantiarno, kisah ini berubah menjadi 'stand-up comedy'

Singkat cerita, Eng Tay (Zhu Ying Tay) yang dari Serang (Zhejiang) dan tomboy, cerdas dan ceria menuntut ilmu di Glodok (Guangzhou). Di jalan, ia bertemu dengan Sam Pek (Liang Shanbo), pemuda pemalu dari Pandeglang (ini versi Riantiarno). 

Ya karena bertahun-tahun bersama, akhirnya penyamaran Eng Tay terbongkar dan mereka pun jatuh cinta. Sayangnya, Eng Tay sudah dijodohkan oleh orangtua dan akhirnya ia pulang. Sampek yang kecewa jatuh sakit dan meninggal. Saat Eng Tay tahu, ia langsung berdoa di depan makam Sampek, dan meninggal pula di situ. Keduanya berubah menjadi kupu-kupu.

TEATER KOMA YANG STUNNING!




Penggarapan Teater Koma memang sangat apik. Semua karakter bermain dengan sangat menakjubkan. Aku terkagum-kagum dengan acara ini! Pokoknya kalau besok-besok ada rejeki lagi, aku mau nonton lagi!

Terimakasih, ICE BSD, Echa dan mas Iman Chandra...

6 comments:

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^