Saturday, July 29, 2017

CITIZEN JOURNALIST ACADEMY, SINERGI HASILKAN JURNALIS ANDAL INDONESIA


BERDAYAKAN ANAK MUDA 

SEBAGAI CITIZEN JOURNALIST

Ruang The Ice Palace terasa sesak siang itu ketika aku tiba. Ratusan mahasiswa silih berganti hadir di sebuah ruang di lantai 4F Lotte Kuningan Jakarta Selatan. Semua terlihat percaya diri, beberapa diwawancara, sebagian lain sibuk berdiskusi di sudut ruang.



Tak heran, jika para mahasiswa merubung seperti laron mencari cahaya lampu.  (Tercatat, hanya dalam tempo 2 minggu saja acara ini disebar ke kampus. 977 mahasiswa telah mendaftar secara online!  Wooogh..  )

Lawong penyelenggara acara ini antara lain PT Pertamina (Persero), Liputan6.com, dan Indosiar! Yap, tahun ini mereka bersinergi menggelar ajang Citizen Journalist Academy #EnergiMudaPertamina. 

Tujuan diadakannya acara ini tentu saja untuk mengakomodir generasi muda dalam berkarya pada bidang citizen journalism.


Citizen Journalist Academy
Mungkin ada yang bertanya, apa sih Citizen Journalist Academy itu sebenernya? Apa iya ngga cukup dengan para jurnalis "beneran" yang memang telah dilatih - dan lulusan sekolah jurnalis saja?

Hal ini dijawab oleh Pimpinan Redaksi Liputan6.com, Mohamad Teguh. Jadi,  program Citizen Journalist Academy #EnergiMudaPertamina, ini berusaha membangun sebuah kesadaran jurnalistik di kalangan generasi muda. Generasi milenial, kerennya.
 #EnergiMudaPertamina adalah program pelatihan di bidang media digital dan televisi melalui program pembelajaran berbasis komunitas yang dikemas secara menarik dan edukatif.
Sebagai terminologi generasi, 
generasi milenial (saat ini berusia 15 - 34 tahun) memang menempati porsi sangat besar yaitu 34,45%. 

Uniknya, mereka saat ini terkoneksi erat dengan penggunaan teknologi internet, serta budaya pop dan musik. 

Coba saja lihat, saat ini anak-anak tak bisa lepas dari teknologi/internet dan hiburan (film & musik). Semua kegiatan itu mereka lakukan secara online. Tak salah jika sebutan untuk mereka dari para orang tua (bukan saya, cateeeet) adalah generasi jempol ajaib.

Nonton teve, baca berita, dengerin radio, pesan makanan, belanja, minta anter ojek, sampe pacaran aja melibatkan internet! 

Nah para generasi milenial inilah yang diharapkan kelak dapat berbagi berita faktual padat terperdaya eh terpercaya di masyarakat.

Picture source India today

Manfaat langsung adanya CJA 

7 coach keren yang tampil di panggung, seketika menyentak napas. Ada Utrich Farzah, Angga Utomo, Ryan Wiedaryanto, Jemmy Darusman, Zulfikar Naghi mantan saya, Nurul Cinta dan Danny Maulana. Semua mengenakan jeans dan jaket biru dengan setrip merah putih. Terkesan gagah. 


Picture source Liputan6
Iya lah.. Gimana ngga gagah, lawong dituntut memberikan liputan faktual yang tak hanya teknikal, tapi juga dibekali segudang ilmu agar percaya diri saat memberikan reportase.
  • "Kita tidak ingin juga semua konten, semua foto, semua cerita, dibangun tanpa pertanggungjawaban dari masing-masing penulisnya, dengan harapan ini kita bisa sharing dengan teman-teman bagaimana sih pengalaman jurnalisme untuk kita ketika membuat konten, dimana dibatasi oleh aturan yang kita patuhi," kata M. Teguh
  • Menjadi sebuah komunitas yang menjadi kepanjangan tangan dari Pertamina, dalam menyebarkan semangat energi Pertamina kepada khalayak muda.
  • Selain itu, program ini membantu mengedukasi generasi muda untuk meningkatkan soft skill di bidang jurnalistik, digital media, dan public relations. 

Yah, pokoknya sesudah itu 7 coach pada berbagi pengalaman, dari yang kocak, lucu, berani, inspiratif, saya kok jadi kepingin muda lagi ya *sigh* 

TV dan Digital content
Seperti sudah kusinggung tadi, Citizen Journalist Academy mencari 30 mahasiswa yang memiliki bakat menulis, videografi dan presenting dari tiga kota, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Semarang, dan Balikpapan.

Peserta yang terpilih nantinya akan belajar dan merasakan secara langsung menjadi Mobile Digital Journalist & Community Public Relations.

Target peserta adalah mahasiswa aktif berusia 17-24 tahun yang memiliki minat di bidang jurnalistik, video, presenter, dan public relations. ‎Program kreatif kepelatihan ini akan berlangsung selama 4 bulan di bawah bimbingan Liputan6.com, Indosiar, dan Pertamina.  Para aktivis CJA akan belajar langsung tentang.... 
  • mobile digital journalist yang akan mengangkat tema Inspirasi (Sosok), Fakta Unik, Local Wisdom, Sejarah, Kuliner, Wisata dan All About Pertamina (pabrik, program CSR dan lain sebagainya) serta
  • community engagement dan public relations, seperti program edutrip ke Pertamina, sosialisasi program CJA – Energi Muda Pertamina dan social campaign.
Kenalan lebih dekat dan hangat dengan KitaBisa[dot]com




Sesosok anak muda bersahaja dengan pembawaan kalem yang satu ini menarik perhatianku seketika, padahal aku sedang ngantuk berat... 

Ia menyebut sebuah angka yang fantastis untuk penggalangan dana pembangunan sebuah mesjid di Kyoto. Tak hanya itu, ada beberapa "orang biasa-biasa saja" berhasil menunaikan ibadah umroh atau haji, dan bahkan membantu pengobatan seorang ibu yang tinggal di gerobak!



Nyeesssss.....

Apa ya, yang sudah kulakukan selama ini? Sudah jadi orang bergunakah aku di masyarakat, atau hanya sibuk memperkaya diriku sendiri saja?

M. Alfatih Timur yang akrab disapa Timmy (lahir di Padang, Sumatera Barat, 1991) adalah seorang mantan aktivis mahasiswa dan seorang sosial enterpreneur. Ia merupakan penggerak perubahan sosial ekonomi masyarakat melalui program Urun dana (crowdfunding) yang didirikannya dengan nama "KitaBisa" pada 6 Juni 2013.

Sejak 2013, Timmy telah menangani berbagai proyek sosial yang diusulkan masyarakat. Setelah memeriksa kelayakannya, ia mengangkatnya ke 'kitabisa.co.id', lalu masyarakat mengumpulkan uang dengan besaran yang beragam, mulai dari 10.000 hingga 3 juta rupiah. Uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk pembiayaan proyek yang diusulkan masyarakat tersebut dengan pengelolaan dan pengawasan oleh pihak lembaga "Kita Bisa". 

So, Timmy sudah membuktikan dengan hanya satu kata : Kita Bisa! 

Kamu?

#tertundukmalu

Sesudah Timmy masih ada lagi sesi perkenalan dengan Intania dan Aditya yang kocak banget. 

Pertanyaan dia yang paling aku inget adalah,  "Mas,  gimana ya caranya masuk ke Pertamina?"

"Assalamualaikuuum..  Ketok pintu terus buka pintunya.. "  aiiih..  Kamu lutuuuu! Jadi mantuku aja yuk #mertuamodus 



Disambung dengan pembacaan nama-nama mahasiswa yang terpilih! Woohooo.. selamat ya gaes!


Kenalan (lagi) lebih mesra dengan Indra Yudhistira Ramadhan

Pernah dengar kasus Zaskia Gotik saat tampil di acara musik Dahsyat yang disiarkan secara langsung (live)? 

Zaskia saat itu dituding melecehkan lambang negara Indonesia. Dengan nada becanda karena otaknya sederhana, ia mengatakan tanggal 32 Agustus sebagai Hari Proklamasi dan bebek nungging adalah lambang Pancasila ke-lima.

Nah, Direktur Produksi Indosiar, Indra Yudhistira Ramadhan, adalah salah satu yang merasa sangat terpukul.

"Produser, apalagi acara siaran langsung, harus peka dalam menilai konten tayangan televisi. Jika yang dikatakan pengisi acaranya memang melecehkan, produser bisa melakukan pemotongan tayangan (cut) langsung dengan memasukkan iklan," kata Indra 
Indra, seorang ayah dari 2 anak dan lahir tahun 1971 ini sudah malang melintang di dunia layar kaca dan layar lebar sejak tahun 1999. Sepak terjangnya, dan karya-karyanya terbilang spektakuler.


Tahu acara SEA GAMES Opening dan Closing Ceremony yang dahsyaaaat itu kan? 

Nah, itu otaknya Indra ini!
Indra Yudhistira Ramadhan yang lulusan Akademi Manajemen Informatika Komputer, Jakarta ini, mendalami produksi TV dan video di Columbia Academy of Radio, Television and Recording Arts di Kanada. 

Merasa belum cukup, ia juga menimba ilmu sinematografi di Sekolah Film Vancouver. Balik ke Tanah Air, Indra memulai debutnya di percaturan broadcast di TransTV. Sebagai Produser Eksekutif, ia sukses melahirkan program KD Show, Diva Dangdut, dan Selimut. Ia juga menjadi sutradara film Biarkan Bintang Menari dan Andai Ia Tahu.

Usai sudah acara pembukaan Citizen Journalist Academy 2017. Semoga CJA berhasil menelurkan bakat-bakat jurnalis muda yang ciamik yaaa.... 

4 comments:

  1. Acara ini beneran menginspirasi banget menurut saya, meskipun gagal tapi pelajaran dan pengalamannya yang didapat banyak bgt!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, gagal apa? Gagal ikutan ya? Semangat yaaa Aris

      Delete
  2. Acara keren ini mba. Ga perlu ganggu jam kuliah tetap bisa dpt ilmu broadcasting dr anchor news keren keren ini. Congrats buat yg lolos ☺️☺️

    ReplyDelete
  3. Meski hanya ngikutin acara ini beberapa jam, ilmu yang dibawa pulang banyak banget ya mbak. Senang menyaksikan sendiri banyak anak muda yang memacu diri untuk sukses. CJA keren banget deh

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan email amelia_tanti@yahoo.com