Thursday, July 13, 2017

Review Buku : Nona Teh dan Tuan Kopi


Nona Teh dan Tuan Kopi


Crowdstroia / Maret 2017

Kata Depan

Saya, seperti para penulis lainnya *pede sekali bilang diri penulis* pasti suka banget dengan 
cover buku, dan judulnya. 

Iya, pertama kali tertarik baca buku ini.... errr.. karena terpikat dengan judulnya! Yes, judul yang unik, bikin aku bolak-balik ke rak tersebut, lalu.. slup! Seketika masuk ke tas hitam Gramedia !

Rencana semua sih, "cuma" beli kebutuhan anak-anak. Apa daya, emak tak tahaaan.. 


So!

Kisah ini tadinya ada di wattpad. 
Untuk para pembaca setia-nya tulisan Crowdstroia, pasti tahu bahwa di prolog wattpad (bukan buku) Penulis membuat kalimat sebagai berikut;
Seperti teh, yang membuat tubuh rileks dalam memulai hari, ia tetap tampil anggun meski sejatinya terasa pahit. 
Segenap keberhasilan yang telah dicapai oleh Nona Teh hanya dinilai sebelah mata oleh orang yang vital dalam hidupnya. Dunia menekannya namun tak ada tuntutan yang ia tutur dalam doa kepada Yang Maha Kuasa. Aku mendoakan agar kekosongan hatinya diisi seseorang, tapi Tuhan belum mengabulkan doaku hingga enam tahun kemudian.
Seperti kopi, yang membantu tubuh tetap terjaga, ia menyimpan kegetiran yang pekat di balik kafein yang mencandu. 
Tuan Kopi adalah pria mapan yang belum menikah bukan karena takut berkomitmen, tapi karena sekotak masa lalu hitam di belakang yang mencakar benak tiap ia terbangun dari mimpi buruk.
What a  word!

Dengan prolog kayak gitu,  tidak kebayang kakak Tanti bakal baca sambil ngupi di teras rumah dengan secangkir kopi susu panas ngepul. 

Kaki melungker di sofa butut coklat sambil bayangin interaksi dan jalinan kata yang akan dibuat Crowdstroia -ia lebih suka dipanggil Troia - menyandingkan nona Teh dan tuan Kopi 

Well.... 

Aku sih tidak menjamin kalian bakal langsung suka,  sama halnya ketika aku mengerenyit membaca banyak 
kejadian "kebetulan"  pada kisah ini. But in a many parts,  it's still okay..  


Alkisah.....
Di satu negeri yang di dalamnya ada banyak kepahitan, hiduplah Varsha Kalamatari


Varsha adalah wanita yang sukses, cantik, penyayang dan mandiri, namun pendiam dan berhidup getir.  Entah mengapa, dalam benakku langsung tergambar satu kata : Cinderella.  Damn it. 

Seperti kisah mainstream lainnya, Varsha yang masih belum menikah di usia tiga puluhan, bikin orangtua dan tetangga meribetkan hal itu.

Dengan kesuksesan dan masih berstatus sendiri,  tak heran jika Varsha sangat sayang dengan ibu dan keponakan keponakannya.

Untung ia ngga terjebak stereotipe pemikiran "Aku harus punya kekasih untuk bahagia" (kenapa selintas ada wajah  Yunika Umar ya di situ). Oke skip. 

How's our Mr Coffee?

Regen Von Hartmann dikenal juga sebagai Regen Argentara, adalah pria lajang yang memiliki rahasia di masa lalunya. 

Untung, ngga kayak sinetron lokal yang tayang stripping, tokoh cowok bernama Regen ini ngga sook cool atau cowok lebay sok kaya -__- 

Regen terasa nyata dengan sikapnya yang ramah tapi tidak suka basa-basi. 


HUJAN = VARSHA & REGEN

Not so coincidence (or it is?), Varsha dan Regen memiliki arti nama yang sama yaitu hujan. 

Troia pasti udah riset dengan baik, dua jempol untuk ini, karena walau ada banyak kebetulan terjadi (dimana jika ini aku yang nulis dan dibaca oleh editor seteliti Ary Nilandary langsung dikasih red mark guedeeee banget yang bunyinya : Be more creative, Tanti!) namun Penulis masih mampu menjalin kisah sehingga pertemuan terkesan tak direncanakan.

Aku juga senang dengan para tokoh lainnya, seperti Bu Hartanti, Pak Cipto, saudara Varsha, keponakan Varsha, Valerio, Klavier, Hector dan masih banyak lagi. Mereka mendapat porsi peran yang cukup hingga membuat mereka terasa benar-benar ada di novel ini, benar-benar merupakan bagian dari novel ini. Tidak hanya sebagai tokoh figuran yang datang lalu pergi.

After all, aku ngasih rating 4,9 untuk novel ini. Karena aku tidak perlu membuang sisi realistis yang ada hanya untuk sebuah kisah romansa picisan yang lama kelamaan malah merusak mental, buku seperti ini adalah buku yang pas untuk menjadi hiburan di saat senggang tanpa harus menepis kualitas cerita yang disajikan. 0,1% yang membuat ada adalah... cerita ini masih menggantung dan akan ada buku kedua. Jadi aku harus bersabar untuk mengetahui masa lalu dari Regen yang memiliki hubungan dengan Varsha.

Aku berdoa agar Tuan Kopi dipertemukan dengan Nona Teh, tapi aku telat menyadari bahwa Tuhan memiliki cara sendiri dalam mempertemukan dua orang yang Dia kehendaki.

Ini adalah kisah bagaimana aku berdoa, menyerah, kembali berdoa lagi, dan bagaimana di balik itu semua, Tuhan bekerja dengan cara misterius untuk memberi lebih dari sekadar jawaban atas doaku.

P. S.
Dan ternyata, sebelum ending, ada Epilog dan kilasan masa lalu Regen yang oh-ya-ampun-saya-suka-banget.

2 comments:

  1. Penasaran sama isi bukunya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini trilogi mas, dan coba buka instagramnya crowdstroia deh, pikirannya bener bener emejing!

      Delete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com