CARA MEMBUAT DOODLE SEDERHANA


Pernah menggambar tanpa penggaris atau alat apa pun?

Pasti pernah! Memang sih garis dan bentuk yang tercipta terkesan jadi 'berantakan" karena kan tergantung kondisi tangan. Tapi tahu tidak, untuk seniman dan para penikmat seni (aka kolektor lukisan) itulah intinya! 

Justru ketidaksempurnaan ini yang membuat sebuah karya menjadi "mahal"!

Pola lingkaran - coretan meditatif

Seperti tulisan tentang meditative doodle sebelumnya di sini
fokus pada bentuk dan ruang, membuat elemen apa pun bisa menjadi pola. Nah, sekarang kita lihat yuk, beberapa cara mengembangkan variasinya.

1. Mula-mula kita bentuk bulatan, lalu kita coba isi dengan dua cara.

- Tentukan dengan isi bentuk utama, dimulai dengan elemen yang lebih besar misalnya memasukkan garis-garis atau bentuk bunga.

- baru sesudah itu, buat garis batas supaya membagi ruang dalam bentuk. Nah kita bisa mengisinya dengan pola yang berbeda.


2. Membuat aneka garis

Aneka garis ini dibuat juga tanpa menggunakan alat bantu penggaris.

Gunakan beberapa karakter seperti lurus, bergelombang, atau melengkung. Kalau ingin buat bullet journal sendiri, latihan seperti ini berguna loh!

3. Pola anyaman serat

- Mula-mula buat beberapa titik, dengan jarak yang sama. 

- Kemudian, hubungkan titik-titik tersebut dengan dua garis. Garis-garis ini akan menjadi batas luar elemen.

- Selanjutnya, tambahkan lebih banyak garis di antara yang sudah ada, hingga seluruh bentuk terisi dengan garis.




4. Pola berbentuk busur 
Dalam latihan berikutnya, kita akan menggambar beberapa garis lengkung. Ketika diatur dalam set, mereka menyerupai busur.


Latihan Bayangan dan Kontras

Mari buat gambar kita lebih menarik dengan memasukkan unsur warna yang lebih gelap yaitu dengan shading, sehingga menjadi lebih kontras dan berkarakter.

Shading dapat dilakukan dengan berbagai cara. 

1. Dengan menggunakan garis 
2. Dengan titik (stippling)


Teknik shading ini memberikan gradien nada warna, dan untuk meningkatkan kontras secara bertahap.

Stippling adalah cara yang bagus untuk menciptakan gradasi nada yang halus, tetapi kalau tujuannya untuk relaksasi, menggunakan teknik stippling malah bisa mengganggu! 


Nah itu dia beberapa teknik sederhana dalam doodle. Intinya - buat pola - dan tebal atau tipiskan, maka .. tadaaa jadi deh beberapa doodle dalam sekejap!

Selamat mencoba!



20 komentar

  1. Huaaah hasilnya memukau nih Mbak Tanti
    Jadi kangen diajari doodling secara langsung seperti dulu di Surabaya setelah acara sosialisasi travel umroh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa Allaah masih inget ajaaa ..terharu jadinya!

      Insya Allah kita bisa ketemu kembali yaaa

      Hapus
  2. Keren ini sih, dari yang sederhana jadi doodle cakep gitu. Mau coba belajar, ah. Siapa tahu bisa cakep kaya punya Mak Tanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti lebih cakeeeeep deh, aku kan karena sering aja nyobain mulu hhehehheee

      Hapus
  3. Mau mau mau, aku mau praktekin mak, dari kemarin pengen banget mewarnai, aku suka mewarnai dari pada gambar sebenernya, makanya di rumah aku suka ngecat tembok, wkwkwk, tapi kalo ngecat tembok kan mahal dan capek, mau gambar di kertas atau kanvas aja ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngakak .. kok sama yaaa kujuga suka loh ngecat tembok!

      Hapus
  4. Aku selalu kagum dgn org2 seperti mba Tanti. Dan kadang bertanya2 utk skill seperti ini pasti butuh bakat dlm diri kan ?
    Pernah coba karena memang tertarik dgn dunia kreasi tp hasilnya selalu nihil dan ga berkarakter

    BalasHapus
    Balasan
    1. jujur aja Siti, awalnya memang karena aku suka, dan itu untuk menyalurkan kemarahan, dulu tuh aku anaknya emosional banget... hiks ihks

      Hapus
  5. Makneng, aku tuh bikin buletan ato lingkaran aja nggak sempurna, huhu. Meleyot-meleyot, apakah masih bisa bikin doodle? Aku justru lebih menikmati mewarnai doodle-nya ketimbang bikin, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehee doodle kan emang sengaja ga usah "bagus" rata tepi kiri kanan gitu, malah oke

      Hapus
  6. omaa, ini udah terkumpul jadi buku pelajaran menggambar gitu gaak? aku mau beli buat Naia kalau adaa, hehehe. Bermanfaat banget ini untuk yang mau belajar gambar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ituuu niat emang udah ada, ngumpulin satu satu, nanti ya kalo udah jadi aku kasih tau

      doaiiiiin

      Hapus
  7. Masyaa Allah doodlenya cantik banget Mbak 😍 Suka banget sama kreasi kreasinya Mbak Tanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Heniiiii makasiiih, dikau ini mood booster aku banget deh

      Hapus
  8. Wah makasih banget ilmunya. Jadi tahu kalau doodling itu nggak asal gambar corat coret tapi ada polanya juga. Biasanya aku kalau lagi gabut atau bengong suka gambar doodle dengan pola melingkar. Anyway, apakah pola2 ini punya makna tertentu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama samaaaa Tya

      Pola ini biasanya terbentuk karena alam bawah sadar ya. Jadi misal si pembuat suka pola lingkaran biasanya karena sedang mencari titik temu sesuatu, atau sedang terpikir tentang hubungan asmara.

      Suka dengan kotak-kotak karena dia sedang berusaha menghindar dari sesuatu.

      Wah boleh juga nanti aku tulis ya lengkapnya!

      Hapus
  9. Terima kasih banyak atas tipsnya ya Mbak aku termasuk orang yang belum pernah mencoba membuatnya pernah melihat kakakku buat dan hasilnya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mulai buat mbak Naqi. Untuk buku cerita anak karya sendiri kan keren

      Hapus
  10. Ya Allah...cantiknya kak Tanti.. kalau sudah menjadi satu gambat utuh.
    Doodling selama ini menggunakan buku yang sudah tersedia polanya dan aku tinggal memberi warna dengan penuh ketelitian. Padahal gak ada aturan khusus dalam melakukan hal tersebut yaa.. Lepaskan semua yang dirasakan dengan ekspresif melalui warna-warni yang ada di alat warna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah boleh Leeen

      Stress healing juga terjadi karena mewarnai loh. Itu ada ilmunya juga!

      Hapus

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)