Seberapa Pentingkah Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta?



    Apakah kamu pernah membayangkan di sebuah beauty store,  kamu dilayani oleh seorang make up artist difabel? 

    Apakah pernah terlintas di benak, suatu ketika mengunjungi artshop handycraft dengan barang kerajinan indah dan eksklusif, tapi semua pegawainya adalah OYPMK?

    Beberapa waktu lalu, jawaban kita sepertinya sama; "Sepertinya tidak mungkin terjadi, deh! Not in a million years!"

    Namun, dunia memang telah berubah. 

    Di beberapa gerai dan bahkan sebuah kafe di Canggu Bali, membuktikan bahwa implementasi tersebut berhasil! Ya, banyak dari kita -orang awam- saat ini mulai merasakan dampak dari kerja keras media yang terus menerus menyuarakan tentang kesetaraan hak kerja tersebut!

Indonesia, peringkat ketiga dunia penderita kusta

Wah!

    Masuk peringkat ketiga dunia di bulutangkis, mungkin akan jauh lebih menyenangkan didengar ya gaes. Lah ini... kusta!

    Ya, Indonesia ternyata ada di peringkat ketiga dunia - dalam kasus penyebaran kusta! Nomor satu, India (bisa ditebak, karena jumlah penduduknya yang besar dan tingkat kebersihannya rendah) - kedua Brasil, dan ketiga Indonesia.



    Ajiwan Arief Hendradi, S.S, Redaktur Solidernews.com adalah salah satu sosok di balik keberhasilan sebuah media dalam mengangkat isu-isu penting terkait disabilitas dan kusta.

    Pada event Ruang Publik KBR kali ini, hadir Ajiwan sebagai pembicara mengenai Peran Media dalam Menyuarakan Isu Kusta. Melalui solidernews.com beliau mengajak kita semua untuk mengangkat aneka isu seputar minoritas tersebut.

    Kali ini, Selasa, 31 Oktober 2023, kanal live YouTube channel Berita KBR dengan host Rizal Wijaya, sebagai rangkaian program SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas Kusta) dari NLR Indonesia dan KBRmembahas tentang bagaimana peran media sosial untuk menguatkan literasi kusta agar dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait penanganan kusta. 
NLR Indonesia, sebuah yayasan nirlaba dan non-pemerintah, menjadi salah satu jalan persahabatan yang ditempuh Ajiwan dalam menyuarakan isu kusta dan inklusi bagi orang dengan disabilitas, dampak dari kusta. 
Dalam pembukaan live streaming di kanal Youtube Berita KBR, Ajiwan menyatakan bahwa :
"Karena media ini dinilai sebagai corong, bahkan panutan di masyarakat. Itu sebabnya advokasi - promosi menjadi efektif. Dengan bantuan media, maka masyarakat di pelosok negeri menjadi tahu dan menjadi aware terhadap penyakit kusta dan penyebarannya."

Berapa sih, jumlah kasus kusta di Indonesia?

    Di Indonesia, jumlah kasus kusta baru stagnan selama 10 tahun terakhir, sekitar 16.000-18.000 kasus, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus kusta tertinggi ketiga di dunia. Disabilitas kusta masih tinggi, mencapai 6.6 per 1.000.000 penduduk pada tahun 2017, meskipun pemerintah menargetkan kurang dari 1 per 1.000.000. 

    Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan penurunan pada tahun 2022 dengan jumlah kasus baru mencapai 13.487, berbanding tahun 2021 yang mencatat 14.173 kasus.

    Papua Barat menjadi provinsi dengan penderita kusta terbanyak, menyumbang 3.058 kasus baru, diikuti oleh Sulawesi Selatan dengan 2.753 kasus baru dan Nusa Tenggara Barat dengan 1.995 kasus baru. Namun, disabilitas akibat kusta masih melanda 6,6 dari 1 juta penduduk, melampaui target pemerintah yang harusnya kurang dari 1 per 1 juta kasus.

    
Hal ini menunjukkan keterlambatan dalam penemuan dan penanganan kusta yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan faktor penularan melalui kontak. Pasien kusta dan penyandang disabilitas seringkali kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dan informasi mengenai perawatan kusta. 

    Hal ini meningkatkan risiko penularan dan jumlah kasus baru kusta. Oleh karena itu, perlu penyebaran informasi yang benar dan komprehensif tentang kusta kepada masyarakat melalui media, termasuk media sosial, media online, dan media elektronik. 

Media, tangkal berita hoax seputar isu kusta dan difabel!

    Dalam kesempatan live streaming kali ini, Ajiwan mengingatkan bahwa awak media, pers mahasiswa, dan jurnalis warga harus memainkan peran penting dalam mengatasi hoaks, mitos, dan stigma seputar kusta serta menyampaikan informasi yang valid dan inklusif tanpa menciptakan stigmatisme dan diskriminasi yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial penderita kusta. 

    Dengan menyuarakan terus menerus berita difabel dan isu kusta, Ajiwan berharap hal ini dapat menjadi  change-making untuk banyak OYPMK dan difabel. 

    Solidernews.com, media terverifikasi yang berada di bawah naungan SIGAB (Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel), adalah salah satu cara yang bisa dijadikan contoh bersama. 

Melalui ragam tulisan yang fokus terhadap advokasi, perlindungan, dan pemenuhan hak disabilitas, Solidernews.com memberi kontribusi positifnya terhadap literasi kusta di masyarakat. Puluhan artikel website bertema kusta, baik itu opini, liputan, atau feature, dan juga disebar luaskan di media sosial, sudah diterbitkan oleh Solidernews.com.

OYPMK, jurnalis di solidernews.com

    Tak main-main, Ajiwan menyebutkan ada tiga orang jurnalis di dalam website solidernews.com yang juga adalah OYPMK loh! Hal ini sejalan dengan keinginan membukakan lapangan pekerjaan untuk OYPMK dan difabel, yang tertulis di dalam kewajiban perusahaan dan pemerintah dalam mempekerjakan difabel (termuat dalam Pasal 53 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016) tentang Penyandang Disabilitas. 

    Bagi perusahaan atau instansi yang belum menjalankan amanat tersebut,  belum ada sanksinya. Pemerintah masih memberikan pendekatan dan sosialisasi untuk mendorong pemenuhan serta pelindungan hak pekerjaan bagi difabel.

    Filosofi UU Penyandang Disabilitas adalah berdasarkan hak asasi manusia, bukan lagi charity. Dengan demikian, tidak perlu sanksi atau punishment jika tidak mempekerjakan penyandang disabilitas. 

    Walau demikian, ketentuan pidana diatur pula dalam UU Penyandang Disabilitas, yaitu pada Pasal 144 dan 145. Perorangan atau lembaga dapat dipidana apabila melarang dalam pemenuhan dan pelindungan hak difabel, termasuk hak pekerjaan.

Edukasi dan Dukungan Media Jadi Kunci Indonesia Bebas Kusta

    Edukasi dan dukungan media tentu sangat dibutuhkan, bukan?

Untuk itu, solidernews.com, sebagai media alternatif di bawah naungan lembaga SIGAB (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Disabilitas), hadir sebagai suara advokasi disabilitas yang berjalan di tingkat nasional. Berusaha memberikan edukasi luas dan menghapus stigma penyakit kusta, solidernews.com menjadi medium yang berperan penting dalam menghadapi isu kusta!

    Nah bagaimana teman-teman, sudah open mind tentang OYPMK, kusta dan difabel bukan?

Tidak ada komentar

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)