House of Justice, tempat suci dan pusat agama Baha'i di Haifa, Israel. |
Seiring waktu, Indonesia mulai memasukkan aliran kepercayaan sebagai agama yang diakui dan terakhir, Kong Hu Chu - yang notabene telah ada di Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Agama ini diakui ketika Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI ke 5 tahun 2000.
Makanya agak kaget ketika Bapak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui akun Twitter @lukmansaifuddin pada tanggal 24 Juli 2014 lalu, menyatakan akan mengkaji Baha'i sebagai agama di Indonesia. Bukaaan.. Pak Menteri tidak mensahkan 'agama' atau aliran Bahai ini sebagai agama baru!
Pak Menteri Lukman Saifuddin hanya memberi beberapa pernyataan sehubungan dengan maraknya Baha'i ini di akun twitter beliau @lukmansaifuddin dan justru kajian ini dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengirimkan surat yang mempertanyaan perihal Baha'i ini.
Baha'i sendiri itu apa sih?
Agama Bahá’à (bahasa Arab: ﺑﻬﺎﺋﻴﺔ ; Baha'iyyah) adalah agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia. Agama Baha'i lahir di Persia (sekarang Iran) pada abad 19 tepatnya tahun 1863. Pendirinya bernama Bahá’u’lláh yang wafat tahun 1892 di Bahji.
Pada awal abad kedua puluh satu, jumlah penganut Bahá’à sekitar enam juta orang yang berdiam di dua ratus tiga puluh tujuh negeri di seluruh dunia. (Sumber :wikipedia)
Dari pernyataan yang aku kutip di situs resminya, http://bahaiindonesia.org/
Agama Bahá’à adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Pembawa Wahyu Agama Bahá’à adalah Bahá’u’lláh, yang mengumumkan bahwa tujuan agama-Nya adalah untuk mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbarui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan seluruh umat manusia.
Umat Bahá’à berkeyakinan bahwa agama harus menjadi sumber perdamaian dan keselarasan, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun dunia. Umat Bahá’à telah dikenal sebagai sahabat bagi para penganut semua agama, karena melaksanakan keyakinan ini secara aktif.
Rumah ibadah Bahá'à di New Delhi, India. |
Menurut The World Almanac and Book of Facts 2004, kebanyakan
penganut Baha’i hidup di Asia (3,6 juta), Afrika (1,8 juta), dan
Amerika Latin (900.000). Menurut beberapa perkiraan, masyarakat Baha’i
yang terbesar di dunia adalah India, dengan 2,2 juta orang. Kemudian
Iran dengan 350.000 penganut, dan Amerika Serikat dengan 150.000 orang
penganut.
Selain negara-negara itu, jumlah penganut sangat berbeda-beda.
Pada saat ini, belum ada negara yang mayoritasnya beragama Baha’i.
Guyana adalah negara dengan persentase penduduk beragama Baha’i yang
paling besar (7,0 persen).
Pemeluk
Baha'i juga melakukan beberapa ritual yang nyaris seperti ritual umat Muslim, yakni sembahyang wajib Baha'i, membaca
tulisan suci setiap hari, tidak bergunjing dan memfitnah, serta menjalankan
puasa Baha'i setiap tahun.
Rumah ibadah Baha’i dinamakan
Mashriqu’l-Adhkar, yakni tempat untuk berdoa, meditasi dan melantunkan
ayat-ayat suci Baha’i dan agama-agama lain.
Makam Bahaullah |
Baha'i di Indonesia
Baha’i masuk ke Indonesia sejak sekitar tahun 1878, dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Dalam website resmi agama Baha'i di Indonesia, dijelaskan, Agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain.
Namun berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti.
Sebagai catatan, tahun 2009 lalu, ratusan penganut agama ini sempat membuat heboh warga Tulungagung. Warga menolak keberadaan mereka karena ritualnya dianggap menyesatkan. Para penganut ajaran ini meyakini kitab suci mereka adalah Akhdas. Sedangkan salatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Mereka salat sehari sekali, dan berpuasa hanya 17 hari. Beberapa penganut agama ini juga tercatat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Baha’i masuk ke Indonesia sejak sekitar tahun 1878, dibawa oleh dua orang pedagang dari Persia dan Turki, yaitu Jamal Effendi dan Mustafa Rumi. Dalam website resmi agama Baha'i di Indonesia, dijelaskan, Agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain.
Namun berapa jumlah pemeluk Baha'i di Indonesia hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti.
Sebagai catatan, tahun 2009 lalu, ratusan penganut agama ini sempat membuat heboh warga Tulungagung. Warga menolak keberadaan mereka karena ritualnya dianggap menyesatkan. Para penganut ajaran ini meyakini kitab suci mereka adalah Akhdas. Sedangkan salatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Mereka salat sehari sekali, dan berpuasa hanya 17 hari. Beberapa penganut agama ini juga tercatat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pernyataan Lukman Saifuddin dalam akun Twitternya terkait Baha'i:
"1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha'i memang benar merupakan salah saru agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha'i."
"2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri
memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan.
#Baha'i"
"3. Selaku Menag saya menjawab, Baha'i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha'i"
"4. Baha'i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama.
Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha'i"
"5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha'i"
"6. Saya menyatakan bahwa Baha'i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha'i"
"7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha'i merupakan
agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu..
#Baha'i"
"8. ... yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya
sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
#Baha'i"
"9. Saya berpendapat umat Baha'i sebagai warganegara Indonesia
berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah.
#Baha'i"
"10. Demikian temans, semoga maklum. Selamat bersiap berbuka bagi yg puasa, meski masih lama.. ;) #Baha'i"
Terlepas dari apapun pandangan kita terhadap Baha'i, seyogyanya kita mensikapi semua informasi baru dengan berhati-hati, sehingga tak mudah terprovokasi.
Agama apa pun, selama personalnya bersikap baik, bertingkah laku baik, ya tetap baik...
BalasHapusSayang nya sebagian orang sudah skeptic karena jaman sekarang susah membedakan mana kawan mana lawan
HapusPengen tahu tentang agama ini... belum punya temen yang agamanya Baha'i ini soalnya :)
BalasHapus:) kalo gitu ke daerah Jawa Timur aja Una :-)
HapusUntukku agamaku untukmu agamamu...
BalasHapusPrinsip hidup yg keren!
HapusIdem dengan Adi Pradana, walaupun lier...
BalasHapusMudahan gak bikin perpecahan ya Len
Hapusasli orang jatim dan berkeliran dimana2 tapi baru kali ini denger mak,semalem rame di fb..pagi ini dapat infonya..apapun itu...idem sama adi pradana :)
BalasHapusKalo aku bilang sih untuk beberapa aliran kepercayaan emang sebagian besar ada di Jawa, karena keluarga ibuku juga ada yg beraliran Pangestu, satu aliran mirip ini juga
HapusTernyata ada juga di Palopo (sebuah wilayah di Sul Sel) ya, Mak. Rumah ibadahnya mirip masjid.
BalasHapusMak Niar... mauuu dong foto in rumah ibadahnya ituuuu
HapusDi Iedul Fitri ini kami sebagai admin Blog Edi Gunawandot com dan Nuansa Pena dot blogspot dot com mengucapkan "Selamat merayakan Iedul Fitri, Mohon maaf Lahir Batin!"
BalasHapusTerimakasih Blog Edi Gunawan dot com. Maaf lahir bathin yaaa
HapusMaaf lahir batin ya mak .... *komen gak nyambung :D
BalasHapusAhahahaaaa...... maaf lahir bathin juga ya Aci
HapusWah.. Ada2 aja agma baru.. Gak tau mau komentar apa tentang ini.. Hehe
BalasHapusWah.. Ada2 aja agma baru.. Gak tau mau komentar apa tentang ini.. Hehe
BalasHapusIya mas... speechless ya
HapusWahhh... keren ulasan tentang Agama Baha'i... kebetulan dari kmren nyari2 tentang agama baru ini... :D
BalasHapusTerimakasih mas .. syukurlah kalo bermanfaat ^^
HapusNice info, sangat bermanfaat :)
BalasHapus