Thursday, July 3, 2014

LAUNCHING DAPURAYA - PASARAYA BLOK M

Didirikan pada tanggal 27 Maret 1974, PASARAYA didirikan di area jalan protokol MH Thamrin, bernama Sarinah Jaya dan menjadi pelopor department store dengan mengkhususkan diri pada seni dan kerajinan tradisional Indonesia. Seiring waktu, ternyata Pasaraya berkembang pesat dan semakin dicintai masyarakat, sehingga foundernya, Bapak Abdul latief merasa perlu untuk memindahkannya ke Blok M pada tahun 1980. Blok M dianggap mewakili pusat perbelanjaan tersibuk di area Jakarta Selatan.

Sarinah Jaya kemudian dikenal dengan brand name Pasaraya, yang lalu menjadi Pasaraya Big & Beautiful, berubah lagi menjadi Pasaraya Grande, dan sekarang Pasaraya The Pride of Indonesia. Pak Abdul Latief juga merasa perlu mendirikan pusat jajan Indonesia untuk melengkapi kebutuhan konsumen, sehingga berdirilah Dapuraya.
Courtesy of Dapuraya
Tanggal 26 Juni 2014 lalu, sebuah e-mail dilayangkan mendadak dan agak nekad (*wink) karena hari itu juga saya diundang menghadiri undangan kuliner Dapuraya Bercerita, padahal saya baru aja mendarat jam 10 pagi setelah berkendara selama 20 jam dengan 10 jam lebih terjebak di tol Cikampek dari Purwokerto!

Allright, buat best friend bernama Arie Parikesit -founder Kelana Rasa- apa sih yang enggak *kibas poni- saya tiba di lokasi setelah acara dimulai.
Konsep tradisional Pusat Jajanan khas Nusantara ini terasa begitu aku turun ke lower ground, dengan 55 stand dan gerobak yang didesain sangat cantik. Benar saja, usai bu Medina Latief memberi pengarahan, tak lama kami dipandu oleh Ruth untuk berkeliling ke sepuluh gerai yang dipilih secara acak, eeh.. bukan berarti yang lain gak layak diceritakan loh, tapi kalo Ruth nerangin kesemua gerai, dijamin.... habis waktunya ^_^

Dengan piawai, Ruth yang berambut cepak dan berpenampilan keren dengan busana batik warna pastel ini menerangkan sejarah pembuatan, bahan yang digunakan, citarasa hingga ke kenangan para penikmat kuliner di gerai tersebut... hidiiwww.. it takes time, isn' it? Acung jempol!

Di sesi ini, Ruth mengenalkan antara lain :
  • Empal Gentong Cirebon
  • Sate Ambal Semarang
  • Sate Padang Ajo Ramon
  • Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
  • Siomay Nelayan 
  • Sop Kaki Dudung Roxy
  • Gudeg Yogya Bu Yati
  • Gado-gado Cemara
  • Sate Kambing Hadori Bandung
  • Tongseng Buntel


Mendengar kisah berdirinya gerai dari awal mula, tentu membuat hati saya terharu. Mendengar kisah perjuangan hingga gerai mereka dikenal, sekaligus terharu dengan semangat Pak Latief untuk mengangkat citarasa kuliner kaki lima dan keragaman menunya. Tentu saja, di balik kisah kesuksesan, selalu terselip tangis dan doa....

At last session, kami para blogger dan reporter diundang Arie Parikesit untuk mencicipi hidangan khas Nasi Kapau ala Dapuraya Pasaraya milik... Pak Latief sendiri. Hmm... nikmat sekali rasanya, apalagi esok hari sudah ibadah puasa!

Terimakasih Arie Parikesit, team Kelana Rasa, Ruth dan Ibu Medina serta team Dapuraya... semoga perwujudan mimpi ini membawa kesuksesan buat semua, yaa!

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^