Wednesday, August 5, 2015

RAMAH TAMAH #SahabatJKN DENGAN BU MENKES

Dengan deg-deg plas, aku dan rekan blogger siang itu  menanti kehadiran Ibu Menteri Kesehatan, Nila Moeloek beserta jajaran Staf dan Sekjen Kemenkes dalam rangka ramah tamah dan halal bi halal di Aula Ruang Kaca Lt 2 - Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta  Pusat. Tepat pukul 13.00, bu Nila memasuki ruangan. Tak tampak lelah menggayut padahal sebelumnya bu Nila memimpin rapat dahulu. 



WHO IS Prof. Dr. dr. NILA MOELOEK, SpM (K) ANYWAY?
Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Moeloek, SpM (K) yang 4 tahun lagi genap berusia 70 tahun ini tampak tegap, dan sehat, pastinya. Ia adalah seorang ahli ophtalmologi (ilmu penyakit mata) dan sebelumnya sebagai dosen FK Universitas Indonesia. 

Lahir di Jakarta tanggal 11 April 1949, Bu Nila melanjutkan subspesialisasinya di Orbita Center, University of Amsterdam, Kobe University Jepang. Sebagai tenaga medis, Bu Nila merasa wajib membela tanah air di bidang kesehatan. Untuk mengentaskan kemiskinan, kita wajib sehat, ulasnya beberapa waktu lalu.


Psst.. ada ga yang tahu kenapa bu Nila sering menggunakan akronim F? Yup, karena suami beliau adalah Faried Anfassa Moeloek, mantan Menteri Kesehatan dan Dokter ahli Kebidanan & Kandungan (IMHO) *oooo... choir panjang terdengar.. 

Acara dibuka oleh MC kondang #Sahabat JKN, seorang blogger yang bekerja di Puskomblik, dan akrab disapa eyang Anjari Umarjiyanto. Kenapa dipanggil eyang, padahal beliau  masih muda? #penasaran kaan..

KENALAN MA EYANG!

Eyang eh mas Anjari nih mulai ngeblog sejak 2004 dan ia adalah praktisi branding dan PR kesehatan. Beliau sering berbagi di beberapa komunitas dan event blogger seperti Blolicious, Kojak dan Kopdar Blogger Nusantara. Ia juga penggagas Steering Committe Kopdar Blogger nusantara tahun 2011 di Surabaya, 2012 di Makassar dan 2013 di Yogyakarta.

Ia menggalang para blogger sebagai #SahabatJKN sejak tahun 2014 lalu, bersama mahasiswa dan dokter. Sekarang menjabat sebagai Kepala Opini Puskomblik Kemenkes. Nah saking seringnya berbagi di event, ia dihormati dan sering dimintai nasihat layaknya eyang-eyang hahahaa....


Back to laptop.
At the venue, ada beberapa blogger yang tergabung dalam #SahabatJKN hadir dari luar kota, (kebetulan  mereka sedang bertugas sementara di Jakarta) selain blogger dari lingkup Jabodetabek. Satu hal yang kucatat : semua berpakaian rapih. Eheheh.. ya iya dong, secara gitu, menghadap bu Menkes!

Ibu Nila F Moeloek yang ramah dengan lugas menyapa blogger #Sahabat JKN sehingga suasana langsung mencair.

Dengan mengemukakan fakta Pertumbuhan Penduduk Indonesia, yaitu tantangan penduduk berusia produktif (riset dari tahun 2012 hingga tahun 2035 yang akan datang). Ada beberapa sektor yang crucial, antara lain sandang pangan dan charge-an ..ups.. kesehatan. 


"Tingkat populasi penduduk Indonesia cukup tinggi, dengan 45% usia produktif. Diharapkan masyarakat berada dalam kondisi sehat sehingga produktif dan menolong masyarakat tidak produktif."

-Nila Moeloek-

Bu Nila berusaha mengingatkan kita semua untuk yuk, mareee.. menjaga kesehatan masing masing. Jangan mentang mentang Pemerintah menyediakan fasilitas BPJS dan Jaminan kesehatan yang .. well.. nyaris free, terus kita semua jadi acuh dan tak peduli dengan kesehatan. Jika Anda berpikir seperti itu, tanpa tedeng aling-aling Ibu Nila berkata, sekalian saja kita berpikir tentang mati! Aaaak!

Apalagi, di era moderen ada berbagai penyakit yang "muncul tiba-tiba", artinya dulu ga ada sekarang ada. Sebut saja, Mers, AIDS, hepatitis C, dll. Belum lagi stroke di usia muda, akibat makanan, polusi dan gaya hidup! 

Ooh ya, termasuk nikah dini itu,  bermasalah loh ke depannya! Kok bisa? Karena bukan rahasia lagi, jika orangtua tak mampu, anak-anak perempuan (atau laki-laki juga) memilih untuk bekerja atau menikah dini, sementara kejiwaan dan organ reproduksi mereka sebenernya belum matang. Aku teringat Husnah, sahabatku di Nunukan yang menikah muda, belum lulus Sekolah Dasar. Kudengar terakhir ia menjadi istri kesekian dan menjadi korban KDRT :((

*Al Fatihah untuk Husnah*

Acara ini mengalir dalam suasana santai dan akrab. Kita boleh sambil tanya tanya, yang tentu saja tidak disia-siakan oleh blogger.

Pertanyaan pertama dari mbak eh.. "dik" Elisa Koraag.  Kelihatannya sih, mak Icha bukan cari solusi doang, tapi sekalian curcol plus berterima kasih atas adanya program BPJS *dikeplak mak Icha*

 Putranya, Bastian berusia 15 tahun terpapar TB dan tak terbayangkan jika tidak memiliki fasilitas ini. Bayangkan, seorang penderita TB wajib berobat hingga minimal 1 tahun jika ingin pulih sediakala. SATU TAHUN! Kantong mana yang ga jebol, coba!

Pertanyaan kedua dari Grace Melia, seorang ibu muda yang putrinya menderita diffabel akibat TORCH.  Pertanyaannya panjaaang banget, kalo ga di "Stop!" Eyang Anjari, jangan jangan bersambung jilid ke dua belom selesai ceritanya.. hihihi #digetokGees..

Pertanyaan ketiga dari Annisa, yang bertanya apakah masalah KB yang tidak ditanggung JKN, padahal ini salah satu masalah demografi penduduk. Untung aku ga keceplosan bilang, "Masak situ yang enak, Negara yang nanggung?" hihi.. tapi ada sih di twitter.. teteeeup #bloggercelamitan

Ibu Nila Moeloek dibantu pak Sekjen Donald Pardede membantu menjawab pertanyaan pertanyaan ini.

Secara detil sih aku lupa, makluuum ga direkam (sedih) tapi bu Nila dan pak Sekjen berusaha menerangkan, mulai dari kegagalan KB akibat salah kontrasepsi hingga pendampingan marital untuk mencegah TORCH.

Karena masih ada waktu, pertanyaan dilanjutkan oleh Riza Gassner yaitu kontradiktif, bagaimana jika ada yang menggampangkan dan mengecilkan atau bahkan meremehkan masalah kesehatan, saking baiknya pelayanan kesehatan!

Waduh... sejujurnya aku jadi bingung iniii.. bukannya orang malah ga pada pingin sakit ya.. he heee... 

Pertanyaan terakhir dari Yuri No Hana, adalah fatwa haram oleh ulama. Gimana penyelesaiannya?

Eyang Anjari dan para staf tersenyum lebar, akhirnya pertanyaan ini keluar juga deh!  Jawaban dari pak Sekjen Untung Suseno melegakan, karena sebenarnya JKN tidak haram tapi regulasinya tidak atau belum syariah. Beliau telah rapat dengan MUI, LSM, BPJS dan OJK dan berusaha mengadakan dialog interaktif terutama dengan MUI. 

Isue haram itu, berarti... yang menghembuskan adalah oknum ya? Mungkin karena sistem dimana kita bersama-sama 'menabung' itu ya? *kok tanya melulu, kemarin dengerin ga sih!*


Pertanyaan terakhir dari Pak Umar, 51 tahun seorang blogger yang juga menderita diabetes. Beliau menyarankan agar para jajaran menteri bersepeda agar terjadi perubahan aka revolusi mental. Saran ini ditanggapi dengan cukup serius, terbukti bu Nila, pak Untung dan pak Donald menganggap penting mengadakan bicycle track satu saat! Saat ini yang diupayakan adalah jogging track dulu. Bravo, pak Umar!

Bu Nila menutup acara dengan memaparkan hasil rapat akhir agar Kemenkes juga memperhatikan tidak hanya Rumah Sakit namun juga Posyandu, Puskesmas setempat, bekerja sama dengan awak media, blogger (citizan jurnalis) dan NGO agar program Kementerian Kesehatan terlaksana. 

Oya Ibu Nila juga menambahkan keterangan 5 penyakit yang harus diwaspadai, dan sesungguhnya bisa kita hindari. Antara lain degenerasi, infeksi, kecelakaan, cancer yang sebenernya bisa kita minimalkan. So, #SahabatJKN .. yiuuuk kita bantu program bu Nila Moeloek eeeh.. Kementerian Kesehatan! 

Harapan dan pesan terakhir bu Nila adalah setinggi tingginya doa dan harapan agar seluruh masyarakat sejahtera dan sehat. 

SALAAM SEHAAAT!!!





thanks fotonya jeng Dewi Sulistyawati ^^

6 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kunjungannya Eyang Anjarisme ^^¥

      Mudah mudahan ga mengecewakan daannn.... besok besok diundang lagi (modus)

      Delete
  2. NGO mbaaaak bukan NJO *dikeplak :)))

    iih aku tuh yaaa sampe sekarang belum bisa live blogging, gak pede :)))), tapi ini keren sih. Aku harus belajar hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa... mbak NUniiiiik udah diedit tuh!

      Pede tingkat dewa kalo aku, mah *dikeplak lagi

      Delete
  3. akkk, mupeng ikut acara ini apa daya tugas ibu memanggil di kampung, makasih banyak ya mba tanti kesempatannya kemarin bisa hore2 di jekardah, jangan kapok ajak dakuw yaa hihihi

    ReplyDelete
  4. Mantap, apalagi dipanggil dik, berasa kakaknya Van.

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^