Sunday, September 4, 2016

INVESTASI EMAS UNTUK BUAH HATI DENGAN JIWASRAYA

Pagiii!

Mau curhat dikit. Tahun ini, kedua anakku masuk jenjang pendidikan baru. Yang satu masuk kuliah, dan si adik yang tepat di bawahnya masuk ke SMP. 

Untuk orangtua yang baru memasukkan anak kuliah, tentu saja agak-agak tersendat napasnya. Selain biaya yang disiapkan lumayan besar, walopun si anak masuk PT Negeri, namun aneka pernak-pernik yang mengikuti lumayan banyak. 

So, ketika ada acara bincang santai yang diselenggarakan oleh KEB (Kumpulan Emak Blogger) di sebuah kafe ibukota, aku langsung daftar!

Topik ini menarik buatku, sebagai orang tua yang punya anak usia sekolah, mahalnya biaya pendidikan masih menjadi a little bit problems in my life.

Emang sih, hidup itu pilihan. Menyekolahkan anak bisa di mana saja, juga bisa ga disekolahin.. ups.. Tapi, wajar kalo aku ingin pendidikan yang terbaik buat anak-anak. Biaya pendidikan meningkat? Prepare for it!

*tarik napas panjang dulu....

Lanjut, ya..

Tapi, alih-alih mendapat segambreng penjelasan bla bla bla bahwa membeli asuransi atau investasi di sini di sana, karena begini dan begitu (topik menyebalkan buat sebagian besaaar orang!) pagi ini aku tercerahkan!

Tercerahkan karena ada psikolog cantik bernama Elizabeth T Santosa yang akrab disapa Miss Lizzie ngomong dengan lugas, cerdas dan sekaligus tampil keren.. (penting!)



Miss Lizzie yang pagi itu tampil dengan white palazzo dengan teknik high waisted bikin kakinya tambah jenjang dan... aku jadi iri kagum. Iya, jadi cewe juga kan gapapa ya mengagumi dandanan orang lain.. *eh, kok gagal fokus

Miss Lizzie memberikan masukan tentang Kecerdasan Majemuk dengan bahasa bumi, gak teknikal seperti pesikolog lainnya... 

Psikolog yang satu ini sering muncul di layar kaca sebagai narasumber mengenai masalah anak dan keluarga. Elizabeth Santoso, akrab disapa Lizzie, tertarik mempelajari psikologi, antara lain karena kerusuhan Mei 1998. Peristiwa itu membuatnya cemas akan bangsa Indonesia yang tidak akan mengalami kemajuan signifikan dimasa depan.
“Salah satu solusi adalah adanya intervensi pendidikan. Saya menaruh keyakinan pada generasi muda untuk melakukan revolusi bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik,” 
ungkap dosen di Swiss German University, Serpong, Tangerang Selatan ini.

Ibu tiga putri ini menyadari, profesi psikolog adalah passion hidupnya. Bagi lulusan Magister Psikologi, Universitas Tarumanegara ini, bekerja sesuai passion adalah anugerah.
“Sekalipun ada masalah dengan klien, itu tidak mengganggu kehidupan pribadi,” ujar istri Philip Widarto ini. Ia mengungkapkan, menjadi psikolog butuh mental kuat dan tidak mudah terpengaruh masalah klien.

Ini dia analisa Miss Lizzie dengan bahasa buminya, tentang 8 kecerdasan anak yang berbeda-beda.
Linguistik: kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif. Cocok menjadi pembaca berita, pembicara, editor, wartawan,dll.

Matematis-logis: kemampuan mengolah angka, menggunakan logika atau akal sehat dengan baik. Cocok menjadi insinyur, peneliti, programmer, dll.

Visual Spasial: kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat. Cocok menjadi perancang, arsitek, pelukis, dll.

Kinestetik: kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan. Cocok menjadi penari, atlet, mekanik, dll.

Musikal: kemampuan menangani berbagai bentuk musik dan mengekspresikannya. Cocok menjadi musisi, produser, penyanyi, kritikus, dll.

Interpersonal
: kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Cocok menjadi public relation, negosiator, marketer, dll.

Intrapersonal: kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasar pemahaman tersebut. Cocok menjadi peneliti, psikolog, penulis, dll.

Naturalis: kemampuan mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar. Cocok jadi aktivis lingkungan, dokter hewan, dll.

Jadiiii... kesukaan pada alam itu juga bagian dari kecerdasan seperti kesukaan pada matematika!

After that .. ini dia tips mudah yang harus disiapkan untuk pendidikan anak:

  • Buat daftar sekolah yang anak-anak minati 
Googling, searching.. hingga gunting foto plus brosur beberapa sekolah yang berkualitas

  • Hitung prediksi biaya pendidikan anak dari TK sampai perguruan tinggi

Ini kira-kira aja, loh yaa.. hasil dari survey kecil-kecilan di seputar rumahku ^^

  • biaya masuk TK Standar tahun 2015, perkiraan terendah adalah IDR 1 juta - ini yang ngadain TK di sebuah gang di Kelapa Dua Tangerang, disubsidi oleh Kelurahan

    (rincian biaya sudah termasuk uang gedung, buku, SPP bulanan dan seragam seadanya)
  • Sedangkan untuk TK menengah, biaya terendah adalah IDR 2,5 juta sampai tak terhingga (sekolah internasional dibayar dalam dollar atau euro, misalnya)
  • biaya masuk SD - SMP - SMU Standar
    tahun 2015, di sekolah negeri adalah IDR 1 juta - hanya meliputi pembelian buku-buku tulis dan seragam serta SPP bulanan
  • Biaya masuk ke sekolah swasta variabel, dimulai dari angka IDR 2,5 juta sampai tak terhingga
  • biaya masuk Perguruan Tinggi
    Aah.. baiknya aku kasih sedikit kutipan yang sumbernya dari http://nasional.news.viva.co.id/news/read/412022-3-cara-masuk-perguruan-tinggi-negeri-tahun-ini
  • Biaya seleksi, tahun lalu untuk IPA dan IPS adalah Rp150 ribu dengan dua pilihan, serta Rp175 ribu untuk IPC dengan tiga pilihan.
  • Tahun  ini, semua naik 25 ribu rupiah. Saintek atau Soshum jadi 175 ribu rupiah, sedangkan campuran 200 ribu rupiah. Kalau dulu, ketika memilih IPA atau IPS hanya boleh dua bidang studi, sekarang Saintek atau Soshum boleh tiga bidang studi
  • Selain itu, peserta ujian SBMPTN yang diharuskan untuk mengikuti ujian keterampilan, maka akan dikenakan pula biaya tambahan. Akan dikenai biaya 150 ribu rupiah per satu mata ujian

Asumsi :
  • Uang pangkal (dibayar sekali saja saat mendaftarkan anak ke satu tahap pendidikan/sekolah)
  • Biaya pendidikan naik sekitar 10 hingga 15 persen per-tahun
  • Uang SPP setiap bulannya atau setiap semester.
  • Biaya ekstra pembelian buku pelajaran, seragam sekolah dan uang saku (eits.. penting ini!)
  • Ekstra kurikuler (misalnya : kursus balet, kursus bahasa Yunani, komputer,capoeira, silat, renang dan futsal hehehe)

Nah, ini ada contoh masuk ke PT Gunadarma - data tidak akurat, karena yang nulis bukan admin Gunadarma tapi mahasiswanya, itu juga nulisnya tahun 2013, jadi plus inflasi 10% ++ yaaw ..


Jurusan S1-Akuntansi (Pagi)* :

Jumlah SKS : 18 SKS (di Gunadarma ada sistem paket, yang wajib di bayar per semesternya 18 SKS @ IDR 150K)

Uang Sumbangan / Gedung S1-Akuntansi (pagi) : Rp 13.000.000

GRADE AA : Potongan Rp 5.000.000

GRADE A : Potongan Rp 2.500.000

GRADE B : Tidak ada potongan


Uang gedung / Sumbangan - bisa dibayar/ dicicil sampai 6x (6 Semester).

Jika Tes Masuk GRADE AA, maka yang di bayar pertama kali masuk atau semester 1 , berupa :

BPP (Biaya Pengembangan Pendidikan) ---------------Rp. 1.750.000

Uang Kuliah 18 SKS x @Rp. 150.000 ------------------Rp. 2.700.000

USP (Uang Sumbangan Cicilan Pertama/smt 1)-------Rp. 1.400.000

(8 juta dibagi 6 -6x cicilan

Total yang harus dibayar semester 1 : Rp 5.850.000

Untuk pembayaran ada pilihan lain yaitu bayar LUNAS 6 Semester langsung, jadi total yang di bayar sekitar 34 jutaan , dan biasanya akan mendapatkan 1 buah Laptop Free.

*Baca kalimat terakhir itu bikin tanganku gatal..
Jadi, kalo kamu bayar sekaligus berhadiah laptop, kalo masuk dua jurusan tambah kulkas dua pintu (-_-)', trus kalo anakku empat-empatnya masuk situ dapet rumah kali yee.. *abaikan! Si Neng mah gitu orangnyaaa ..

Disiplin untuk menyisihkan pendapatan bulanan Anda
Lhaa ini diaaa...
Kalo ketahuan seperti ini, idealnya sisihkan 20 % penghasilan untuk dana pendidikan anak.


Tentukan jenis investasi yang akan Anda gunakan untuk mempersiapkan anggaran pendidikan anak Anda
Ada macam-macam gaya nabung di dunia ini, mulai dari asuransi pendidikan, tabungan pendidikan atau investasi dalam bentuk tanah dan emas, hingga reksadana.

Tabungan biasa di bank
Prosesnya mudah, buka rekening tabungan trus .. ya nabung,laaah!

Masalahnya, kalo kamu ga rajin nabung doang, malah nabung di.. di..?

Tabungan pendidikan anak

Produk ini biasanya adalah tabungan biasa tapi dilengkapi dengan perlindungan asuransi jiwa. Jadi kalo kita -ortu- meninggal dunia dan setoran setiap bulan Anda terputus, setoran dilanjutkan oleh perusahaan asuransi sampai saat jatuh tempo, sehingga dana pendidikan anak tetap dapat tersedia kelak ketika dibutuhkan.

Masalahnya.. jaga jangan sampai nih tabungan lapse atau terputus, yaa! Kalo terputus, uangnya hilang atau kalopun ada nilai tunainya, keciiil banget.

Asuransi pendidikan tu beda toh, sama tabungan pendidikan? Hya eyalaah, yang satu diterbitkan oleh Bank dan yang satu oleh Perusahaan Asuransi. Sekian.

Teknisnya sih sama, manfaatnya juga sama. Bedanya cuman di istilah doang, yang satu nabung bang bing bung, yang satu namanya premi, miapah...

Deposito

Deposito itu ... okelah, suku bunga lebih besar dari tabungan biasa. Tapi kamu juga kudu punya uang cash dalam jumlah besar. Kalo enggak, mending nabung biasa, soalnya ga bisa diambil-ambil (ini niatnya mo nabung apa...)

Investasi tanah

Investasi emas

Evaluasi

Penting banget ini, habis evaluasi, trus liat lagi, kira-kira masih memadai gak tuh duit? Kalo kira-kira udah banyak, mending ambil tunai sebagian, trus invest lagi di reksadana, deh.. Jangan diambilin buat ke Bali, atau sunat, misalnya.

So!?
Intinya tulisan ini curhat murni gue aku untuk persiapan masa depan. Kalo perbincangan kemaren yang interaktif, terus terang ga sedetail ini *tertawa di pojokan* ..

Sekian.


PS. Asumsi Biaya Masuk Perguruan Tinggi
A. Fakultas Teknologi Industri

1. Teknik Informatika (S1)

Uang Gedung:

-Grade B = 25.000.000

-Grade A = 20.000.000

-Grade AA = 15.000.000

Biaya/semester = 2.000.000+150.000/sks

Perkiraan satu kali bayar : IDR 55 juta

2. Teknik Elektro, Mesin, Industri (S1)

Uang Gedung

-Grade B = 13.000.000

-Grade A = 10.500.000

-Grade AA = 8.000.000

Biaya/semester = 2.000.000+150.000/sks

Perkiraan satu kali bayar : IDR 45 juta

B. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

1. Sistem Informasi (S1)

Uang Gedung

-Grade B = 20.000.000

-Grade A = 17.000.000

-Grade AA = 14.000.000

Biaya /semester = 2.000.000+150.000/sks

Perkiraan satu kali bayar : IDR 45 juta


2. Sistem Komputer (S1)

Uang Gedung

-Grade B = 13.000.000

-Grade A = 10.500.000

-Grade AA = 8.000.000

Biaya/semester = 2.000.000+150.000/sks

Perkiraan satu kali bayar : IDR 45 juta


C. Fakultas Ekonomi

1. Manajemen, Akuntansi (S1)


Uang Gedung

-Grade B = 13.000.000

-Grade A = 10.500.000

-Grade AA = 8.000.000

Biaya/semester = 1.750.000+150.000/sks(pagi), 2.000.000+150.000/sks(malam)

Perkiraan satu kali bayar : IDR 45 juta


D. Diploma Tiga (D3)


1. Manajemen Informatika, Teknik Komputer, Akuntansi Komputer (D3)

Uang Gedung

-Grade B = 11.000.000

-Grade A = 8.500.000

-Grade AA = 4.500.000

Biaya/semester = 1.500.000+150.000/sks

Perkiraan satu kali bayar : IDR 25 - 30 juta


2. Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan (D3)

Uang Gedung

-Grade B = 7.000.000

-Grade A = 5.500.000

-Grade AA = 3.000.000

Biaya /semester = 1.500.000+150.000/sks

Perkiraan satu kali bayar : IDR 25 - 30 juta


3. Kebidanan (D3)

Uang Gedung

-Grade B = 10.000.000

-Grade A = 7.500.000

-Grade AA = 6.000.000

Biaya /semester = 7.500.000+150.000/sks

Test Kesehatan = 350.000

Seragam Mahasiswa = 2.000.000

Capping Day = 600.000


D. Fakultas Psikologi


1. Psikologi (S1)

Uang Gedung

-Grade B = 13.000.000

-Grade A = 10.500.000

-Grade AA = 8.000.000

Biaya /semester = 1.750.000+150.000/sks


E. Fakultas Sastra

1. Sastra Inggris (S1)

Uang Gedung

-Grade B = 12.500.000

-Grade A = 9.500.000

-Grade AA = 6.500.000

Biaya /semester = 1.750.000 +150.000/sks


F. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

1. Teknik Arsitektur, Teknik Sipil (S1)

Uang Gedung

-Grade B = 13.000.000

-Grade A = 10.500.000

-Grade AA = 8.000.000

Biaya /semester = 2.000.000+150.000/sks

*dari berbagai sumber

10 comments:

  1. Aduh Ciiii, liat itungannya bikin mules :) Meski belum punya anak sih ini. Taun-taun mendatang bakal makin gede aja angkanya. Btw kayaknya aku masuk tipe keceredasan intrapersonal. Padahal buku solo aja baru satu dan ga nambah-nambah -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Pendidikan adalah sumber bisnis terbesar negara ini, makanya bikin muleeesss

      2. Errr.... aku jugaaaa kaliiui

      Delete
    2. 1. Pendidikan adalah sumber bisnis terbesar negara ini, makanya bikin muleeesss

      2. Errr.... aku jugaaaa kaliiui

      Delete
  2. Biaya sekolah dah mahal yaaa, anak nya temen ku aja kmrn masukTK sampai 15 juta dan itu bikin gw geleng2 kepala. Mmg perlu banget asuransi pendidikan

    ReplyDelete
  3. Waaah, bermanfaat sekali kakak infonya

    ReplyDelete
  4. saya sebagai seorang pendidik saja di perguruan tinggi swasta kadang kudu bisa ngimbangi dengan bos, sometime education is business for them :(

    SALAM https://mysukmana.net

    ReplyDelete
  5. Semuanya harus diikuti dengan tawakkal ya jangan lupa..he

    ReplyDelete
  6. Tiap waktu, pasti semuanya yang berkaitan dengan finansial beranjak naik ya, hehehe.
    Jadi kudu belajar membuat rencana dengan bener nih

    ReplyDelete
  7. Errr...bikin kepengen pingsan ga sih Ci itu angkanya? kayaknya ga usah disekolahin ajalah ya #eh hihihihi *kabur

    ReplyDelete
  8. bikin sakit kepala kalau lihat hitungan biaya sekolah hehehe. Tapi, saya juga pake asuransi pendidikan. Anggap aja buat obat sakit kepala :D

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^