Thursday, April 19, 2018

RUMAH ZAKAT, DARI DESA MEMBANGUN NEGERI


Pelataran Tjikini Lima tampak lengang, ketika pagi itu aku tiba. 
Tapi begitu memasuki area resto, beberapa banner Rumah Zakat terlihat. Mbak Nina, staf Rumah Zakat menyambut di meja registrasi.


Tak lama, tepat pukul 10.30 acara dimulai.
Pagi ini, Rumah Zakat meluncurkan versi terbaru SharingHappiness 3.0 yaitu aplikasi yang memudahkan untuk kita berbagi. Aplikasi sharinghappiness ini, sudah ada sejak 2016 silam, dan setiap tahun diperbarui. 




RUMAH ZAKAT, DARI DESA MEMBANGUN NEGERI

Crowd Funding Division Head Dea Sunarwan membuka acara dan mempersilakan CEO Rumah Zakat, Nur Efendi serta Fasilitator Desa Berdaya Purworejo Hikmah Fitria untuk menjadi narasumber percakapan kami pagi ini.

Jika sebelumnya aku pikir ...

*yes, aku emang kebanyakan mikir, anaknya*

Rumah Zakat ini sama aja kayak pengumpul donasi dan sedekah lainnya, ternyata aku salah. 

Rumah Zakat adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan). 
Sumber : https://www.rumahzakat.org/tentang-kami/manajemen-2/


Rumah Zakat sudah melakukan kegiatan berbasis pemberdayaan, dan sekarang sudah menghasilkan desa-desa mandiri, melalui program kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. 
Cita-cita Rumah Zakat adalah memberikan perubahan dalam memberdayakan satu desa dengan menyeluruh, mulai dari beasiswa, pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan.
Caranya?

  • Rumah Zakat menyasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan memberikan training dan insentif guna meningkatkan kualitas produksi. Saat ini, sudah ada sekitar 1.100 desa loh!
  • Selain itu, Rumah Zakat juga menyasar kelompok-kelompok usaha potensial serta melakukan pendampingan secara intens mulai dari penggalian potensi sampai proses pemasaran. 
  • Rumah Zakat berhasil mendirikan 8 rumah sakit gratis yang melayani kesehatan ibu dan anak - dan bersinergi dengan program BPJS pemerintah. Sedangkan untuk klinik berjalan, sudah ada 20 unit mobil klinik keliling. Ke depannya, Rumah Zakat juga merencanakan akan mengoperasikan klinik kesehatan terapung bagi desa-desa yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.
  • Rumah Zakat juga tengah mengembangkan inovasi bank sampah, jadi nantinya masyarakat yang mau berobat dan sekolah tidak menggunakan uang tetapi menukarkannya dengan sampah. 


PELUNCURAN SHARING HAPPINESS 3.0
Dengan adanya aktifitas masyarakat melalui gadget, Rumah Zakat berinisiatif menguatkan platform offline to online dengan memusatkan pada fasilitas teknologi informasi.

So, strategi ini diharapkan akan menambah jumlah donatur yang masuk dan ditargetkan penerimaan donasi mencapai Rp1 triliun tahun ini.



Ramadhan Berdaya 2018 dan Peluncuran Sharing Happiness 3.0 ini juga dipersiapkan untuk umat muslim dalam bulan Ramadhan tahun ini, Rumah Zakat telah mempersiapkan sejumlah program istimewa sebagai bagian pemberdayaan masyarakat di Desa Berdaya. 

Dengan tajuk Ramadhan Berdaya, Rumah Zakat menargetkan untuk mendistribusikan program paket 124.000 paket Berbagi Buka Puasa (BBP), 14.300 paket Kado Lebaran Yatim (KLY), 6.200 Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK), 8.850 paket Syiar Quran (SQ) dan 300 penerima manfaat program Janda Berdaya (JB). Wah, sampai pemberdayaan janda juga dipikirkan ya! Keren!

Oya, mas Dea Sunarwan dan pak Nur Efendi juga memperkenalkan fasilitator asal Desa Purworejo Hikmah Fitria. Mbak Hikmah ini tugasnya berkeliling desa, untuk memberikan pengarahan sekaligus memantau perkembangan desa binaan. Yang dibina antara lain tas dan dompet rajut yang ternyata sudah terjual hingga mancanegara!

Hingga pertengahan April 2018, Rumah Zakat telah membina 1.118 desa berdaya di 191 kabupaten dan kota di Indonesia. Jumlah tersebut dia harapkan bisa meningkat, seiring inisiatif dan kegigihan para fasilitator.

Kelebihan Sharing Happiness 
Pak Nur Efendi - CEO Rumah Zakat yang masih muda ini, baru menyadari bahwa Rumah Zakat saat ini telah mempunyai 217.000 donatur, sehingga beliau jadi tambah semangat, untuk meluncurkan aplikasi kemudahan berbagi.

Untuk itu, sharinghappiness diluncurkan. 38% masyarakat lebih suka melakukan donasi pada momen Ramadhan dan 15% dilakukan cashless, tinggal transfer. Itulah mengapa kali ini menjelang Ramadhan Rumah Zakat melakukan kembali sosialisasi mengenai update situs kemudahan berbagi Sharing Happiness.

Semoga program Berbagi Kebaikan Rumah Zakat bisa berlanjut dan berkembang ya..

9 comments:

  1. Aaah, keren ya, Ci. Mau bayar zakat atau sedekah semudah scroll aplikasi medsos. Bulan Ramadhan ini jadi waktunya juga buat kita banyakin sedekah. Install ah, aplikasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Efi istilahnya terbalik sebenernya ya

      Karena sebenarnya kan kita yang diberikan kesempatan menabung

      Delete
  2. Skrg jadi lebih mudah berbagi dan membantu sesama ya mbak. Dengan adanya Aplikasi ini, beberapa kebaikan gak perlu ditunda lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Amalia

      Jadi sangatlah mudah beramal kalau kita mauuuu

      Delete
  3. Rumah Zakat melek teknologi ya mba, aku coba cek aplikasinya dan suka banget dengan kalkulator zakatnya.. Maju terus Rumah Zakat 😃

    ReplyDelete
  4. Aku udah donloooottttt. Siap berzakat menjelang Ramadhan.

    ReplyDelete
  5. Jaman sekarang emang udah serba cashless ya, serba praktis juga. Berzakat pun jadi dimudahkan

    ReplyDelete
  6. terima kasih mak neng sdh diajak ke event berkah ini, inshaallah siap share happiness

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan email amelia_tanti@yahoo.com