Featured Post

BERAPA HONOR ILUSTRATOR DAN BAGAIMANA SKEMA KERJANYA?

1. Bukan Ilustrator Pro Sebagai ilustrator yang "tercebur" secara tiba-tiba, saya sering -eh, sombong!- maksudnya  beberapa...

AKU MAU SUKSES KAYAK KAMU, TAPI AKU NGGAK MAU KERJANYA...

Kalimat itu dengan manis diucapkan oleh seseorang. 

Lah terus? 

Menurut ngana, nih, sukses itu jatuh gedebug dari langit? Menurut ngana, pas lahir mak ceprot, ada sendok emas di tangan kananmu dan sebongkah berlian Koh-i-noor di tangan kirimu? 
Sering kan, kamu dengar seperti itu? Ingin seperti idola, t
api tidak mau kerja sekeras idola.

Idola saya saat ini bukan J Lo, yang cantik - langsing - awet muda - kaya raya. 

Soalnya, alih-alih olahraga berjam-jam sepertinya, eh malah tambun, mainan gadget sambil nimbun lemak ngemil coklat, biskuit kacang sama minum boba.

Tapi saya sih tetep follow para idola. Idolanya beda. Ada penulis, ilustrator, doodler, artis hand lettering atau water coloring.

(((Bukan yang anaknya 11 itu ya, itu ga usah difollow juga seliweran mulu di beranda saya...)))

Idola saya ada JK Rowling, Kathryn Littlewood, dan Stephanie Meyer untuk imajinasinya yang ruaarr biasa. 

Saya suka para ilustrator seperti Martha Puri, Naela Ali, Sarah Ameeyo, Amanda Rach Lee, dan masih banyak lagi, yang masih muda tapi sudah memiliki karya dahsyat luar biasa. 

Saya juga ter-laaaf banget sama Vexx, Piccandle, Gawx dan Sarah, para doodler, serta buanyaaak ilustrator keren buku anak, semua saya follow, subscribe dan kepoin di instagram dan kanal YouTube.

Semua nama di atas, memiliki etos kerja luar biasa. 

Semua menjadi pengingat, bahwa mereka yang sudah sukses aja, masih kerja keras!

Lah gimana saya?

Siapa saya, sampai saya bermalas-malasan sementara orang orang yang saya kagumi pagi-pagi naik pesawat ke sebuah kota, kerja di sana sampai malam, pulang ke kota awal dan sampai di rumah masih olahraga atau mungkin besok paginya masih lari pagi.

Anehnya, cara berpikir saya ini tidak dimiliki sebagian besar orang lain. Padahal, menurut saya ini pemikiran yang sederhana sekali.

Kebanyakan orang, mengidolakan seseorang, tapi malas melakukan hal yang idolanya lakukan. (Kecuali tik-tokers kali ya..)

Lalu ekspektasi dia apa?

Bagaimana dia berharap bisa jadi seperti idolanya kalau dia tidak mau kerja sekeras atau bahkan lebih keras dari sang idola?

Saya ingat, pernah nonton tayangan Farida Nurhan, vlogger yang suka makan pedes itu, sambil makan pedes sambil ngejawab pertanyaan orang, "Kok mbak Rida bisa sukses, padahal hanya lulus SMP dan mantan TKW?"

Jawabannya bisa ditebak.

"Saya itu jarang tidur. Orang lain tidur, saya belum tidur karena ngecek data klien property. Orang lain belum bangun, saya sudah bangun untuk editing video. Saya kerja keras 2 kali lipat, bahkan 3 kali lipat karena saya bukan siapa-siapa."

Orang sukses berjuang lebih keras. Sekelas artis dunia dan penulis dunia saja masih tur dan promo terus menerus, kan? 

Banyak sekali di luaran sana, para penulis muda yang baru aja bisa nulis di wattpad dan lalu diterbitkan, lantas malas malasan lagi menulis, atau seadanya dalam mempromosikan buku mereka. 

"Ah, kan udah ada media sosial si tobuk online? Nanti juga ngetop sendiri?"

Padahal tanpa mereka ketahui, penulis seniornya saja, masih mondar mandir radio, minta interview dengan vlogger ini dan youtuber itu. 

Masih bikin kerja sama barter untuk bisa berpromosi di KRL atau taksi. Lelah fisik karena mondar mandir, lelah mental karena harus menjawab pertanyaan yang sama atau menceritakan hal yang sama.

Kenapa mereka ngetweet pun jarang?

Mungkin malu mempromosikan dagangan sendiri? Takut disindir orang “jualan mulu?”

Tenang, saya juga pernah punya perasaan yang sama. Tapi gini.. gini.. nih saya kasih tahu dikit.

Kebayang gak, clutch bag yang saya gambar di bawah ini, terbuat dari kulit kayu langka (fuya atau daluangberasal dari Lembah Bada, Sulawesi

Dompet ini, sudah melanglang buana di beberapa museum di Indonesia, dan sudah dibawa ke Jepang oleh Prof. Sakamoto.


Udah gitu dibuat buku loh, ada sekitar 100 kurang lebih karyaku di dalam buku ini.


Lah kalo saya tidak suarakan, apa iya ada yang tahu?

Ilustrator terkenal di negeri ini banyak. Karyanya juga menakjubkan. Tapi tidak semua rajin promosi. 

Ya memang, pada akhirnya karya kita yang akan berbicara. Tapi, sekali lagi, siapa saya? Tanti Amelia? Yang mana? Saya hanya satu dari ratusan juta penduduk Indonesia. 

Tapi gini loh.. saya suka dengan karya saya. Wong itu passion saya, kok. Saya mengkomunikasikan karya lewat media sosial yang saya punya. 

Kalau tidak saya perkenalkan, tidak saya tampilkan, tidak saya komunikasikan pada dunia, mana bisa orang tahu saya siapa? Mana bisa orang tahu bahwa saya juga punya karya?

Di luar sana ada orang orang yang mau beli karya kita, tapi mereka harus dibantu.

Dibantu diberi informasi tentang karya kita. Tentang harganya. Tentang pembuatannya. Mereka menunggu info itu dari kita. 

Kalau kita malu berbagi informasi, mereka tidak akan tahu. Apalagi mempersiapkan dirinya untuk membeli karya kita.

Promosi, hanyalah satu aspek dari kecenderungan yang lebih penting.
Kecenderungan, untuk tidak mau kerja sekeras orang yang kita anggap lebih sukses.

Saya ingat Kevin Hart punya semacam mantra yang selalu diucapkan bersama teman-temannya sebelum naik panggung.
“Everybody want’s to be successful, but nobody wants to put the work in,”
Nha kaaaan...

Mungkin ini penghalang "orang-orang biasa" dengan orang yang kita anggap sukses.

Bangun pagi buta lalu berdoa dan bekerja untuk wujudkan impian emang ga enak, tapi lebih ga enak lagi kalau terus lelap dan masih menyimpan impian. 

Saya ingin sukses juga, so I'll take a chance for make it happen. 
 
Bantu aamiiin, ya!

25 comments

  1. Mbaa.. aku sukaa gambar-gambarmu. Ada pernah yang di share kalau gak salah di FB. Gambar anak kecil dan keranjang bunga, aku sukaaa bangeett..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaai makasih mbak Enny

      iya pernah ya, lah kok saya yang lupa hihihihi... ntar tak ubek ubek lagi ah gambar anak kecil dan keranjang bunga.


      Eh iyaaaa itu ada dalam ilustrasi buku mewarnai saya kali ya mbak? Samantha the Hat Girl?

      Delete
  2. Replies
    1. nah itu, bisa kalau kamu anak pangeran Charles sih

      Delete
  3. Mbaak... itu semua digambar sendiri yaa..?

    Masya Allah mbaak.. kok keren banget mbaak.

    Betul mbak.. memang harus dikenalkan ke semua. Tidak akan ada yg mengenal karya kita kalau bukan kita sendiri yang memperkenalkannya.
    AKu dukung banget nih karya2 mbak tanti.. keren2 bangett...

    Aku doakan jugaa.. semoga tetap semangta berkarya, dan seluruh karya mendapatkan pengakuan dari dalam dan luar negeri.

    Menginspirasi sekali looh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya itu gambarkuuuu😍

      amiiin amiiin yra makasih doa doanya, semoga kita bisa Saling menguatkan yaaaa

      Delete
  4. Aku suka sekali baca tulisan ini, inspiratif dan menyemangati untuk belajar dari orang-orang sukses yang kesuksesannya sesuai dengan apa yang diminati. Belajar cara mereka bekerja keras, cara mereka mengatur waktu, cara mereka mencintai pekerjaan mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak Rien komen akhirnya di blog aku. Satu kehormatan loh mbak Rien hihi..

      aku suka malu ati juga sih, menurut aku, aku ini pemalas juga soalnya

      Delete
  5. Amiin....
    btw, siapa sih yang anaknya 11, tulisannya di bikin kecil lagi, kan fokus saya langsung ke situ, dan berakhir dengan penasaran.

    Ketampol saya baca tulisan ini, ngakunya blogger tapi masih angin-anginan update tulisan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkwkwkkk itu loh gen petir yang anak pertamanya sekarang pacaran sama penyanyi terkenal yang mantan istrinya dan istrinya sekarang, dua duanya penyanyi terkenal juga!

      (hyaaaa sebut nama aja ga mau ya aku)

      Delete
  6. Nah, iya, Kita enggak tahu usaha seseorang yang sukses bagaimana cara ia meraihnya. Siapa tahu orang yang sukses sekarang ini udah jatuh bangun hingga sukses seperti yang Kita lihat sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes absolutely mbaaaak

      kita liat luarnya aja, tapi dia di dalam perih berdarah darah jatuh bangun

      Delete
  7. Aamiin...

    Tulisannya nampol abis nih... Saya juga merasa terlalu banyak alasan padahal pengen sukses. Nanti kalau nggak tercapai target, baru deh sadar.

    ReplyDelete
  8. Sukaaa banget sama tulisan ini. Memang sih, kalau sampai hari ini kita tuh masih berasa susah mendapatkan apa yang kita mau, paling afdhol ya memang ambil cermin lalu ngaca baik-baik. Sudah melakukan usaha apa aja, sih? Sekeras apa usaha kita dibandingkan impian hidup? Sekeras apa usaha kita dibandingkan orang-orang yang punya mimpi sama dan sukses duluan?

    Semangat, ahhh ... Aku mau semakin giat belajar, bekerja, dan berpromosi demi mencapai mimpi.

    ReplyDelete
  9. Mak...love your header ❤ cakep sekali.. bolehkah aku juga nyontek konsepnya hahaha... back to topuc aku juga tim kurang tidur. Orang tidur itu waktunya ku begadang ngdrafting. Siang sibuk dengan segala urusan domestik rumah dan anak-anak. Sesekali curi waktu memantau permedia sosialan biar endorse tak menjauh. Sering pusing kepala karna kurang tidur tapi aku yakin usaha tak akan menghianati hasil. Bukan begitu Mak😄

    ReplyDelete
  10. Dulu banget aku pernah belajar bentar bikin doodle ama dirimu lho. Jadi kalo ditanya Tanti Amelia yg mana, yaaa aku tahu dong...hehe...

    ReplyDelete
  11. Ya kalau mau suksesnya harus mau berdarah²nya, berkeringat, jatuh bangun br mencicipi sukses. Sudah hukum alam, ada usaha br ada sukses. Yg udah usaha aja kadang belum tentu sukses, ya gak Teh

    ReplyDelete
  12. Bener banget ini wkwk. Kadang kalau saya ketiduran agak lama tuh saya berpikir sayang sekali waktu saya terbuang. Saya bisa nulis dan melakukan banyak hal. Tapi kalau udah bener-bener ngantuk, nah baru usahakan tidur. Kadang mikir juga waktu 24 jam ini kurang padahal saya sendiri yang gak bisa atur waktu hihi

    ReplyDelete
  13. Aminnnn kak.. semoga sukses menggapai mimpi.. dijauhkan dari segala rasa malas..semangat selalu..

    ReplyDelete
  14. Serupa kasusnya dengan orang yg ngira jadi blogger itu enak banget. Tinggal terima content placement, terima bayaran. Udah
    Padahal mereka ga tahu bagaimana kita naikin DA/PA sampai begadang, demi bisa blogwalking, demi bisa menaikan Engagement, dll. Emang kalau blog "biasa" orang mau titip artikel disana?

    Semangat selalu Mak Neng. Terus berkarya dan promosi ya...

    ReplyDelete
  15. Kadang melihat orang lain melakukan sesuatu itu keliatan mudah memang, ga keliatan effort nya yah.

    ReplyDelete
  16. Setuju, bahkan sukses di tiktok pun mreka kerja keras juga haha
    Kl saya punya banyak juga idola, penyanyi ada, youtuber ada. Tp skedar idola. Ga pengen spt mreka
    Semoga sukses yaaa 🙏

    ReplyDelete
  17. saya juga coba kerasnya dulu aja, sukses atau tidak nanti aja yang penting berproses terus aja

    ReplyDelete
  18. keren banget ilustrasinya! Setuju mbak Tanti, untuk menjadi sukses perlu usaha berlipat-lipat kali! Sukses selalu ya dengan semua karya-karya baik yang telah terjadi maupun yang akan datang :)

    ReplyDelete
  19. Aku bantu aamiin yang kenceng mbak. Setuju banget, kadang orang maunya instan yaa. Nggak ngapa2in tapi langsung dapat duit, langsung terkenal, langsung sukses. Padahal aku malah ngeri lho sama yang instan2 ini, biasanya nggak bertahan lama. Sukses yang datang dari kerja keras tentu akan lebih manis ya mbak. Semangaat!

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/