Featured Post

BERAPA HONOR ILUSTRATOR DAN BAGAIMANA SKEMA KERJANYA?

1. Bukan Ilustrator Pro Sebagai ilustrator yang "tercebur" secara tiba-tiba, saya sering -eh, sombong!- maksudnya  beberapa...

TAKUT ITU ENAK



“Courage is not the absence of fear, but rather the assessment that something else is more important than fear.” ― Franklin D. Roosevelt.
“I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.”

― Nelson Mandela

Pernah takut?
Bukan ketakutan ya, tapi takut. 

Takut, menurut KBBI, mempunyai arti merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana; takwa; segan dan hormat; tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya); gelisah; khawatir.

Rasa takut adalah defence mechanism, atau mekanik bela diri. Maksudnya ialah bahwa rasa takut timbul pada diri seseorang disebabkan adanya kecenderungan untuk membela diri sendiri dari bahaya atau hanya perasaan yang tak enak terhadap sesuatu hal.
  • “Ibaratnya ialah, kalau bencana belum terjadi kita sudah khawatir itu namanya anxiety (cemas dalam psikologi), sementara kalau fear (takut dalam psikologi) itu bencana atau bahayanya sudah ada di depan mata,”.

  • “Misalnya khawatir soal masa depan, nilai ujian itu masuknya cemas dalam psikologi. Tapi kalau di depan kita ada singa yang mengaum atau perampok bawa golok, itu namanya takut dalam psikologi,”. 

  • Contoh lainnya adalah ketika seorang ibu sedang menunggu anaknya yang belum pulang hingga malam hari. Kondisi ini tergolong cemas dalam psikologi karena belum tentu anak mendapat bahaya.
Tapi bukan itu yang sedang ingin kubahas.

Takut yang sebenarnya karena ancaman, berbeda dengan rasa takut yang memang ada di setiap hati manusia. Tapi bedanya, ada yang bisa ditaklukkan dan ada yang tidak bisa atau tidak mau menaklukkannya.

Kenapa?

Karena... kata "Aku takut!"  itu enak. 
 

               "Sayang, kita berangkat ke Paris yuk, bulan depan,"

               "Ah gak mau, aku takuuut naik pesawat terbang!"

                Rrrr... sini deh, gue gantiin pacar lo..

Dengan takut, kita akan selalu berada dalam zona nyaman yang sesungguhnya sama sekali tidak aman.

Tidak aman untuk hidup kita sendiri!

Dalam banyak hal yang aku lakukan, orang menganggap tindakan aku itu kadang terlalu berani. 

Aku mencoba berbeda, mencoba bidang yang berbeda, dan bahkan memberanikan diri bisnis di tempat yang jauuuuh beda.

Gak takut rugi? Ya takut. 
Gak takut itu nanti dicontek orang? Well, ya pastilah sedikit. Tapi kalo aku ga coba, mana kutahu itu akan untung atau rugi?

At the end, aku ga pernah ngerasa seperti itu. Ya karena quotes di atas itu tadi. 
The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.

Taklukkan the fear, nah itu membuat overcome.

Sepanjang aku berjalan, 
ketakutan dan kekhawatiran adalah sebuah ilusi dalam pikiran - yang akhirnya emang membatasi kita untuk melangkah.

Takut terbesar dalam hidup adalah takut salah, dan takut gagal. Masalahnya,
ini kek duluan mana ayam apa telur? 
Gimana kalau kita memilih saja untuk berdamai dengan salah dan kalah dan gagal?
Orang takut mencoba ya karena faktor drama di situ, orang ga mau mencoba karena takut salah.

Jadi gimana? Ya jangan takut salah atau kalah, karena ya nanti bener sendiri.
Dan yang bener juga jangan sombong, ntar juga salah..

Ya, emang ketakutan itu mempengaruhi tindakan. Tapi, ketika ketakutannya hilang ---> maka akan menjadi new adventuring world- new places - new ideas - new anything! Enjoy it!

Ketika kita melakukan itu, kita akan menyadari bahwa kita sudah beberapa langkah di depan orang lain.

40 comments

  1. Ya ampuuun Mak Neng, tulisan ini magis sekaliiii. Related banget dengan aku dan (mungkin) banyak orang di muka bumi ini. Apalagi, pandemi yg entah kapan kelarnya ini bikin kita terjerat takut, dan bisa jadi banyak di antara kita yg sama sekali ga ada usaha untuk mengatasi rasa takut itu

    Aku jadi inget FDR, yg pernah bilang "The Only Thing We Have to Fear Is Fear Itself” Sepakaaattt!

    ReplyDelete
  2. baru-baru ini saya merasakan takut yang amat sangat
    sangat ngga nyaman
    Jadi saya evaluasi, apa penyebab rasa takut tsb
    Dan hasil apa yang akan saya peroleh jika berhasil menaklukan rasa takut

    ReplyDelete
  3. beneran drama gini nih, Mbak Tanti..takut salah akhirnya takut melangkah, diem aja di situ. Akhirnya giliran ternyata di kemudian hari tahu itu benar baru nyesel dah. Makanya mesti kita lawan. kayak Mark Twain bilang: Mark Twain,"Keberanian adalah perlawanan atas rasa takut, penguasaan rasa takut, bukan ketidakadaan rasa takut"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hyaaa kepotong... Keberanian itu bermula dari rasa takut itu sendiri yang kita hadapi

      Delete
  4. Anxiety atau fear.. bahasan yang menarik Mba Tanti. Aku pernah lama mengalami anxiety, Alhamdulillah sekarang udah jarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oooh .. alhamdulillaaaah

      Anxiety untuk wanita ternyata ada grafiknya ya, 80 persen bahkan 90 persen hidup dalam anxiety

      Delete
  5. Takut itu manusiawi. Setuju dengan ungkapan di atas. Takut bukan untuk dihindari tapi untuk dikalahkan.

    ReplyDelete
  6. Aku salfok sama ilustrasinya cakep banget hehe btw bener ya takut itu perasaan yg wajar dialami

    ReplyDelete
  7. so true, semua orang punya rasa takutnya sendiri yang harus dihadapi yaa mba, karena saat kita bisa berdamai dengan rasa takut dan bisa melaluinya, kita berhasil naik step lebih tinggi di kehidupan kita, plg gak sebuah pencapaian utk diri sendiri

    ReplyDelete
  8. Takut itu bisa ditaklukkan, pemahaman ini yang selama ini aku pegang.

    Takut, tapi nggak takut untuk menaklukkan.
    Misal, aku takut lift dan basement, saat hendak kutaklukkan dengan memasuki dua tempat itu berulang2, aku sadar bakal nangis, merinding, dan berasa mau mati, tapi jika aku merasakan hal2 itu, rasa takut itu akan hilang. Dan bener, itu terjadi padaku, sekarang ga takut lagi.

    Apa aja sih, yang menurutku aku takut pada sesuatu atau seseorang, justru kulawan supaya nggak takut lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaah mbak Rien si traveler takut lift! Amazing!

      Ku pernah dapat ujian seperti ini setelah anakku meninggal mbak, ketakutan ketika naik ojek atau boncengan motor

      Ini bikin aku kayak menghindar setiap kali papasan

      Nah ternyata aku berulang kali mendengar dari ulama bahwa segala sesuatu terjadi atas ijin Allah dan akhirnya bisa mengatasi hal itu

      Delete
  9. Duh saya pernah nih, takut banget mau ngeriver tubing. Tapi penasaran, tapi takut. Akhirnya cobain deh, takut, tapi kok senang yaa, karena berhasil menaklukkan ketakutan itu :)

    ReplyDelete
  10. Aku ada bbrp nih yg takut2 gitu. Kadang mau lepas dr kata takut malah kepikiran omongan org yg akan respon katanya takut? Jangan2 boong ya 😆

    Tp bener sih ada bbrp takut yg bisa diatasi

    ReplyDelete
  11. kayak sekarang takut Korona akhirnya enak juga ya ternyata dirumah aja, dompet aman, gak banyak pengeluaran gak penting kayak baju dan sepatu, lah emang gak kemana2, hehe. makasih mba Tanti tulisannya ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku setuju dear, sebaiknya rasa takut itu kita alihkan ke hal hal yang lain.
      menikmati di rumah baca Wuran sampe hapal mati 7 bulan bisa tuh hahahaha

      Delete
  12. Eh iya juga ya, Mbak. Rasa takut membuat kita malas keluar dari zona nyaman. Dan itu nggak bagus karena bikin kita stuck di situ. Padahal sebagai manusia kita perlu bergerak maju meski itu berarti harus melawan rasa takut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jujur aja semua orang punya rasa takut, boong kalo engga
      tapi ya gitu takut tidak membawa kita ke mana mana jeng

      Delete
  13. di awal masa pandemi ini aku merasakan PHK mba, takut? iya pasti, karena penghasilan dari aku dan suami berdua untuk bayar cicilan kehidupan. Rasa takut itu terus hingga hingga membawa dampak insecure, mental health sampai merasa gak berguna, namun balik lagi ke nikmat iman islam yang alhamdulillah Allah masih sematkan dalam diri ini, perlahan bangkit mencoba peruntungan dengan menjadi freelancer, blogger dan influencer alhamdulillah bisa menyambung hidup. at least cicilan kehidupan dan argo bulanan bisa kebayar deh. Eh hari ini Allah berikan ujian lagi, suami di PHK mba.. ya allah, rasa takut itu kembali hinggap membayangi gimana ini dua-duanya jobless, meski aku masih menggeluti dunia freelancer ini. yekan malah jadi curhat online hahahahhaha punten ah mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa Allaaah
      aku sedih bacanyaaaa... peluk erat Aie, the most smart woman that I know! Insya Allah diberikan kelapangan dari tempat lain Aie sayang

      Delete
  14. Nah iya Mbak, beberapa kali kutantang diriku. Misalnya malah mendaftar jadi fasilitator kelas internet marketing dan keterima hahah. Padahal takut lho, berada di depan orang banyak dan menyampaikan materi. Daan setelah terlewati, rasanya legaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha iyaa sama. Sok iye banget saya pas daftar jadi fasil ini juga tuh waktu itu. Padahal takut, tapi tetap daftar. Ealah, lulus. Nahlo..mau gak mau yang dalam sejumlah kesempatan, jadi memberanikan diri untuk berbicara di hadapan banyak orang.

      Delete
  15. Iya emang sering banget sih ya aku denger belum mulai udah takut duluan. Gimana bisa tau rasanya kalau tidak memulai ya.

    ReplyDelete
  16. Aku pernah kok mengalami rasa takut keluar dari zona nyaman, apalagi dulu kerja di dunia media. Beberapa kali aku mendapatkan tawaran untuk kerja dibeberapa media kompetitor tapi gak pernah kejadian ku ambil, setelah dipikirin lagi merasa sudah enak dan nyaman.

    ReplyDelete
  17. Ketakutan keluar dari zona nyaman? sering banget aku alami...Hihihi...Tapi kalau ga gitu ga maju ya...Pelan-pelan latihan meninggalkan kebiasaan yang bikin betah di zona nyaman....

    ReplyDelete
  18. Halo Mak Neng. Aku termasuk orag yang kadang takut mencoba. Karena takut kalah. Berada dalam posisi itu benar benar serba salah :(

    ReplyDelete
  19. Ketakutan yang masih menghantui adalah dengan kucing, ini masuk kategori nggak sih mbak?
    Tapi sebenarnya dalam kehidupan yang sepanjang puluhan tahun aku jalani, aku udah menaklukan sebagian besar rasa takut.

    ReplyDelete
  20. Iya harus dilawan ya makneng, aku takut tampil depan umum, akhirnya ada tawaran tampil nekad kuterima buat latihan walaupun kacau hihi...Alhamdulillah, membaik sekarang...

    ReplyDelete
  21. Di saat-saat tertentu rasa takut itu malah bisa membuat seseorang tidak berkembang ya Mbak. Serba takut melakukan hal yang justru positif justru malah membuat kemunduran besar dalam hidup.

    ReplyDelete
  22. Takut itu diperlukan sebagai alarm/ warning. Namun utk kasus2 tertentu emang sebaiknya membuang rasa takut itu ya mak, soalnya ketika menyadari ada yang kita takuti, eh kita malah gk jd berani melangkah #imho xixixi

    ReplyDelete
  23. Untuk kasus tertentu rasa takut itu perlu ya, Mak. Bisa dijadikan untuk menantang diri sendiri. Lagi pula kalau segala takut pastinya gak akan bisa maju-maju hihihi

    ReplyDelete
  24. Hmm emang ya, setiap manusia punya rasa takutnya tersendiri ya mbak..

    Gimana caranya aja agar bisa mengatasinya

    ReplyDelete
  25. Ada beberapa rasa takut yang saya berani coba kalahkan tapi ada juga yang saya milih mundur teratur. Kalau yang berupa tantangan untuk melakukan hal yang baru, saya memilih untuk mencoba. Tapi kalau untuk melihat sesuatu yang berdarah-darah misal orang nyembelih hewan peliharaan, saya milih mundur teratur saja..hihi...

    ReplyDelete
  26. Ternyata khawatir dan takut itu beda ya... Kalau mencoba hal baru, saya lebih sering khawatir sih, padahal belum tentu kejadian ya...

    ReplyDelete
  27. now watching Korean dramas that discuss this illustrator's work. I think this profession is exciting too

    ReplyDelete
  28. Takut kadang adalah kekuatan yang dibutuhkan sebagai penyeimbang ya Mba...

    ReplyDelete
  29. Jadi ingat drama Jepang Nodame Cantabile, kak Tanti.
    Tokoh utamanya sangat berbakat, tapi takut naik pesawat (tapi ini sih karena faktor trauma).
    Memang ketakutan itu harus kita sendiri yang menaklukkan kok yaa..

    ReplyDelete
  30. Aku malah kalau mikir takut rasanya gak maju-maju. Makanya jalanin aja dulu, takutnya entaran aja daripada belum apa-apa sudah kalah dulu sama takut, hehehe. Memang berisiko sih, tapi hidup kan memang penuh risiko

    ReplyDelete
  31. Saya nih yg mau apa2 banyak takutnya akhirnya stuck karena gak tau mau gimana. Banyak yg negur kalo kudu berani, tp gak semudah ngomong juga kan

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/