Friday, June 28, 2013

SOLILOQUY DALAM TOILET




SOLILOQUY DALAM TOILET

Ooh..begitu ya, paket wanita yang kau idamkan! 

Wajah mulus hasil facial salon ternama, bulumata keriting palsu melambai mengiba, rambut panjang tergerai dengan warna yang kuragukan keasliannya, berkulit putih mulus akibat tempelan merek pemutih dengan hydroquinon berkadar tinggi, dan berdada besar karena implant silicon!

Kulihat sepintas saat ia berlenggang lenggok seperti Barbie, mengenakan busana desainer ternama yang di mataku terlihat seperti menyiksa. Keteknya sempit, di pantat ketarik, pinggangnya kecekek.. amit-amit… 

Ups!  Saat ia hang-out dengan teman-temannya dan duduk di pojok kafe sana, hipsternya -yang berslogan  ‘after all, shopping for beautiful things is a social science’- menampakkan segaris carikan celana dalam merah saga yang kutahu dapat kutukar dengan beras berkarung banyaknya!

Pelan kusesap coffee latteku, dan menikmati jerit tawa mereka yang nyaris seperti histeria massa. Kuhirup udara yang mengambang dingin disusupi bau wewangiannya yang menusuk serasa di area pemakaman.

Gaya menyapa mereka nyaris serupa.. “Jeeeng, you look so beautiful! It is the brand new Prada?”
“Oh, God! Itu DKNY flower jeans yang aku incar kemaren, iya kan, cintaaa?”
“Aargh.. blus Chanel pink vintageAwesome! Cucok, boow.” Mulut monyong hasil liposuction beroles lip therapy mereka berderai-derai, saling melempar tawa terpaksa, dan lirik mata menghina. Ck! 

Tak lama, dua pemuda tampan dan trendy menghampiri, dan.. tanpa basa-basi mengecup pipi perempuan itu! Perempuan itu terkesiap sejenak lalu tertawa manja.

Cukup sudah. Tergesa aku berdiri, membayar pesananku dan berlalu dengan  bersyukur. Kurapatkan pashmina motif paisley menutup dada. Ya, karena membuncahnya rasa ingin tahuku tentang perempuan ini, aku membuka hijabku dan mengikutinya !

Dan.. disinilah aku sekarang. Di dalam toilet mal termewah di Jakarta. Kurapikan pashmina hingga kembali menjadi hijab penutup kepala. Tak kurasakan lagi dinginnya marmer berpenyejuk udara. Mengetik bbm dengan cepat hingga sakit buku-buku jariku.

“Mas, saat ini kau pasti sedang sibuk. Di kantor, sekaligus mempersiapkan pernikahanmu.
Aah..mas, tak kusangka aku bersyukur telah melewati  dua ramadhan bersamamu. Kau tuntun aku saat menghadapi murka orangtuaku, Kau bimbing aku dari seorang mualaf hingga menjadi seorang muslimah, sehingga aku dapat melihat dunia dari sisi yang berbeda. Kau jaga aku selalu dan tidak menodai cinta kita.

Maafkan aku yang bodoh, karena menyangka dengan demikian aku akan selalu berada di sampingmu hingga ajal tiba..

Mungkin wanita ini yang memang layak menjadi pendamping hidupmu. Semoga kamu bahagia bersama selamanya.  

Walau aku meragukan, karena mungkin dalam waktu dekat kadar pemutih di wajah dan tubuhnya akan mendatangkan kanker kulit, sepatu high heels-nya akan mengakibatkan ia lumbago dan kalau ia tidak berhati-hati, silicon dalam dadanya bisa pecah mengakibatkan ia harus body surgery. Wine addicted dan merokok tanpa henti akan membuatnya migraine berkepanjangan.

Oh! Satu lagi, temannya yang tampan mungkin akan selalu hadir untuknya saat kau sibuk bekerja.

Well, selamat menempuh hidup baru, ya. Salam.” Send.

Kubuka blackberry, melepas kartunya dan.. Plung! Flush.. air menggelontor membawa pergi masa laluku. Aku keluar dengan tersenyum. Lega.

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^