Monday, July 1, 2013

DESKRIPSI ATAU NARASI?





Beberapa hari yang lalu, Dian Kristiani, salah seorang pengarang buku cerita anak-anak yang sudah menetaskan ratusan tulisan dan buku, menantang imajinasi para penulis atau ‘calon’ penulis sepertiku untuk memeriahkan komunitas pembaca Anak di Group FaceBook.
Pertanyaannya sederhana :
“Gini, kalau Ramadhan, atau pas hari raya, biasanya kan ada hidangan istimewa atau hidangan khas. Nah, deskripsikan dengan baik hidangan tersebut dalam MAKSIMAL 10 kalimat.
(Buat yang non muslim, boleh kok deskripsikan hidangan Natal, Imlek, atau Tahun Baru).

Pemenangnya adalah siapa yang bisa membuat saya mampu "melihat" makanan itu, padahal saya tidak melihatnya. So, kalau bisa deskripsikan hidangan yang benar-benar khas.”
Namun untuk mewujudkannya dalam kata-kata ternyata tidak sesederhana itu. Maklumlah.. sebagian besar ibu-ibu rumah tangga, jadi yang terlintas saat menulis makanan, eladalaaah.. kita (kita? Kamu kali..) menceritakan sejarah, asal usul, bahkan resep dan cara memasaknya!
Nah, karena merasa masih kurang dalam ilmu deskripsi, baiklah.. baiklah.. saya ulas satu demi satu dulu. 

Asal usul kata :
Deskripsi berasal dari bahasa Inggris, description. Artinya tulisan yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada sentivitas dan imajinasi pembaca atau pendengar bagaikan mereka ikut melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami langsung objek tersebut (Semi, 2003:41).
Kata ini berhubungan dengan verba to describe  (melukis dengan bahasa). Dalam bahasa latin, deskripsi dikenal dengan describere  yang berarti ’menulis tentang’ membeberkan sesuatu hal, melukis sesuatu hal (Finoza, 2004:197-198).

Dari www. sarjanaku.com diperoleh keterangan ciri-ciri deskripsi yang sekaligus sebagai pembeda dengan ekposisi adalah sebagai berikut.
·         Deskripsi lebih berupaya memperlihatkan detail atau perincian tentang objek.
·         Deskripsi lebih bersifat memberi pengaruh sensitivitas dan membentuk imajinasi pembaca.
·         Deskripsi disampaikan dengan gaya yang nikmat dengan pilihan kata yang menggugah; sedangkan ekposisi gayanya lebih lugas.

Deskripsi lebih banyak memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar dilihat, dan dirasakan sehingga objeknya pada umumnya berupa benda, alam, warna, dan manusia

Narasi  juga berasal dari bahasa Inggris, narrative.  Jika melihat pada kamus bahasa Inggris, secara harfiah narrative bermakna (1) a spoken or written account of connected events; a story. (2) the narrated part of a literary work, as distinct from dialogue. (3) the practice or art of narration. (http://www.englishindo.com)

Jadi, jika seorang penulis ingin membuat karya tulis dengan menggunakan bentuk karangan yang bisa memberi informasi kepada pembaca dan dalam sebuah bentuk rangkaian waktu, maka saat ia menulis materi yang ingin diceritakannya ini, yang ia tulis adalah sebuah karangan narasi

Ya, karangan narasi adalah bentuk tulisan yang menceritakan sebuah kejadian, menunjukkan atau menjelaskan informasi, dengan bentuk sebuah runutan waktu (kronologis).
(Sumber : http://kangbull.blogspot.com/2013/04/karangan-narasi.html)

Sebuah karangan yang menceritakan suatu rangkaian kejadian yang disusun secara urut sesuai dengan urutan waktu kejadian.

Beberapa ciri-ciri narasi diantaranya adalah :
a. Adanya unsur perbuatan atau tindakan
b. Adanya unsur rangkaian cerita
c. Adanya sudut pandang pengarang
d. Adanya keterangan nama tokoh dalam cerita
e. Adanya keterangan yang menjelaskan latar kejadian peristiwa
f. Unsur pikiran lebih tajam dibandingkan unsur perasaan
g. Menggunakan bahasa sehari-hari

contoh menggunakan narasi - deskripsi - eksposisi besok yaaa...  ^_^

No comments:

Post a Comment

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^