Wednesday, May 14, 2014

PASAR SENGGOL, MENGUAK MEMORI MENYEMAI PRESTASI

c r e d i t
SEJARAH  BEKASI
Tak afdol jika menyaksikan sebuah kota berkembang tanpa menyentuh sejarahnya. Apalagi untuk Bekasi. Tak banyak yang tahu bahwa kota ini dahulu disebut Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri.

Bekasi (Baghasasi-Candra Bagha- ; dari nama sungai) tempo dulu kata para ahli sejarah dikenal sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669 M) dan luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu (wikipedia.com). Tak heran, karena Bekasi dijadikan wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Peresmian Kota Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dan pada perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat dan menjadi Kotamadya (disebut sebagai Kota saja). Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Kalau tahun 1993 kawasan pertokoan hanya di sepanjang Jl Ahmad Yani, sekarang berkembang terus... hingga aku pun diundang ke even ONE DAY TOUR WITH BLOGGER oleh Indah Julianti Sibarani pada tanggal 19 April 2014 yang lalu.

THE TOUR HAS BEGIN....
Serasa nonton filem animasi, yaa.. tapi memang, dimanjakan deh rasanya, dijemput di sebuah mal yang namanya tak usah disebut, dengan inisial fx, maka kami disambut oleh panitia dan naik bus rame-rame.

Betapa takjubnya saya, yang tinggal di kawasan Tangerang selama lima belas tahun terakhir ini. Wooaaa... perekonomian Bekasi menunjukkan kenaikan signifikan. Kalau tahun 1993 kawasan pertokoan hanya di sepanjang Jl Ahmad Yani, sekarang berkembang terus. Di sepanjang jalan ada beberapa mal, hotel dan ruko yan tersusun rapi. Lebih takjub lagi ketika melintasi jalan yang masuk ke arah Summarecon Bekasi. Kabarnya nih, luas area Summarecon Bekasi adalah sekitar 240 ha. Coba kalo jadi rumah saya... pembantunya berapa orang, tuh!
C r e d i t
Maket The Spring Lake

Acara dimulai dengan registrasi, pembagian snack dan kaos berlogo Pasar Senggol, yang kemudian dipakai bersama-sama. Acara dibuka oleh beberapa presentasi area perumahan lalu dilanjutkan oleh para Manajer Summarecon. Diharapkan, Summarecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian yang prestisius karena kemudahan akses, fasilitas dan moderen. Disamping itu, sebuah Fly Over (Jalan Layang) yang megah selebar 4 jalur yang dibangun oleh Summarecon menjadi akses utama menuju Kota Summarecon Bekasi. 
Jalan layang dengan fasad yang terlihat unik
LAH, KALO AREANYA SEBESAR ITU, INFRASTRUKTURNYA BAGAIMANA?
Jangan khawatir, untuk melayani warga kota, tersedia bus antar kota dan dalam kota yang mengangkut penumpang ke berbagai jurusan. Kereta komuter KRL Jabotabek jurusan Bekasi-Jakarta Kota mengangkut warga kota yang bekerja di Jakarta. Selain itu tersedia pula bus pengumpan TransJakarta dari Kemang Pratama, Galaxi City, dan Harapan Indah. Saat ini pemerintah juga sedang merencanakan untuk membangun monorel yang menghubungkan Bekasi Timur dengan Cawang dan Kuningan.

Sebagai kota satelit Jakarta, tentu saja kendala terbesar yang dihadapi oleh Pemkot Bekasi adalah : macet! Oleh sebab itu wilayah Summarecon Bekasi mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan infrastruktur penunjang menuju Ibu Kota Jakarta. 

PASAR SENGGOL, SALAH SATU DAYA TARIK MAL SUMMARECON BEKASI
Tampak depan Pasar Senggol
Pernah ke Pasar Senggol?  Sejatinya, pasar senggol asli adalah pasar tradisional yang ada sejak jaman dahulu kala. Saya masih ingat, waktu kecil dulu dan main ke Semarang, dibawa sama Mbah Uyut belanja aneka jajan pasar dan  buah-buahan ke pasar. Uuuh, 
senangnyaaa.. saya bahkan bisa berbelanja aksesoris berupa gelang yang terbuat dari lilitan kayu. Jadi, dalam bayangan saya, pasar senggol ya seperti itu... sebuah pasar yang ramai di area sempit dan becek!

Kalau jaman sekarang? Sulit menemukan pasar seperti itu. Makanya saya semangat sekali, karena menilik dari woro-woro, eeh tau kan? Woro-woro itu sejenis cemilan pengumuman yang isinya di Festival Pasar Senggol akan ada aneka jajanan tradisional! Sebut saja, ada Sate Kelinci, Ayam Bakar Tungku, Roti Bakar Eddy, Bebek Kaleyo, Kacang Rebus (!), Kue cucur, Sop Buah Betawi, Kebab Turki ala Baba Rafi... membayangkannya saja, sudah menetes nih air liur..

Rangkaian permainan juga menjadi salah satu keunikan tersendiri dalam rangkaian festival kali ini. Di event Pasar Senggol Summarecon Mal Bekasi, pengunjung juga bisa merasakan keseruan bermain kincir-kincir, kora-kora, bola air, dan kereta mini. Oh, untuk anak-anak yang ingin menikmati permainan balon, ada istana balon, loh.. sayang saya tak sempat mengintip -_- 

Yang unik, saya baru kali ini melihat ada atraksi bernama tong setan. Didesain untuk memacu adrenalin pengunjung dengan menyaksikan secara langsung keahlian pengendara motor dalam menaklukan tong raksasa dengan ketinggian mencapai 6 meter dengan jalur melawan arah gravitasi bumi.


Dengan total luas area hingga 7 Hektar Are (7 ribu Meter persegi), Pasar Senggol Summarecon Mal Bekasi diharapkan tidak hanya menjadi sebuah destinasi wisata di kota Bekasi, namun juga mampu memberikan kontribusi positif bagi denyut kehidupan Kota Bekasi serta membantu meningkatkan geliat bisnis kecil dan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk menjual produk-produk andalannya.
 
KELEBIHAN SUMMARECON BEKASI
Satu hal yang patut diacungi jempol, adanya ruang terbuka hijau mendasari pola pengembangan kota Summarecon Bekasi. Di sana sini, terlihat usaha membuat jalur pedestrian yang hijau dan rimbun.

Oya, pedestrian yang nyaman ini menghubungkan seluruh cluster di Summarecon Bekasi, dan dirancang sangat nyaman untuk para pejalan kaki sehingga untuk mencapai lokasi lain di lingkungan Kota Summarecon Bekasi warga penghuni tidak harus selalu menggunakan kendaraan roda empat. Ini merupakan salah satu upaya lain yang dilakukan Kota Summarecon Bekasi untuk menciptakan kawasan hunian modern yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali namun juga bersih dan bebas polusi!

Upaya konsep environmental friendly atau kawasan yang berwawasan lingkungan bisa kita temui di mal, dengan adanya dinding-dinding yang sengaja dibangun dengan menghadirkan tanaman hijau di sana sini.

Sedangkan untuk ketersediaan pasokan air, salah satu upaya yang dilakukan Summarecon adalah pembangunan 3 buah danau di kota Summarecon Bekasi. Fungsi utama 3 danau yang keberadaanya saling berhubungan satu sama lain adalah sebagai Retension Pound atau Danau Pengendali Banjir. 

Seluruh Sistem Tata Air dan Drainase di Summarecon Bekasi ditangani oleh konsultan dari Belanda, mengingat reputasinya yang baik dalam penanganan masalah tata air. Fungsi penting lain dari 3 danau yang ukurannya cukup besar ini adalah sebagai taman air (water park).

Selain itu, untuk penanganan air kotor atau limbah rumah tangga, Summarecon Bekasi akan mengolah limbah tersebut ke dalam Instalasi Pengolahan Limbah, sehingga setelah melalui proses tertentu air kotor tersebut akan menjadi bersih kembali dan dapat
dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman. Tentunya ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan untuk menjaga bumi ini tetap hijau dan lestari.



6 comments:

  1. jd pingin ke pasar senggol....lg booming jg di tipi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiihh buruan maaak udah hampir tutup hehehe ... e tapi abis itu ada kuliner festival lainnya siiih

      Delete
  2. Senggol sana, senggol sini donk! mesti bawa uang banyak atuh! wahh bisa bikin kantong jebol apalagi bawa lima anak hehehe!

    ReplyDelete
  3. ha haa... iya teh Aisah, semua serba sepuluh ribu pula ... dikali 2 aja udah selembar uang merah melayang ^^

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^