Wednesday, March 9, 2016

APA YANG TERJADI JIKA DI DUNIA INI TIDAK ADA SABUN?


Apa jadinya jika di dunia ini tidak ada sabun?Pertanyaan itu sempat terlintas di benakku, ketika hari ini aku mencuci tangan di sebuah restoran yang tidak menyediakan sabun.
Lemak bercampur biji cabai yang menempel di tangan, rasanya lama tidak mau hilang. Kubasuh berulang kali, tapi setelah itu tetap saja rasanya lengket dan berminyak. Belum lagi, aroma masakan dengan aneka rempah yang kuat rasanya masih tercium kuat.

Hmm.. aku jadi membayangkan, dari mana ya asal usul sabun? Sedemikian pentingnyakah membicarakan sebuah sabun? Dari kata apa "sabun" itu?

ASAL MULA KATA SABUN

Sabun adalah berasal dari senyawa dua komponen kimia yang terjadi akibat lemak dan alkalin yang direbus. Dalam bahasa ilmiahnya adalah sodium stearate. (Tapi, plis gak usah bertanya ke apotek untuk mencari sodium stearate @___@  )

Secara umum, resep nenek moyang adalah : resep saponifikasi ini terbentuk dari minyak dan lemak dari beraneka sumber - yang lalu direbus dengan larutan alkalin kaustik.

Ada beberapa versi yang beredar. Yuk, kita lihat satu per satu. 
1. Saipo --> sapo
Istilah ini beredar saat jaman Romawi dipimpin oleh Caesar. Kenal dengan Ratu Cleopatra yang -konon- sangat memperhatikan kecantikan dan kehalusan kulitnya, bukan?

Di buku Natural History, bisa kita baca tentang asal-usul kata sapo dari seorang penulis Romawi bernama Plinius Tua. Di buku itu, ia menggunakan kata saipo (Bahasa Galilea). Namun kuat dugaan bahwa sapo berasal dari Pegunungan Sapo di Roma, yang berlomba mencarikan bahan pembersih tubuh sang Ratu.

2. Sapo --> Savona 
Di tahun 1200an, penjualan sabun berkembang di kota Savona, akibat berlimpahnya panen minyak zaitun. Penemu formula sabun saat itu adalah Nicolas Leblanc, bukan Nicolas Saputra.

3. Savona ---> Soap - akar kata sapo (Latin)
Tahun 1800-an, Amerika mulai menggunakan sabun coklat lembek (mungkin sekelas deterjen yah) yang dibuat dari poses saponifikasi minyak hewan dengan larutan alkali. 

Proses ini menghasilkan sabun dan gliserin. Ramuan ini mereka dapatkan dari abad 12, resep yang dikumpulkan dari Himpunan Rahasia Pedagang dan Perajin. 

SEKILAS SEJARAH SABUN
Sabun sudah dikenal sejak manusia pertama kali mengenal peradaban. Which is sudah sejak Nabi Adam dan Hawa ada di bumi. Dulu berbentuk batu, dedaunan dan bahkan jerami kering. 
Seorang ahli kimia bahkan mengatakan, "Jumlah sabun yang digunakan oleh sebuah bangsa merupakan tolok ukur akurat tentang kemakmuran dan peradaban bangsa itu." 
Hal ini dipertegas dengan fakta, bahwa bangsa Mesir Kuno (tahun 600 SM) sudah menggunakan sabun. Sabun ini terbuat dari kapur abu dicampur dengan lemak binatang.

Tahun 100 Masehi, bangsa Perancis sudah menggunakan sabun keras batangan, dan berfungsi sebagai obat antiseptik. Baru setelah tahun 700-an, dimulai oleh bangsa Italy, sabun dikenal luas sebagai pembersih tubuh. 

Seabad kemudian, sesudah bangsa Eropa menjelajah dunia dan menemukan bahwa di beberapa daerah (terutama Indonesia ^_^) menggunakan rempah-rempah dan minyak zaitun untuk lulur mandi, mereka pun mulai menggunakannya sebagai bahan sabun wangi!

Proses saponifikasi (reaksi yang terjadi ketika minyak atau lemak bercambur dengan larutan alkali) ini diteliti, hingga di tahun 1894, seorang ahli terkemuka Inggris bernama William Hesketh Lever menemukan formula sabun anti kuman yang dibuat khusus untuk kerajaan Inggris.
Secara menakjubkan, sabun eksklusif ini kemudian menjadi terkenal dalam sekejab, bahkan hingga saat ini!




Seiring jaman,
Lifebuoy juga berevolusi terhadap perubahan. Sebuah sabun cair yang diluncurkan dengan nama Lifebuoy Clini-Shield10 berbentuk konsentrat gel. Hanya #cukupsatutetes mampu memberikan perlindungan terhadap kuman hingga 10x lebih baik!

Dengan hanya satu tetes, beneran deh busanya bisa berlimpah dengan wangi yang segar! Jadi, dengan kemasan tube yang mewah, Lifebuoy Clini-Shield10 ini jadi favoritku karena :



irit, ringkas dengan wangi dan busa melimpah hanya dengan satu tetes!

Kelebihan dari inovasi perlindungan Lifebuoy clini-shield10 dari sabun biasa lainnya adalah:

1. Bentuknya yang berupa shower gel konsentrat (lebih pekat dari sabun cair biasanya) memungkinkan pemakaian cukup hanya 1 tetes untuk perlindungan menyeluruh.

2. Penggunaan cukup 1 tetes Lifebuoy clini-shield10, tetapi bisa memberikan perlindungan terhadap kuman penyebab penyakit 10x lebih baik dari sabun biasa lainnya.

3. Pemakaian menjadi lebih hemat dibandingkan dari pemakaian sabun cair biasanya.


4. Bentuknya yang tidak begitu besar, memungkinkan praktis untuk dibawa berpergian.

ngga terbayang kan, 
kalau di dunia ini tidak ada sabun?

6 comments:

  1. Jadi ikut membayangkan kalau ga ada sabun. Tangan dan badan berminyak dong yah lengket ga enak haha

    ReplyDelete
  2. Kalau ga ada sabun, saya mati gaya, dan bau keringet kayaknya mak hehe

    ReplyDelete
  3. Hdehhhh.. beneran parno kalau dunia tanpa sabun. Berkurang deh kecantikan saya *hueek

    ReplyDelete
  4. mungkin kalo gk ada sabun pake tanah atau lumpur biar minyaknya ilang..... hehehe....

    ReplyDelete
  5. gak kebayang saya
    ternyata liboy dulu di buat untuk kerajaan
    sekarang sudah di jual bebas dan banyak inovasinya

    wah ini kunjungan pertama saya ke sini, salam kenal

    ReplyDelete
  6. Wah, aku baru tahu kalau LIfebouy sudah ada sejak jaman dulu, mba. Makasih info ttg asal mula sabun, mbaa :)

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^