Sunday, April 16, 2017

IF YOU CAN DREAM IT, YOU CAN DO IT!



Akhir-akhir ini, ada banyak orang yang bertanya padaku, "Mak/mbak/neng, sejak kapan bisa menggambar? Apa ada pendidikan khusus? Apa bakatnya terus diasah?"



BAKAT, KETURUNAN ATAU DIASAH?
Soalnya, sekarang kan aku sering upload aneka foto tentang gambar, ilustrasi dan sesekali mural serta lettering art. Ya emang sih, kalo dibilang udah kayak ilustrator beneran atau lettering artist juga belum. 

Tapi lumayanlah.. sejak berkecimpung di bidang yang aku cintai ini, jadi banyaaak sekali pintu yang terbuka!

Misalnya apa Neng? 
Diundang workshop menggambar, doodle, ikutkan dalam event tertentu bertema seni,  bikin buku mewarnai dan oret oret di frame, dapat seperangkat marker keren dari Stabilo,  jadi artis stabilo juga...  

Yang paling keren waktu diundang sekeluarga ke Yogya buat menggambar di papan berukuran tinggi 3 meter lebar 2 meter. Sekeluarga diberi fasilitas gratis di hotel yang nyaman dan jalan jalan...  

Aku juga menang di event Eat Travel Write di Kuala Lumpur sehingga berhak menginap di suite room hotel.

Jadi ingat tentang quote dari Walt Disney, 
"If you can dream it, you can do it!"
Nah, nah, itu impian masa kecil sebenernya. Kalo ga salah, waktu itu usiaku baru 5 tahunan, dan aku bilang sama Ibuku, kalo aku pingin punya buku yang digambarin sendiri. 

Sejak itu, Ibuku tercinta rajin banget mengkliping gambar-gambar di dalam satu folder plastik. Nanti ya, kalo ketemu aku posting fotonya. Dari jaman journal belum hip, aku udah punya berjilid-jilid sebenernya. 

 Sayang, karena rajin pindahan (almarhum Bapak kan, ranger hutan gitu jadi pindah dari hutan satu ke hutan lain di Kalimantan dan Aceh) akhirnya ada yang hilang, rusak kena air laut dan ada juga yang diambil ama pembantu -___-

Nah, almarhum Bapak juga selain rajin pindah sana sini (aku pindah sampe 7 kota, loh..) juga rajin pameran di luar negeri. Beliau pameran hasil hutan berupa prefab dan plywood. Jadilah, aku punya banyaaak sekali spidol, pensil warna. Bahkan, brush marker dan copic color yang sekarang happening itu dari dulu juga udah punya. Sayang dulu belum tau cara makenya. Jadilah untuk spidol biasa.



Kalo ditanya bakat dan diasah, 
well... ya keduanya, kurasa. Ditunjang habis ama ortu tercinta, tentunya. 

Oya, selain menggambar, aku juga penari Bali dan Jawa klasik dulunya. Sempat belajar tari juga dari Bagong Kusudiarjo. Dengan menari, aku sempat berkeliling Malaysia di usia 7 sampai 11 tahun. 

Sejak pindah ke Jakarta, aku jadi lupa deh semua hobi dan bakatku itu. Sayang ya?

Apalagi, ya.. oya, keturunan seniman?

Bisa jadi. Almarhum Bapak suka menggambar, dan main gitar. Saudara-saudara dari pihak beliau rata-rata penyanyi, penulis, dan ilustrator. Tapi, yang jelas kalau ngga suka gambar ya ngga bisa aja, kan? Buktinya, adik-adikku ngga ada yang suka seni.

Adikku yang bungsu nyaris bergelut dengan dunia seni, tapi sayang tidak ia lanjutkan, entah mengapa.. 


BAGAIMANA CARA MEMUPUK MINAT DAN BAKAT ANAK?

No doubt. Diasah sejak kecil.

Selain campur tangan Sang Kuasa memberikan setitik darah seni, ada peran besar ortu di situ. Ditambah dengan si anak sendiri, dia memutuskan mau jadi apa.

Punya anak cerdas adalah dambaan setiap orangtua yang normal. Secara harfiah, cerdas bisa diartikan dengan kemampuan seorang anak beradaptasi dengan lingkungan, serta seberapa cepat ia menyerap segala sesuatu yang baru. Cerdas juga berarti si anak bisa mengerti dan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. 

Apa definisi pribadi orangtua terhadap kecerdasan putra-putrinya?

Jujur saja, pada saat aku baru belajar menjadi orangtua, segala macam nasehat dan literatur tentang stimulasi tumbuh kembang otak anak aku terapkan. Mulai dari memperdengarkan musik klasik ke janin, lah.. ngaji, lah.. makan dan minum yang bergizi, menghentikan kebiasaan ngopi bergelas-gelas. Pokoknya, semampuku. 

Ada satu fakta unik. Kemampuan otak bayi ternyata berkembang pesat di satu bulan pertama kelahirannya. 

Bayi baru lahir, memiliki 100 milyar sel otak atau neuron (sumber : the asian parent) dengan 100 trilyun sinaps (koneksi atau jaringan penghubung antar sel otak) yang mencapai 1000 triliun sinaps di bulan pertama.

Kontradiksi yang berlangsung umum pada orangtua, saat bayi yang tidur terbangun, orangtua malah berupaya menidurkannya kembali! Padahal, bulan pertama ini menentukan saat optimal sinaps terjalin. 

Jadi, penting banget memberikan mainan anak bayi 1 bulan ke anak. Bukan buat apa-apa, untuk stimulasi!

Aku pernah tanya sama Ibu, apakah stimulasi pertama yang beliau berikan
untukku saat bayi? Ahahahaa... tepat, mainan berwarna warni yang beliau buat dari rajutan. Jaman aku bayi, mana ada mainan lucu-lucu seperti sekarang. 

Aku juga ingat, mainan pertamaku adalah boneka kain yang digambari sendiri mata dan mulutnya. Lainnya? Ya itu, dikasih spidol dan kertas bekas. Mungkin karena itu ya, aku jadi suka corat-coret.

BAHAGIA ITU SEDERHANA, IKUTI SAJA JEJAK IMPIAN MEMBAWAMU.. 
Aku punya teman kecil yang juga sukaaa sekali menggambar. Dewi, namanya. Anaknya cantik dan mungil. 

Kalau menggambar haluuus banget, udah gitu imajinatif. Aku mah kalah jauh. Jaman kita nggambar gunung, gunungnya dia udah komplit pake lembah segala. 

Akuuu? 

Ya persis yang diajarin guru kesenian, lah.. dua gunung, satu matahari di tengah, sawah dan burung berbentuk huruf W. Dan aku benci banget kalo disuruh gambar pemandangan kayak gitu.

Paling top gambarku dulu kayak gini


Gambarku sekarang kira-kira seperti ini

Apakah Dewi sekarang menjadi seniman terkenal? Desainer? Arsitek atau sejenis itu? Tidak.

Ia mengikuti kemauan orang tuanya, sekolah ekonomi, dan berkarier di perbankan. Gajinya gede, naik turun mobil mewah dan berpakaian formal jas dan rok span ketat.

Satu saat, sekitar bulan Januari 2016, kami janjian ketemu di AEON mall, (karena akhirnya facebook-lah yang menyatukan kami kembali). Waktu ketemu, aku ditraktir makan di sini dan ngopi di sana. Dia terlihat makmur subur gemah ripah loh jinawi. 



Tapi.. waktu ngobrol panjang lebar, ia bilang, "Aku iri deh Tan, sama kamu. Instagrammu penuh dengan ilustrasi yang makin lama makin keren!" Aku terbahak, geer.

Dewi menatapku, "Kamu bisa jadi dirimu sendiri. Kamu tuh mengejar mimpimu. Aku.... " 

Ia tertunduk dan berujar kembali, lirih, "Aku.. mengejar mimpi orangtuaku.."

What? Kali ini, Dewi terlihat tidak bahagia. 

Aku sendiri masih berjuang wujudkan mimpi-mimpiku. Kubiarkan impian demi impian itu berjalan, menembus liar batas imajinasiku. Kubebaskan mereka mengambil alih apapun yang namanya karier - jabatan - pekerjaan. Aku putuskan keluar dari pekerjaan sudah sejak 17 tahun yang lalu untuk mewujudkan impian kecilku. Alhamdulillah, pasangan hidupku tidak keberatan.

Aku terdiam. Dewi tersenyum menatapku.

"Ikuti impianmu, Tan.. kalau kamu bahagia menjadi dirimu, jujur dengan cita-citamu, Tuhan pasti bukakan jalan.." Kami sama tersenyum dalam diam. 

Chase the dream!

Setelah sore itu, aku sudah lupa, maklum.. nyonyah sok sibuk! Ketika sore, androidku berbunyi dengan ringtone kesukaan. 

Dewi!

Setelah ngobrol panjang lebar, Dewi akhirnya berkata padaku, "Hei... do you wanna hear a good news from me?"

"I do... what?"

"Guess what? I'm quit!" nada suaranya ceria dan penuh kemenangan. 

Alamak! Berani sekali Dewi!

Ia putuskan untuk keluar, dan kembali merajut cita-citanya yang sebenarnya, menjadi seorang pelukis. Ck ck ck.. kata Dewi, sudah cukup selama 25 tahun ia merajut impian Mami dan Papinya.  Sekarang, saatnya ia lanjutkan untuk kembali merajut impiannya. 

Rajutlah impianmu, Dew.. aku dukung!

So, the moral of this story.... yes, sama seperti judul tulisanku di atas, if you can dream it, you can do it!

23 comments:

  1. Dari dulu, seandainya bakat itu bisa diminta, aku pgn bgt dikasih bakat bisa menggambar, melukis... Yg seperti itulah.. Suka kalo liat lukisan2 para pelukis terkenal, ato hanya lettering arts yg meliuk2 bagus gini :). Kadang kalo lg bosen di kantor, aku srg nyoret2in kertas, kalender ato buku ama lettering art yg aku contoh dr IG mu ato emak gaoel mba :D. Ga sebagus kalian pastinya, tp beneran ya, lettering arts ini bikin stress ilang, ngilangin bosen banget dan ngelatih kreatifitas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fannnnyyyyy...... I loove ur passion! Keep it tight, dear.. Hug it, because you can do it!
      Mana IG mu, sini aku pantengin. Drop it di kolom komentar aku yaaa... Kita maju sama sama yuuuukkk

      Delete
  2. Aku suka sekali dengan judul postingannya mak, if u can dream it u can do it. Pokonya kalau kita bebar-benar mau pasti ada jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeeessss Zefy sayang.. Kemampuan Zefy as a blogger kan juga amazing. Syukuri daaaannnn... Lanjutkaaaan!

      Delete
  3. Setuju mak...kalo kata bahasa arab nya "man jadda wa jada"..
    Btw salam kenal ya mak..i am a newbie..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Skrg juga lagi maju mundur cantik pengen ikutan sesuatu..pengen nyerah aja tapi pas baca tulisan ini aku pengen maju aja..buat hasil serahkan ke allah swt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heeeeiiii... Jangan pernah menyerah sayang... Kita ngga tau loh, kapan impian itu menembus batas awan! Yang penting teruuuus aja usaha. Okeeeh okeeehhh...

      Yok kita grab the dream! Our dream!

      Delete
  4. Setuju banget mak,intinya ada pada keyakinan ya, semakin besar keyakinan maka semakin besar pula usahanya untuk mencapai mimpi :D
    Baiideweiii, salam kenal mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai haaai salam kenal jugaa.. Iya sekalian nyelam ngga cuma minum air tapi melihat pemandangan bawah laut #aposeeh..

      Kan kalau kita SUKA pasti mengerjakan apa apa juga BISA!

      Delete
  5. Aku ga ngiri sih��, malah salut dengan bakat yang dimiliki Kaka Tanti (eah panggil Kaka)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga "iri" padamu yang bertakdir emas berlian. Apa apa menaaaang terus

      Delete
  6. Mak tantiiii... Storynya ��Oh iya, Kakakku yg pertama, beliau merajut impian bapak... Tapi gitu lah. Sedih ceritanya mak
    Aku nggak mau memaksakan anak2 jadi apa nantinya...makasih mak tantiii ^^ love postingan inii

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG... So sad ya :(๐Ÿ˜ฅ

      Apakah dia masih bisa ngumpet ngumpet ngerjain hobinya? Semoga bisa ya. Untuk awalnya mungkin sulit... Kalau boleh tau, hobinya apa?

      Delete
  7. Ga semua orang berani ambil keputusan meninggalkan banyak hal dizona nyaman di era Sekarang, tp melakukan hal yg sesuai passion layak untuk diperjuangkan dr sisi kebahagiaan mental, dan siapa tau pundi2 uang sedikit demi sedikit semakin mendekat, heee..
    Karen nih๐Ÿ˜

    BTW salam kenal mbak, menginspirasi๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapannya sih gitu, Lya.

      Kalau mengerjakan apa apa dengan hati insya Allah rejeki mengikuti #ahzeeg

      Delete
    2. Aku senang deh, kalau tulisan ini "menginspirasi". Loooove youuuu

      Delete
  8. kalo soal gambar, aku bisa kalo niru doang ci, kalo mikir sendiri pasti ga jelas kyk orangnya #eh hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahha aku juga awalnya tiru tiru kok Oyin.. Semua ATM. ga mungkin lah ujug ujug bisa gambar bagus

      Delete
  9. Omaa.. Dari cerita ini aku malah jadi kepengen jadi ortu yang selalu mendukung impian dan bakat anak ih... ๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
  10. Aku sudah mengikuti impianku kok, mbak. Jadi foodie, jadi mangan wae aku :D

    ReplyDelete
  11. Bagus banget gambar Mak Tanti. Alhamdulillah, kita punya prinsip untuk mengejar mimpi sendiri ya hehe

    ReplyDelete
  12. Ya ampuun, gambar gunung dua dengan matahari itu lah yang dulu aku gambar waktu SD. Hahaha.. begitu membekasnya. Sampe aku gak bisa melukis dengan imajinasi sendiri. *sediiih ;D
    Aku pengagum mbak Tanti. Gambar-gambarnya kau sukaa bangeeet! Maju terus ya, mbak..

    ReplyDelete
  13. Setuju pake buanget dengan pernyataan ini. Ketjeh badai dah. Bermimpilah dan biarkan mimpi itu yg menuntun utk mewujudkannya. Aku seorang pemimpi dan Alhamdulillah satu persatu mimpi itu tercapai. Oleh karena itu aku selalu berkata jangan pernah takut bermimpi. Btw, bagus banget gambarnya Mba. Aku suka dg apapun karya mba Tanti..lope lope lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Turut seneng Dew, dengernya! Jangan takut bermimpi yaa

      Terimakasih Dewi, eh Dewi di sini bukan kamu kan hahahahah

      Delete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com