BERAPA HONOR ILUSTRATOR DAN BAGAIMANA SKEMA KERJANYA?

1. Bukan Ilustrator Pro Sebagai ilustrator yang "tercebur" secara tiba-tiba, saya sering -eh, sombong!- maksudnya  beberapa...


1. Bukan Ilustrator Pro
Sebagai ilustrator yang "tercebur" secara tiba-tiba, saya sering -eh, sombong!- maksudnya beberapa kali ditanya tentang fee atau honor sebagai ilustrator. 

Kadang saya bingung juga jawabnya. Mau nyebut angka sekian, kok kayaknya ga pantas. Tapi kalau gak nyebut angka, lah itu kertas watercolor atau mix media plus cat, marker, pensil gambar yang kudu minimal 8B dengan merek tertentu itu... sopo sing beli'no? Mbahmu? Kebetulan mbahku udah ga ada semua sih, jadi yo njaluk duwit belanja mas bojo, hehehe...


Lagi pula, saya tuh termasuk orang yang kekeuh menggunakan gambar manual. Pake pensil biasa, kertas, ya pokoknya segala sesuatu yang biasa -biasa saja. Entah kenapa, koneksi antara saya dan wacom hingga kini belum terjalin mesra. 

Jadi, kalau diminta untuk meng-ilustrasi gambar, saya suka malu-malu. Ga pede. Saya ga bisa (dan gak mau, kayaknya) menggunakan digital tools

Entah sampai kapan. 

Masuk akal kan, kalau saya ngaku bukan ilustrator yang pro dan tidak berani coba-coba menceburkan diri di komunitas ilustrator. Malu.. ha ha ha..

Murni, saya hanya suka menggambar atau melukis, karena impian saya satu saat adalah memiliki ajang buat pamer karya sendiri. Dan itu tidak mudah. Keinginan saya berbanding terbalik dengan kemampuan menggambar! Saya terus dan terus masih harus banyaaaak... belajar!

Adalah seorang mas Harry Adhie - ilustrator ini sepupu saya- yang memberikan dorongan pertama kali untuk bisa menulis dan kemudian menggambar.  Setahun kerja di majalah online Halo Nanda, akhirnya saya ngeblog sendiri. Mulai "pamer" kebisaan doodle dan akhirnya dipercaya bikin workshop sendiri. Alhamdulillah.

Lalu, tercebur ke dunia ilustrasi buku anak, gimana ceritanya? Itu andil besarnya tentu saja dari Komunitas Penulis Bacaan Anak, dan ada tiga, empat orang eh, banyak malah yang berjasa banget. Salah satunya mas Bambang Irwanto yang kerap saya sapa mas Baim, dan satunya mas Bambang Pribadi yang mempercayakan mencetak buku bergambar mewarnai saya, Samantha The Hat Girl.




Lalu ada juga beberapa perempuan hebat yang turut andil menceburkan saya di dunia yang saya cintai ini, satunya Astri Damayanti yang meminta saya mengilustrasi buku FUYA untuk Japan Foundation yang diterbitkan di negara matahari terbit, Jepang.

Sejak awal nekad terjun ke forum, ada nama Dian Onasis yang saya sapa uni, (padahal usianya di bawah saya). Uni Dian ini rajiiiin banget promosikan plus support saya, duh terharuuuuuuuu.... 

Untuk buku yang sedang in process, ada seorang ilmuwan lain. Kalau kenal mbak yang satu ini, meleleh deh ... Orangnya baiiiikkkkkk banget dan friendly. Mbak Diajeng Laraswati yang nama penanya De Laras. Aku membuat beberapa buku bersamanya.

Satu lagi perempuan hebat, adalah sahabat lama di SMANSA, Rachmawati Busri. Aku memanggilnya Acil. Beliau adalah seorang pejabat tinggi di sebuah BUMN di Samarinda. Saat aku sedang di titik minus, beliau ini tak henti menyuntikkan semangat, dan memberikan dorongan super keras hingga aku percaya pada mimpi-mimpiku menjadi ilustrator. 





Ga lupa .. dukungan keluarga tentu saja yaaa. Yang kasih penilaian, kritik pedas dan saran. Ketjuups 😍

Ya pokoknya banyak deh, yang namanya kalau disebut satu satu berasa lagi bikin pidato saat terima piala Oscar!

Terimakasih tak terhingga untuk semuaaaa..

2. Ilustrator dan penulis itu harus soulmate, ya?

Yap.
Soul mate penulis buku -terutama buku anak- adalah ilustrator. Tanpa ilustrator, visualisasi cerita anak akan kurang greget, katanya. Eh, tapi ini tidak berlaku untuk Harry Potter ya? Berlaku, kok. Harry Potter semakin terkenal ketika bukunya dijadikan film. Begitu juga Laura Ingalls Wilder. Etc etc.

Ngomongin soal soulmate,

sebagai ilustrator saya kadang masih suka moody. Jika penulisnya klik, entah kenapa saya cepat sekali menyelesaikan tugas. Ngobrolnya juga udah pasti uenak dan sehati gimanaaa gitu... 

Idenya pun segudang. Bergerumbul, bertangkai dan berputik. Saya tinggal memetik tangkai-tangkainya untuk kemudian menjelma menjadi gambar kurcaci lucu yang sedang menanya jalan, atau peri bergaun hijau yang sedang tertidur nyenyak di rumah bunga tulip dengan putik sari keemasan.



Bagaimana dengan penulis yang tidak "klik"? 
Alhamdulillah, so far masih banyak yang klik timbang enggaknya. Tinggal seduh kopi panas, duduk manis dan jadi deh berlembar-lembar ilustrasi. 

3. Berapa sih, fee ilustrasi itu?
Oya, ada masukan dari beberapa teman penulis buku anak terkait fee atau honor ilustrasi. Ini niatnya berbagi agar menjadi gambaran buat teman-teman yang ingin ikutan tercebur di dunia perbukuan, yaa.. 

Honorarium untuk ilustrator itu bervariasi. Di Indonesia, jika ilustrator menggunakan gambar digital sederhana (yang dimaksud sederhana ini, pake banget loh ya) bisa dimulai dari Rp. 50.000,- per lembar single. Hal ini karena ilustrator yang menggunakan digital tools seperti wacom atau lainnya, memiliki salinan yang tinggal diubah sesuai keinginan.

Untuk ilustrasi yang lebih rumit bisa mencapai Rp. 500.000,- per lembar single. Harga lembar spread-nya biasanya dikalikan dua dari single. 

Yang dimaksud "single" adalah ilustrasi berbentuk satu halaman, sedangkan lembaran "spread" adalah lembaran yang berjumlah dua halaman yang digabungkan. 

Untuk tarif dasar honor ilustrasi buku anak (minimal 10 lembar) saya biasanya menerapkan @ Rp.100.000 per-lembar  untuk ukuran kertas A4 dan sesuai kesepakatan untuk ukuran kertas A3. 


Spread sheet, sebuah ilustrasi yang terdiri dari 2 lembar

Single sheet - hanya berupa 1 lembar

Tentu saja ini berdasar kesepakatan juga. Bisa jadi, kalau yang diminta gambar ukuran A3, tidak usah 2 lembar juga cukup. Tentu saja harganya disesuaikan dengan ukuran kertas, ya.

Untuk cover buku, tentu saja beda dengan ilustrasi isi, kecuali si Penulis ingin itu saja yang untuk cover. Minimal harga cover buku adalah Rp. 500.000,- dan bisa di revisi. 

Sebagai masukan (lagi) saya pernah mendapat fee sejumlah 10 - 20 kali lipat harga di atas untuk order di beberapa buah perusahaan. Yup, sekali lagi, ini semua tergantung kesepakatan \(^^)/ 

Saya sih percaya bangeeet rejeki udah ada yang atur! Tapi ya ga kayak foto screen shoot di bawah ini yaaa... kalau orangnya kayak gini, mmm...... 

PS. ...... No comment




4. Bagaimana jika ada kesepakatan dengan penerbit?
Kalau kerja sama dengan penerbit, biasanya keduanya sesuai dengan kebijakan penerbit. Ketika penerbit setuju menerbitkan naskah kita, penerbit menjelaskan tentang royaltinya. 


Skemanya bisa dibuat dalam bentuk:

  • Penulis mendapat 50% dari royalti, sedangkan ilustrator dibayar putus oleh penerbit. Skema ini, sejauh pengalaman saya, adalah skema yang paling menguntungkan untuk semua pihak; penulis maupun ilustrator.
  • Penulis mendapat 100% royalti. Honorarium dibayar putus oleh penulis. Honorarium ilustrator adalah biaya yang besar untuk beberapa penulis tanggung secara pribadi.
  • Share royalti: penulis mendapat 50% dari royalti yang diterima, ilustrator juga mendapat 50% dari royalti. Catatan: biasanya sedikit sekali ilustrator yang bersedia menjalin kerja sama dengan skema seperti ini. Hal ini dapat dimengerti, apalagi bila penjualan buku terhitung lambat.
  • Penulis menerima 60% - 75% dari royalti. Honorarium ditanggung oleh penerbit. Biasanya, skema ini digunakan oleh penerbit yang mempunyai ilustrator sendiri.

Nah, bagaimana? Membantu tidak keterangannya? Semoga membantu yaaa...

Read Other Articles

49 komentar

  1. Ini Mak Tanti fokus ke Ilustrasi buku yah. Aku kadang kalau bikin design aja juga serba salah misal mau kasih harga hhehee. Ntar takut kemahalan atau kemurahan, jadi pakai standar dan masih tanya sana sini hehee

    Woh... Ada ya org yg ngeremehin tugas seorang ilustrator? Sedih heuu. Padahal bikinnya beneran itu, bukan asal Corat coret aja hheheee..

    Maacih Sharingnya Mak Tanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Rohmah aku fokus di ilustrasi buku anak. Soalnya menyenangkan

      Miris ya bacanya. Sekedar gambar sih emang, tapi .... Huhuhuhu

      Iya kasih design sesuai kesepakatan aja

      Delete
  2. Nah iya setuju pakai banget illustrator sama penulis harus soulmate. Kalau gak sehati gambarnya bisa gak jadi jadi. Ada aja salahnya.
    Anyway ini informasi nya lengkap banget sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasaaaa hasil ngintip sana sini plus "experience" yang begitulah

      Delete
  3. Bagus gambar doodle nya mba tanti, omg so cute.. btw gede juga ya mba honor ilustrator nya, sayang ku ga bisa gambar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Asti menekuni bidang yang kita cinta emang ga ada matinya ya. Kalau honor mah sekali lagi tergantung rejeki. Kadang juga ada yang ga bayar kok ..

      Delete
  4. Aku suka banget kak sama gambar-gambarnya.
    Berharap suatu saat nanti anakku bisa menekuni dunia seni juga.
    Karena dari kecil memang hobinya gambar.

    Kak Tanti...
    Yang komen jahat itu minta di tenggelamkan sama Bu Susi...tuh.
    Huh!
    Maaf, kak...ikutan KZL baca tulisannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Dipupuk aja terus ya Lendy, dibelikan aneka kertas dan marker atau crayon dan pensil gambar karena emang stimulus pertama dari ketertarikan dengan kertas dan aneka warna tersebut

      Delete
    2. Hahahahah iya itu orangnya agak tidak menghargai orang lain

      Delete
  5. Aku gemes banget mbak tanti sama gambar-gambarnya, so kiyuuut..semoga ada rezekiku ya bisa bikin buku anak yang ilustratornya mbak Tanti..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allaaah aku tersanjuuung! Amiiin mbak Dedew! AKu fans beratmu sejak Anak Kos Dodol pertama kali loh

      Delete
  6. Sangat membantu sekali mak tanti...hehehe.
    Tapi sejak dulu suka banget dengan gambarnya mak tanti bahkan pernah belain ikut workshopnya di museum tekstil, tapi dasar ngak bakat gambar hasilnya bikin saya pingin menghilang karena super jelekkkk eh tapi masih saya simpan lho sampai sekarang...hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaha, membantu ya, alhamdulillah.. alamak, dilatih aja terus pasti bisa loh mbak Mutia. Thanks ya komennya, daku malu jadinya

      Delete
  7. Ajarin bikin ilustrasi dong mba �� pengen deh punya tmn akrab yg jago ilustrasi biar ketularan �� heheh sukses selalu ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiiiik, iyakah? Ketularan kok kalo dekat dekat aku soalnya selalu bawa spidol segambreng!

      Delete
  8. Baca SS nya itu rasanya pengen nampol sekenceng-kencengnya. Btw seneng banget ngeliat karya temen-temen penulis buku,blogger atau ilustrator. Semoga selalu produktif ya mbaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahahahh rasa ingin lempar wajan ya kak. Makasih komennya dan kunjungannya 😍

      Delete
  9. Nulis itu nggak mudah, tetapi menggambar itu jauuh lebiiih susah dari nulis.

    Ibaratnya nulis itu mengangankan, ilustrasi mewujudkan. Ilustrator memotret apa yang dikhayalkan penulis.

    Takjub pada para penggambar, ilustrator dkk. Saya nggambar bangun datar aja sering menceng gak jelas.🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaaaak... Untuk karya, menulis dan menggambar itu harus ada "jiwanya" ya. Keduanya sulit sih buatku. Kagum juga sama karya karya dirimu mbak, jangan dibandingkan dengan bangun datar melenceng atuh, diksimu luaaaar biasa

      Delete
  10. Sukses terus mak Tanti...itu yang komen pengen diapain itu ya bikin kesel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Tuty sayang... iya itu dilempar lemper aja gimana, biar dia sibuk makan ga sibuk julid bahahhahaha

      Delete
  11. Kalau lihat orang menggambar itu, aku kagum tingkat dewa, apalagi kalau sudah selevel Mak Tanti gini, ilustrator.

    Aku tak pernah bagus lho kalau menggambar.
    ... mungkin karena belum ada passion dan juga tidak mau berusaha.
    Nah Loe!

    Jadi saat ini jadi penikmat sajalah dulu.

    Baidewei,
    Informasi honorarium ini, it's a new things for me.
    Thank you for sharing, dear \(^^)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh em jiii, duh saya tersanjuuung!
      Nah masalah "bagus" apa "engga bagus" ini ternyata ga ngaruh loh mbak Anna. Ini tuh seperti gimana kita menyampaikan pesan ke pemirsah yang budiman saja.

      Ur most welcome mbake

      kalau pelukis, yang abstrak kan justru yang mahal tuh, nah itu gimana cara dia "menyampaikan" idenya itu loh, soulnya ada di sana. Demikian.

      Delete
  12. Ilustrasor salah satu kunci dalam pembelian buku terutama buku anak2.. soalnya pasti liat gambarnya lucuk enga menarik enga.. hihihi

    Barakallah mba Tanti semoga sukses terus gambarnya lucuk2 iihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiih senangnya didoain begitu �� terimakasih banyak yaaaa Hikmah

      Delete
  13. Waa bagus-bagus gambarnya. Aku suka menggambar, tapi ga ditekuni. Sekarang lebih sering mewarnai aja, cuma iseng-iseng buat menenangkan diri, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dimulai dengan mewarnai emang lama lama pasti tangan gatel deh sesudah mantengin instagram dan pinterest kok bagus bagus

      Delete
  14. Wah, jadi tahu serba-serbi tentang dunia ilustrator. Thank for sharing mba..terus semangat dalam berkarya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah jadi berbagi dunia yang kutekuni. Ini juga hasil mantengin banyak penulis kok

      Delete
  15. Ya Allah, cakepnya Mba Tanti.. gimana itu caranya buat doodle atau gambar yang cakep banget. Aku nyoba bikin gambar dari tangan pasti ujung-ujungnya gambar pemandangan gunung dan sawah lagi. Hihihihi..


    Btw, itu yang screenshotan orang berkomentar di FB, kok saya pengen nganu ya.. ishh sebel deh kok ada yang bilang gitu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahah iya soalnya mindset kita di SD gambar gunung dua matahari sama sawah sawah itu ya

      Pertama kali sih meniru gambar di pinterest instagram, lama lama mengandalkan fotografik memori.

      kalau Doodle karena memang Doodle itu kan ga ada batasan jadi aku belajar dari para doodler dunia lalu akhirnya jadi ciri khas aku sendiri

      Delete
  16. Saya salah satu penggemar karya2 mba Tanti. Suka stalking dan liat aja kalau lagi share di medsos
    Barakallah ya mba, semoga kreatifitasnya membawa manfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Siti, semoga ya bermanfaat buat yang baca amiiin. Makasih doanya

      Delete
  17. Gambar-gambar mba Tanti udah keren semua. Gitu kok ada yang komentar nggak enak banget. Anakku yang masih kuliah aja kalo diminta desain gambar udah dapat bayaran kok, heheee.

    Aku pengagum mba Tanti, terlebih sekarang anakku yg bungsu kuliahnya di DKV. Dan insyaa Allah kelak akan menekuni dunia kerja yang tak oeenpe terpikirkan saat hari lahirnya dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren kuliah di DKV kan dituntut untuk membayangkan tiga dimensi juga ya, mungkin kalau muda aku juga bakalan ambil kuliah dkv ya

      Kalau komen miring .. hahahhah ada yang lebih parah dari itu kok, insya Allah sih masih berusaha sabar 😍

      Delete
  18. Wah kerennya mba Tanti. Kemarin saya ikut bimtek penulisan bahan bacaan anak dan bahas juga soal ilustrasi buku,disuruh gambar sendiri ya ampun susahnya, dan sadar bgt kalo buat ilustrasi buku tuh ga mudah.harga yg disampaikan pun memang sekitaran itu sih.tergantung tingkat kesulitannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiih ikutan Bimtek ya😍 aku udah pas kloter pertama Alhamdulillah terpilih ya Ria.

      Nah kalau untuk gambar di bimtek jelas jelas gambarku tidak memenuhi syarat. Iya harganya ini sesudah mantengin beberapa penulis dan penerbit, standar Indonesia segitu

      Delete
  19. Aku sudah besar tapi suka lihat ilustrasi pada buku. Suka gambar, tapi bisanya dikit2 aja. Pekerjaan gambar juga gak mudah kan Mbak. Jadi aku gak akan iri dg pendapatan ilustrator. Lha kerjanya kan beda yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya (^^) dua dunia yang menuntut konsentrasi dan kreativitas tinggi menulis dan menggambar itu

      Masing masing punya tingkat kesulitannya

      Delete
  20. Sangat membantu mak Neng. Mak neng menginspirasi sy buat nyalurin hobi orat oret anak2 d rmh. Liburan sekolah bulan juni juli mau donk anak sy diajarin pake cat air, privat sehari atau bbrp jam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahshiaaaap.. hayuk kita set up private aja biar fokus ya

      Delete
  21. Keren mba Tanti, aku baru tahu lika likunya ilustrator buku :) semoga selalu diberikan kemudahan yes mba buat bikin yang keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin terimakasih banyak doanya Herva

      Dirimu juga yaaa

      Delete
  22. Si Arichwan itu mainnya kurang jauh kali mbak, cuekin aja lah.
    Saya juga masih belum bisa klik sama wacom, ada satu di rumah (fadilitas dari kantor sih) tapi jarang digunakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kerja di mana Nanik? Wacom biasanya untuk di bidang kreatif juga ya

      Delete
  23. Aku juga suka bingung kalo Fayra mulai ada yang minta gambarin, trus ditanya tarifnya berapa.

    Secara anak ini gambar bukan pro, cuma hobi doang.

    Nanti kalo aku mudik, musti nemuin mba sama Fayra nih. Biar Fayra bisa lebih banyak belajar lagi dari yang udah berkecimpung sebagai ilustrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, antara hobi dan pro memang masih ada garis tipis yang membuat kita -si pembuat ilustrasi- sungkan menyebutkan harga yang diinginkan

      Padahal itu seperti pengganti untuk jam jam yang kita miliki mantengin gambar atau sejumlah cat dan marker yang digunakan.

      Fayra pula desain, kayaknya tarifnya beda

      Delete
  24. Sudah sering saya katakan kan, Mbak, kalau Mbak Tanti itu modalnya sudah kuat. Maksudnya karakter ilustrasinya sudah kuat. Apalagi pakai manual. Jadi beda, dan seninya lebih terasa. Jadi mulai sekarang harus nyemplung totalnya Mbak. Apalagi Mbak Tanti bisa nulis cerita anak juga. Wih. Itu keceh sekali, Mbak.
    Ayo. Terus semangat, Mbak Tanti.

    ReplyDelete
  25. Ahh jadi pengen nulis buku cerita anak, terus digambarin sama kak Tanti, karena aku penikmat ilustrasi kak Tanti sejak awal liat, suka, karena terkesan imut, happy, colour full, membuat imajinasiku melayang ke dunia dongeng.. ahh susah ngungkapinnya haha.

    Barokallah ya kak, gambarnya bisa bikin orang happy liatnya

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon