Featured Post

CARA RENTAL MOBIL YANG GAK PAKE RIBET? TRAC TO GO AJA!

"Mbak Neng, Ibu boleh minta tolong ngga, Nak?" Notifikasi pesan di WA grup keluarga menyala.  "Ahshiyaap Bunda, ada apakah?&q...

MAKAN BEBEK PEKING DI BEIJING


"Oke, Tanti berangkat ya. Kamu achieve target tahun ini. Selamat, ya.." 
suara berat pak Joko Supriyadi -si bos Astra CMG Life Jakarta Selatan 1- menggema di telinga. Aaw! Aku menutup akhir tahun ini dengan sangat manis, rupanya.

Rasanya masih kayak mimpi, ketika sesudah penerbangan yang makan waktu sekitar 8 jam (kami transit sebentar di Changi) akhirnya aku menghirup udara dingin International Airport Beijing, Desember lalu.

Brrr...
Angin bertiup dan membuat telingaku berdenging, dinginnya menusuk sweater yang kukenakan, padahal matahari sudah tertawa lebar di antara awan.
Walaupun mendarat di bulan Januari, hawa sejuk Desember masih tersisa. 




Sejak film bertajuk The Last Emperor yang beredar tahun 1987 itu, rasanya hingga detik ini aku masih mengingat jelas detail istana kekaisaran yang megah itu. Masih terbayang Kaisar terakhir Pu Yi yang sejak bayi itu hidupnya bergelimang kemewahan, namun di akhir hidupnya malah terusir dari istananya sendiri. 

Walaupun saat menonton film aku masih belum ngerti apa itu komunisme, imperialisme, dan perubahan dari sistem pemerintahan China yang monarki menjadi republik. 


Sepanjang jalan, guide travel yang mahir berbicara dalam tiga bahasa itu memberikan informasi mengenai obyek wisata yang akan kami kunjungi. Rombongan terbagi dalam dua bus wisata, aku lupa jumlah tepatnya namun kira-kira 80 orang yang berangkat. Aku dan Ibuku, tentu saja tergabung di bus pertama dari kelompok agen asuransi jiwa Jakarta Selatan.

Kemana saja, selama perjalanan yang memakan waktu sembilan (or sepuluh, ya.. lupa) hari ini?


Well, aku -dan rombongan, tentu saja- menghabiskan tujuh hari mengelilingi China (Beijing, Shanghai, Shenzen  dan Ghuang Zhou), dan tiga hari terakhir aku sama Ibu memutuskan untuk shopping dan bersantai di Hongkong saja, sementara beberapa teman memutuskan lanjut ke Macau. 

Kalau diceritakan semua, sih sekarang agak-agak blur ya, tapi ini beberapa destinasi yang paling berkesan yang bakalan aku ceitain.

The Forbidden City

Ketika memasuki area yang terkenal dengan lokasi Palace Museum ini, semua rasanya bersemangat. Bagaimana tidak. Dahulu, tempat ini kan terlarang untuk umum. Berasa kayak di film-film silat kolosal pas masuknya.


Berdekatan dengan tempat ini, juga ada Tian An Men, lapangan raksasa yang terkenal itu, serta The Temple of Heaven

Tiga obyek wisata ini, 
sukses menyita waktu kami, sekaligus sukses bikin perut keroncongan. Gimana engga, Istana yang berasal dari peninggalan Kaisar Ming dan Qing ini, luasnya sekitar 70 hektar dan memiliki 9900 kamar atau ruangan!

Wooh... kebayang kan, lapisan demi lapisan istana, yang konon dipenuhi ribuan selir, abdi dalem dan para bangsawan itu! Tempat ini juga dipenuhi artefak dan arsitektur yang memukau dan masih terpelihara baik. Ga usah ditanya, penjaganya galak-galak..

Makan Meja Dengan Menu Ganjil dan Bebek Peking 



Usai muter-muter, kami istirahat sejenak untuk makan malam. Doaku terkabul... makan The Dirty Duck atau Pecking Duck ala China yang terkenal itu. 

Kami memasuki Restoran Beijing Quanjude Heping Men Roast Duck yang terkenal. Resto ini berdiri sejak tahun 1864. 


Seperti biasa, kami dihidangkan gaya santap khas Chinese di meja bundar yang berputar. Ada belasan hidangan, mostly sayuran tumis, tentu saja. Psst.. adakah yang tahu, menu "makan meja" ini selalu dihidangkan dalam jumlah ganjil?





Teknik memasak bebek Peking ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. 

Apakah semua memakai cara yang sama? 
Tentu tidak. 

Ada chef yang menggemukkan bebek muda ini di dalam tanah, ada yang memelihara bebek-bebek ini di kandang khusus. Begitu juga dengan memasaknya. Ada yang di dalam tanah dibakar di atas dengan arang, ada yang direndam dahulu dengan rempah, dan ada juga yang memanggangnya berjam-jam. Ada juga yang memberi campuran apel atau kopi ke dalam daging. 

Nah, Chef di sini, Chef Yuan lebih suka cara memasak yang orisinil. Bebek panggang ala Chef Yuan dipanggang lebih lama, yakni 70 menit. 

Tujuannya, tentu saja agar lemak bebek tersebut lumer dan bisa menyerap ke kulit dan daging. 

Bebek panggang ala Chef Yuan ini berkulit kecoklatan, mengkilat terkena cahaya lampu. Aroma semerbak daging yang dibakar, seketika menguap ketika pisau mengiris tipis daging bebek panggang. 

Cara memakan daging bebek panggang 

Sang tour guide menerangkan cara makan bebek Peking ketika melihat saya dan beberapa temen yang belum pernah kemana-mana tahu caranya makan Bebek Peking norak celingukan. Mo dicomot kayak makan lauk dengan nasi jelas gak mungkin!



"Kita ambil bahan seperti kulit lumpia ini, kemudian taruh daging bebek peking yang sudah dicelup bumbu. Kemudian, tambahkan lobak, gula pasir, timun, kol, dan bumbu lainnya. Lipat kulit lumpia seperti melipat martabak, baru nikmati bebek peking," jelas sang tour guide. Karena lupa, sebut saja namanya mawar.

So, kami mengikuti cara beliau.

1. Ambil dua iris daging bebek. 
2. Ditaruh di selembar pancake tawar, seperti kulit lumpia gitu, 
3. Lalu kita isi sendiri dengan irisan bawang daun dan ketimun, lalu diberi seujung saus hoisin. 

Nah, makannya seperti makan lumpia deh..



Rasanya? 
Kres, kulit lumpia yang renyah, ketika dilumat pertama di gigi, bertemu dengan daging bebek yang lembut. Sementara saus hoisin yang rasanya seperti kecap asem manis, menjadi penyeimbang rasa gurih daging bebek dan getir bawang daun. 

Tak salah jika warisan kuliner Roast Pecking Duck menempati urutan pertama it-list culinary di China!

Harga makan Bebek Peking
Per ekor bebek peking dibanderol dengan harga mulai 200 Yuan atau sekitar Rp 400 ribu. 

Bisa dibawa pulang? Bisa. Bebek peking dijual dalam bentuk kemasan dengan harga 100 Yuan atau sekitar Rp 200 ribu. Nantinya, bebek peking kemasan tersebut tinggal dipanaskan di microwave dan siap untuk dihidangkan.
Pesan Tiket Perjalanan ke Beijing ini, susahkah?
Tentu saja tidak, lawong saya diikutkan oleh staf kantor .. wkwwkkkwk *dikeplak*

Tapi jangan kuatir, untuk jaman now, udah ada aplikasi keren bernama pegipegi. Kalau kita punya budget tak terbatas, bisa sekalian cari tiket promo dan bisa cek harga serta banding-bandingin. 

Caranya mudah. Unduh saja dulu di playstore atau appstore atau mengakses langsung melalui browser. Masukkan destinasi atau tujuan dan pilih berapa orang yang akan berangkat. 

Selesai! Easy pizzy kaaan... 




Met mamam Bebek Peking di Beijing, oke?

26 comments

  1. bebek peking tuh emang enak banget ya mak neng, kulitnya keriuk tapi dagingnya empuk. Lebih makyus kalau makannya langsung di negara asal heheheh

    ReplyDelete
  2. Makan yang begini di bogor pasti enak. Apa lagi kalau cuaca lagi hujan. Haduh nginger ngebayanginnya haha

    ReplyDelete
  3. Ya amplop, mak tanti tau aja kalo cory pengen banget nyobain bebek pekingnya orang china. Ditambah dimsumnya sih bikin ketagihan. Pertanyaannya: halal apa enggak ya mak? Hehe. Secara aku orangnya deg deg seran kalau makan makanan di luar negera yg mayoritas penduduknya beda agama sama aku. :D

    ReplyDelete
  4. periode 2010 sampai 2015 aku sering banget ke China. Bisa dibilang hampir setiap 2-3 bulan sekali harus melakukan kunjungan ke pabrik utk mengawasi produksi henpon. Tapi belum pernah ke Beijing loh.

    Alhamdulillah kalo cuma Bebek Peking nya aja sih udah ngerasain. Lezat bangeeettt

    ReplyDelete
  5. Aku tuh suka ngiler sama bebek panggang begitu, tapi masalahnya ku gak doyan bebek. Meski udah dicobain berkali-kali. Padahal terlihat lezat dan menarik kan ya

    ReplyDelete
  6. Aku penasaran dengan cerita perjalanan ke hongkongnya, btw pas baca cerita bebek peking tak terasa perut jadi lapar

    ReplyDelete
  7. Wah pengen makan bebek deh lihat postingan ini.

    ReplyDelete
  8. Wah.. Pengennya ke forbidden city itu. Tempatnya cakep banget. Kalo aku kesana mungkin kerjaan foto2 aja kali ya saking udiknya. Haha

    ReplyDelete
  9. Wah kesampaian jg maem bebek Peking jauh2 ya mba Tanti. Jadi kepengen maem bebek peking nih. *elapences

    ReplyDelete
  10. kurang afdhol kalau belum makan bebek peking di negeri asalnya. Dan hal itu udah tercapai, yes!
    Asyik banget Mbak Tanti dapat bonus jalan-jalan ke Beijing.

    ReplyDelete
  11. Ya ampun aku mau dong bebek peking apalagi kalau pas di Beijing ya. Pake pegipegi memudahkan sekali ya.

    ReplyDelete
  12. Mak..sedapnyoo makan bebek peking, kapan-kapan ajak aku ya mak :)

    ReplyDelete
  13. Aku sebenarnya agak takut sama tempat bersejarah, suka nerinding sendiri. Tapi forbidden city itu sukses bikin pengen kesana. Keren bangettt

    ReplyDelete
  14. Seumur hidup belum pernah makan bebek Peking hehehe. Pas ke Beijing tahun 2015 lalu juga ngga sempet nyobain. Padahal penasaran juga sama rasanya :D. Apa aku kudu ke Beijing lagi trus pesan tiketnya lewat PegiPegi buat nyobain si bebek ini? Hahahaha :D

    ReplyDelete
  15. selama ini aku hanya melihat bebek peking di Indonesia dan belum pernah melihat atau merasakan bebek peking itu diolah seenak ini. tiba-tiba aku kepingin makan bebek

    ReplyDelete
  16. MAkneeng aku awalnya ga suka bebek, baru beberapa tahun lalu suka bebek kaleyo, hahhaaa
    Kayanya wajib icip2 bebek peking nih, ajakin akoo makan di sonoo atulaah

    ReplyDelete
  17. Mendekati makan siang dan aku lapar, ngiler liat bebek pekingnya... dan galfok sama istana yang punya 9900 kamar... enggak bisa bayangin seberapa luasnya

    ReplyDelete
  18. penasaran kenapa menu makannya selalu dihidangkan dalam jumlah ganjil? apakah ada kaitan hoki? hemm

    ReplyDelete
  19. wah pegi2 memang bikin lebih praktis ya

    ReplyDelete
  20. This is really interesting, You are an overly professional blogger.
    I've joined your feed and look forward to in search of extra of your fantastic post.

    Also, I've shared your web site in my social networks

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/