Featured Post

SAWANG - SINAWANG

● Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.

SECANGKIR SYUKUR, A BOOK REVIEW


Secangkir Syukur
Mira N. Sahid
Penerbit Frasa Media
Bandung, 2020
92 halaman

If I knew one of my person that deserve a pat on her back, that is Mira Sahid.

That pat on her back, is a real compliment.
Because she made a lot. Beyond your imagination. 

Especially for me, she is also one of best motivator.

I know her from blogging. 

Thru' writing, I know a lot of community, and she is a founder of one.
From there, we began friend, support each other, learn together and jump out from a lots of mistakes and miss-understanding. 

And now, she write a book!




Buku ini tiba dalam kotak coklat, dengan desain sampul minimalis, putih glossy dan diberi vector kopi sederhana berwarna hitam. Background putih seolah merepresentasikan permulaan baru dan penyegaran ide baru.

Mungkin sejalan dengan isi halaman demi halaman, yang lahir dari ide-ide sederhana, ketika meneguk secangkir kopi, sambil bersyukur, tentu saja. 

MIRA SAHID, UNGU, YOGA, MENULIS DAN SECANGKIR KOPI



Oya, seperti subjudul di atas,
jika ada beberapa kata yang mampu merefleksikan Penulis, sejak mula aku mengenalnya adalah : ungu, kopi dan menulis.

Yes, Penulis yang seorang praktisi yoga ini,
kesehariannya tak lepas dari kopi dan menulis. Menulis ia wujudkan di mana saja. Beberapa akunnya, selalu sarat dengan karya. 

Kadang kalau aku sedang bete,
aku mampir ke instagramnya, sekedar ingin menyapa atau hanya mengintip, dan benar saja, kalimat demi kalimat dalam caption, selalu sarat makna. 
Di balik usianya yang masih muda, Penulis selalu sarat petuah bijaksana.

*aku tidak ikut ikutan jungkir balik yoga, hanya lihat-lihat gaya....

Itu sebabnya, aku girang ketika menerima buku mungil dengan ukuran 14 x 20 cm ini. Buku ini bisa kubawa ke mana-mana, menemani saat duduk kedinginan di dalam bus, atau ketika pandemi, tentu saja usai melaksanakan kegiatan rumah!

Menulislah!

Dengan menulis, kalian akan mendapatkan teman di luar sana. 

Menulis itu penting. Kenapa penting?
Banyak jawabannya. 

Menulis bisa menginspirasi orang lain, menulis bisa menjadi sarana berbagi kebaikan, memberitakan kebahagiaan dan kebenaran. Dan media tulisan yang saat ini mendunia, yaitu menulis di blog, juga ternyata bisa menghasilkan ketenaran dan menggembungkan pundi-pundi.

Tulisan tulisan di dalam Secangkir Syukur, adalah refleksi makpon Mira - panggilan kesayangan Penulis dari para membernya- terhadap peristiwa demi peristiwa yang ia alami. 

ISI BUKU SECANGKIR SYUKUR

  • Aku Memulai
  • Hidup Itu, Asyik!
  • Menerima Segala Yang Hadir
  • Thank You I Learn
  • Cinta
  • Kenapa Selalu Gagal
  • Ruang Jeda
  • Aku dan Dunia Perempuan
  • Mengolah Rasa
  • Kopi dan Secangkir Syukur

Mengapa kamu harus memiliki buku ini?

Ada ulasan tentang bahasa cinta - dan cara mengungkapkannya - sesuai dengan karakter kalian melalui metode STIFin - karena Penulis adalah praktisi STIFin.

Ini bisa kita baca dari halaman 37 hingga halaman 49.

Metode ini bekerja sesuai dengan metode mesin kecerdasan dirinya.
Bahasa cinta memang berbeda pada setiap individu, makanya ada ungkapan : "Kenali aku dengan bahasa cintaku"
bahasa cinta tersebut antara lain:
  • bahasa cinta type sensing - senang dengan pemberian hadiah
  • bahasa cinta type thinking - senang jika diberi kepercayaan
  • bahasa cinta type intuiting - merasa dicintai jika diberi kebebasan
  • bahasa cinta type feeling - senang dielus - dibelai - didekap erat
  • bahasa cinta type insting - dicintai dengan tenang - ga usah dipegang pegang sering-sering - damai ga ada keributan di sekitarnya
Nah.  Itu penting kita tahu bukan? 

Jadi jangan baper kalau pasanganmu tak suka disentuh, itu bukan berarti dia ada orang ketiga, bisa jadi memang dia tipe insting! 

Sementara itu, karena kamu adalah tipe sensing, mungkin saja dia mengira dirimu matere, kaaan!

TENTANG GAGAL, YANG TIDAK APA-APA

Tulisan-tulisan di dalam buku ini pun mengajarkan kita tentang arti 'kegagalan'. Penulis percaya bahwa jika manusia pernah gagal, artinya ia telah melewati proses.

Di halaman 51, penulis mengungkapkan perkara bagaimana proses tersebut, tentu tiap orang berbeda-beda. Penulis memaknai bahwa KEGAGALAN BUKAN SUKSES YANG TERTUNDA, melainkan sebuah proses untuk mencari langkah yang lebih tepat, alias mawas diri. 

Gagal ya sudah. Ambil pelajarannya.

Ingat, melewati kegagalannya saja, seseorang itu SUDAH BISA DISEBUT SUKSES! 

See what I mean?

Coba simak tulisannya berikut ini,
Selama mampu memelihara mimpi untuk mewujudkannnya, maka genggamlah terus, hingga waktu bisa mempertemukan dengan siapa dan pada apa kita mewujudkan mimpi tersebut.

Saya percaya, setiap dari kita memiliki keraguan. Namun, saya juga percaya, setiap dari kita memiliki kemampuan dalam meyakini sesuatu. 
Yakini saja, bahwa tidak ada yang tidak mungkin atas segala harap.   ~Mira Sahid~ 
So, yeah... she deserve a pat on the back.

On the journey, yes she can feel the pain on her shoulder.
Literally.

But I believe, she is keep doing all of this anyway.

Because she need to do this.

56 comments

  1. Makpon ini perempuan yg tangguh, smart, setrong, pokoke bener2 jadi role model perempuan abad ini.
    Sukaakk bgt ama quotes-nya

    "Saya percaya, setiap dari kita memiliki keraguan. Namun, saya juga percaya, setiap dari kita memiliki kemampuan dalam meyakini sesuatu.
    Yakini saja, bahwa tidak ada yang tidak mungkin atas segala harap."

    ReplyDelete
    Replies
    1. YEEESSSSS tidak ada yang tidak mungkin ASAL KITA TETAP BERHARAAAAP!

      Delete
    2. Kapan2 aku mau baca bukunyaaa ahhh,
      mau tertulari semangaatt dari Makpon!

      Makasiii MakNeng review-nyaaa
      DAEBAK!

      Delete
  2. Mak Mira ini sosok perempuan yang hangat dan ibu yang begitu istimewa bagi anak2nya dan keluarga. Kadang, ketika kita menikmati secangkir kopi, terbayang keinginan dan harapan. Entah sendirian atau bersama siapa mewujudkannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu mungkin harapannya saat menulis

      Delete
    2. Owwwhh...Mak Mira ini suka warna ungu? Aku juga hihihi mau toss ah. Btw benar apa yang mbak Tanti bilang, dengan menulis kita akan bertambah teman :) Sesuai banget dengan pengalamanku. Mlaah kini teman2 lama entah ke mana sibuk masing2 dengan dunia mereka. Duniaku ya urusan menulis, senangnya makin banyak teman dengan minat dan hobi yang sama. Bikin bahagia hatiku, alhamdulillaah ini aku beneran bersyukur loh mbak :D

      Delete
  3. Melalui karyanya yang telah dibukukan ini menjadi support sistem juga terutama yang telah membacanya, agar tetap optimis tanpa adanya rasa ragu dalam diri

    ReplyDelete
  4. Wah bukunya makpon, pingin baca ah
    Bisa dibeli via instagram Mbak Mira ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ambu, yang punya buku ag nongol nongol malah di sini

      Delete
  5. Lho aku ketinggalan belum punya bukunya.. wajib punya... Yes bahkan ketika aku gelisah coba mampir ke tiktoknya Dan aku kembali ceria... Really inspiring makpon ini ya mbak

    ReplyDelete
  6. Mira Sahid memang termasuk yang pintar merangkai kata. Sederhana, mudah dipahami, dan maknanya dalam. Bikin penasaran saya aja sama bukunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuuuk! Duduk manis baca buku ini sambil menikmati secangkir kopi. Nikmaaat ^_^

      Delete
  7. Saya belum sempat berkenalan secara langsung dengan Mbak Mira. Sempat beberapa kali ketemu di event ASUS tapi sayang belum sempat bertegur sapa. Kopi dan diri itu bagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Tentunya bagi mereka pecinta kopi seperti saya. Aaahh jadi pengen beli dan baca tulisannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sering ketemuan yaaaa ayuk Annie, betul saya pun pecinta minum kopi

      Delete
  8. Mak Miraaaa!
    Auranya positif penuh semangat, deh, tiap bertemu Mak Mira.
    MasyaAllah sekarang udah ada buku solonya yang cocok buat nemenin ngeteh sore *soalnya saya enggak suka minum kopi. Kata-katanya makjlebbb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Helena, aura positifnya itu loh yang bikin kita semangat juga!

      Delete
  9. dari menulis itu justru bisa menyalurkan segala bentuk emosi dan pikiran sehingga makin lega aja karena bisa tersalurkan

    ReplyDelete
  10. Kenal Mak Mira tahun 2012 an, saat awal membuat blog dan berkenalan degan blognya yang bernuansa ungu

    Setelah itu mengenal beliau yang menjadi sosok angun dan begitu halus tutur katanya baik dalam merangkai kata di blog maupun saat sedang mengobrol.

    Rasanya baru kemarin yaa tahun 2012, sekarang sudah tahun 2021 dan Selamat Mak Mira, sudah menerbitkan buku. Keren,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan, ungu adalah nama tengah Mira "UNGU" Sahid!

      Delete
  11. jleb ini, gagagl bukan sukses yang tertunda tapi proses mencari langkah yang lebih tepat.
    AKu baca review bukunya aja dah berasa disentuh lewat kata-kata bijak Mbak Mira..apalagi baca bukunya sendiri ya..Pengin bacaaa!!

    ReplyDelete
  12. Mira Sahid, nama yang nggak asing di dunia perblogeran.
    Artis blogger yaa tepatnya.
    Bukunya menarik ya kayaknya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seleb-blog, seleb-gram, seleb-tiktok, seleb-podcast dan sejuta entah apa lagi!

      Delete
  13. Senang sekali pastinya jiak telah melahirkan sebuah buku yang telah dapat menuangkan isi pikiranya dengan baik. Semoga berkesempatan untuk membacanya nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku memang seperti "sebuah pengakuan eksistensi" ciaaaah....

      Delete
  14. Bukunya menarik apalagi yang bahas bahasa Cinta. Soalnya sering sih gak tahu model pasangan itu kaya gimana. Jadi perlu memahami bagaimana maunya dia

    ReplyDelete
  15. Simple tapi sarat makna nih kalo dari penampakkan bukunya. Jadi pengen baca juga nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jadi pengen tau ya apa isinya sesederhana tampilannya

      Delete
  16. Mak mira ini memang inspiratif... Baca blog dan liat IGnya selalu bikin semangat dan diingatkan untuk selalu bersyukur... Sekarang ada bukunya juga, tapi saya belum beli nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi kalo dia lagi jungkir balik, gue kapaaaan? Bisanya cuman gelundungan huhuhu *nangis di pojokan

      Delete
  17. Bener nih kalau lagi suntuk atau stress,bisa mampir ke IG nya Mak Mira dan selalu dapat semangat dehhh.. Jadi pengen baca bukunya ihhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya ikutan yoga apa cuman liat liat gaya?
      *dikeplak

      Delete
  18. Mba Mira, Mba Cantik yang menurutku salah satu strong women yang kukenal, selain dari komunitas ngeblog juga dari organisasi kerelawanan yang sama2 kami ikuti, sosoknya juga inspiratif dan ceria.. .seneng deh sama bukunya, semoga makin bisa menginspirasi lewat bukunya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, satu komunitas juga mbak Nia? Baiklah, salam kenal ya mbaaaak

      Delete
  19. Wah, Makpon nulis buku ternyataaa semakin keren aja emak satu inii!
    Emang Makpon identik banget dengan yoga dan warna ungunya itu yaaah
    Selalu setrong dan ceria, kagum ama belio akutuuh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya memang, dan perjuangannya itu loh, yang bikin inspiring

      Delete
  20. lama ga mampir ke blog dan IG nya mba Mira..
    jadi penasaran pengen baca bukunya..
    pasti menarik banget

    ReplyDelete
  21. Soal kegagalan itu dalam banget. Semua org pernah gagal ketika sedang otw menjalankan rencananya. Aku jg meyakini kegagalan bukan sukses yg tertunda melainkan kyk lompatan atau persimpangan lain di mana nanti di depan sana ada petualangan2 baru yg mungkin lbh menyenangkan gtu sik

    ReplyDelete
  22. ah mbak mira emang selalu inspiratif ya mbak
    aku kemarin juga lihat tentang buku ini di instagram nya
    sayang uda ketinggalan PO nya, kira kira masih bisa pesan langsung ke mbak Mira g sih mbak?

    ReplyDelete
  23. Thank you sudah berbagi tentang sebagian isi buku Mak Mir ya mak.. Jadi pengen baca lebih detail.. Semoga bukunya laris manis juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama samaaa semoga abis ini karyanya semakin banyak

      Delete
  24. Bener juga ya, bahwa gagal itu bukan sukses yang tertunda. Tapi proses mencapai langkah yang tepat.
    SElama ini ungkapan ini salah juga karena sukses tiap orang tak sama jadi ya udah diterima dan disyukuri ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, itu mindset aku juga loh, ternyata salah

      Delete
  25. Aku yakin buku ini berisi rentetan kata-kata penuh warna, seperti layaknya si penulis biasa menulis artikel di blog dan caption instagramnya. Bahasanya dalam dan penuh permenungan ya, mba.

    ReplyDelete
  26. Aku liat pas kak Mira launching buku ini ada IG Live nya.
    Senang sekali...rasanya.
    Kak Mira Sahid yang tenang dan kata-katanya selalu bikin adem.

    ReplyDelete
  27. Mak Mira ini sosok perempuan tangguh yang inspiratif. Jadi pengen baca bukunya, pas banget saya juga lagi tertarik dengan STIFIn

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/