Thursday, December 11, 2014

ECO DRIVING MEANS DRIVE SAFELY

Hari ini, 10 Desember 2014, bertempat di Menara Peninsula Jakarta, TNT Indonesia bekerjasama dengan Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya dan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengadakan pelatihan mengenai perilaku berkendara dengan benar dan ramah lingkungan (Eco Driving) bagi anggota Ditlantas Polda Metro Jaya dan pengemudi internal TNT Indonesia.


Pelatihan ini adalah perwujudan komitmen TNT Indonesia untuk secara aktif ikut mengurangi emisi karbon dioksida (CO2).  Pelatihan akan berlangsung selama 2 hari (10 dan 13 Desember 2014) dan terdiri dari dua sesi yakni sesi teori di hari pertama dan sesi praktek di hari kedua.

Pelatihan dengan tajuk “Eco Driving For Smart Driver” tersebut memberi tips dan teknik berkendara dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar defensive driving dan safety driving. Tujuannya tentu saja agar dapat berkendara dengan lebih hemat, ramah lingkungan dan mengurangi angka kecelakaan.

“Kegiatan edukasi ini melibatkan sebanyak 50 orang yang terdiri dari 25 anggota dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan 25 orang pengemudi perusahaan TNT Indonesia. Kerja sama kami dengan Ditlantas Polda Metro Jaya dan SDCI ini adalah salah satu bentuk dari upaya edukasi kepada para pengendara sehingga mereka mampu berpikir secara lebih pintar dan bijaksana sehingga dapat mengurangi polusi udara sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di tanah air,” ujar Tomy Sofhian, Managing Director TNT Indonesia.

Ia menambahkan, “Kami sangat menyadari bahwa emisi gas buang kendaraan, termasuk dari kegiatan bisnis logistik dan pengiriman, secara jangka panjang akan berkontribusi terhadap perubahan iklim yang makin dirasakan belakangan ini. Oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat menjawab permasalahan tersebut dengan cara menjalankan kegiatan bisnis ramah lingkungan.”

Wakil Direktur Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya Dr. Bakharuddin juga menjelaskan, “Kecelakaan lalu lintas terbanyak -dengan sejumlah 40.000 kematian per-tahun- terjadi akibat kurangnya kesadaran dan pengetahuan pengemudi di dalam mengendarai kendaraan. Terbanyak adalah pengendara roda dua berusia sekitar 20 hingga 45 tahun."

Diskusi dan pemaparan mengenai pemahaman Eco Driving akan banyak dilakukan selama pelatihan ini seperti penerapan sistem pengoperasian kendaraan termasuk sistem kemudi kendaraan, sistem kopling, sistem pengereman, dan sistem suspensi.

“Kami terus berkomitmen untuk mengedukasi serta mempromosikan perilaku berkendara dengan baik dan hemat bahan bakar melalui serangkaian kegiatan di bawah program Eco Driving. TNT Indonesia sudah melakukan pelatihan mulai dari tahun 2012, dengan Departemen Perhubungan Darat, kemudian 2013 dengan menggandeng TransJakarta (Busway), dan juga pada tahun ini dengan menggandeng Ditlantas Polda Metro Jaya,” jelas Tomy Sofhian.

Selain kegiatan pelatihan Eco Driving ini, TNT Indonesia telah bekerjasama dengan UNEP (United Nations Environment Programme) di awal tahun 2006 dengan mencanangkan strategi & aktivitas secara global untuk bersama – sama mengurangi CO2 dan semakin dekat dengan target TNT untuk “zero emission”  pada proses PUD (Pick Up Delivery).

Pada tahun 2010, UNEP mengadakan pelatihan manajemen dengan objektif Clean Fleet Management, dimana perwakilan TNT dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapore diperkenalkan tahap demi tahap praktik sistem dengan mudah sehingga dapat memberikan manfaat maksimal dalam mengelola operasional armada & meminimalkan konsumsi CO2.

Tentang TNT
TNT adalah perusahaan penyedia layanan pengiriman ekspress antar korporat (B2B) yang terdepan. Kami menyediakan layanan dengan jaminan waktu dan door-to-door untuk pengiriman dokumen, paket atau kargo. Berdiri pada tahun 1946, TNT kini menjadi perusahaan global penyedia layanan pengiriman ekspress internasional dengan jaringan operasional di lebih dari 200 negara, serta menawarkan layanan domestik ekspress di negara-negara Eropa, Asia dan Australia.

Kegiatan operasional TNT didukung oleh lebih dari 40.000 karyawan, 43 pesawat udara serta 20.000 armada angkutan darat yang dioperasikan dari 1000 depot TNT di seluruh dunia. Fasilitas kami yang lengkap dan efisien, memungkinkan TNT menyediakan transit time dan layanan door-to-door yang tercepat & terpercaya di industri ini.

TNT mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1979, di bawah TNT Indonesia. Saat ini jaringan TNT didukung 18 kantor cabang dengan 4 depot di Jakarta, 5 agen, 700 karyawan termasuk enam gateway yang berlokasi di Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam.

1 comment:

  1. Mau kemasan makanan yang ramah lingkungan? Aman bersentuhan dengan makanan Anda? Coba lihat selengkapnya di sini.

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^