Sunday, January 10, 2016

UKIRLAH PRASASTI, JANGAN HANYA NISAN



"Berubahlah oleh pembaruan akal 
budimu, sehingga kamu dapat 
membedakan mana yang baik, yang 
berguna dan yang sempurna."

PEMBARUAN PUSKOMBLIK KEMENKES



Pembaruan
adalah istilah yang akrab di telinga, tak terkecuali saya. Berasal dari akar kata baru dan berarti belum pernah dilihat atau didengar sebelumnya.


Pembaruan berasal dari kata metamorfosis - asal kata methamorphoo (saya berubah) yang menjadi akar dari kata 'change' atau 'perubahan' atau 'pembaruan'. Mungkin itu yang terlintas saat membaca sebuah dokumentasi bertajuk Prasasti Puskom Publik

Buku ini tercipta dari keinginan Ibu Ami (Murti Utami) - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, karena ada perubahan format Puskomblik menjadi Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat per Januari 2016 dengan alasan regulasi.
Pusat Komunikasi Publik (Puskom Publik) berubah menjadi BIro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat atas alasan regulasi. Ada yang bilang Puskom Publik tamat riwayatnya pada usia 10 tahun. Andai pun itu benar sebuah kematian, Puskom Publik tidak mau mati sia-sia tanpa meninggalkan jejak sejarah dan nilai pembelajaran. 
Puskom Publik tidak mau hanya menjadi sekedar seonggok batu nisan. Puskom Publik ingin mencatatkan Prasasti, dimana sejarah, prestasi dan pembelajaran diabadikan. 
~Anjari Umarjiyanto~
CITRA POSITIF DAN JEMBATAN KOMUNIKASI

Menilik sejarah, kinerja PNS dan alat Pemerintah minimal selalu dianggap negatif, maximal berkonotasi korup. Untuk itu, Puskom Publik dibangun untuk membangun citra positif terhadap masyarakat. 

Bukan sekedar pencitraan, namun juga transparansi kinerja yang melibatkan banyak sumberdaya. Mulai dari SDM, perencanaan hingga strategi yang tepat. Citra positif ini tidak bisa dibangun instan, karena tentu saja publik butuh BUKTI tidak hanya JANJI (halaman vi).

Kinerja ini diberikan dengan beberapa strategi kerja seperti :
  • integritas
  • transparan dan akuntabel
  • kerjasama tim
TIGA SRIKANDI PUSKOMBLIK KEMENKES

Unik, karena sejak pertama dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Dr.dr. Siti Fadilah Supari, SpJK(K) pada tanggal 16 November 2005, komando Puskom Publik selalu perempuan.

Pertama, dr. Lily S. Sulistyowati, MM, yang berperan besar "membabat hutan" sebelum mendirikan bangunan. Kedua, drg. Tritarayati dan ketiga, drg. Murti Utami, MPH. Yang disebut terakhir, dikenal sebagai seorang perempuan tangguh yang visioner dan pekerja keras. 




Kehidupan yang dinamis selalu mengusung perubahan



Kalimat perubahan pasti setali tiga uang dengan adaptasi, dan selama proses adaptasi ini,  bukan yang kuat yang bertahan, tetapi yang adaptif. Perubahan adalah bukti kehidupan dan perubahan memberikan harapan. 

Anjari Umarjiyanto,
praktisi Puskomblik yang juga blogger 
Begitu juga dengan Puskomblik Kemenkes, yang selalu beradaptasi dengan menjadi ujung tombak komunikasi Pemerintah terhadap publik. Sebagai jantung kementerian, Pusat Komunikasi tampil sebagai tameng dan menjembatani informasi. 

Seluruh jajaran Puskomblik ini, selayang pandang di mataku selalu bersikap informatif dan ramah terhadap media. Baik media online maupun media cetak. Setiap ada perubahan kebijakan, mereka melibatkan media untuk menyuarakan hal itu. 

Itu juga disampaikan oleh rekan blogger saat diminta mewakili suara kami. Adanya Pusat Komunikasi Publik -apalagi yang tergabung dengan #SahabatJKN- memudahkan kita semua memantau dan menyampaikan aspirasi. 

Untuk menambah kedekatan kami, di akhir acara kami diberi paint marker atau spidol hitam untuk menanda-tangani beramai-ramai mock-up yang bergambar cover buku Prasasti Puskom Publik.


BEBERAPA GEBRAKAN DI PUSKOM PUBLIK KEMENTERIAN KESEHATAN

Pada saat pergantian pengurus oleh Ibu Ami, ada beberapa gebrakan fenomenal yang terjadi. 
  • Pertama, mereformasi sitem dan mekanisme hubungan kerja antar bidang. Bu Ami yang lulusan Master of Public Health NSW Australia ini mengembalikan fungsi Tata Usaha hingga mengelola organisasi agar berjalan dengan baik.
  • Kedua, mengembangkan sebuah institusi yang bersih dan terpercaya. Ini adalah satu tantangan terberat menurutnya. Merombak sebuah sistem yang berkaitan dengan hadiah dan uang memang bukan perkara mudah.
  • Ketiga, melepas peran konsultan yang sudah lama mendampingi Puskom Publik. Konsultan memang berperan baik, namun beliau berpendapat Puskomblik bisa mandiri tanpa tergantung terus menerus. Selain itu, gebrakan ini membuat karyawan peka dan punya inisiatif.
  • Keempat, mendorong peningkatan kinerja seluruh program kerja dan unit dengan selalu mengevaluasi dan merevitalisasi program kegiatan. Untuk ini, tentu saja berbagai pelatihan dilakukan.
  • Kelima, mengkomunikasikan Puskom Publik lewat beragam prestasi. Menurutnya, ini perlu agar pihak luar membuatnya terukur dan melirik kinerja Puskomblik Kemenkes. Tak sia-sia, sejak 2010 - 2015, Kemenkes mendapat aneka penghargaan dari Komisi Informasi Publik.
SATU DASAWARSA, SERIBU KARYA SEJUTA MAKNA

Manusia memang bukan insecta.

Tak seperti kupu-kupu, manusia enggan untuk berubah. Keengganan untuk berubah ini didobrak Puskom Publik dengan memeluk media konvensional hingga digital. Semua media dimanfaatkan guna menebar info kesehatan bagi publik.

Puskom Publik menyadari, tanpa media, tujuan Puskom Publik tak berjalan karena jendela informasi tak ada. Selain kunjungan kerja, guna membangun kedekatan dengan media, Puskom Publik membangun program coffee morning dalam bentuk talkshow. 

Semoga dengan kedekatan media cetak dan elektronik, serta peran aktif Puskom Publik yang berubah nama menjadi Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat ini ke depannya akan membuat beberapa gebrakan penting lagi.


TANTANGAN TERBESAR ; TRUST IN MEDIC

Tantangan terbesar abad ini adalah soal KEPERCAYAAN PUBLIK terhadap praktisi kesehatan dan sistem pengobatan, sehingga ini membutuhkan kerjasama intens dari banyak sumber. 

Adanya jembatan komunikasi yang terputus ini, semoga ke depannya bisa mengubah paradigma masyarakat terhadap pengobatan.

Sukses selalu Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, selamat bertugas!

11 comments:

  1. Semoga semakin baik untuk ke depannya. Soalnya sekarang pelayanan publik aku rasa semakin baik koq

    ReplyDelete
  2. Yg terpenting dr perubahan itu keterbukaan informasi. Semoga puskom kemenkes semakin terbuka dan update..

    ReplyDelete
  3. Benar banget. Kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan menjadi topik penting. Karena itu Biro komunikasi dan pelayansn publik Kemenkes tetap perlu dibantu blogger

    ReplyDelete
  4. Benar banget. Kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan menjadi topik penting. Karena itu Biro komunikasi dan pelayansn publik Kemenkes tetap perlu dibantu blogger

    ReplyDelete
  5. semoga perubahan puskomblik ke arah lebih baik

    ReplyDelete
  6. semoga perubahan yang sekarang membawa semakin banyak manfaat dan semoga tali silaturahmi selalu terjalin yaaa

    ReplyDelete
  7. perubahan yang ada memang seharusnya ke arah yg lebih baik. Semoga jaya dan maju terus

    ReplyDelete
  8. Kepercayaan publik ini yg berat, sekarang publik sudah sangat jarang lagi percaya pemerintah arau institusi

    ReplyDelete
  9. Kadang pemerintah udah merasa baik, tapi masyarakatnya? Apalagi untuk yang kalangan menengah ke bawah. Ancur deh

    ReplyDelete
  10. Salam untuk para srikandi.. Pernah mendapat kehormatan bertemu dengan mereka semua saat tugas di Jenewa :). Juga buat Om Anjar yaaaa .. Semoga usaha tiada henti kemenkes bisa terus memperbaiki pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia :)

    ReplyDelete
  11. Wah - wah semua perempuan yaw? yang jadi komando Puskom Publik,,,, mungkin laki - lakinya mengalah tuh kak,,, biar srikandi saja yang maju, hehehehe (ngeles)

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^