Saturday, May 7, 2016

BAGAIMANA CARA MENCERDASKAN ANAK?

Ayok, ibu-ibu dan bapak-bapak, siapa yang ingin memiliki anak yang cerdas? Tunjuk tangan!

Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada sekitar 1000 responden, mungkin yang acung jari dengan tanpa tedeng aling-aling sekitar 75%. Sisanya? Menjawab dalam hati. 

Punya anak cerdas adalah dambaan setiap orangtua yang normal. Secara harfiah, cerdas bisa diartikan dengan kemampuan seorang anak beradaptasi dengan lingkungan, serta seberapa cepat ia menyerap segala sesuatu yang baru. Cerdas juga berarti si anak bisa mengerti dan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. 

Apa definisi pribadi orangtua terhadap kecerdasan putra-putrinya?
Jujur saja, pada saat aku baru belajar menjadi orangtua, segala macam nasehat dan literatur tentang stimulasi tumbuh kembang otak anak aku terapkan. Mulai dari memperdengarkan musik klasik ke janin, lah.. ngaji, lah.. makan dan minum yang bergizi, menghentikan kebiasaan ngopi bergelas-gelas. Pokoknya, semampuku. 

Pinginnya gitu, pas anakku lahir kalo bisa dia udah menguasai 30 bahasa, gemar matematika dan menari polka Russia! Hayuklah, ngaku.. aku gak sendirian, kan?

Apalagi, setelah ternyata aku melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat. Wah, di benakku, ananda bakal lincah, gemuk dan unyu seperti mamahnya. Tapi, apa yang terjadi? 

Kemampuan motorik kasar Dio berkembang lebih lambat ketimbang motorik halusnya. Alih-alih belajar titah (jalan) di usia 10 bulan, ia lebih suka menggumam nyanyian, babling atau berceloteh, bermain dengan buku, tertawa jika ada gerakan lucu apa saja, dan bermain dengan bantal mobil-mobilan. Dio juga lebih piawai menghapalkan aneka jenis merek di rumah. Ia hapal semua kanal TV di usia 18 bulan (ada catatannya, lupa ditaruh di mana) seiring dengan lancarnya ia berjalan.

Ada seorang mahmud cantik yang anaknya beda 2 mingguan dari Dio. Putranya ini sangat lincah. Terbalik-balik di usia 9 bulan, dan bahkan merambat di dinding di usia 10 bulan, sementara Dio masih belajar tengkurap. Ia dengan bangganya bercerita ke para mahmud di sekitar rumah, membandingkan putranya dengan Dio, hadeeeh... rasanya pingin $&*54%@&*@* gitu kalo ingat!

Apakah aku kecewa? 
Pada awalnya, ya. 


Well, yeah.. tiap ibu memang punya ekspektasi yang berlebihan sehubungan dengan buah hatinya. Tapi, syukurlah.. aku tuh dikaruniai seorang ibu yang luaaarrr biasa di dunia ini. (Berbahagialah para ibu di Indonesia. Masih bisa didampingi oleh kerabat dekat saat mengasuh anak itu, such a wonderful experience.. *mbrebes mili*) 

Nah, ibuku yang dipanggil dengan sebutan Eyang Ibu, mendampingiku selalu. Menemani di kala gundah. Menampilkan kelebihan-kelebihan Dio. Menunjukkan padaku, bahwa putraku itu tak kalah sehat, cerdas dan tampan dibanding Brad Pitt waktu bayi sekali pun! 


Itu juga yang ditekankan oleh para pakar tumbuh kembang anak. Masih terngiang di telingaku kalimat dr. Wawan, bahwa parameter untuk anak, kadang tersamar dengan parameter keinginan orangtua. 

Coba dengarkan celoteh para Bunda saat di PAUD atau Kelompok Bermain berkumpul.
"Anakku kok kurus? Anakku kok, ngga bisa main saxophone? Anakku kok pendek?
Anak-anak ini akhirnya dikomplen oleh para bundanya sendiri dengan sejuta kok ini dan itu. Kenapa? Karena mereka saling membanding-bandingkan satu sama lain tanpa parameter tumbuh kembang normal. 


Hadir di tengah para pakar dalam Gerakan #SiapCerdaskanBangsa bekerjasama dengan Morinaga, kembali menyadarkanku sebagai orangtua. Apalagi, talkshow kali ini yang diadakan di Kalcare LOTTE Shopping Avenue tanggal 22 April 2016 lalu, selain Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) juga hadir Dr. Rose Mini, A. P., M.P.Si yang akrab disapa Bunda Romi.

Parameter dan panduan stimulasi tumbuh kembang yang benar untuk anak
Menurut dr. Wawan, jaman sekarang mah enak yah.. ada banyak sekali panduan untuk mencerdaskan anak bertebaran di internet. Membandingkan hasil pertumbuhan anak dengan penelitian dari pakar ahli, semudah menjentikkan jari. 

Jauh-jauh dr. Wawan datang ke Jakarta dari Surabaya, untuk memberikan pemahaman pada para Bunda di Jakarta. Sebagai Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair, dr. Wawan sangat concern pada curahan hati para Bunda.  Sambil berseloroh, beliau mengatakan, satu sesi pertemuan dengannya itu bisa berlangsung 1,5 hingga 2 jam! 

Benarkah kecerdasan anak berkembang pesat saat masuk SD?
Ternyata salah, ibu bapak. Usia SD adalah saat mereka mengembangkan kemampuan berpikir, bukan mengoptimalkan jejaring sinapsis. Bukan berarti lantas usia SD diabaikan loh yaa.. tapi hanya seperti seorang pembalap yang berjalan di jalur trek yang relatif lebih pendek. Itu saja. 

Pasti Anda pernah mendengar Golden age untuk anak, yaitu 0-3 tahun masa pertumbuhan optimal untuk otak (jangan nuduh, dong..) Tepat. 1000 hari pertama pertumbuhan otak anak adalah optimal. Saat inilah orangtua bisa "menyetel" sirkuit otak sesuai dengan yang diinginkan, disesuaikan dengan minat anak.

Dalam kasusku, pada akhirnya terbukti bahwa semua anak itu istimewa. Ya, Dio memang lambat berjalan dan berlari. Tapi ia jago mengingat, ia juga kritis dan mendalam jika ingin tahu sesuatu. Pun dengan kedua adiknya. Yang satu ternyata istimewa karena mudah sekali paham teknologi, sementara yang bontot mahir jumpalitan. See? 

Otak bayi baru lahir yang mulanya seberat 400 gram, akan terus berkembang hingga sekitar 1100 - 1200 gram di tahun ketiga. Terbukti, perkembangan otak ini hanya berlangsung "sedikit" hingga otak normal dewasa yang seberat 1400 gram. Hayooo.. ibu-ibu, jangan sepelekan 1000 hari pertama buah hatinya ya!




Tips dr. Wawan mengoptimalkan 30 hari pertama
Ada satu fakta unik. Kemampuan otak  bayi ternyata berkembang pesat di satu bulan pertama kelahirannya. 

Bayi baru lahir, memiliki 100 milyar sel otak atau  neuron (sumber : the asian parent) dengan 100 trilyun sinaps (koneksi atau jaringan penghubung antar sel otak) yang mencapai 1000 triliun sinaps di bulan pertama.

Kontradiksi yang berlangsung umum pada orangtua, saat bayi yang tidur terbangun,  orangtua malah berupaya menidurkannya kembali! Padahal, bulan pertama ini menentukan saat optimal sinaps terjalin. Di sini, dr. Wawan menyarankan untuk lebih banyak berinteraksi dengan buah hati, menstimulasi dengan panduan dokter anak.

Untuk lebih detailnya, aku sertakan cara stimulasi bayi berusia 1 bulan dari informasitips.com
  • Stimulasi motorik kasar:
    Bayi sudah memiliki refleks untuk menggerakkan tangan dan kakinya sejak lahir. Di usianya yang menginjak satu bulan, bayi mulai belajar untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke atas. Untuk membuat ototnya semakin kuat, Anda bisa memberikan stimulasi dengan cara menggantungkan mainan yang mengeluarkan bunyi dan memiliki warna- warna mencolok di tempat tidurnya. Hal ini merangsang bayi untuk meregangkan tangannya ke atas untuk menggapai mainan.
    Cara lain adalah dengan memegang mainan berbunyi yang menarik di sisi kanan atau kiri (bukan tepat di depan) bayi Anda. Buat bayi Anda agar mau sedikit berusaha menggapai benda yang diinginkannya. Stimulasi ini dapat melatih koordinasi mata – tangan, atau koordinasi mata – kaki. Anda pun bisa menggerak-gerakkan kakinya sambil bernyanyi dan bermain.
  • Stimulasi motorik halus:
    Untuk menguatkan jari-jarinya, berikan rangsangan dengan cara menyentuh telapak tangan bayi dengan kedua telunjuk Anda. Biarkan bayi menggenggam sejenak dan tarik perlahan kedua tangannya. Anda juga dapat meletakkan mainan yang mengeluarkan suara di tangan bayi Anda. Ini akan sangat menarik baginya karena bayi mulai menyadari gerakan yang dilakukannya dapat menghasilkan bunyi.


Hindari alergi saat tumbuh kembang anak
Selain sesi perkembangan otak anak dan cara mengoptimalkannya, ada juga pemahaman tentang pentingnya mengatasi alergi pada anak. Lah, kok alergi pada anak juga termasuk? Ya, karena jika anak yang dalam masa tumbuh kembang sering terhambat aktivitasnya karena sakit, sama dengan menghambat perkembangan optimal kecerdasannya. 


Untuk sesi bersama Bunda Romi, 
Menarik perhatian para hadirin, karena sesekali beliau berkata dengan lantang dan sesekali menghardik. Duh, kok kayak aku di.rumah waktu belum cerdas sebagai orangtua yah... sedih :( menyesal... :( 

Alhamdulillah, di sesi tanya jawab, 
Dr. Wawan dan Bunda Romi menenangkan aku dengan solusi untuk "menebus" rasa bersalah itu, aku harus menjadi sahabat anak anak. Jadilah pendamping mereka terutama saat mereka butuh teman curhat!

Selain itu, dr Wawan memberikan support untukku. Beliau bertanya, berapa anak yang aku asuh karena "milik" rasanya ngga tepat yah hehe.. 

Dr. Wawan bilang, menilik saat ini anak anak sudah besar, dan ada rasa bersalah yang aku rasakan, pastinya aku ibu yang sebenarnya sayang anak! Itu benar pak dokter.... Aku memang sayaaaang keempat anakku. Nah, menurut dokter Wawan, pelihara rasa sayang dan ikatan yang terjalin.. hiks hiks... pingin nangis seketika akuuuu... Terimakasih banyak dr Wawan, Bunda Romi #tiupkan heart dan kisses yang banyaaak... 


Peran serta Morinaga untuk #siapcerdaskanbangsa

Buat para orangtua yang ngga pingin kudet, Morinaga melalui www.siapcerdaskan.com telah menyiapkan satu website berisi informasi mengenai nutrisi dan stimulasi untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil.

"Gerakan ini adalah bentuk peran dan komitmen Morinaga untuk mewujudkan stimulasi dini dan nutrisi anak, dengan misi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia secara optimal," 
Helly Oktaviana - Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals 

Gerakan #SiapCerdaskanBangsa adalah rangkaian Seminar Edukasi Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini di 15 kota dan Multiple Intelligence Experience Dunia Generasi Platinum yang akan berjalan di 12 kota, sepanjang tahun 2016. 

Sebagai dukungan tambahan, demi meningkatkan pemahaman akan pentingnya pemberian stimulasi sejak dini, Morinaga mengadakan program 1 Juta Suara dimana setiap kunjungan ke microsite www.siapcerdaskan.com, akan dikonversi ke dalam nilai rupiah selama periode kampanye (April s/d Juni 2016) dan pada akhir periode, jumlah klik atau rupiah yang terkumpul, akan didonasikan untuk rehabilitasi TK dan PAUD, lewat Yayasan ASA (Act, Serve, Aspire).

Gerakan ini juga akan didukung oleh program 1000 Hadiah Pertama, yaitu program pengumpulan donasi oleh Morinaga berupa mainan edukasi dan buku layak baca anak sebagai perangkat stimulasi perkembangan otak, kepada anak-anak yang membutuhkan. 

Program 1000 Hadiah Pertama adalah program donasi nasional dimana drop box donasi tersedia di setiap acara Parenting Seminar Morinaga yang diadakan di 15 kota, Multiple Intelligence Experience Dunia Generasi Platinum yang diadakan di 12 kota, 5 cabang KALCare di Jakarta dan cabang Kalbe Nutritionals di 15 kota di seluruh Indonesia. 

Seluruh donasi akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan di berbagai kota seperti Jakarta, Denpasar, Medan, Pekanbaru, Palembang, Banjarmasin dan Makassar.

Yuuk kita sukseskan program #siapcerdaskanbangsa bersama Morinaga! 

10 comments:

  1. keren ya program dari morinaga ini

    ReplyDelete
  2. kamu gak sendirian makk... hahhaa.. gemar matematika, bisa 30 bahasa, dan bisa menari polka rusia LOL plus tambahin, jago musik hahahaa.. *ehh, aku gak sendirian kan*.. tapi sebagai ibu pastinya ingin dan berusaha sebisa mungkin ya makk.. cmeungudh

    ReplyDelete
  3. terimakasi telah berbagi informasi, senang bisa mengunjungi web anda !!

    ReplyDelete
  4. pembahasan yang sangat lengkap nih, bagus mba :)

    ReplyDelete
  5. Okeh juga nih mbak bisa coba diterapkan nih.

    ReplyDelete
  6. menyimak, karena belon punya anak :)

    ReplyDelete
  7. banyak ilmu lagi yang didapat niiih :). Seru memang ya mba acara seperti ini..ramai tapi penuh ilmu

    ReplyDelete
  8. makanya mbaak say Tanti dari awal anak pertaama ampe punya anak kedua, susu Morinaga tetap menjadi favorit keluarga :) cinta bangeeet ^_^

    ReplyDelete
  9. Allah memberikan anak dengan paketnya. Bagi saya anak semua istimewa. Menjadi orang tua memang harus terus belajar dengan segala kondisi anak. Ada anakku waktu balita sakit-sakitan. Setelah lima tahun ke atas, Alhamdulillah berkembang dengan baik. Pentingnya stimulasi dan nutrisi yang tepat ya mak.

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^