FILOSOFI KENDI MEMBUAT MUSAFIR GUEST HOUSE TAK PERNAH SEPI (1)

"Urip iku mung mampir ngombe, ndhuk,"



"Urip iku mung mampir ngombe, ndhuk,"



Suara Simbah terngiang. 

Yes, waktu masih kecil, simbah biasa mendongeng. Ia biasa mendongeng apa saja. Mulai dari sejarah Butho Cakil (biasanya kalau aku males ngaji) sampai kisah Dewi Sri, si dewi padi yang berselingkuh melihat Raden Tempe Gembus berkelana bersama Nyimas Lawuh Gepuk  (itu kalau aku sedang jadi picky eater, maunya makan lauk aja). 


Cerita tentang Filosofi Kendi itu,  ia dongengkan di satu sore. 
Seperti biasa, jika aku dan kedua adikku usai mandi sore, ritual keluarga kami, usai mandi dan mengaji maka jelang petang Ibu akan menghidangkan teh nasgitel. Cangkir cangkir plastik untuk kami, dan tiga buah mug besar porselen untuk Ibu dan Simbah Putri dan Kakung. 

Di meja sudah terhidang sepiring besar pisang goreng. Digoreng garing kriuk kriuk, beraroma vanili. Minggu sore yang indah, seingatku. 


Eh, tapi kamu tau kendi itu apa, kan?
Kendi adalah tempat air seperti teko yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. 
Mungkin, sebagian generasi muda terutama perkotaan sudah tidak tahu lagi apa itu kendi. Di mata mereka, kendi adalah barang aneh atau barang sakral yang hanya nampak pada acara-acara tertentu seperti peresmian atau pernikahan.

Namun untuk digunakan sebagai perabot rumah tangga, nampaknya bukan sebuah pilihan lagi. Kendi sudah terlindas modernisasi. Padahal kendi adalah dispenser alami yang sangat bagus bagi kesehatan.


Air yang dihasilkan adalah air yang disimpan dalam kendi semalam, hingga terasa sangat sejuk dan segar. Kok bisa? 

Sehatnya air minum yang tersimpan di dalam kendi, karena tekanan pada dinding pori-pori kendi dapat menyalurkan oksigen ke dalam air dan mampu menekan dan menyerap kandungan metal, racun dan kotoran yang ada dalam air tersebut sehingga air kendi menjadi lebih jernih dan sehat.

Tapi, apa hubungannya kendi - dongeng dan makna jalan-jalanku kali ini? 

Musafir Guest House, adalah tempat kami berempat (aku - Waya Komala - Elisa dan Fadlun) staycation di Solo, kali ini. Dengan segala keriweuhan di grup yang isinya banyak, sreeet... mengerucut hingga tinggal kami ber-4 yang berangkat. 

Dua berangkat dari Jakarta via stasiun Gambir dan misah jam keberangkatan, sedangkan aku dan Waya memutuskan naik bus saja karena berangkat ke Yogya lebih dulu. Kami ingin menghadiri undangan dari Emak-emak Blogger yang akan menghadirkan Wylvera Windayana. Emak blogger sekaligus penulis cerita anak heits ini, akan berbagi tips menulis hingga menang lomba menulis cernak! 

Ceritanya ada di ... t b c.

Singkat cerita,
aku dan Waya tiba di Yogya pukul 03.30  dan tiba di Pasar Gamping. Alhamdulillah, setiba di tempat, aku dijemput adikku Avi, yang rumahnya tak jauh dari situ. Kesibukan Pasar Gamping Yogya dinihari sempat membuatku takjub. 

Pulang ke rumah Avi di Kasihan Bantul, kami langsung mandi air panas. Segaaaarrr.... abis itu, ada tukang sayur lewat dan bawa jajanan dong! Ngopi, makan jenang grandul, klepon, jenang mutiara, dan the femes en legend kesukaan akuuuh ... kue apem! 




Kenyang?

Ternyata belum! Wakwaaaw... kami lanjut sarapan Soto Kudus uenaaak tenan lagi di arah Sleman, loh sebelum ke acara KEB.

Beklah, karena acara dengan KEB ada di lain cerita, maka aku lanjut yaa ke sorenya. 

Pulang dari acara, aku udah djemput lagi dan sempet tiduran sebentar sampe sore sama Waya, leyeh leyeh. Abis itu kami berangkat ke Solo naik travel JOGLO SEMAR (Jogja - Solo - Semarang). Murah tapi bagus banget, hanya IDR 35K 

Nyaris ketinggalan karena mereka berangkat tepat pukul 18.30. huhuhuhu...

Tiba di Solo di pool travel tepat 2 jam setelah itu, dan kami langsung naik Grab Car ke jalan Dewi Sartika. Musafir GH ... we're comiiiing!


Air Kendi - The welcome drink at Musafir GH

Tebakan kalian tepat.
Memasuki lobby  Musafir Guest House, maka welcome drink yang disuguhkan adalah air kendi! Kesejukan dan penat setelah dua hari berturut-turut aktif, rasanya langsung sirna. Aku tersenyum manis pada mas resepsionis yang jaga malam itu. 


Kami mendapat kamar Nomor 3 dan 4 type deluxe yaitu Jasmine type. Di Musafir GH ada 3 jenis kamar yaitu 3 kamar standard room - 10 kamar superior room dan 4 buah kamar deluxe room

Room ratenya berapa?
Untuk type Jasmine, berkisar di angka 345K - 390K dan u
ntuk kamar superior atau Lilac dan Rose, ratenya 235K - 265K (weekend). 

Baru saja melepas mukena, terdengar ketukan di pintu. Ah! Dua cangkir teh panas serta kue sudah diantar ke kamar! Masya Allah, senangnyaaa! Kesegaran aroma teh memasuki hidung, memberikan suasana tentram. 


Karena sudah mendekati pukul 21.00 maka aku dan Waya memutuskan untuk cari makan di seputar GH saja. 

Ah, akhirnya kami putuskan makan Bubur Lemu.  Hanya jalan kaki sekitar 100 meter, sudah ada berderet di emperan depan jalan raya. Di situ ada beberapa piliham street food. Sop Kimlo - Bubur Lemu - Wedangan dan nyeberang jalan udah ada Indomaret. 

Tadinya pengen ambil uang dulu, secara gitu yaa anak jaman now, cuman pake aplikasi OVO - gopay - emoney doang. Mana ada di Solo makan pinggir jalan lesehan bayar pake aplikasi! Njaluk dibalang sendal, po!


Karena sudah kenyang plus pengen rebahan aja, aku sama Waya ngga jadi jalan jalan. Kami putuskan menunggu dua emak hits lainnya bergabung malam ini. 

Benar saja. Ngobrol di tempat tidur sebentar, aku udah sukses ngorok di samping Waya! 

Buncha tiba pukul 1.30-an malam dan kereta yang membawa Fadlun tiba pukul 03.00. Mereka juga kelaparan! 

Aku berhasil dibangunin sama mereka gak ya? 

Zzzzzzzzzzzzz.......................

Read Other Articles

23 komentar

  1. Aku kangen minum dari air kendi mbak, rasanya memang nyess dingin gitu beda dengan dinginnya es. Terakhir minum dari air kendi kayanay waktu jaman sekolah dulu deh. Wah udah lama gak ketemu Mak Fadlun nih

    ReplyDelete
  2. makk kumufengg pengen halan2 ke solo.
    jadi kangen dah lama ga minum air kendi. rasanya maknyes ya

    ReplyDelete
  3. Minum air sama kendi emang enak banget mom.. Aku juga suka tapi aku gak punya kendi.. Kalau ke kampung kerumah nenek palingan

    ReplyDelete
  4. aku ya ngalamin makneng punya kendi buat minum di rumah, sayang banget gak dilesatrikan alias pas akhirnya pecah gak diganti lagi
    duuh inget betapa ademnya air dr kendi pas pulang sekolah panas2 jalan kaki smp rumah langsung currr
    lebih enak dan segar drpd air dispenser zaman now deh

    ReplyDelete
  5. Kalau lihat kendi, suka ingat sama sepupu saya. Dia selalu minum dari air kendi. Kata dia rasa dinginnya enak ke tenggorokan

    ReplyDelete
  6. Sebentar2, aku malah kepikiran cerita dewi sri. Beneran itu ada raden tempe gembus dan nyimas lawuh gepuk? Hahhaha..

    ReplyDelete
  7. Ya ampun jajanan segitu banyak dan belum kenyang? Ini pasti penganut sarapan harus nasi hehehe *mode julid on

    Jaman kecil dulu seneng banger minum air kendi. Segar. Bahkan di SD, tiap kelas ada kendinya. Meminimalisir anak-anak buat jajan es kalau habits pelajaran olah raga

    ReplyDelete
  8. Seruuu apalagi pas sesi makan makan haha, aku selalu menunggu minum dari kendi ini adem banget airnya

    ReplyDelete
  9. Pernah mampir di Solo tapi sayangnya ngak sempat explore wisatanya soalnya cuma numpang lewat doang, tapi sempet juga nyicipin kuliner khas solo lupa namanya,lain kali mau beneran ah explore wisata dan kuliner Kota Solo, siapa tahu bisa nginap di guest house yang sama. Ngomongin kendi, jadi inget segarnya air kendi buat minum waktu kecil dulu, soalnya belum ada kulkas hahaha, tapi sepertinya minum air kendi lebih sehat deh.

    ReplyDelete
  10. Loalaahhh...masih bersambung tooo.. Pengin takhoyak-hoyak ih Mb Tanti biar bangun dan melanjutkan ceritanya. Kebayang serunya nih ngobrol berempat, blogger senior kesayangku semuaaa...

    ReplyDelete
  11. Aku punya kerajinan tanah liat ini yg bentuk teko teh, baca tulisan inu jadi pengen punya kendi yg utk air minum sekalian deh

    ReplyDelete
  12. Saya sering dengar nih,minum dari kendi itu sejuukk. Pengen merasakan langsung.


    Eh, Mak Tanti bangun tak ya?

    ReplyDelete
  13. Uhuiii...pada jalan-jalan ke Solooo, asyiknyaaaa. Apalagi penginapannya bikin nyaman dan dapat pengalaman baru gitu. Menariikkk, Mamaaaakkkkk.

    ReplyDelete
  14. itu banyak sih bagi saya hihihi
    Teenyata ada filosofinya, saya pernah minum air dari kendi, ya seger aja sih berasa di kampung.

    ReplyDelete
  15. Ya Allah, kendii dimana yah mbak yang masih jual ini?

    Dulu banget ketika aku masih kecil dan berkunjung ke kampung halaman, air mineralnya disajikan menggunakan kendi.. Ingat banget dulu aku suka banget minum air es. Lalu ibuku bilang "minum air dari kendi itu seger banget, kaya air es"

    ReplyDelete
  16. Aku belum pernah minum air dari kendi mbak. Secara di aceh ga ada kendi seperti ini

    ReplyDelete
  17. waaa..kok jd pengen pake kendi ya mbak.. dulu pas aku kecil nih tempat minum pake kendi. segerrrr mmg. apalagi daerahku dingin. btw aku kok ga permah tau dongeng yang buat saat maunya makan lauk itu ya hahajaj

    ReplyDelete
  18. untuk rate segitu, interior guest housenya cakep ya maaaaak. aku baru tau loh filosofi tentang si kendi. walaupun tergerus oleh modernisasi, tapi manfaat air yang ditaruh di dalam si kendi sendiri tentu ga berubah yaaa

    ReplyDelete
  19. Wah, kamarnya nyaman yang MakNeng. Dan aku salfok sama bubur candil plus kue basahnya. Udah lama ga makan ini. EnyaaK

    ReplyDelete
  20. Kak, aku hari ini barusaaan aja pengin bubur sum-sum yang pakai gula merah.
    Ini fotonya ada jenang grandul, klepon, jenang mutiara. Ya Allah~
    Tegaaa banget, kaka...

    Huaaa~
    Bikin sendiri, gak bisa.
    Satu-satunya cara yaa...main ke Jogja yaa..
    Haahaa~
    #terniat

    ReplyDelete
  21. Ya Allah kendiiii. Kok jadi kangen sama almh Nyai (nenek) akuuu. Waktu kecil sama sepupu sukanya main lari-larian terus kalo haus masuk ke dapur Nyai buat minum air kendi. Beneran segarnya tiada dua kok.

    ReplyDelete
  22. entah kenapa minum dari air kendi itu segarnya beda. Adem, sejuk gitu lho Neng.

    ReplyDelete
  23. ngomongin kendi, saya jg pernah minum dari kendi loh. jaman saya kecil dulu. dingin. saya ngira keluar dari kulkas. wkwkwk. ternyata cuma air matang rebusan yg setelah tak keluar uapnya langsung dimasukkan kendi. segeeer

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon